
TEK! Snow globenya terbuka!
Baik Mika atau pun
Reca sama-sama gugup saat mendengar suara kunci yang terbuka,
memisahkan bagian bola kacanya dengan kayu penyangga dibawahnya. Ada
dua slot penyimpanan di dalamnya seukuran ibu jari yang berisi dua
batang kayu ukuran 1x2x4 cm berwarna hitam, yang dapat dibuka
pula.Dengan hati-hati Mika membuka batang kayu yang berbentuk balok
itu, begitu mungil dan terlihat ditempah khusus berbahan kayu jati.
" Flashdisk?"
Ucap Mika saat membuka kedua balok kayu mungil itu. Terdapat flash
drive yang cover dengan tube berias ukiran yang estetik banget.
" Ini..."
Reca mengenali bentuk Flashdisk (FD) itu. FD yang sama dengan yang
ditanya para pria bertopeng yang enculiknya delapan tahun lalu. Ini
kah FD yang mereka cari, tapi... ini ada dua?
" Kamu pernah
liat ini Re?"
" Hmmm...
orang-orang yang menculik aku dulu pernah FD ini tapi... ini
pertamakalinya aku liat langsung sih Mik."
" Kita coba
buka apa isinya?"
" Emangnya
masih bisa? Itu udah tersimpan selama lebih dari delapan tahun kan?
Seenggaknya mereka yang mencari benda itu menanyakan delapan tahun
yang lalu. Bisa aja kan usia FD nya lebih dari itu."
" Kita coba aja
yuk.." Reca mengangguk, Mika pun segera mengambil notebook
miliknya dan memasang perangkat tersebut. Deg-degan karena gugup
bercampur rasa ga sabar.
Setelah FD
dipasangkan ke notebook dan menginstal perangkatnya, Mika mengklik
perangkatnya dan... suprise... FD nya terbuka. Mika menatap Reca yang
sama terkejutnya lalu mereka bersama-sama melihat isi FD nya.
*****
SAAT ITU...
SATU TAHUN SETELAH
KEMATIAN MULIAPATI
Branu Sanjaya
memulai penyelidikan pribadinya. Berawal dari berteman dengan
beberapa pejabat yang kebetulan memakai jasanya sebagai pengacara,
Branu sedikit banyaknya menemukan jejak-jejak kejahatan yang
dilakukan para pejabat pemerintah namun dia tidak memiliki bukti kuat
untuk melaporkannya kepada komisi pemberantasan korupsi. Sehinga
Branu memutuskan untuk berpura-pura tidak perduli untuk semua jejak
yang dia temukan dengan bersikap bodoh tapi sebenarnya mengumpulkan
semua jejak itu hingga menjadi satu fazel yang utuh. Namun suatu
ketika Tuhan seolah menakdirkan Branu Sanjaya menemukan bukti kuat
melalui sebuah kebetulan.
" Iya hallo. Ah
yaaa... pak... siang ini ya?" Branu melirik jam tangannya seraya
menerima telpon dari klien yang ingin mengajaknya bertemu, jam saat
itu menunjukkan pukul sebelas siang.
" Jam berapa
pak? Makan siang?" Mata Branu melirik ke arah bag paper berwarna
coklat tua yang berada diatas mejanya, matanya kemudian terpejam
sesaat mewakili rasa kecewanya karena klien minta ketemu siang ini
disebuah restaurant yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Padahal
hari ini tuh rencananya mau memperbaiki Snowglobe milik Reca yang
pecah, apalagi Reca jadi demam gara-gara mainan kesayangannya ini
pecah pas ga sengaja jatuh.
Sudah sejak tiga
__ADS_1
bulan yang lalu dia berjanji sama Reca soal snowglobenya tapi sampai
sekarang belum sempat juga untuk memperbaiki. Ditambah lagi tidak
semua toko mainan yang dapat memperbaiki mainan dari Finlandia yang
ditempah khusus itu. Hari ini harusnya Branu kembali mencari toko
yang mampu memperbaiki Snowglobe itu, tapi... sungkan pula untuk
menolak ajakan klien. Dengan berat hati Branu memutuskan untuk
memilih bertemu klien, sambil bawa mainannya mana tau ntar pas di
jalan ketemu toko mainan yang dicari kan.
Sampai di sebuah
Resto ternama di pusat kota, Branu turun dan menuju meja yang udah
dipesan oleh kliennya. Karena sibuk menelpon menanyakan tempat secara
akurat, Branu tanpa sadar membawa paper bag yang berisi snowglobe
rusak tadi ke dalam Resto. Ternyata kan wak, Resto itu tempat yang
sama dengan Resto yang biasa dipake anggota singa merah untuk
bertemu. Itu lantaran Resto ini satu-satunya yang menyedia kan
private room untuk tamu VIP dan bersedia memfasilitasi jika
dibutuhkan pengamanan.
" Meja yang
sudah dipesan atas nama ini.." Branu menyerahkan secarik kertas
berisi nama kliennya, sengaja karena jika diucapkan secara langsung
bisa saja didengar orang lain yang tidak diharapan.
Pada saat pemesanan
Meja terjadi sebuah kesalahan direpsionis, private room yang biasanya
untuk singa merah diberikan kepada Klien Branu. Singa merah mempunyai
ruangan khusus karena udah langganan gitu sama pemilik Restonya,
mereka juga memberikan bayaran lebih untuk service tersebut dari
harga yang seharusnya.
" Aku sudah
letakkan barangnya di tempat biasa. Paper bag warna coklat tua."
Seseorang baru saja keluar dari Private room 71, tempat khusus milik
anggota singa merah. Pria yang baru keluar itu nampak terburu-buru
dengan wajah cemasnya yang terus menoleh ke kanan atau kiri seperti
Tak lama dari pria
misterius tadi keluar, Branu wijaya masuk ke ruangan itu kemudian
meletakkan paper bag dibekat kaikya seraya memeriksa gawai dan
menarik kursi yang ada di dekatnya. Kursi yang ditariknya terletak
sebuah paper bag berwarna coklat tua daiatasnya yang secara ukuran
dan warnanya menyerupai miliknya Branu saat itu. Ketika kursinya
ditarik paper bag itu jatuh dan sebuah FD keluar dari sana trus
langsung masuk ke paper bag miliknya Branu yang tepat berada di
bawahnya. Belum sempat duduk karena setelah memeriksa layar
Handephonenya, kliennya mengatakan bahwa dia batal datang karena
mengalami kecelakaan ringan, yaitu mobil yang dikendarai kliennya
tidak sengaja menyerempet mobil orang lain sehingga harus
menyelesaikan perbaikan mobil korbannya dulu jadi kemungkinan ga bisa
hari ini juga ketemunya. Branu pun segera mengambil paper bag
miliknya tadi tanpa menyadari sebuah FD milik singa merah sudah
berpindah ke paper bag miliknya, lalu keluar langsung menuju mobil
dan berniat untuk pulang.
“ Apa kau
mengalami kecelakaan? Jadi artinya kau tidak bisa datang hari ini?
La, la.. lalu siapa orang yang baru saja masuk ke ruangan 71 dan
membawa paketnya?” Pria misterius tadi ternyata masih disekitar
Resto itu untuk ngawasin keadaan, dia berpikir klo Branu orang asing
yang mengincar FD miliknya. Dia pun memastikan ke dalam ruangan 71,
ternyata sudah dibersihkan dan paper bag yang dimaksud sudah dibawa
sama housekeeping ke sanitary. Ga pake lama langsung berlari keluar
trus dia ngeliat Branu yang baru aja masuk mobil.
Pria misterius itu
pun mengikuti Branu secara diam-diam untuk ngeliat kemana Branu akan
membawa paketnya. Siapa sangka Branu saat itu langsung pulang ke
rumah, si pria tidak baik itu pun tampak kesal dan pergi.
__ADS_1
Di rumah Branu yang
barusan masuk langsung keluar lagi karena sekali lgi dia yang sibuk
itu baru aja inget klo batalnya jadwal pertemuannya dengan klien
berarti dia punya waktu buat memperbaiki snow globenya Reca yang udah
bolak-balik ditanyain putri kecilnya kapan benda kesayangannya itu
diperbaiki. Dan setelah berkeliling hampir seharian akhirnya Branu
menemukan toko mainan yang dicarinya. Sekedar informasi neh ya toko
mainan yang dimaksud adalah toko mainan yang memberikan jasa mainan
tempahan khusus sehingga menyediakan jasa service
mainan untuk
memperbaiki mainan langka biasanya.
“ Apa masih bisa
diperbaiki?” Branu bertanya cemas apalagi ne pemilik tokonya lama
banget analisa kerusakannya, bikin deg-degan aja.
“ Wah… dari
Filandia yaa…”
“ Iya saya pesan
disana waktu liburan keluarga.”
“ Saya ga tau ini
pak dudukannya (bagian bawah snowglobe yang menyangga bagian utama
diatasnya) terbuat kayu apa dan… klo pun di lem akan terlihat tidak
maksimal dan mungkin akan pecah lagi jika terjatuh.”
“ Jadi solusi
terbaiknya apa ya kira-kira mas, soalnya anak saya suka sekali sama
mainan ini jadi saya berharap besar klo mainan ini bisa diperbaiki.”
“ Sebentar… emm…
mesin pemutar nya masih bekerja dengan baik klo bagian kacanya bisa
kita ganti yang sama persis dengan ini. Tapi dudukannya mungkin saya
ganti dengan kayu lain yang ga sama dengan ini baik bentuknya maupun
jenis kayunya. Apa ga masalah pak?”
“ Oh ya… ga apa…
yang penting bagian bola kacanya tidak berubah saya ga masalahnya.”
“ Kebetulan stok
yang kami punya hanya kayu jati pak dan harganya sedikit…”
“ Oh ya ga masalah
mas, masalah harga jangan dihawatirkan yang penting mainannya bisa
diperbaiki.”
“ Oh ini apakah
bagian dari snow globenya? Karena saya lihat tidak ada yang cocok
dengan ini saat saya pasang semua pecahannya.” Branu sedikit kaget
saat pemilik toko itu menyerahkan sebuah tube ukiran yang tampak
asing. Karena seingatnya juga benda itu tidak ada sebelumnya di paper
bag miliknya.
Branu teringat saat
di Resto tadi, dia tidak sengaja membuat sebuah paper bag yang
diletakkan di kursi jatuh saat dia akan duduk. Paper bag itu berisi
sebuah rajutan berwarna abu-abu, Branu hanya melihat sekilas karena
tadi begitu tergesa-gesa.
“ Apakah ini
terjatuh dari sana?” Pikirnya dalam hati.
“ Emmm…. Ini
saya bawa dulu aja mas. Sepertinya ga sengaja termasuk dalam paper
bagnya.”
“ Oke pak.”
“ Emmm, kapan bisa
saya jemput mainannya?”
“ Kita masih ada
beberapa mainan tempahan pak, jadi ini sedikit menunggu. Jadi minggu
depan baru selesai.”
“ Oke ga apa.”
Mengiyakan meski sedikit kecewa, karena susah nyari toko kaya gini
terpaksa nurut.
__ADS_1
*****