WINTER GLOW

WINTER GLOW
Mawar Cantik tapi Melukai


__ADS_3

Beberapa


foto Menteri tampak berjejer diatas sebuah karton yang disiapkan


Reca, dia sedang mencoba menambahkan informasi yang dia dapat kemaren


dengan beberapa penggalan informasi yang sudah ada sebelumnya.


Melalui penyadap yang ditanamkan Reca kedalam ponsel Kendra, dia


mengetahui bahwa beberapa menteri yang sudah diduganya sering


melakukan pertemuan rahasia sekaligus menjelaskan bahwa mereka satu


komplotan. Lalu Reca juga baru tau bahwa Sarah adalah anak dari Jabat


Sentosa. Lalu dari percakapan Ghani Wijaya kemarin Reca menemukan


skema hubungan yang belum utuh.


Yang


pertama kelompok ini bernama Singa merah dengan Pimpinavn yang masih Mr. X alias belum diketahui siapa identitasnya. Lalu


Singa merah harusnya beranggotakan lima orang tapi


kelompok ini justru


punya tujuh orang kandidat yaitu Sentia Mulyadi Mentri perdagangan, Jabat Sentosa tangan


kanan Mr. X,


Jen Kusniar si Mentri Keungan, Toni Raen mentri


Kesehatan,


Daruma Tanjung yang


merupakan mentri pertahanan,


Ghani Wijaya Gubernur ibukota negara sekaligus calon presiden dan Mr.


X sebagai pemimpin. Anggota yang dipastikan sebagai member asli


adalah Mr. X dan Jabat Sentosa yang merupakan ayah dari Sarah teman


SMA nya dulu. Sarah akan dijodohkan dengan Kendra yang tak lain anak


dari Sentia Muliyadi, dugaan sementara untuk menjadikannya Direktur


Rumah sakit pemerintah Sentanum. Analisanya, kelompok ini didirikan


untuk menjaga kekuasaan dalam mengatur penentuan siapa yang akan


duduk dibangku pemerintahan. Jadi jika Jabat Sentosa yang merupakan


anggota asli singa merah memberikan putrinya untuk menjalin hubungan


keluarga dengan Sentia Mulyadi maka itu


artinya Menteri perdagangan itu sesuatu


yang menguntung untuk Singa merah atau kemungkinan lainnya Sentia


Mulyadi salah satu dari Anggota Singa merah yang asli.


Yang


masih aneh disini adalah Ghani Wijaya sudah mencalonkan diri sebagai


Capres, lalu kenapa Jen Kusniar dari kubu lawan yang justru direkrut


oleh Singa Merah. Ah… sudah delapan tahun tapi Reca masih belum tau


motif yang tersembunyi dibalik kematian ayahnya. Mereka mencari


sebuah bukti yang diduga dimiliki sang ayah rapi tak perduli


bagaimanapun Reca mencarinya, Reca tidak menemukan apapun. Pesan


berjangka yang papa kirimkan hanya berisi ungkapan perasaan, user dan


pass semua akun pribadinya. Rekaman suara saat ayahnya dibunuh tidak


menunjukkan


bukti apa yang mereka maksud, tidak juga menyebutkan siapa yang


datang saat itu sehingga itu tidak bisa dijadikan semua bukti. Ouhhh…


inisangat sulit, Reca pikir dia sudah siap tapi ternyata terlalu


banyak misteri yang harus dipecahkan.


“ Kamu


ngapain Re?” Mika menghampiri Reca yang termenung dimeja kerjanya,


lalu mulai paham apa yang sedang Reca pikirkan. Mika membaca skema


yang dibuat Reca sesaat untuk memahami isinya.


“ Ikut


aku yuk Re, aku tunjukkin sesuatu.” Bengong tapi nurut aja


tangannya dibimbing Mika untuk mengikutinya.


Mika


ngebawa Reca ke kamarnya, tepatnya ke ruang rahasia yang diketahui


satu orang pun itu termasuk Esa. Tatapan Reca sepertinya takjub tapi


tidak berkata apapun hanya mengamati.


“ Mulai

__ADS_1


sekarang sertakan kau Re, karena dua lebih baik daripada satu. Saat


kamu ga memiliki jawaban, mungkin seorang rekan bisa menemukannya


dari sudut pandang berbeda.”


“ Kerjaan


lo gimana? Lo terlalu mudah dikenali Mik dan itu merepotkan.”


“ Kan


saat kamu beraksi juga ga ngeliatin muka kan Re, so ga masalah dong?”


Harusnya iya.


“ Lo


sadarkan Mik ini tuh berbahaya?”


“ Karena


aku sadar Re makanya aku ga bisa biarin kamu sendiri.”


“ Ini...”


Mata reca menangkap wajah yang tak asing saat dia memperhatikan skema


yang Mika buat dipapan tulis.


“ Evan?”


“ Kamu


tau Re klo dia sepupuan sama Esa? Apa itu yang buat kamu mencurigai


dia?”


“ Ga,


gue baru tau malah. Lo tau dari mana?”


“ Ga


sengaja kami kenalan pas aku nganter Esa dibandara untuk ikut


bokapnya ke Amrik.”


“ Bandara?”


“ Iya,


Evan udah ada disana pas aku dateng.”


“ Esa ikut bokapnya ke Amrik?” Reca bergumam sendiri sebenarnya sambil


mikirin sesuatu yang entah apa. Tapi Mika peka dengan itu.


“ Iya


ayah Esa kan Duta besar luar Negeri Re yang ditugaskan di Amerika.”


besar luar negeri Indonesia Amerika berarti...”


“ Rayan Abdi.”


Jawab Mika, baru menyadari sesuatu. Reca langsung mencari nama Raya


Abdi dimesin pencarian, dan benar wajahnya


sama dengan orang berfoto dengan Esa diponsel yang Reca liat kemarin


selain itu juga benar bahwa Rayan Abdi salah


seorang Duta besar.


Langsung


deh tangan Reca sibuk mencari hal lain seperti latar belakangnya,


riwayat karir Rayan Abdi


serta bagaimana dia bisa menjadi Keluarga Jen Kusniar.


“ Ini


Re.” Mika menemukan nama belakang Rayan Adbi yang ada dibeberapa


artikel, namun nama belakang itu disingkat dengan inisial huruf “K”.


Sepertinya seiring waktu berlalu nama belakang itu tidak lagi


digunakan, duta besar Indonesia Amerika itu lebih dikenal sebagai


Rayan Abdi.


“ Mungkinkah


Inisial ‘K’ ini adalah Kusniar?” Reca


“ Dilihat


dari silsilahnya Esa dan Evan sepertinya iya Re. Trus klo kamu belum


tau kenapa kamu deketin Evan Re?”


“ Jen


Kusniar pernah menjadi klien papa untuk kasus video panas yang sempat


viral sepuluh tahun lalu, tapi kemudian papa mundur dari kasus itu


dan digantikan oleh pengacar lain. Jen Kusniar bebas dari tuduhan


karena kurangnya bukti yang memastikan bahwa dia ada dalam video


asusila itu.

__ADS_1


Papa ga akan menolak suatu kasus jika terbukti kliennya bersalah,


atau ada hal salah lain yang buat papa mundur. Gue ga punya dugaan


siapa orang yang udah bunuh bokap gue, tapi Jen Kusniar setidak ada


hal yang bisa gue curigai.”


“ Oh


ada kemungkinan dia dendam sama papa kamu Re.”


“ Iya, tapi


suaranya tidak ada dalam rekaman itu. Hanya saja selama dengan Evan


gue sering ke rumahnya dan ada satu hal yang aneh… ada ruangan yang


dijaga khusus oleh beberapa pengawal bahkan Evan sekalipun ga boleh


masuk kesana. So, gue sangat penasaran. Sayangnya saat gue masuk ke


ruangan itu dan nemuin sesuati dibawah meja kerjanya, gue ga sempet


liat itu apa karena pengawalnya mula menyadari kehadiran gue disana.”


Mika angguk-angguk paham.


“ Okeh


kita liat aja lo berguna apa enggak.” Tiba-tiba Reca langsung


ngulurin tangan buat jabat tangan, si Mika refleks aja ikutan


salaman.


“ Maksudnya


kamu bolehin kau bantu kamu Re?”


“ He


ehm.” Mengiyakan tapi matanya ngeliat yang lain, tolah-toleh sana


sini mengaggumi ruangan rahasia ini.


“ Kok


dadakan? Kenapa?”


“ Alasannya


udah jelaskan, Esa lah. Apapalagi.”


“ What?”


“ Esa


tergila-gila banget sama lo kan, lo ga tau?”


“ Jahat


ga sih Re, klo aku manfaatin perasaanya buat nyari informasi?”


“ Gue


ga nyuruh lo buat mainan dia Ka.”


“ Trus


apa bedanya Re?”


“ Lahh


emang lo ga suka sama dia Ka?”


“ Kamu


tau banget aku sayangnya sama siapa Re? Kok nanya sih.”


“ Trus


hubungan kalian selama ini apa?” Kaya lagi tidur trus disiram air


satu tong, Mika kaya baru nyadar gituh klo dia udah lebih dulu jahat


sama Esa. Oh apa itu juga yang ngebuat Reca ga mau nerima cintanya,


karena takut nyakitin Esa? Atau dia ngerasa Mika ga tulus, karena ada


hubungan spesial dengan Esa yang ga bisa dia jelasin.


“ HTS


an?”


“ Re,


klo kamu ga ngilang aku ga bkalan sedeket ini sama Esa Re. Dia bantu


aku nenangin diri saat kehilangan kamu, ga akan kaya gini klo kamu


disamping aku dari awal.” Entah iya pun.


Reca


terdiam, wajahnya tetap datar tanpa mimik emosi. Ouuhhh berulang kali


Mika menyaksikan bagaimana dinding es yang begitu tebal masih belum


bisa dilelehkan. Mika tetap aja ga ada artinya ga peduli apapun yang udah dia lakukan, Mika bahkan menyesali untuk apa dia berada


disini sekarang tanpa berpikir lalu memutuskan terlibat dengan masa


lalu sahabatnya ini. Reca masih saja tidak perduli dengan


perasaannya, mungkinkah dia harus kembali pada Esa dan menyerah untuk

__ADS_1


Reca selamanya.


__ADS_2