WINTER GLOW

WINTER GLOW
Jatuh Cinta Berkali-kali


__ADS_3

“ Heh


hubungan


apa ini? Gilak lo Re? Lo


mau aja gituh dicium padahal lo bukan pacarnya, terlebih lo kan ga


cinta? Tapi


bau ini… ciuman ini… sama mendebarkannya dengan delapan tahun


lalu. Mika orangnya? Iya Mika lah orangnya...” Mika melihat Reca memejamkan matanya, hati Mika terasa hangat meski


tidak tau apa artinya.


“ Re..”


Hati Mika serasa ingin menjerit, tapi hanya mampu mengucapkan nama


itu dalam hati. Karena saat dia menyudahi ciumannya itu, Mika melihat


kembali tatapan Reca yang dingin dan dia segera mengerti. Reca tidak


menolaknya bukan karena perasaan sudah


menerima Mika tapi karena… Reca sudah terlalu sering melakukan ini.


Bercinta tanpa perasaan, Oh Tuhan hati Mika nyeri parah menatap wajah


mungil itu yang setiap hari semakin menyiksanya. Wajah itu memberi


tatapan menantang dengan kebisuannya.


“ Maaf


Re aku..” Mika menyeka bibir Reca yang terlihat masih basah.


“ Ga


apa kok santai aja. Gue melakukannya seperti biasa.” Reca


yang kembali mau masuk ditarik lagi tangannya sama Mika.


“ Maksudnya


Re? Seperti biasa apa? Sesering apa? Sama siapa aja?” Mika kali ini


memperlihatkan wajah marahnya, dia cemburu, dia ga rela dan dia


sangat-sangat ingin melampiaskan amarahnya. Reca ga pernah lihat muka


Mika yang kaya gini sebelumnya, hingga dia terpana dan ragu. Haruskah


dia mulai takut terlebih lelaki didepannya ini terus melangkah maju


tanpa hambatan. Ok sekarang Reca takut.


“ Jawab


Re, udah sama siapa aja?”


“ Kan bukan urusan lo.” Mika menarik tangan Reca dengan kasar, bola


matanya pun hampir keluar menatap penuh amarah disertai wajah yang


udah merah padam tanda si doi sebenernya mau meledak tapi masih


berusaha nahan.


Reca


sebetulnya hanya asal bicara aja, dia tidak benar-benar bercinta


dengan setiap pria. Tapi


khusus untuk Evan Reca emang sering bercumbu tapi cuma sampe bobok


bareng juga, entahlah mungkin karena Evan baik ato emang karena…


emang menarik sih anaknya. Cakep juga, duh yang ngerusak iman itu


banyak mana didepan mata ya kan, so maafkan adek la bang.


“ Aku


ga perduli lagi Re, terserah atas izin kamu ato ga. Mulai sekarang


kita jadian, kamu punya aku dan ga ada satu orang pun yang boleh


deketin kamu kecuali aku. Dan hanya aku yang berhak, hanya aku yang boleh


ngelakuin ini ke kamu..” Mika memeluk Reca seraya menghempaskan tubuh


mereka berdua ke tempat tidur, Mika kembali menyerang Reca dengan


ciuman yang lebih agresif dari sebelumnya dan ikut ngebuat Reca takut


tapi anehnya dia tidak bisa menolaknya. Yang bisa dilakukannya hanya


meremas kain sprei sambil nutup mata, pasrah apa pun yang terjadi.


Mika


lihat wajah takut itu yang


membeku ditempat namun tidak kuasa menolaknya, itu terlihat


manis dimata Mika karena dia tau benar seperti apa Reca yang

__ADS_1


tidak akan membiarkan siapapun melakukan sesuatu terhadap dirinya kecuali


tanpa izin dari Reca sendiri. Tapi melihat Reca yang tidak memberontak seperti


biasanya Mika jadi seneng banget, mungkin Reca udah membuka hatinya


hanya masih gede gengsi buat ngaku aja dan itu sukses buat Mika


tersenyum seneng banget.


Mika menyudahi ciumannya tapi tidak beranjak dari tempatnya, atau tepatnya dia masih menindih Reca diatas


tempat tidur lalu


mengacak gemes rambut Reca trus muka Mika berubah jadi cerah banget.


“ Inget


ya Re, lo punya gue sekarang.” Ucap Mika saat sudah bangkit dan


duduk di samping Reca yang masih diem aja salah tingkah menganalisa


dirinya sendiri. Apakah ini karena dia tau Mika adalah cinta masa


kecilnya atau karena yakin Mika lah orang yang telah merenggut


ciuman pertamanya. Mika lah orang yang pernah menghapus nama Kendra


dalam beberapa detik dan pernah membuatnya sangat rindu.


“ Jadi


ceritanya lo pacaran sekarang Re?” Tanya Reca sendiri dalam hati,


trus langsung panik karena baru sadar udah terlambat juga buat bilang


enggak.


“ Kayanya


papa meninggal bukan karena serangan jantung Re, kemungkinan papa di


bunuh.” Reca terdiam, sebenarnya kaget dari mana Mika tau hal itu?


Padahal tante Melan bilang ga cerita apapun, sepintar itukah ne anak


bisa langsung ngeh sama petunjuk yang sedikit itu? Reca sendiri butuh


persiapan delapan tahun loh.


“ Aku


ingat banget cuma bisa liat makamnya aja pas dikasih kabar papa


meninggal dengan alasan yang ga masuk akal. Tanahnya juga saat itu


tidak terlihat seperti kuburan yang baru digali, dan tanggal kematian


dikabarkan papa meninggal. Aku


terlalu kecil saat itu Re, dan ingin bertanya ke mama ga tega karena


mama keliatan sedih banget tapi air matanya ga keluar sama sekali.”


“ Lo


tau darimana?” Muka cuek tapi sebenernya penasaran.


“ Re


kayanya… mungkin aja papa kamu meninggal karena papa aku Re.”


Mika menoleh dan Reca bisa melihat mata si ganteng yang udah


berkaca-kaca, Reca langsung khawatir karena


sepertinya Mika berusaha keras untuk terlihat baik-baik aja padahal


sebenernya doi ga siap dengan kenyataan ini.


“ Kamu


benci aku Re? Apa selama ini sikap dingin kamu dikarenakan hal itu?”


Mika masih menatap Reca, cowok itu udah hampir nangis


“ Aku


ga pernah benci kamu Mika. Aku juga baru tau faktanya hari ini.”


Reca ngebatin.


“ Aku


harus apa Re untuk bisa dimaafin sama kamu?” Ngasih tatapan memohon


banget karena beneran putus asa. Reca


jadi bingung harus berbuat apa, karena dia bukanlah orang yang hangat


plus cenderung masa bodo. Tapi ngeliat Mika seperti ini hatinya juga


agak… nyeri. Dipeluk aja kali ya? Iya deh di peluk aja, akhirnya


Reca mutusin buat memeluk Mika.


“ Kita


cuma nerima sepenggal petunjuk yang belum ada akhirnya dengan sejuta

__ADS_1


kemungkinan kenyataan yang tersembunyi dibalik itu. Gue ga pernah


benci lo Mik, gue hanya kadang ingin fokus dengan kasus bokap gue.”


Reca


menyudahi pelukannya trus memberikan sedikit senyum untuk ngeyakinin


Mika klo dia beneran ga marah soal itu.


“ Gimana


klo kenyataan itu benar Re?” Reca terdiam


“ Apakah


kamu masih baik-baik aja Re?”


“ Gue


ga suka menebak-nebak.” Reca langsung berdiri, muka juteknya balik.


Gilak poker face banget, bisa langsung berubah gitu ekspresinya.


Makhluk apa sih lo Re? Alien?


“ Gue


lebih suka mencari kebenarannya, dari pada berandai-andai ga jelas.”


Pas Reca mau pergi Mika menahan tangannya.


“ Aku


juga ga suka menebak-nebak Re.” Ditarik sekali lagi, kali ini cukup


keras sampe ngebuat Reca putar balik paksa udah gitu jatuh rebahan di


tempat tidur. Sumpah pengen marah tapi Mika langsung ikutan tidur dan


memeluk Reca yang membelakanginya.


“ Biarin


Aku meluk kamu sampe aku bangun Re, biar aku yakin klo kamu udah


beneran punya aku. Huuhhh.” Mendesah pelan lalu memejamkan mata.


“ Hari


ini badan dan hati aku capek banget Re, please tetap disini sampe aku


buka mata. Karena aku takut ini cuma mimpi, sangat bangun kamu balik


jadi Reca yang terus menolak aku.” Males


banget sebenernya karena Reca harus memeriksa sesuatu, berhubung ne


tampan lagi sedih aja neh. Oke fine, sabar Re untuk kali ini aja.


Tidak


terdengar lagi suara Mika, hanya napasnya yang terasa membentur leher


Reca. Niatnya mau pelan-pelan bangun tapi baru gerak dikit si Mika


udah langsung ngomong padahal mata masih merem.


“ Aku


ga tau apa yang akan aku lakuin klo kamu pergi Re (Bisa jadi habis lo


sama gue cantik. So diem aja disitu yah, jangan


coba-coba nguji gue Re.).”


Reca langsung mengurungkan niatnya dan langsung pasrah meski ini


bakalan sangat lama. Yang bisa dilakuinnya hanya mendesah kesal sekaligus


ga berdaya.


“ Cintai


aku Re.” Mempererat pelukannya, kali ini Mika beneran tertidur


sementara Reca hanya menatap kosong pada dinding.


“ Apa


lo tau Mik, gue adalah Putri Kristal? Ngeliat lo masih menyimpan


kenangan itu, dan bisa tetep cinta sama gue meski lo ga tau klo gue


adalah cinta masa kecil lo. Gue penasaran Mik, sebesar apa cinta lo


buat gue? Dan kenapa lo bisa cinta sama gue saat ada orang secantik


Esa di samping lo. Apa lo tau? Gue ga layak buat lo njirrrr.”


Ngebatin sendiri, sebelum akhirnya Reca ikut terlelap bersama Mika.


Disaat


yang sama seseorang sedang memperhatikan Reca dan Mika dari celah


pintu kamar yang emang sejak tadi sedikit terbuka. Dia terpaku


memperhatikan kemesraan itu, tangannya yang sejak tadi ingin membuka

__ADS_1


pintu diurungkannya. Tapi matanya tetap menatap lekat.


__ADS_2