WINTER GLOW

WINTER GLOW
Derra Restaurant


__ADS_3

TEK! Snow globenya terbuka!


Baik Mika atau pun


Reca sama-sama gugup saat mendengar suara kunci yang terbuka,


memisahkan bagian bola kacanya dengan kayu penyangga dibawahnya. Ada


dua slot penyimpanan di dalamnya seukuran ibu jari yang berisi dua


batang kayu ukuran 1x2x4 cm berwarna hitam, yang dapat dibuka


pula.Dengan hati-hati Mika membuka batang kayu yang berbentuk balok


itu, begitu mungil dan terlihat ditempah khusus berbahan kayu jati.


" Flashdisk?"


Ucap Mika saat membuka kedua balok kayu mungil itu. Terdapat flash


drive yang cover dengan tube berias ukiran yang estetik banget.


" Ini..."


Reca mengenali bentuk Flashdisk (FD) itu. FD yang sama dengan yang


ditanya para pria bertopeng yang enculiknya delapan tahun lalu. Ini


kah FD yang mereka cari, tapi... ini ada dua?


" Kamu pernah


liat ini Re?"


" Hmmm...


orang-orang yang menculik aku dulu pernah FD ini tapi... ini


pertamakalinya aku liat langsung sih Mik."


" Kita coba


buka apa isinya?"


" Emangnya


masih bisa? Itu udah tersimpan selama lebih dari delapan tahun kan?


Seenggaknya mereka yang mencari benda itu menanyakan delapan tahun


yang lalu. Bisa aja kan usia FD nya lebih dari itu."


" Kita coba aja


yuk.." Reca mengangguk, Mika pun segera mengambil notebook


miliknya dan memasang perangkat tersebut. Deg-degan karena gugup


bercampur rasa ga sabar.


Setelah FD


dipasangkan ke notebook dan menginstal perangkatnya, Mika mengklik


perangkatnya dan... suprise... FD nya terbuka. Mika menatap Reca yang


sama terkejutnya lalu mereka bersama-sama melihat isi FD nya.


*****


SAAT ITU...


SATU TAHUN SETELAH


KEMATIAN MULIAPATI


Branu Sanjaya


memulai penyelidikan pribadinya. Berawal dari berteman dengan


beberapa pejabat yang kebetulan memakai jasanya sebagai pengacara,


Branu sedikit banyaknya menemukan jejak-jejak kejahatan yang


dilakukan para pejabat pemerintah namun dia tidak memiliki bukti kuat


untuk melaporkannya kepada komisi pemberantasan korupsi. Sehinga


Branu memutuskan untuk berpura-pura tidak perduli untuk semua jejak


yang dia temukan dengan bersikap bodoh tapi sebenarnya mengumpulkan


semua jejak itu hingga menjadi satu fazel yang utuh. Namun suatu


ketika Tuhan seolah menakdirkan Branu Sanjaya menemukan bukti kuat


melalui sebuah kebetulan.


" Iya hallo. Ah


yaaa... pak... siang ini ya?" Branu melirik jam tangannya seraya


menerima telpon dari klien yang ingin mengajaknya bertemu, jam saat


itu menunjukkan pukul sebelas siang.


" Jam berapa


pak? Makan siang?" Mata Branu melirik ke arah bag paper berwarna


coklat tua yang berada diatas mejanya, matanya kemudian terpejam


sesaat mewakili rasa kecewanya karena klien minta ketemu siang ini


disebuah restaurant yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Padahal


hari ini tuh rencananya mau memperbaiki Snowglobe milik Reca yang


pecah, apalagi Reca jadi demam gara-gara mainan kesayangannya ini


pecah pas ga sengaja jatuh.


Sudah sejak tiga

__ADS_1


bulan yang lalu dia berjanji sama Reca soal snowglobenya tapi sampai


sekarang belum sempat juga untuk memperbaiki. Ditambah lagi tidak


semua toko mainan yang dapat memperbaiki mainan dari Finlandia yang


ditempah khusus itu. Hari ini harusnya Branu kembali mencari toko


yang mampu memperbaiki Snowglobe itu, tapi... sungkan pula untuk


menolak ajakan klien. Dengan berat hati Branu memutuskan untuk


memilih bertemu klien, sambil bawa mainannya mana tau ntar pas di


jalan ketemu toko mainan yang dicari kan.


Sampai di sebuah


Resto ternama di pusat kota, Branu turun dan menuju meja yang udah


dipesan oleh kliennya. Karena sibuk menelpon menanyakan tempat secara


akurat, Branu tanpa sadar membawa paper bag yang berisi snowglobe


rusak tadi ke dalam Resto. Ternyata kan wak, Resto itu tempat yang


sama dengan Resto yang biasa dipake anggota singa merah untuk


bertemu. Itu lantaran Resto ini satu-satunya yang menyedia kan


private room untuk tamu VIP dan bersedia memfasilitasi jika


dibutuhkan pengamanan.


" Meja yang


sudah dipesan atas nama ini.." Branu menyerahkan secarik kertas


berisi nama kliennya, sengaja karena jika diucapkan secara langsung


bisa saja didengar orang lain yang tidak diharapan.


Pada saat pemesanan


Meja terjadi sebuah kesalahan direpsionis, private room yang biasanya


untuk singa merah diberikan kepada Klien Branu. Singa merah mempunyai


ruangan khusus karena udah langganan gitu sama pemilik Restonya,


mereka juga memberikan bayaran lebih untuk service tersebut dari


harga yang seharusnya.


" Aku sudah


letakkan barangnya di tempat biasa. Paper bag warna coklat tua."


Seseorang baru saja keluar dari Private room 71, tempat khusus milik


anggota singa merah. Pria yang baru keluar itu nampak terburu-buru


dengan wajah cemasnya yang terus menoleh ke kanan atau kiri seperti


Tak lama dari pria


misterius tadi keluar, Branu wijaya masuk ke ruangan itu kemudian


meletakkan paper bag dibekat kaikya seraya memeriksa gawai dan


menarik kursi yang ada di dekatnya. Kursi yang ditariknya terletak


sebuah paper bag berwarna coklat tua daiatasnya yang secara ukuran


dan warnanya menyerupai miliknya Branu saat itu. Ketika kursinya


ditarik paper bag itu jatuh dan sebuah FD keluar dari sana trus


langsung masuk ke paper bag miliknya Branu yang tepat berada di


bawahnya. Belum sempat duduk karena setelah memeriksa layar


Handephonenya, kliennya mengatakan bahwa dia batal datang karena


mengalami kecelakaan ringan, yaitu mobil yang dikendarai kliennya


tidak sengaja menyerempet mobil orang lain sehingga harus


menyelesaikan perbaikan mobil korbannya dulu jadi kemungkinan ga bisa


hari ini juga ketemunya. Branu pun segera mengambil paper bag


miliknya tadi tanpa menyadari sebuah FD milik singa merah sudah


berpindah ke paper bag miliknya, lalu keluar langsung menuju mobil


dan berniat untuk pulang.


“ Apa kau


mengalami kecelakaan? Jadi artinya kau tidak bisa datang hari ini?


La, la.. lalu siapa orang yang baru saja masuk ke ruangan 71 dan


membawa paketnya?” Pria misterius tadi ternyata masih disekitar


Resto itu untuk ngawasin keadaan, dia berpikir klo Branu orang asing


yang mengincar FD miliknya. Dia pun memastikan ke dalam ruangan 71,


ternyata sudah dibersihkan dan paper bag yang dimaksud sudah dibawa


sama housekeeping ke sanitary. Ga pake lama langsung berlari keluar


trus dia ngeliat Branu yang baru aja masuk mobil.


Pria misterius itu


pun mengikuti Branu secara diam-diam untuk ngeliat kemana Branu akan


membawa paketnya. Siapa sangka Branu saat itu langsung pulang ke


rumah, si pria tidak baik itu pun tampak kesal dan pergi.

__ADS_1


Di rumah Branu yang


barusan masuk langsung keluar lagi karena sekali lgi dia yang sibuk


itu baru aja inget klo batalnya jadwal pertemuannya dengan klien


berarti dia punya waktu buat memperbaiki snow globenya Reca yang udah


bolak-balik ditanyain putri kecilnya kapan benda kesayangannya itu


diperbaiki. Dan setelah berkeliling hampir seharian akhirnya Branu


menemukan toko mainan yang dicarinya. Sekedar informasi neh ya toko


mainan yang dimaksud adalah toko mainan yang memberikan jasa mainan


tempahan khusus sehingga menyediakan jasa service


mainan untuk


memperbaiki mainan langka biasanya.


“ Apa masih bisa


diperbaiki?” Branu bertanya cemas apalagi ne pemilik tokonya lama


banget analisa kerusakannya, bikin deg-degan aja.


“ Wah… dari


Filandia yaa…”


“ Iya saya pesan


disana waktu liburan keluarga.”


“ Saya ga tau ini


pak dudukannya (bagian bawah snowglobe yang menyangga bagian utama


diatasnya) terbuat kayu apa dan… klo pun di lem akan terlihat tidak


maksimal dan mungkin akan pecah lagi jika terjatuh.”


“ Jadi solusi


terbaiknya apa ya kira-kira mas, soalnya anak saya suka sekali sama


mainan ini jadi saya berharap besar klo mainan ini bisa diperbaiki.”


“ Sebentar… emm…


mesin pemutar nya masih bekerja dengan baik klo bagian kacanya bisa


kita ganti yang sama persis dengan ini. Tapi dudukannya mungkin saya


ganti dengan kayu lain yang ga sama dengan ini baik bentuknya maupun


jenis kayunya. Apa ga masalah pak?”


“ Oh ya… ga apa…


yang penting bagian bola kacanya tidak berubah saya ga masalahnya.”


“ Kebetulan stok


yang kami punya hanya kayu jati pak dan harganya sedikit…”


“ Oh ya ga masalah


mas, masalah harga jangan dihawatirkan yang penting mainannya bisa


diperbaiki.”


“ Oh ini apakah


bagian dari snow globenya? Karena saya lihat tidak ada yang cocok


dengan ini saat saya pasang semua pecahannya.” Branu sedikit kaget


saat pemilik toko itu menyerahkan sebuah tube ukiran yang tampak


asing. Karena seingatnya juga benda itu tidak ada sebelumnya di paper


bag miliknya.


Branu teringat saat


di Resto tadi, dia tidak sengaja membuat sebuah paper bag yang


diletakkan di kursi jatuh saat dia akan duduk. Paper bag itu berisi


sebuah rajutan berwarna abu-abu, Branu hanya melihat sekilas karena


tadi begitu tergesa-gesa.


“ Apakah ini


terjatuh dari sana?” Pikirnya dalam hati.


“ Emmm…. Ini


saya bawa dulu aja mas. Sepertinya ga sengaja termasuk dalam paper


bagnya.”


“ Oke pak.”


“ Emmm, kapan bisa


saya jemput mainannya?”


“ Kita masih ada


beberapa mainan tempahan pak, jadi ini sedikit menunggu. Jadi minggu


depan baru selesai.”


“ Oke ga apa.”


Mengiyakan meski sedikit kecewa, karena susah nyari toko kaya gini


terpaksa nurut.

__ADS_1


*****


__ADS_2