WINTER GLOW

WINTER GLOW
Mencari yang Tidak Diketahui, Menghindari yang Tidak Tampak


__ADS_3

“ Lo


siapa?” Tangan Sarah mencengkram lengan Reca dan menariknya


mendekat. Wajah cantik yang berubah badas, tapi sayang Sarah kalah


damage. Karena segera Reca melepas tanganya dengan paksa.


“ Orang


yang akan buat lo diabaikan sama Mika.” Mata Reca yang emang ga


pernah kenal takut menantang balik, dia masih ingat bagaimana


tergila-gilanya Sarah sama sahabat SMA nya itu.


“ Lo


mau liat?” Meski ga ngejawab tapi mukanya bilang, coba aja klo


emang iya. Songong banget sih lo, sok cantek.


“ Mik,


lo masih mau makan bareng gue ato sama dia disini?” Bukan sok


cantek, emang cantek loh.


Ga


sampe lima detik Mika, langsung masuk ke cafe diikuti Reca yang


langsung tersenyum sinis menyombongkan wajah kemenangannya. Sarah tidak kesal, pikirannya


terlalu sibuk mengingat wajah yangtidak asing tapi juga tidak


familiar. Dia sama sekali ga lupa soal Reca, tapi yang berdiri


sekarang ini… ah tunggu! Sarah menggigit sudut bibirnya.


“ Mika


masih mengekori gadis itu, benarkah?” Batin Sarah


“ Lalu


Esa? Bukankah dia managernya Mika, hubungan mereka terlihat sangat


spesial di layar kaca.” Batin Sarah lagi.


Sarah


masih belum bisa menggeser Mika dari hatinya, meski dia termasuk cewe


player yang suka gonta-ganti pacar. Tapi dia masih terus mengikuti


Mika dari media sosial dan semua tentang Mika di televisi. Sebenarnya


Mika yang membuat semua lelaki yang dipacarinya terlihat tidak


berarti di mata Sarah, standar Mika masih belum terkalahkan.


“ Apakah


itu Reca?” Seketika wajah Sarah memucat, seputih kapas.


 


 


“ SARAH TOLONG GUE. SARAH TOLONG GUE”


 


 


Sepotong


ingatan melintas dipikiran Sarah, gadis belia sedang menangis dan


meminta bantuannya. Tapi Sarah hanya terpaku dengan tatapan puas tanpa


berkata apapun, tidak peduli bagaimana dia memohon.


Gadis itu Reca yang dia lihat delapan tahun lalu di sebuah gudang


tua.


“ Ga,


ga mungkin.” Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya, membantah


ingatanya. Tangannya gemetar hingga


tidak bisa memasukan handphone nya dengan benar ke dalam tas. Jika


cewe tadi adalah Reca kenapa dia ga bereaksi apapun, kenapa dia hanya


diam saja. Bahkan tidak menyebut namanya, tidak memandang benci. Dia


hanya terlihat…. tidak perduli.


“ Jadi


jelas itu tidak mungkin Reca kan?” Ucap batin Sarah seraya


terjongkok karena kakinya terasa lemas dan tidak bisa berdiri. Dia


kemudian mengambil kembali handphone masih dengan gemeteran.


“ Jangan


keluar dulu, selidik seseorang untuk ku. Aku tunggu di mobil.”


“ Kamu


inget sama cewe tadi Re?”


“ He


hmm. Sarah kan?”


“ Hmmm.”


“ Yang


nembak lo dulu? Kenapa?” Jawabnya dengan muka super judes, dingin


tapi ga bikin yang denger marah.


“ Waktu


kamu ngilang dari sekolah, dia ikutan hilang ga lama setelahnya.”


Reca berhenti mengunyah sambil bersiap mendengarkan cerita Mika


selanjutnya.


“ Oiya?”


“ Tapi


ga ada yang tau kenapanya.”

__ADS_1


“ Itu


penting buat lo?” Mika


buru-buru


menggeleng.


“ Cuma


penasaran aja karena kamu Re.”


“ Sebenarnya


dulu kamu kema...” Belum sempat Mika bicara Reca tiba-tiba meremas


jari Mika diatas meja. Tangan satunya memberi isyarat ke


Mika untuk tidak bersuara. Mika panik. Kok tiba-tiba kaya gini, meski


ga ngerti dia nurut aja.


Reca


meriksa bawah meja piring vas bunga dan matanya melihat sekelling


untuk mencari alat penyadap dan CCTV. Reca baru sadar, ruangan ini


sangat minimalis, hanya ada satu meja yang dihiasi sekedarnya dan dua


kursi. Tidak ada objek lain yang memungkin seseorang untuk meletakkan


alat penyadap. Dibawah meja juga ga ada, hanya ada dua CCTV terpasang


diatas.


“ Re.”


“ Ssssstttt.


Ada seseorang di balik pintu itu.”


“ Seseorang?”


Firasat Reca benar, seseorang sedang menguping pembicaraan mereka.


“ Tapi


bukankah ruangan ini kedap suara?” Pikirnya.


“ Sebenarnya


kenapa Re?” Mika berbisik. Reca


ga jawab, dia hanya menunggu sambil menatap pintu ruangan dengan


lekat.


SREEEKKKK


Pintu


geser itu terlihat terbuka,


dan seorang pelayan masuk membawa makanan


penutup yang sama sekali ga mereka pesan. Dan kalau pun itu layanan


dari cafe pasti akan disebutkan di buku menu atau disebutkan oleh


pelayan saat mereka memesan tadi, tapi masalahnya ga ada loh. Saat


pelayan masuk Reca melihat ada sepatu yang sedikit terlihat dibalik


Fix ne berarti, emang ada yang aneh dengan makanan penutupnya. Makanan


ini didatangkan untuk sesuatu tujuan.


“ Terimkasih


ya mbak.” Untuk pertama kalinya Mika ngeliat Reca tersenyum ramah


ke orang lain. Entah kenapa Mika bergidik ngeri ngeliatnya, gilak aja


ngeliat ada orang yang acting di dunia nyata.


Perlahan


tangan Reca menyeret pisau steak diatas meja lalu menyembunyikan dibawah


meja dengan tangan yang siap melesatkan pisau itu jika terjadi


serangan.


“ Iya


mbak sama-sama, selamat menikmati.” Pelayan itu pergi dengan


tenang. Reca sedikit tertarik melihat sikap pelayan yang sangat


tenang itu, bisa dibilang dia terlihat sudah biasa melakukan peran


ini. Tempat apa ini?


Reca


memberi isyarat menggeleng kepada Mika agar cowo ganteng itu tidak


menyentuh makanan penutupnya. Kemudian Reca mengeluarkan uang tunai


dan meletaknnya di meja untuk membayar makanannya. Dia tidak ingin


meninggalkan jejak apapun, apalagi berupa elektronik kaya karti


kredit ataupun


debit. Reca menunggu orang yang dibalik dinding itu bergerak terlebih


dahuku, Mika yang ga tau apa yang terjadi cuma bisa ngeliatin sama


sesekali nelan ludah. Sebenarnya siapa Reca ini, kenapa banyak sekali


orang yang mencarinya? Dan untuk apa? Atau, apakah yang telah Reca


lakukan?


Reca


berdiri dan segera meraih tangan Mika agar berdiri di belakangnya.


Kebalik ih, harusnya Mika yang bersikap kaya gini. Pelan-pelan Reca


berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu tapi langsung merapat ke


dinding, buat nunggu ada yang masuk ato enggak. Pas


Reca ngintip keluar ternyata udah ga orang sama sekali, Reca dan Mika


pun keluar dengan tenang. Sampe di luar Reca udah ga ngeliat Sarah


lagi.


“ Mik,

__ADS_1


lo pulang dukuan geh. Gue ada urusan.”


“ Urusan


apa?” Mika buru-buruk menarik tangan Reca.


“ Lo


udah janjikan Re akan berbagi masalah lo sama gue.”


“ Gue


ga pernah bilang kaya gitu.”


“ Re


please. Aku...”


Mika


belum selesau bicara tiba-tiba Reca menariknya, lalu gadis itu


melesatkan tendangan. Ternyata ada orang yang pengen nyerang Mika. Ga


satu tapi tiga laki-laki bertubuh besar, meski begitu Reca ga


terlihat takut menghadapi mereka. Mika sendirinya hanya bisa terpaku


ngeliat Reca menghajar orang-orang itu satu persatu. Gerakannya cepat


dan selalu berhasil menyerang titik lemah lawan, kemampuan Reca


meningkat dari yang terkahir kali Mika lihat berkelahi. Hati Mika


sakit, Reca semakin hari semakin terasa orang asing.


“ Huh..”


Reca menyeka darah disudut bibirnya. Lalu menarik Mika buat lari.


“ Kunci


mobil lo.”


“ Inih.”


Eh tunggu..


“ Kok


lo yang bawak sih Re?”


“ Buruan


masuk klo ga mau muka cakep lo ancur.” Begitu Mika masuk mobil Reca


menginjak gas dan memutar kemudi dengan cepat. Tangnya terlihat


sangat ahli, bahkan bisa memundurkan mobil dengan sempurna.


“ Mereka


siapa Re?”


“ Gue


ga tau.”


“ What?


Trus kenapa kita lari?”


“ Karena


lo bisa mati klo lama-lama disana.”


“ REEEE..”


Jantung Mika mau copot hingga cowo ganteng teriak ketakutan, ngeliat


Reca bawa mobil ngebut banget trus nyalip-nyalip gitu.


Ga


lama mereka sampe di rumah Reca yang pernah Mika datangi terakhir


kali. Reca segera masuk dan memeriksa


seluruh ruangan di rumah itu. Dan Mika yang masih bingung cuma bisa


ikut mondar-mandir ngikutin kemana aja Reca jalan.


“ Kamu


nyari apa sih Re?” Mata Reca memeriksa setiap benda di dalam rumah


sepv erti


ingin menemukan sesuatu.


Rumah


itu ga dikunci sama sekali kaya Mika datang dulu, Reca sengaja ga


pernah mengunci rumahnya itu karena Reca


ingin tau sesuatu. Anehnya ga ada satupun barang yang hilang di


tempat itu, malahan ga ada benda yang bergeser sedikitpun dari tempatnya.


“ Re.”


Mika beneran udah ga tahan.


“ Jangan


buat aku bingung Re, sebenarnya kamu sedang apa? Apa yang lo cari dan


apa yang sebenarnya lo..”


“ Ga


tau.” What?


“ Gue


juga ga tau Mika apa yang gue cari. Yang gue tau mereka sedang


menginginkan sesuatu dari gue tapi gue ga tau itu apa?”


“ Mereka


siapa Re?”


“ Itu


juga gue ga tau.”


“ Apa?”


*****


 

__ADS_1


 


__ADS_2