WINTER GLOW

WINTER GLOW
Aku Miliknya 2


__ADS_3

Mika membawa Esa kesudut lorong yang tidak dilewati pengunjung, dia melepaskan tangan yang sejak tadi dibimbing untuk mengikutinya. Mika berhenti tanpa berbalik meski posisinya tuh membelakangi Esa, dia lalu memasukkan kedua tangannya ke saku celana kemudian mendesah dengan berat karena jujur dia ga tega untuk melihat wajah itu. Wajah yang terlalu sering dia sakiti, tanpa bisa membalas perasaannya untuk sesaat pun.


" Maafin aku Sa... Aku ga bisa ngasih hati aku ke kamu. Karena hati aku udah ada yang memiliki, dan tidaka akan cukup untuk dua orang . Orangnya ... masih orang yang sama. Baik itu cinta pertama aku saat usia lima tahun, baik itu saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama di SMA Bhakti dan hari ini."


" Reca kan?" Suara Esa terdengar dingin.


" Maafin aku Sa karena sempat buat kamu bingung, karena kemarin aku berusaha untuka buka hati aku tapi...."


" Tapi Reca selalu datang setiap kali hati kamu udah terbuka buat aku kan?" Esa tidak ingin Mika yang mengucapkannya karena akan lebih sakit mendengarnya. Mika sendiri hanya bisa tertunduk karena apa yang Esa katakan itu emang benar, Reca selalu datang dengan wajah angkuhnya setiap kali hatinya mulai goyah. Seolah sedang memberi peringatan kalau dia pemilik hati Mika dan akan tetap begitu tanpa bisa direbut sekalipun.


" Oke aku ngerti Ka. Aku pulang pulang dulu." Suara Esa terdengar sedikit berbeda sampe Mika sempat mengernyit saat Esa berlalu mengusap air matanya.


*****

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 20.15 seorang suster memanggil Mika yang lagi jagain Reca untuk keluar sebentar karena ada penjelasan medis dokter jaga ruangan. Sebelumnya Raka tiba-tiba dapat telpon bahwa harus menggantikan teman dinasnya yang bertugas malam ini karena sedang sakit, jadi Raka lembur gitu jadinya.


Begitu Mika keluar, seseorang memakai pakaian serba hitam dilengkapi topi dan masker hitam juga menyelinap masuk membawa pistol kedap suara. Dia mematikan lampu kegelapan membantu penyamarannya, lalu mendekati tempat tidur Reca. Saat itu tirai yang mengelilingi tempat tidur pasien tertutup sepenuhnya sehingga si penyusup menyibaknya sedikit untuk bisa masuk.


TUPS! TUPS!


Detik itu juga dia melepaskan dua tembakan ke arah Reca, kemudian mendekat lagi untuk mastikan karena dia heran kenapa tidak ada darah yang keluar setelah dua tembakan. Saat dia menyibak selimutnya ternyata hanya berisi bantal doang, dia tampak menyesali keputusannya mematikan lampu hingga tidak melihat dengan jelas.


Si penyusup berniat untuk segera keluar, tapi saat dia menyibak tirai untuk keluar, Reca sudah menyerangnya dengan memegang pisau buah. Penyusup itu berhasil menangkis tangan kanan Reca yang memegang pisau, tapi tangan kiri Reca berhasil menghantam leher penyusup hingga dia tersedak sesaat lalu mundur kebelakang.


Diam-diam Reca meraih vas didekatnya lalu melemparkannya ke arah lawan


PRAANNNKKK!! Ternyata berhasil mengenai kepalanya. Saat itu juga Reca mendekat dan bersiap menyerang, Reca berhasil membuat pistol ditangan lawan terlempar ke kolong meja. Perkelahian tangan kosong pun tak terelakkan.

__ADS_1


" Aaaaaaaa" Reca mengerang karena lawannya meremas lukanya, bekas tembakan tempo hari. Saat itu juga Reca sadar bahwa penyusup ini adalah orang yang sama dengan pelaku penembakan. Karena dia tau persis dimana luka itu berada padahal Reca saat itu mengenakan piyama lengan panjang.


Mereka terlihat sama kompetennya dalam beladiri, hanya saja kondisi Reca yang belum sepenuhnya pulih membuat dia sedikit keteteran. Akhirnya ada kesempatan Reca menarik topi si penyusup, rambut panjang yang awalnya tersembunyi didalam topi lepas tergerai. Ternyata pelakunya adalah seorang wanita, sayangnya Reca tidak punya waktu untuk terkejut jadi dia menarik baju wanita itu dengan cepat.


Tidak sampai disitu, penyusup yang tampak panik karena jati dirinya hampir terungkap sedikit lengah, Reca memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali menyerang tapi penyusup itu berhasil mengelak sehingga hanya lengan kanannya yang tergores. Reca terkena tendangan sehingga terlempar ke belakang, kemudian si penyusup pun kabur. Reca bangkit seraya menahan sakit, iya mendekati meja dimana pistol tadi terlempar, mengutipnya lalu duduk bersandar ke dinding. Ini untuk berjaga-jaga jika ada yang datang lagi karena Reca sudah tidak punya tenaga untuk berkelahi. Setelah diperiksa, pelurunya masih tersisa beberapa dan pistol jenis ini sangat mahal itu artinya orang tadi sudah sangat kawakan di bidang ini. Tidak salah lagi, pasti seseorang yang berhubungan dengan kematian papanya saat ini juga sedang mengincar nyawanya. Tapi kenapa baru sekarang mereka bergerak kenapa tidak dari dulu? Apakah mereka tau Reca sudah memecahkan beberapa petunjuk tapi dari mana mereka tau. Selama proses itu dia berada di rumah Mika, dan rumah Mika bersih dari penyadap bukan?


Sedikit penjelasan kenkawan jadi sebenarnya, Reca emang udah sadar empat jam pasca operasi tapi dia sengaja tidak membuka matanya karena dia yakin pelaku pasti akan kembali untuk memastikan apakah Reca masih hidup. Karena ha itu lah Reca menyembunyikan pisau buah dibawah bantalnya kalau-kalau pelaku itu datang. Eh bener aja kan, dia balik lagi. Sedikit mencurigakan saat Raka yang tiba-tiba ditelpon buat kerja trus ga lama Mika juga dipanggil keluar, padahal klo sekedar edukasi medis bisa dilakukan di kamar pasien kan. Jadi begitu Mika keluar tadi Reca langsung menarik tirai yang mengelilingi tempat tidur pasien kemudian menyusun bantal serta selimut agar terlihat seperti pasien yang sedang berbaring. Setelah itu Reca bersembunyi di kamar mandi.


Saat kembali ke kamar, Mika terkejut karena ruangan gelap jadi cepat-cepat ngidupin lampu tapi lebih terkejut lagi mendapati ruangan yang berantakan dan Reca yang udah memegang pistol. Luka operasi kembali berdarah hingga membahasi baju karena di tekan tadi atau karena Reca gerakan-gerakan yang dilakukan Reca saat berkelahi.


" RE?" Mika berlari mendekat, napasnya terasa tersekat dan jantungnya terasa berhenti.


" REEE... kamu ga apa-apa?" Mika segera menggendongnya ke tempat tidur lalu memencet bel buat manggil perawat. Ga lama seorang perawat datang dan langsung histeris memanggil petugas medis lain termasuk dokter. Perban Reca pun langsung diperbaiki.

__ADS_1


Mika marah, marah banget. Jari-jarinya mengepal dan giginya hampir saja menggertak, dalam hati dia bersumpah akan menemukan siapa pelakunya dan memberikan pelajaran yang ga akan dilupakannya seumur hidup. Apakah dia tau sedang berhadapan dengan siapa, diam Mika selama ini bukan karena dia tidak berdaya tapi sedang menganalisa keadaan untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ini? Ini sudah sangat keterlaluan, dia tidak bisa mentolerir nya lagi. Sipelaku tidak menyadari bahwa sedang mengganggu singa lagi tidur, singa itu sekarang terbangun dan merasakan perutnya sangat lapar.


*****


__ADS_2