WINTER GLOW

WINTER GLOW
Caraku Mencintaimu


__ADS_3

" Lo yakin Mik." Raka terlihat sangat hawatir, apa lagi ngeliat Mika yang tidak bergeming. Raka sempat ragu benarkah ini temannya si Mika yang tampan itu? Karena sekarang dia lebih terlihat seperti psikopat.


" Selama lo ga ngomong ke Reca maka ga kan apa-apa."


" Huuhh... " Entah sudah yang keberapa Raka mendesah karena rasa prustasinya.


Sebenarnya beberapa hari ini Mika bersikap sangat aneh, berawal dari permintaannya untuk nyari obat tidur yang aman ke Raka. Awalnya Raka berpikir Mika sedang mengalami insomnia biasa, dan obat tidur itu untuk membantunya istirahat. Sama sekali ga nyangka klo Mika mempergunakan obat itu untuk ngebuat Reca tertidur selama beberapa hari dengan memberikan obat itu secara rutin. Meski Mika tetap menjalankan prosedur yang aman dan menjaga asupan makan minumnya si Reca biar ga dehidrasi tetap aja kan ini tuh ga... wajar. Tapi MIka ada benaernya juga sih, Reca ga pernah cerita dengan engkap apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang wanita cantik itu lakukan. Sahabatnya itu lebih sering menanggung semuanya sendiri maka dari itu Mika terpaksa ngelakuin ini, dengan membuat Reca tertidur selain agar pacar cantiknya itu bisa istrahat dengan benar Mika jadi punya waktu banyak dan leluasa menggeledah kamar Reca buat nemuin apa aja yang bisa menambah informasi buat Mika. Selain itu doi juga sudah selesai menganalisa semua isi FD singa merah secara rinci hingga detai terkecil. Berkat otak Mika yang emang udah encer banget dari lahir tuh Cowo ga ngalami kesulitan apapun, malah terlihat sangat memahami situasi dengan baik dan udah tau apa yang harus dia lakukan. Yang lebih gila lagi, Mika sengaja membuat Reca bercinta denganya sepanjang malam agar sicantik itu capek lalu kembali tidur meski pengaruh obat tidurnya sudah habis. Sakit kan? Tapi doi ga ada pilihan karena dia ga ingin Reca lebih lama menanggung semuanya sendiri lalu membuat drinya sendiri dalam bahaya sementara Mika ga bisa berbuat apa-apa, lagian berkat penyelidikannya itu Mika mengetahui fakta yang menguatkan bahwa kematian ayahnya ada kaitannya dengan singa merah, artinya dendam ini bukan punya Reca sendiri.


Mika benci menyadari fakta bahwa Reca mahir bela diri, menggunakan senjata tajam hingga merakit sendiri apakah itu senjata atau media penyelidikannya. Seolah semua itu menjelaskan bagaimana Reca yang dia kenal sebagai gadis polos manis yangsuka cengengesan berubah jadi cewe badas penuh karisma, hati Mika sakit seiap kali mengingat itu. Ga terbayang gimana Reca pasti terbiasa melakukan hal yang berbahaya sendirian plus sikap masa bodohnya yang ga ada obat, udah pasti suka ceroboh dan ga mikir keselamatan dirinya sendiri. Tapi itu ga berlaku sekarang karena Mika udah ada di dunianya Reca maka dia akan memastikan wanita yang paling dicintainya itu tidak terluka sedikit pun.


" Jadi apa rencana lo sekarang Mik?"


" Tidak ada petunjuk apapun mengenai pimpinan sing amerah bahkan dari FD itu, satu-satunya cara untuk ngebuat pemimpinnya muncul adalah dengan mengobrak-abrik anak buahnya."


" Maksud lo... lo mau mulai perang dingin sama mereka gituh?"


" Enggak cuma mau ngasih peringatan aja klo dia sudah salah menggangu orang." Raka nelen ludah, secara dia paham banget Mika yang bakalan jadi gila jika itu menyangkut tentang Reca. Udah gitu pasti ga bakalan mempan dinasehatin pake cara apapun, liat aja sekarang dia seenaknya mengosongkan semua jadwalnya agar bisa fokus latihan fisik. Emang klo sultan bawaannya beda ya kan, ga kerja juga ga takut miskin.


" Gue akan dukung lo Mik selama itu emang yang terbaik buat Reca dan lo." Suara Raka tiba-tiba parau, ngebuat Mika sesat berhenti membalut tangannya (persiapan buat latihan fisik).


" Tapi yang perlu lo inget Mik, sama seperti lo yang ga ingin Reca terluka... gue juga berharap lo ga membahayakan diri lo. Mungkin lo ga ngerasa gue penting Mik, tapi buat gue lo satu-satunya keluarga yang gue punya." Ada sekat yang mengerat terasa dileher Mika, iyaah... semenjak orang ibunya meninggal Raka hidup sebatang kara berjuang hidup sangat keras.


" Iya gue janji akan hati-hati. Lo mau bantu gue kan?" Mika tersenyum dan Raka juga ngebalasnya dengan senyuman.


" Kapan kita bisa meeting team? Cepat atau lambat Deasy juga akan terlibat, lo tau kan gimana marahnya dia klo sekali lagi ga dikasih tau soal Reca."


" Iya... secepatnya. Gue juga akan buat Reca menerima kita dan meyakinkan dia klo kita bisa diandalakan."


" Iya... tapi kapan?"

__ADS_1


" Setelah gue mengucapkan salam ke singa Merah." Raka terbelalak bersamaan senyum sinis MIka yang mencurigakan.


*****


" Ouuhhhh..." Kendra memegangi kepalanya yang kerasa berat banget sampe kerasa mau pecah.


Untuk sesaat Kendra menatap langit-langit kamar yang terasa asing, samar-samar dia mengumpulkan penggalan ingatan terakhir sebelum dia tidak sadarkan diri. Dia menangis karenasangat sedih lalu mabuk dan.... ah.... mencium sarah karena mengiranya sebagai Reca, lalu pada akhirnya ciuman itu berlanjut menjadi lebih panas karena kendra mulai meluvuti pakaian Sarah satu-persatu.


" Ken..." Sarah berniat mencegahnya tapi Kendra sudah memburunya dengan ciuman hingga dia sulit untuk bernafas. Otaknya dengan keras ingin menolak semua cumbuan itu tapi anehnya tubuh Sarah tidak mau mendengarkan, yang ada jantungnya terus berdebar kencang diluar kendali terlebih saat jemari Kendra mulai menjelajah nakal menarik kancing gaunnya disertai ciuman yang menghujani tanpa henti dimulai dari leher hingga terus ke bawah. Sarah tidak bisa membantahnya dia juga sangat kesepian... dia yang pernah mencintai Mika tanpa mendapat balasan menjadi sangat sulit menurunkan standar lelaki yang ingin dia kencani. Atas nama dendam cinta bertepuk sebelah tangan, Sarah memutuskan haruslah orang yang setampan Mika yang layak menjadi teman kencannya dengan begitu dia bisa merasa kepedihan dari penolakan cowo tampan itu terbayarkan. Tanpa sadar Sarah jadi menutup diri dan menilai semua lelaki yang mendekatinya berdasarkan fisik dan materi tanpa melihat ketulusan mereka, dia pun berakhir dengan standar tinggi yang tak tergoyahkan hingga begitu kesepian. Sesekali timbul perasaan sedih karena ingin merasakan kencan seperti wanita pada umumnya tapi rasa goyah itu berakhir saat ayah kandungnya memaksa Sarah terlibat dari pernikahan politik. Untuk apa dia membuang waktu dengan jatuh cinta pada laki-laki yang akhirnya harus dia tinggalkan karena tidak akan mendapat restu dari ayahnya, sementara untuk melawan ayah yang begitu keras itu Sarah tidak mempunyai keberanian karena dia tau sang ayah bisa melakukan apa saja yang diluar nalar jika keingannya tidak terpenuhi.


" Re..." Sarah membuka matanya dan tersadar, saat nama itu Kendra ucapakan Sarah segera sadar bahwa dokter tampan yang mencumbunya ini salah megira dirinya karena dalam keadaan mabuk.


" Kendra maaf... lo mabuk jadi sebaiknya lo istaraht aja dulu" Sambil merapikan gaunnya yang nyaris terbuka sepenuhnya.


" Jangan pergi..." Kendra menahan tangan Sarah dan memeluknya dari beakang, jangan tinggalin aku sendiri. Please!" Untuk siapa kalimatnya barusan? Apakah masih untuk Reca?


" Ehh?" Sarah kaget karena Kendra menariknya lagi hingga dia jatuh tepat diatasnya, untuk beberapa detik mereka hanya saling memandang tapi kemudian tiba-tiba Kendra membalikan tubuh Sarah di tempat tidur gantian dianya yang sekarang di atas. Sarah melihat muka frusrasi yang tersenyum getir, entahk kenapa hatinya ikut sakit dan ingin menghibur Kendra sehingga tangannya bergerak menyentuh pipi si Kendra yang salah paham. Mengira klo Sarah mengajaknya bercinta, dan terulanglah adegan panas tapi bedanya lebih brutal. Kendra yang rindu berat itu mencurahkan segala perasaan pada tubuh Sarah yang ga berdaya melawan kekuatan Kendra dan akhirnya mebiarkan pria itu berkendak sesuka hati terhadap tubuhnya.


" Apa yang telah kulakukan?" Kendra meremas rambutnya menyesal dengan apa yangterjadi dalam ingatannya dan sekarang dia terbaring tanpa busana hanya memakai selimut disebelah Sarah yang masih tertidur. Wajahnya tampak begitu lelah dan Kendra melihat jejak kebrutalannya dimana-mana, kissmark hingga bekas gigitannya tampak berjejak ditubuh Sarah.


" Kenapa kamu biarin aku ngelakuin itu ke kamu Sar?" Ucap kedra dalam hati seraya mengelus rambut Sarah. Dia merasa sangat bersalah, tapi ada rasa kagum ngeliat Sarah yang berusaha menghiburnya dan tidak meninggalkan dirinya setelah apa yang Kendra lakukan. Dan lihatlah betapa lelah wajah Sarah sekarang pasti Kendra udah sangat berlebiha tadi malam karena mabuk.


" Maafin aku Sar... aku udah salah sama kamu." Kendra berbisik karena emang ga ingin Sarah terbangun dan mengecup kening Sarah seraya memeluknya. Dia tulus.


" Aku akan bertangung jawab, aku janji." Meski tanpa rasa cinta mungkin, aahhh... ngerasa bersalah lagi.


" Ga perlu klo terpaksa, gue ga mau maksa lo." Gumam Sarah setengah sadar karena baru aja kebangun.


" Tapi..." Terperangah ngeliat muka santai Sarah.

__ADS_1


" Lo melampiaskan kesedihan lo kan? Begitu juga sama gue, gue juga melakukan hal yang sama ke elo jadi kita cuma saling menghibur."


" Apa? Kamu bercanda Sar? Ini ga lucu..." Pengen marah.


" Enggak aku ga bercanda. Ga percaya? Aku bisa melakukannya lagi berulang kali sama kamu tanpa cinta." No, no, no.... Sarah bangkit dan menindih Kendra lalu melakukan gerakan yang provokatif. Kendra membiarkannya karena pikirannya sibuk ngeliat tubuh Sarah yang penuh dengan kissmark dan lebam karena gigitan.


" Apa ini sakit?' Kendra mengelus leher Sarah yang ada kissmarknya.


" Enggak."


" Apa aku yang pertama Sar?"


" Iya."


" Apa aku kasar banget sama kamu semalam? Apa aku nyakitin kamu Sar?" Sarah bengong ngeliat muka Kendra yang terlihat cemas karena rasa bersalahnya, tapi muka itu.... imut. Adakah pria sepolos ini jaman sekarang? Sarah terpesona.


" Emmm... sedikit." Sarah nyengir dan bibirnya terlihat sangat imut, ngebuat Kendra tersenyum karena ngerasa lucu ngeliat ekspresi gadis itu yang barusan.


" Kamu bisa turun sekarang Sar? Ini..." Ngerangsang tau?


" Kalau ga mau?"


" Kamu akan menyesal Sar, karena sekarang aja aku dah mau gila nahannya." Aku ini pria Sar, dan kamu cukup cantik untuk menggoyahkan kesadaran aku sekarang. Batin Kendra.


" Nahan apa?"


" Nahan ini." Kendra langsung mengecup Sarah dan kembali menindihnya, kedua kembali bercinta bedanya kali ini dalam keadaan sadar. Meski tanpa cita... bodo amat lah pikir keduanya. Sarah mungkin benar mereka hanya sedang melampiaskan kesedihan mereka. Dengan cara ini? Iya mungkin dengan cara ini.


*****

__ADS_1


__ADS_2