WINTER GLOW

WINTER GLOW
Labirin Misteri


__ADS_3

Mika kasak kusuk sendiri di kamar sambil mematut dirinya di cermin. Sejak malam dia udah ga bisa tidur dan sekarang paginya langsung canggung ga tau mau ngapain. Kemaren baru aja mengungkap perasaannya ke Reca secara ga sengaja, yang apesnya setelah ngungkapin hal besar kaya gitu malah ga digubris sama sekali sama cewe nya. Alhasil ngebuat cowo tampan yang diinginkan sejuta umat itu ngomong sendiri ga jelas di depan cermin.


“ Re kemaren tuh aku kelepasan bilang…. Ga, ga… aneh banget bahasanya.” Aci pulak kelepasan, kentut kali bang… ah.


“ OK Re, aku tau ini mungkin mengejutkan buat kamu tapi sebenernya aku tuh…. Aaiihhh…. Au ah. Pyuh…”


Mika gugup mau keluar dari kamarnya, tapi berdiam diri di kamar juga ga mungkinkan. So doi mutusin buat keluar trus berusaha terlihat biasa aja biar ga ketauan gugupnya. Tapi ternyata saat Mika turun Reca udah ga di rumah, trus ada sarapan yang disiapkan Reca di meja. Masih terasa hangat saat Mika menyentuh piringnya, artinya belum lama Reca pergi. Eh… ini pertama kalinya Reca masak sesuatu buat Mika, dalam rangka apa coba? Padahal tadi malam habis bertengkar mulut tapi malah paginya dimasakin.


“ Emm..” Mika tersenyum saat mengulum suapan pertamanya, rasa gurih dengan asin yang pas udah gitu penyedap rasanya ga terlalu kuat artinya ga dipake banyak. Ini enak, tapi ada apa dengan Reca yang masakin ini? Kenapa dia ngelakuin ini saat mereka baru aja bertengkar.


Lagi asyik makan, terdengar suara bel pintu. Mika pun menghentikan makannya dan segera melihat siapa yang dateng, dan begitu doi ngebuka pintunya muncul seorang wanita paruh baya namun berpakain sangat modis dengan kaca mata hitamnya yang menambah aura muda diwajah cantik itu.


“ Mama?”


*****


Sementara itu Reca pergi ke toko buku terbesar di kota untuk melihat beberapa buku dongeng karangan Muliapati. Cukup mengejutkan, ternyata banyak banget dongeng anak-anak karangan beliau. Semuanya dikemas dengan hardcover dan full colour di setiap lembar bukunya, ini akan sangat menarik dimata anak-anak manapun yang melihatnya.


Oh ini buku dongeng itu, Sang Pengelana di Negeri tanpa malam. Isi dan sampulnya sama persis dengan yang ada di email papa, pertanyaannya kenapa papa bisa punya softcopy nya bukankah itu sangat pribadi banget. Berarti ada dua kemungkinan kan, klo bukan penulisnya maka papa adalah sahabat yang dimaksud dalam artikel itu.


Saat melihat-lihat buku dongeng itu Reca menyadari hal aneh pada judul buku dongeng itu. Hanya di seri Sang Pengelana di Negeri tanpa malam yang terdapat kode angka dibagian ujung judul bukunya, icon mahkota yang tertulis angka satu. Tentu aja itu ngebuat Reca secara otomatis ngecek ke seri lainnya karangan Muliapati, bahkan langsung searching di internet biar bisa liat serian lengkapnya. Dan Reca pun menemukan dua seri dongeng lain yang punya kode angka juga. Yaitu di seri Pelukis Putus Asa dengan kode angka 2 dan Pengorbanan Matahari untuk bulan dengan kode angka 3.


Reca mendekap ponselnya lalu melihat ke sekitar, kalau-kalau ada yang mengawasinya. Kemudian dengan cepat menemukan kedua seri lainnya dan membelinya, buru-buru Reca meninggalkan toko buku itu. Begitu masuk mobil, dengan kasar Reca membuka plastik yang menyegel buku itu lalu segera membacanya.


Seri Pelukis Putus Asa ceritanya tentang pelukis miskin yang tidak berhasil menjual karyanya dikarenakan lukisannya yang terbilang aneh bagi orang-orang disekitarnya. Layaknya potongan komik bersambung si pelukis menuangkan satu kejadian dalam lukisannya yang kelanjutan ceritanya ada dilukisan berikutnya, beberapa orang mencemoohnya karena menganggap itu adalah sifat pemalas pelukis yang mengulang tema yang sama pada kanvas yang berbeda. Jadi adakalanya beberapa lukisan terlihat sama, karena hal itulah banyak orang yang menghujat menyebabkan sang pelukis berniat untuk berhenti dari profesi dan mencari pekerjaan lain. Namun suatu hari dia tidak sengaja melihat kepala desa menerima suap, tapi dia tidak memiliki keberanian melaporkan kejahatan itu ke istana kerajaan dan anehnya sejak saat itu sang pelukis jadi lebih sering memergoki tindak kejahatan terselubung. Akhirnya sang pelukis memutuskan untuk membuat lukisan yang menceritakan setiap peristiwa kejahatan yang diketahuinya. Sampai pada suatu hari lukisan-lukisan itu dilihat seorang bupati kerajaan yang menyadari pesan sang pelukis, akhirnya sang pelukispun diundang raja dan diberi pengahargaan atas jasanya mengungkap kejahatan.

__ADS_1


Seri Pengorbanan Matahari untuk Bulan menceritakan tentang bulan yang dulu memiliki cahaya ynag sangat indah namun suatu malam cahaya itu diambil oleh seorang penyihir jahat sehingga bulan tak lagi memiliki cahayanya. Tanpa cahayanya bulan jadi sekarat dan hampir mati, matahari yang mengetahui hal itu sangat sedih lalu berdoa terus menerus tanpa lelah agar penguasa langit mau menolong bulan yang tak lain adalah sahabatnya. Akhirnya doa Matahari dikabulkan tapi denga satu syarat, Mtahari harus membagi cahayanya pada bulan dan tidak bisa bertemu untuk selamanya. Karena saat bulan terbit maka matahari harus terbenam begitu juga sebalik. Mereka hanya bisa bersama saat terjadi Gerhana.


Reca menutup kedua buku itu dengan pikiran kalut, apakah analisanya salah. Sekalipun ada pesan yang tersimpan dalam cerita dongeng ini Reca sama sekali ga punya petunjuk untuk memecahkannya. Sejauh ini petunjuk yang dia punya hanya menambah misteri baru yang seolah tak berujung.


*****


“ Mama kok ga bilang klo mau dateng kan bisa Mika jemput.” Wanita cantik yang sangat mirip dengan Mika itu hanya diam tanpa menjawab, matanya sibuk menilai setiap sudut rumah dan furniture nya. Seolah ingin menguji apakah selera Mika bagus ato ga dalam hal menata rumah, ternyata cukup lumayan.


“ Ma…?”


“ Mama ga lama kok cuman mampir aja.” Hmmm jawaban datar dengan ekspresi dingin seperti biasanya, sosok inilah yang telah membuat Mika tumbuh dengan sangat kesepian hingga tidak memiliki empati. Tapi meski sudah tumbuh besar dengan sikap dingin itu, tetap saja ibunya selalu berhasil membuat hati Mika terluka tiap kali mereka bicara.


“ Itu mama bawain hadiah ulang tahun kamu.”


“ Hadiah ulang tahun ma? Hmmm..” Mika tersenyum miris, hatinya perih. Sadarkah ibunya apa yang sedang dilakukannya, ulang tahun Mika sudah lewat beberapa bulan lalu. Mika tidak masalah ibunya yang sibuk itu melupakannya dan tidak mengucapkan selamat dihari kelahirannya. Tapi memberi kado setelah beberapa bulan itu lain cerita, ini terasa seperti ejekan atau menyiram lilin panas pada luka yang sudah hampir sembuh.


" Maksudnya?" bertanya sendiri dalam hati.


" Itu kado ulang tahun dari papa yang ga sempat papa kamu berikan sewaktu dia hidup."


" Dan mama sendiri baru bisa ngasih itu sekarang?" Hebat kan yaaa... ngalah-ngalahin papa yang udha meninggal.


" Hmmmm..." si ibu mengiyakan, Mika pun hanya bisa tersenyum.


TEK! Suara pintu utama terbuka, dan Reca muncul dari balik pintu itu dengan wajah putus asanya. Namun langkahnya lagsung terhenti karena menyadari dua pasang mata yang menatapnya tajam.

__ADS_1


" Kamu tinggal bersama tanpa menikah Mika?" Tanpa basa-basi sang ibu langsung menjatuhkan vonis yang ga nyaman banget buat didenger.


Karena Mika ga terlihat berniat menjelaskan, Reca mengambil alih untuk menjawab tuduhan itu.


" Maaf Tan.."


" Kamu bisa panggil saya Tante Melan, mamanya Mika." Dia tersenyum seolah mereka sangat dekat.


" Maaf Tante saya Re.."


" Reca kan?" Bukan hanya Reva tapi Mika juga kena serangan jantung, ga pernah sekalipun dia memperkenalkan Reca ke mama tapi kenapa ibunya yang sibuk itu bisa tau.


" Iya Tante tapi kami ga yang seperti Tante pikirkan. Re dan Mika... emm... Mika hanya bantuin Re untuk tempat tinggal sementara karena..."


" Kamu semakin cantik Re." Mata tuanya terlihat tulus menguji, bahkan tangannya membelai rambut Reca mewakili kekagumannya.


" Tante seneng bisa ketemu sama kamu." Apa alasannya, trus kok bisa sih... Reca dan Mika masih sangat heran.


" Mama balik ke hotel dulu ya, mungkin sekitar dua hari mama akan disini. Kamu tau kan Mika harus kemana klo mau cari mama." Anehnya si Tante yang seolah ngomong sama Mika tapi matanya terus menatap ke arah Reca tanpa berkedip. seolah kalimat itu sebenarnya untuk Reca yang dibuat dengan sindiran.


" Re kamu bisa buka kadonya bersama Mika klo kamu mau." Reca langsung ngelirik ke arah Mika yang ternyata udah membuka penutup box hadiah itu yang ternyata isinya beberapa buku dongeng karangan Muliapati. Mata Reca langsung membesar menyadari ketiga buku itu sama dengan buku dongeng yang baru saja dibelinya.


" Kapan aja kamu boleh datang Re, tante akan sangat senang bisa membaca beberapa dongeng sebelum tidur untuk kamu.."


" Dongeng sebelum tidur? Apa maksudnya ini?" Ucap Re dalam hati

__ADS_1


*****


__ADS_2