WINTER GLOW

WINTER GLOW
Dia yang Datang Dari Masa lalu


__ADS_3

Kendra membanting tubuhnya sendiri ke tempat tidur dengan posisi telentang, dia menatap langit-langit kamarnya. Iya membayangkan kembali saat dia bertemu dengan Reca tadi, bagaimana wajah itu menghipnotis dirinya hingga tidak mampu berkata apapun. Dan ciuman itu ah… masih terasa sangat manis di bibir Kendra. Hmm… dokter


muda itu kemudian tengkurap sambil memejamkan matanya sesaat dengan kepala miring. Penantiannya selama delapan tahun rasanya udah terbayarkan Karena sekarang dia sudah menemukan orang yang paling dia rindukan. Sekarang dia udah… eh tunggu. Kendra segera bangun dan duduk, lalu menepuk jidatnya sendiri. Baru sadar klo dia bahkan ga punya nomor telpon ataupun alamatnya, lalu gimana ngubunginnya buat ketemuan coba.


“ Ah…” Rasa ingin marah dengan dirinya sendiri.


“ Bego, bego, bego…”


“ Siapa yang bego Ken?” Mama dateng bawain cemilan.


“ Ah enggak ma. Ga ada kok.”


“ Gimana kamu udah atur waktu kan?”


“ Atur waktu?” Asal ibu tau aja ne bu, anak ibu belum sepenuhnya sadar. Jadi jangan kaget kalo kadang ngomongnya tuh suka ga nyambung.


Eh belum pada lupakan klo Reca ngeletakin cip penyadap ke telpon Kendra, jadi sekarang ne pun Reca


lagi dengerin obrolan Kendra sama mamanya. Tuh ceweh dengerinnya sambil makan cemilan, gilak kan kaya lagi dengerin radio cinta aja. Kenapa di HP ngeletakin penyadapnya karena selain itu barang bakalan dibawa kemana aja sehigga Reca tau dimana keberadaan Kendra. Selain itu Reca juga bisa menyadap telpon yang masuk ke Hp nya Kendra, canggih kan? Bahaya ga sih ne cewe?


“ Iya kampanye papa besok lusa di Sadira.”


“ Emang jam berapa sih acaranya mah?”


“ Hmm… anak pintar.” Ucap Reca ditempat lain, sambil tersenyum puas banget. Ga sia-sia dong.


“ Pagi sayang sekitar jam 9 an gitulah. Dateng ya Ken, mama berharap kamu bisa support papa.”


“ Oke deh.”


“ Janji ya?”


“ Iya mah.”


“ Iya udah geh mandi sanah.”


“ OK mah…. Kendra mandi dulu ya.”


***

__ADS_1


Mika mengambil jam tangan dari lemari aksesoris, sambil mengenakan jam itu matanya tidak sengaja menangkap sebuah mainan yang udah jadul banget sebetulnya. Mainan itu berjenis mainan surprise berbentuk telur dinosaurus seukuran telapak tangan orang dewasa, dibungkus dengan kotak kaca menandakan mainan itu sangat spesial dan dijaga.


Mika mendekati mainan itu, dan coba menyentuhnya. Tiba-tiba potongan kenangan melintas di pikirannya, potongan kenangan itu sama dengan mimpi-mimpinya yang selalu hadir dalam tidurnya. Aktor tampan itu


baru ingat, bahwa anak perempuan yang sering hadir dalam mimpinya adalah cinta pertama masa kecilnya yang dia temui saat liburan di Finlandia saat musim dingin.


Sedikit tentang negara Finlandia, negara unik yang memiliki julukan The Land of the Midnight Sun yaitu Negeri


Matahari Tengah Malam. Kenapa? Karena Finlandia mengalami fenomena dimana dalam satu musim matahari


bisa bersinar hinga 23 jam dalam sehari, sedangkan dimusim yang lain malam harinya bisa terjadi selama 23 jam dalam sehari. Nah yang lebih unik lagi dari Finlandia, meski sedang malam hari cahaya matahari masih terang seperti sore yang beranjak malam. Jadi malamnya itu ga sama sekali gelap loh pemirsah, nah uniknya lagi disaat musim dingin kalian akan melihat Aurora di langit yang nyaris seperti siang hari. Tapi ya ga seterang Indonesialah, negara dengan titik katulistiwa terangnya mah ga ada lawan. Wkwkwkwkwk


Eh balik ke Mika lagi ne ya wak. Pelan-pelan ingatan Mika kaya muncul gitu kaya tunas yang menembus permukaan tanah. Semua kenangan yang bermula dari pertemuannya secara tidak sengaja dengan gadis seusianya bernama Yeye yang saat itu mereka berdua berumur 4 ato 5 tahunan gituh. Seperti terikat takdir mereka sering bertemu secara kebetulan di beberapa tempat selama di Finlandia.


Hingga suatu hari mereka harus kembali ke Indonesia, mereka terpisah dengan keterbatasan informasi tanpa tau nama jelas, alamat atau bahkan jaminan keduanya kan ingat hingga mereka dewasa. Ya iyalah orang


masih kecil pulak ya kan, kecepatan pun orang ini berdua jatuh cintalah ku rasa. Ehmmmmm….


“ Janji ya besok klo udah besar kita sekolah bareng, terus bareng sampe nikah?” Si kecik laki-laki. Alias Mika kecil.


“ Sampe nikah? Kamu mau nikah sama aku?” Trus Si kecik perempuan nyaut wak.


“ Mau. Kita besar besok nikah yok.” E eh, pande pulak. Gatal kali pun si kecil ini.


bilang jangan pernah ganti nomor ini jika pengen ketemu Yeye. Percaya atau tidak hingga dewasa Mika sempat menyimpan keyakinan itu.


“ Ehmmm...”


Tersenyum sendiri menyadari dirinya pernah sangat konyol saat itu seraya melihat layar handphone yang memperlihatkan klo Mika masih pake nomor itu sampe sekarang.


Lalu semua keyakinan itu memudar perlahan, saat di abertemu Reca. Anak baru di kelas X ( ini dibaca kelas sepuluh ya wak, buhahahahaha. Mana tau lupa) yang ngebawa warna baru dalam hidupnya. Reca menjadi satu-satunya wanita yang me-reject mentah-mentah pesona Mika, memperlakukannnya seperti orang yang tidak begitu penting dalam hidupnya. Semua itu ngebuat Mika penasaran hingga terus menguji Reca, benarkah gadis itu tidak menyukainya yang berakhir dengan menguji dirinya sendiri. Karena sampe sekarang Mika ga pernah tau pasti perasaan apa ini. Sebuah perasaan tulus menyukai ataukah hanya egonya yang tidak menerima bahwa Reca mengabaikannya.


“ Ops.” Ga sengaja Reca masuk dan mergoki Mika yang terpaku ngeliatin mainan tadi, tapi segera udahan karena Reca dateng.


“ Sorry, ganggu. Gue ga bermaksud.” Nadanya masih cuek, tapi karena perhatian Reca juga mengarah ke mainan itu sampe lama banget merhatiinnya. Reca merasa pernah ngeliat mainan itu tapi entah dimana? Rasanya mainan itu tidak asing.


“ Kenapa Re?”


“ Ouh… ga… cuma gue laper aja trus berpikir buat ngajak lo tapi kayanya lo sibuk.” Langsung pergi aja ga pake perasaan buat Mika gelagapan.

__ADS_1


“ Engga kok Re, enggak.” Buru-buru meraih tangan Reca, secara jarang banget gituh ini cewe inisiatif duluan gituh buat ngajakin kan. Mika tau ini ga bakalan terlulang lagi dalam beberapa tahun ini, jadi ga ada waktu buat Mika untuk jual mahal. Ga ada filter dia mah klo si Reca ini, ga bakalan nawarin dua kali.


“ Yok.” Masih takut-takut sampe ekspresi Mika polos banget kaya anak kecil.


“ Kamu mau makan apa?”


“ Apa aja yang penting pedes dan ga ditempat mewah. Ga suka gue, lagian lo kan artis. Tapi klo lo ga terkenal ga apa juga sih. Klo ga terkenal kan ga ada yang bakalan ngerusuhin makan gue karena liat lo.” Mika


bukannya marah dibilang ga terkenal malah justru tersenyum tulus sambil meraih tangan Reca buat digenggam. Trus tangan satunya mengelus rambut Reca yang udah Mika duga juga sih bakalan kenak tepis.


“ Kok disini?” Kening dan Alis Reca segera mengernyit tajam, yang artinya dia ga suka.


“ Kan gue udah bilang, gue ga suka tempat mahal.”


“ Disini ga banyak orang kok Re. Ini Restoran privat, setiap mejanya dipisahkan sama ruangan tertutup yang kedap suara. Biar kamu ga ke ganggu makanya.” Oh tumben lo pinter, pikir Reca dalam hati.


Saat akan masuk cafenya, Mika dan Reca berselisih denga seorang wanita


cantik dengan pakaian Fashionable yang sedang berjalan keluar sambil


fokus ke handphone yang dipegangnya. Nyaris tabrakan dan saling


menghindar tapi malah bergerak ke arah yang sama.


“ Eh


maaf, gue ambil kiri OK.” Sikap jutek Mika balik. Si cewe otomatis mengankat wajahnya, buat ngeliat siapa sih yang barusan jutek banget sama cewe secantik dia. Dia ga pernah diginiin sebelumnya.


“ Mika?” Ternyata cewe tadi mengenalnya. Bukan hal aneh sih, Mika kan artis.


“ Ah.. gue Sarah.” Seolah tau Mika ga bakalan punya banyak waktu cewe cantik itu langsung ke intinya. Reca memfokuskan wajahnya, dia ingat wajah dan nama itu. Sarah, cewe yang menjadi satu-satunya wanita yang berani menyatakan perasaannya secara langsung sama Mika.


Klo kelen lupa wak si Sarah ini anak SMA yang nembak Mika di depan Reca dan Raka. Tapi langsung ditolak dan saat itu Mika bilang klo Pacarnya adalah Reca. Ingat kelen kan wak? Klo ga ingat ya udahlah.... ingat-ingat lah wak.


“ Sarah?” Mika


“ Lo pasti lupa gue. Hahahah ga pernah berubah ya lo.” Mata Sarah langsung menatap orang yang digandeng Mika. Siapa ini, wajah tidak asing tapi melihat penampilannya yang ga cewe banget itu bukan selera Mika deh.


“ Klo kalian reunian gue tinggal ya, gue udah laper.” Sarah menahan Reca yang barusan mau beranjak, dan menatap tepat ke bola mata Reca yang sama garangnya heee.

__ADS_1


“ Siapa lo?” Sarah


*****


__ADS_2