WINTER GLOW

WINTER GLOW
Hati yang Dicuri, Dibawa Lari


__ADS_3

Udah


seharian Mika nemenin Esa jalan-jalan, dimulai dari nonton sampe


belanja dan sekarang mereka sedang


makan di sebuah restoran mewah yang privat banget.


“ Sa,


aku boleh nanya sesuatu ga?” Mika dengan ragu memberanikan dirinya, daripada


dirinya terus tersiksa dengan sejuta tanya.


“ Hmm...”


Esa tersenyum sambil mengagguk untuk nunjukkin klo Mika boleh nanya


apa aja.


“ Apa


arti mainan masa kecil ini buat kamu?” Mata Mika menatap mainan


yang dia maksud, sejak Esa memberikannya dia terus membawanya.


Mungkin Esa ga tau, tapi hal ini sangat berarti untuk Mika terutama


untuk menentukan arah hatinya yang lelah. Sudah terlalu lama


berkelana, kali ini dia ingin melabuhkan hatinya untuk berhenti


selamanya dari sebuah pencarian. Tapi


jika akhirnya harus memilih Esa, Mika akan tetap menepati janjinya


untuk membantu Reca memecahkan misteri kematian ayahnya.


“ Itu


pernah jadi segalanya Ka, karena yang memberikan mainan itu udah


menyentuh hatiku untuk pertama kali. Bayangin aja aku masih kecil


banget tapi pernah bermimpi untuk menemukan pria kecil tampan itu


saat aku udah gede dan bakalan nembak dia duluan buat dijadiin


pacar.”


“ Hehmm”


Mika tersenyum karena Esa berekspresi sangat lucu.


“ Serius.


Tapi sayangnya aku ga punya jejak apapun tentang dia dan sekarang


udah ketemu kamu. Aku...” Tidak bisa melanjutkan kalimatnya bahwa


Esa sudah menyerahkan hatinya untuk Mika.


Mika


sendiri tertunduk, apakah dia ceritakan saja yang sebenarnya tapi


rasanya masih belum yakin. Meskipun ingatan Esa hanya berupa potongan


yang lengkap tapi tidak satupun dari kenangan itu yang sesuai dengan


ingatan yang Mika miliki, jadi dia ga boleh gegabah. Bersabar sedikit


lebih lama lagi agar dia tidak salah menyimpulkan sekali lagi.


Bagaimana jika gadis itu bukan Esa, lalu keputusan yang dia ambil


salah sementara hanya itu alasan yang dia miliki untuk memilih gadis


ini. Karena cinta ini masih untuk Reca.


“ Kenapa


sih Ka kok tiba-tiba nanyain itu?”


“ Iya


klo ini sangat berarti banget kenapa kamu kasih ke aku Sa?”


“ Karena


gue udah mutusin cinta masa lalu gue Mika untuk berada di masa depan


dengan


lo.” Batin Esa yang tak mampu diucapkannya.


“ Aku


cuma pengen ngasih yang spesial sama kamu, tapi kamu kaya banget kan ya udah punya


segalanya juga jadi yaaa itu… satu-satunya yang spesial yang aku


punya.”


Kesunyian


tiba-tiba tercipta, lantaran keduanya canggung mau bilang apa.


Sama-sama ada perasaan yang terpendam dihati masing-masing tapi ga


bisa jujur sekarang, sangat ingin hati-hati agar tidak ada yang


menjauh nantinya.


“ Hei


Bro.” Suara ramah seorang pria memaksa Esa dan Mika menole ke asal


suara.


“ Kebetulan


banget ini.” Evan tersenyum lebar dan ngeberi tos ala-ala cowo gitu


dan dibalas oleh Mika.


“ Evan?


Lo...” Kok bisa disini sih, ganggu ajah. Esa ngenes, tau banget


soalnya gimana sepupunya ini.


“ Lo


lupa? Apartment sebelah sama resto ini kan punya bokap gue.”


“ Ahh


iya… lupa gue.” Esa tersenyum pahit. Resiko punya sepupu kaya


anak Mentri yang asetnya bertebaran dimana-mana udah gitu bagus buat nongkrong


pulak.


“ Lo


sama siapa bro?” Tanya Mika akhirnya. Dari balik badan Evan yang masih berdiri mulai


tampak wanita cantik dengan pakaian sexy nya berjalan anggun bak


seorang model. Long Coat hitamnya hanya dipasangkan dibahu untuk


menutupi bagian punggung yang terbuka, di tambah heels hitam ngebuat


kakinya makin jenjang. (Kadang perempuan ini ya kan pening kali awak

__ADS_1


liatnya, pake baju sexy tapi habis tuh ditutupnya. Klo awak tengok


bagian yang terbuka marah dia, dibilangnya “Eh mata kao ya bang


biasa aja nengoknya”. Eh dirumah ajalah bilang jontik kalipun, ga


tau jontik? Menteeelll)


Bukan


hanya Mika, Esa juga terpana ngeliat kecantikan yang ga biasa itu karena


sebelumnya Reca ga pernah terlihat secantik ini. Jantung


Mika mau copot liatnya, bukan hanya gegara cantiknya yang bikin


deg-degan tapi juga pakaiannya itu loh buat


hati Mika miris banget. Ga rela klo itu dinikmatin sama orang lain.


“ Lo berdua


pacaran?” Esa yang syok ga bisa nahan rasa ingin taunya, sekalian


heran juga liat Reca yang ga kaget sama sekali denan pertemuan ini.


Ga pernasaran apa kenapa mereka bisa saling kenal?


Evan


ngeliat ke arah Reca sebagai kode apakah Reca yang akan menjelaskan


atau dirinya, ngeliat Reca yang diem aja maka Evan berinisiatif


ngejawab.


“ Menurut


lo apa?” Niatnya godain Esa, tapi Evan justru mergokin mata Mika


yang terus menatap Reca


tanpa berkedip dan Reca malah ngebalas tatapan itu tanpa gentar. Itu


cukup buat ngejelasn bahwa mereka saling kenal.


“ Menurut


gue lo… ah tapi ga mungkin. Tapi klo kalian beneran pacaran itu


berarti… Lo jatuh cinta Van? Seorang Evan?” Secara ga mungkin ya


kan mengingat sepupunya yang playboy itu takluk pada satu wanita dan


lagi-lagi wanita itu…. Reca. Wah… luar biasa banget ga sih. Esa


tersenyum miris saat tawa Evan yang secara jelas mengatakan klo itu bener, kenapa


seluruh isi bumi berpusat padanya.


“ Ehmm.”


Evan berdehem buat nyindir Mika yang begitu fokus, tapi


ternyata Mika tidak bergeming dan masih menatap Reca.


“ Oiya


Kenalin Re, dia Esa sepupu aku.”


“ Gue


tau, kita temenan dulu di SMA Bhakti.” Seperti biasa Reca klo


ngejawab, jutek ketus trus mukanya datar tapi cantik pulak.


“ Ouya?


Kamu juga tau klo mereka pacaran?” Tanya


pacaran kenapa? Bodo.


“ Hmmmm.” Artinya


gue tau sih klo mereka deket, dan gue gamasalah kok dengan itu.


Mika


tersenyum pahit ngeliat Reca sesantai itu, emang sih itu bukanlah hal


baru buatnya toh biasanya Reca sering kaya gitu juga tapi untuk


didepan Evan rasanya kaya sama aja waktu di SMA Bhakti. Dimana Reca


menganggap Mika ga ada untuk seorang Kendra, dan


itu semakin melukai harga dirinya menyebabkan keluarnya kalimat fatal


dari mulut Mika yang bikin suasana langsung tegang.


“ Jadi


Kendra udah tergantikan Re? Cinta pertama kamu.” Mika. Evan


langsung inget sama Kendra yang baru ditemuinya tadi, dan Evan pun


penasaran untuk jawabannya.


“ Ok


Sa lo sekali lagi terjebak dalam perang dingin antara Mika sama Reca


yang pada dasarnya saling peduli.” Esa dalam pikirannya.


“ Cinta


pertama pertama gue bukan Kendra.” Hening sesaat, Mika dan Esa ga


menduga jawaban ini. Secara seluruh makhluk di SMA Bhakti saat


delapan tahun lalu sangat tau bagaimana dekatnya Reca dan Kendra


beserta cerita yang tersembunyi dibalik hubungan mereka. Dikarenakan


SMA Bhakti pernah dihebohkan waktu Kendra sang kakak kelas yang


kharismatik nan tampan melatih anggota paskibraka. Pasalnya Kendra


yang begitu dipuja trus sikapnya sebagai anggota paskib yang terkenal


disiplin dan disegani,


tiba-tiba permisi meninggalkan barisan yang dilatihnya demi bisa


nyamperin Reca yang ga sengaja ngeliat sesi latihan itu. Otomatis


ngebuat adek-adek kelas terutama cewe yang dilatih saat itu jadi


baper, so sweet banget njirrr. Apalagi saat denger omongan Kendra


saat itu…


“ Cinta pertama gue adalah cowo yang ngambil ciuman pertama gue di


SMA.


Dan itu bukan Kendra.” Mata Mika langsung membesar, apakah yang


dimaksudnya saat Mika mencium Reca dimalam Pensi waktu itu? Klo


iya maka artinya cinta pertama Reca adalah dirinya (Mika)?


*****


Kita balik sebentar ke moment itu ya wak.

__ADS_1


Kendra


dan Reca pertamakali bertemu saat hari pertama kepindahan Reca di SMA


Bhakti. Reca saat itu kebingungan mau minjem buku di perpus sekolah


untuk tugas pertama yang diterimanya dari guru. Karena masih anak


baru Reca belum punya kartu anggota sebagai sarat utama bisa pinjem


buku di perpus sekolah, ditambah belum banyak teman yang dia kenal


ngebuat Reca cuma bisa duduk di meja perpus dengan muka bingung. Saat itulah pertama kali Kendra


melihat wajah manis dari


balik rak buku yang membuat hatinya berdebar pelan tapi bertahan hingga hari-hari


berikutnya, alias Kendra jatuh cinta pada pandangan pertama gitulah


ceritanya.


Kendra pun nyamperin Reca dan menawarkan bantuan sehingga dihari


itupun keduanya saling mengenal.


“ BELOK


KIRIIIII….GRAK!” Suara Kendra yang begitu disegani waktu itu


melatih pasukan berbaris. Ditontonin para kaum hawa mulia kelas X


sampe XII, maklumlah udah cakep pinter pulak dalam hal apa aja. Ngertilah


kelen kan wak kek mananya, klo pas SMA nampak ada kakak kelas yang


disegani kali karena kemampuan pramuka dan baris-berbaris pasti


ganteng aja nampaknya dimata kelen kan wak meskipun hitam gosong dia


kenak matahari tapi dialah itu yang paling ganteng kurasalah inang.


Disaat


itu Reca yang masih jadi anak baru, lewat


gitu mau pulang ini ceritanya kan


genks tapi


singgah dulu karena mau balikin kartu anggota perpus sekolah punya si


Kendra.


Nampaklah sama si Kendra ini kan.


“ BERHENTI


GRAK. ISTIRAHAT DI TEMPAT GRAK!! Okeh kakak izin sebentar ya, kalian


lanjutin latihannya bareng kak Adi ya.”


“ Yaaaa…”


“ Jangan


dong kak.”


“ Sama


kakak aja lah kak.” Beberapa


anggota cewe terdengar ga rela.


“ Maaf ya.”


Ucap Kendra trus berlari kecil ke arah Reca.


“ Uwwuuuu.”


Para penonton yang baper berseru iri sekaligus memuji betapa


beruntungnya Reca yang mencuri rasa peduli Kendra didepan khalayak


sebanyak ini.


“ Hi


Re.”


“ Maaf


ya kak ganggu, klo sibuk ga apa-apa sih lanjutin aja kak.”


“ Ga


kok, kan ada temen kakak tuh yang lanjutin.”


“ Hmmm…


ini kak kartunya. Makasih banyak ya.” Kendra menerima kartunya,


tapi matanya ga lepas ngeliat Reca.


“ Re


pulang dulu ya kak, ga enak diliatin mereka yang pengen kak balik ke


barisan.”


“ Mau


dianter Re?”


“ Ga


kak… papa jemput kok.”


“ Hmmm,


hati-hati ya...”


“ UWUUUUUU”


Diserokain lagi sama yang nyimak.


Ahhh…


Kendra ingat jelas kenangan itu, baginya itu


baru aja terjadi kemaren tapi apakah Reca juga mengingat kenangan


ini? Dia mendesah sedih mengira-ngira, mungkinkah selama ini cintanya


bertepuk sebelah tangan? Atau Kendra terlalu terlambat untuk


mengungkapkan cinta hingga hati Reca sudah lebih dulu dicuri orang


lain.


“ Kakak


kangen kamu Re.”


*****


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2