WINTER GLOW

WINTER GLOW
Temukan Jejak Sang Pengelana


__ADS_3

Reca melompat dari mobil buru-buru dengan pakaian serba hitam memakai topi dan masker yang serba hitam pula,


lalu berlari memasuki rumah yang udah lama dia tinggalkan tapi ga ingin ada yang mengenali dirinya. Klo ada yang belum inget rumah itu yang selalu Reca biarkan terbuka ga pernah dikunci untuk memancing seseorang dibalik semua ini mendatangi rumahnya, membiarkan mereka mencari sesuatu yang sebenarnya Reca ga tau itu apa. Jadi dia menghapal semua barang dan tataletaknya agar Reca tau barang apa yang diambil orang-orang misterius itu. Dan emang beberapa orang asing dengan pakaian serba hitam sering datang ke rumah itu tapi keluar karena tidak menemukan apa yang mereja cari.


Sengaja tidak menghidupkan lampu dan rela mencarinya dalam gelap, Reca menggeledah kotak mainan miliknya.


Mata indahnya memburu sebuah mainan tua sejenis snow globe, mainan yang diberikan papa dimalam beliau terbunuh. Dulu sempat mengharamkan dirinya sendiri untuk melihat mainan itu karena rasa rindu akan mengusik disertai rasa sakit. Ah Ketemu, Snow Globe dengan tulisan Winter Glow. Reca buru-buru memasukannya ke dalam tas, lalu melihat kesekeliling untuk menganalisa keadaan. Akan sangat mudah ditebak jika dia pergi begitu aja tanpa menghapus jejaknya, maka untuk mengecoh orang lain yang mungkin datang ke tempat ini Reca menjatuhkan semua barang alias sengaja membuat rumahnya sangat berantakan. Agar siapapun yang ingin tau apa yang diambilnya dari rumah ini, sulit untuk menebaknya. Meskipun mereka pasti tidak akan pernah menduga bahwa itu adalah sebuah mainan apalagi snow globe.


“ Re kamu dari man...” Begitu sampai rumah rumah Reca langsung ke kamar buru-buru, begitu tergesanya hingga mengabaikan Mika yang menyambutnya di depan pintu. Langsung mengunci kamarnya lalu melemparkan tasnya ke kasur setelah mengambil snow globe dari dalamnya.


“ Re, terjadi sesuatu?” Mika mengetuk pintu kamar Reca, tapi gadis itu mengabaikannya karena dia benar-benar ga ingin di ganggu saat ini.


“ Aku ada dikamar klo kamu butuh bantuan ya Re.” Feeling aja sih gitu, Mika tau klo sahabat yang udah mencuri hatinya itu lagi sedih banget dan butuh waktu sendiri jadi doi memutuskan untuk ga ganggu dulu sampe Reca keluar nanti.


Sementara itu Reca yang berada didalam kamarnya terpaku melihat mainan masa kecilnya itu, snow globe itu terdapat sepasang anak kecil yang tengah bermain di padang salju tepat didepan sebuah istana yang bertuliskan Winter Glow. Serbuk gliter berwarna hitam bercampur silver seolah ingin memberikan kesan bahwa suasananya dimalam hari dengan bintang diatasnya tetapi terang seperti siang hari, selain itu Reca melihat ada telur naga yang terletak dekat pagar istananya. Alis Reca langsung mengernyit lantaran ingat dengan dongeng yang dibacanya, seolah snow globe ini mewakili dongeng itu. Reca melihat dibagian bawah mainannya terdapat tulisan made in Finlandia, lalu tak jauh dari tulisan itu ada simbol kepala singa berwarna merah yang seingat Reca tidak ada sebelumnya atau tepatnya sebelum mainan ini diperbaiki. Apakah papa yang menambahkannya? Atas dasar apa?


Selanjutnya Reca memeriksa lubang kuncinya lalu menatapanya sesaat, kunci snow globe ini ayah berikan kepada seseorang yang pernah sangat ditunggu oleh Reca tapi orang itu tidak pernah muncul hingga detik ini. Trus kenapa papa tetap memperbaiki lubang kunci ini, malah dimalam sebelum kematiannya beliau meyakinkannya klo Reca harus tetap menunggu sipembawa kunci untuk membuka isi snow globe ini. Sementara Reca tidak tau siapa orang itu dan papa juga ga pernah cerita soal tuh orang atau memberikan petunjuk tentang orang itu, Reca memeluk lututnya lalu menenggelamkan kepalanya karena ini mulai terasa sangat sulit. Tidak, sebenarnya sudah terasa sulit sejak awal tapi dia terus menguatkan dirinya tapi kali ini ditengah banyak misteri yang harus dipecahkan sementara


petunjuk yang ada justru memberikan misteri yang baru. Ah pertahanan Reca hancur, dalam senyap bahunya mulai berguncang kemudian tangisnyapun pecah.


“ Papa ini sulit buat Re pa.” Reca menangis, meski sudah berusaha menahan agar suaranya tidak samapi keluar tapi Mika tetap mendengarnya ketika menghampiri pintu kamar Reca.

__ADS_1


“ Papa..” Apa ini, dirinya harus menemukan orang yang dia tidak tau seperti apa wajahnya tanpa tau alamat atau bahkan nomor telponnya. Tunggu, Reca mengangkat cepat kepalanya karena baru ingat sesuatu. Dia buru-buru


menghapus air matanya lalu mememeriksa kembali emailnya yang berisi dongeng dan pesan Whats App dari papa, Reca membaca dongeng itu sekali lagi meeriksa dengan teliti untuk membuktikan klo dugaannya benar.


Dalam dongeng itu ada kata negeri tanpa malam, pengelana, Putri Kristal, telur naga dan kunci yang dibawa oleh pangeran kecil. Di Snow globe nya ada sepasang anak kecil laki-laki perempuan bermain salju dibawah langit yang terang padahal suasananya seperti malam hari dan mainan ini dibuat di Finlandia. Analisanya, Putri Kristal adalah Reca dan pangeran kecil itu adalah orang yang memegang kuncinya tapi sipangeran dibawa oleh Sang pengelana. Mereka bertemu di negri tanpa malam karena matahari nyaris bersinar sepanjang hari bahkan saat tiba waktu bintang menampakkan diri. Cocok dengan snow globe nya yang memiliki bintang tapi terangnya mirip siang hari dan hal itu sama seperti musim dingin di Finlandia. Negara itu memiliki fenomena midnight sun atau matahari yang dapat dilihat meski sudah tengah malam, saat musim panas berlangsung tapi saat musim dingin justru malam terjadi hampir sepanjang hari. Meskipun begitu langit Finlandia tetap terang meski saat malam hari, fakta ini mengacu pada siang tapi terlihat seperti malam dan malam terlihat seperti siang. Itu sama dengan suasana yang diwakilkan oleh snow globe nya, apakah artinya orang pemegang kunci itu berada di Finlandia?


Dugaan berikutnya dimana ada Si pengelana maka ada pangeran kecil itu bersamanya, dan pesan dichat nya papa ada kalimat temukan jejak pengelana dengan kata lain cari si Pengelana untuk bertemu pangeran kecil sehingga bisa mendapatkan kunci untuk membuka snow globe. Sampai disini cukup masuk akal dan artinya deretan angka ini juga adalah sebuah petunjuk, berarti terakhir tinggal menerjemahkan arti dari deretan angka ini. Oke, Reca segera duduk di meja kerja lalu menulis ulang semua angka itu dalam sebuah kertas untuk memudahkan dirinya menecahkan kode tersebut.


03 27 110 12 75 96 58 01 84 27 111 09


“ Oke, sekarang ayo kita liat kemungkinan dari deretan angka ini. Terlalu panjang untuk sebuah nomor telpon, nomor identitas atau bahkan nomor rekening seseorang. Jadi nomor apa ini? Hmmm… kenapa dalam satu kelompok angka berisi dua angka dan tiga angka yang dipisahkan dengan spasi jika ini deretan angka yang membentuk kesatuan harusnya tidak menggunakan spasi. Ayo Reca berpikir… ayok.”


Sumpah ga tau harus diapain neh angka, tapi Reca merasa harus memisahkan deretan angka ini kedalam dua kelompok yaitu kelompok dengan dua angka dan kelompok dengan tiga angka didalamnya. Mungkin dengan begitu dia akan menemukan sesuatu.


110 111


“ Pyuhhhhh...” Dengan penuh prustasi Reca mengusap wajahnya, masih aja dia belum tau deretan angka apa ini meski sudah menatapnya berulang.


“ Nol tiga dua tujuh… tujuh lima sembilan enam… trus satu satu nol dan triple satu. Ini nomor emergency call bukan sih kaya ambulance atau polisi gituh? Bukan juga sih nomor emergency call 119 tapi ehmm... ini 110 dan 111 angkanya berurutan sedangkan dikelompok dengan dua angka tampak acak alias ga berurutan, tapi… eh angka 75 dan 96...” Angka


dibelakangnya juga berurutan, mata Reca langsung membelalak menahan lonjakkan perasaan seperti dia baru saja mempunyai kemungkinan memecahkan arti deret angka ini tapi juga belum tentu benar.

__ADS_1


“ Harus diuji dengan angka lainnya, jika dugaan gue bener berarti...” Reca kembali menulis ulang kali ini mencoba sesuai urutan angka paling akhir dari setiap deretnya. Maka jadinya seperti ini :


01 12 03 84 75 96 27 58 09


110 111


“ Klo udah kaya gini mungkinkah 110 dan 111 adalah dua kelompok terakhir dari deret angka maka” Iya ga sih? Jadinya kaya gini:


01 12 03 84 75 96 27 58 09 110 111


“ Hppp...” Reca menahan napasnya, dugaannya ternyata benar. Bahwa angka dibelakangnya itu berurutan, itu


artinya angka paling belakang bukanlah angka yang sesungguhnya tapi petunjuk urutan dari deret angka itu. Jadi selanjutnya tinggal memisahkan angka yang sesungguhnya dengan menghilangkan angka yang paling akhir, dan itu akan jadi seperti ini:


0-1   1-2   0-3   8-4   7-5   9-6   2-7   5-8   0-9   1-10   1-11


0 1 0 8 7 9 2 5 0 1 1


“ Sebelas digit dengan awalan 010… Ini… bukankah nomor kartu seluler atau nomor telpon? Klo


itu benar dan dilihat dari kode areanya adalah nomor telpon lokal artinya orang itu tidak tinggal di Finlandia.” Reca langsung lemas hingga meghempaskan pulpen yang dipegangnya, bahkan sengaja mengacak rambut depannya agar mewakili keputusaannya. Ternyata tidak semua petunjuk terpecahkan secara sempurna.

__ADS_1


“ Klo nomornya lokal trus hubungan dengan Finlandia apa? Dan ini(lambang singa merah yang papa tambahkan) apa yang sebenarnya ingin papa sampaikan?”


*****


__ADS_2