WINTER GLOW

WINTER GLOW
Tolong Cintai Aku 2


__ADS_3

Reca memegang kedua pipi Mika seolah mengarahkan untuk ngeliat ke mata Reca sekarang, lalu sedikit membungkuk Reca berbisik.


" Mulai dari mana ya jelasinnya, Hmmm? Biar kamu ngerti... " Kamu? Ga salah dengar ini ? Pikir Mika, biasanya juga nyebut Mika dengan kata ELO.


" Re ga pernah tinggal satu rumah sama cowo lain." Meskipun pas sama Evan, Reca cuma nginep aja ga tinggal bareng lama-lama kaya gini.


" Re ga pernah tidur satu kamar apalagi satu selimut sama cowo lain." Reca ngebuat Mika terpaksa mundur duduknya beberapa kali kali cewe cantik itu mulai naik ke atas tempat tapi ngejaga jarak dan posisi yang hampir sama, ngebuat Mika nelen ludah. Jantungnya terus berdebar hebat nyaris terdengar keluar.


" Gila ya... udah sesering itu kita deketan kaya gini tapi terus aja kamu berhasil buat jantung aku berdebar Re." Batin Mika.


" Re ga pernah mandiri bareng sama cowo selain Mika." Muka Reca semakin lama semakin serius tapi sekaligus jadi sedikit centil kaya lagi menggoda dengan damage badas.


" Dan...." Mika udah mentok ke dinding sementara Reca yang udah berada diatasnya, mana sama-sama cuma pake bathrobe lagih.


" Re juga ga pernah ngelakuin ini sebelumnya... " Menyibak bathrobe dari bahu kiri Mika sehingga tubuh pria seksi itu kelihatan separuhnya kemudian jari lentik Reca menarik tali pengikat bathrobe nya si Mika.


" Trus ini.. " Reca Anjirrrrrr mata Mika hampir mau lepas liatnya, tumben banget gituh si Reca kaya gini, ga salah makan obat kan?


BRUK! Karena jadi gemes sama kelakuan si Reca, Mika ngebalikin posisi dengan sedikit membanting Reca ke kanan lalu membuat posisi seperti merangkak diatas Reca. Hayo kan lo, siapa suruh bangunin singa tidur. Tuh kan Bathrobe nya Reca jadi nyaris kebuka, ngeliatin sebaruh dari dada yang menyumbul keluar.


" Ngelakuin apa?" Tanya Mika pura-pura ga ngerti.


"Jangan buat aku mikir macem-macem Re. Kamu tuh... narik ulur aku terus. Sakit Re, sakit sendirian rindu dan sayang sama kamu yang ga pernah liat aku sedikit pun. Bahkan aku sekarang ga tau apa yang lagi kamu pikirkan. Wajah dan mata kamu ga bisa dibaca Re. Aku kaya ngeliat kertas kosong." Suara Mika semakin lemah karena sangking nyerinya hati beliau, cinta mau gilak tapi ga dibales. Mau ninggalin dianya sendiri ga sanggup.


" Ga usah dibaca, disentuh aja." Cup! Reca menarik kerah bathrobe Mika lalu memberi sebuah kecupan di bibir Mika.

__ADS_1


" Kamu lagi apa sih Re?" Senyum tapi sedih, mata Mika juga sayu.


" Ga ngerti juga kayanya ne orang." Batin Reca.


" Sebenarnya yang kamu rasain ke aku ini apa Re? Apa hubungan kita sebenernya." Hati Mika hampa, udahlah dia ingin mengakhiri ini. Mungkin Reca memang ga pernah punya rasa apapun untuknya, toh kemaren Mika sendri yang ngeyel kan mau pacaran. Katanya ga apa-apa klo Re ga cinta selama si Mikanya yang cinta. Trus sekarang kamunya kenapa ganteng?


" Entahlah..." JLEB! Serasa samurai baru aja nusuk jantung Mika yang lagi berbedar-debarnya trus ngedadak berhenti.


" Re suka ini.." Tuing! Tuing! Jari telunjuk Reca nusuk lembut bibir Mika, gemesnya tuh mukanya datar kaya beneran lagi mikir klo dia juga ga tau.


" Ga tau apa nasibnya cewe yang berani nyentuh ini. Apalagi nyium." BBRRR! Mika jadi ngebayangin Reca yang jago bela diri itu klo sampe liat cewe lain nyium dia maka.... bergidik ngeri bayangin nya.


" Trus Re suka setiap kali.... Mika peluk." buang muka karena ga mau mengakuin kenyataan ini sebenarnya dan jujur Reca malu.


" Re ga tau kenapa dan apa nama perasaan itu. Yang jelas Re ga pernah menoleh ke cowo lain selain Mika. Itu cinta?"


CHESSS!!! Rasa hangat menyentuh hati Mika, tersenyum puas denger jawaban Reca meski cewe itu sendiri ga tau apa yang sedang dirasakannya.


" Dan lagi.... " Tiba-tiba aja muka Reca jadi sedih.


" Kamu dah liat semuanya kan (tubuh Reca), bahkan udah..." Reca meremas Bathrobe di dadanya dengan muka setengah memerah. Karena ga ada satu sentipun bagian tubuh Reca yang luput dari serangan Mika. Kadang Reca harus nutupin jejak bibir Mika ditubuhnya pake foundation muka, biar ga kelihatan pas kerja.


" Masih belum cukup kah Mik?"


" Iya belum." Giliran Reca yang membelalak

__ADS_1


" Masih belum cukup kaya nya semua itu Re karena kau sangat serakah atas kamu. Ga perduli berapa kali pun sepanjang malam kita bercinta setiap hari, ga perduli seberapa banyak aku meluk dan cium kamu itu ga pernah cukup buat aku. Jadi jangan pernah pancing aku kaya gini Re." Mika ngebuka Bathrobe yang dikenakannya, mukanya buas seolah pengen menelan Reca bulat-bulat.


" Karena kamu ga akan bisa menghadapinya. Dan sekarang kamu harus bertanggung jawab Re." Reca jadi takut, salah langkah deh kaya dia barusan dan ngeliat muka Mika yang kaya gitu... Reca sendiri nelen ludah ga bisa ngabayangin apa yang akan terjadi sama dirinya. Mika yang dipancing aja sering buat Reca bisa napas dan sering minta ampun sama Mika buat udahan tapi ga tau dari mana semua tenaga itu. Mika ga pernah mau berhenti seperti apapun Reca memohonnya.


" Ouucchhhh.... argh..." Reca mengerang sambil nahan untuk ga teriak.


Terlambat, Mika udah ga bisa dihentikan lagi. Meskipun Reca seringai latihan fisik tapi tenaganya ga pernah bisa nyaingin si cowo ini apalagi klo udah brutal kaya gini.


" Aku cinta kamu Re." Mika mengigit lembut telinga Reca selesai berbisik.


" Mika... Hmmmp..."


" Aku cinta kamu Re."


" Ah... Mikaa"


" Iya sayang."


Sepanjang malam Muka tersenyum bahkan saat sudah terlelap pun, dia tidur sambil tersenyum. Untuk pertama kali nya Mika mimpi indah, begitu indahnya sampai dia takut untuk bangun membuka matanya. Dia takut saat dia bangun kenyataan yang terjadi adalah sebalik.


" Ehmmm.." Mika membuka matanya, terjaga dari tidur yang masih ingin dilanjutkannya. Saat melihat kesamping dia tersenyum lagi, mendapati Reca yang memeluknya tanpa sehelai benang pun ditubuhnya. Iya apa yang harus dikhawatirkannya lagi, gadis cantik disebelahnya ini telah jadi miliknya sepenuhnya. Dia bisa memeluk atau menciumnya kapanpun dia mau tanpa perlu meminta izin, Reca tidak akan pernah mencegahnya karena Reca adalah milik Mika dan tidak akan ada yang bisa mengambil bidadari ini darinya. Tidak akan ada.


" Makasih ya Re." Mika berbisik lalu mengecup kening Reca dengan lembut, Reca menggeliat pelan lalu mempererat pelukannya. Sekali lagi Mika tersenyum lalu kembali terpejam. Dia sangat bahagia. Sangat.


*****

__ADS_1


__ADS_2