WINTER GLOW

WINTER GLOW
Ketika Keindahan Permata Dibandingkan, apakah Zamrud atau Berlian ?


__ADS_3

" Inih sinih duduk sini." Reca digeret-geret trus dipaksa duduk di depan meja rias, karena bingung ada kejadian apa doi jadi ga bisa ngomong selain terus bingung. Mau nanya tapi semua staf justru membuat Reca sibuk. Perlu kialian tau ya wak klo di fashion weeks itu baik makeup artist dan hair stylist bergerak sangat cepat. Soalnya model yang mau dimakeupin juga banyak wak dan ga kaya mau nikahannya juga makeupnya jadi cepet gitulah intinya. Sambil muka lo dipoles, rambut lo udah di otak-atik sama penata. Intinya apa yang bisa dipasang berbarengan tuh bakalan mereka pasang berbarengan beb. Gituh.


" Okeeeh.... udah kelar dan sempurna. Ganti baju yuk." Asistennya Aleta meletakkan gaun yang mau dipakein ke Reca beserta heelsnya.


" Ganti baju?" Reca bertanya dengan suara yang nyaris ga kedengaran, sebenarnya pengen nolak tapi beberapa rol rambut masih terpasang di kepalanya dan itu sedikit mengganggu buat Reca. Apa dia kabur aja pas pura-pura ganti baju kali ya? Tapi pas ngeliat sekeliling yang ramai banget, beberapa model juga ganti baju di tempat mereka dirias sambil dijagain beberapa penata. Asli sumpah ga ada ruang gerak sama sekali.


" Eh itu bukannya mantan manager Mika dulu?" Tepat disebelah Reca ada beberapa asisten makeup artist yang bergunjing ruia sambil ngeliat acara fashion week yang disiarin live.


" Ya ampun serasi banget emang ya... cewenya cantik trus Mikanya juga ganteng banget. Ouuhhhh..." Reca langsung berdiri dan ikutan ngeliatin layar ponsel orang yang barusan ngomong disebelahnya itu. Disana Esa yang harusnya udah turun malah memanfaatkan momen dia berpapasan dengan Mika, Si Esa ga langsung ke belakang backstage tapi nunggu Mika keluar. Begitu aktor tampan itu keluar, Esa langsung mengandengnya dan mengajak jalan breng di catwalk padahal ga ada sesi couple. Mika sebenernya cukup kaget tapi bersikap profesional, jadi dia bersikap tenang dan tetap melanjutkan peragaan busana sambil di gandeng Esa.


Ngeliat kejadian itu Reca langsung merasa terusik, hingga tanpa pikir panjang dia menyambar gaun dan heels dengan kasar lalu mencari tempat terdekat yang memungkin buat ganti baju. Soalnya hanya ini hanya gaun ini tiket Reca untuk bisa memasuki Catwalk. Dengan kecepatan badai Reca mengganti bajunya sama heels juga, rol rambut sambil jalan ke arah stage yang udah pasti dibuang gitu aja jika udah terbuka. Udah gitu Reca merapikan rambutnya hanya menggunakan kedua tangannya secara asal, agak sedikit berantakan tapi keliatan seksi diwajah Reca.


" Eh belum... waktunya... di... buka. Tapi cantik pulak. " Si penata rambut mau teriak histeris tapi ga jadi.


Langkah ga sabaran udah pasti bunyi banget ketika lo berjalan pake heels, itu juga yang ngebuat semua orang menoleh ke Reca saat dia melangkah.

__ADS_1


Gaun berwarna abu pucat itu tidak seindah gaun utama berwarna hijau tua yang dipakai Esa, tapi ditubuh Reca itu jadi sangat berbeda. Reca emang yang sejak belia udah punya body kece badai trus sekaraang ditambah gaun yang ngebuat aura kecantikannya meningkat. Gaun itu memperlihatkan punggung Reca yang untungnya bekas lukanya udah ga terlihat karena perawatan kulit yang sering Mika paksakan belakangan ini. Kulitnya juga ga segelap dulu, udah sangat terawat dan putih bersih. Belahan gaun dipaha sebelah kiri siap buat jantung para pria copot liatnya karena Reca ga gemuk dan bukan kurus banget, jadi ideal dan sangat terlihat menarik untuk ngeliat gimana gaun itu sesekali mempermainkan mata saat memperlihatkan beberapa bagian tubuh yang terekspos.


TEK!


Bunyi heels yang menghentak ke lantai memaksa semua orang menoleh ke asal suara, mulut mereka tidak terbuka karena terperangah tapi mata mereka menatap takjub. Reca tidak punya kemampuan berjalan diatas Catwalk toh hal ini juga pertama kali buatnya, tapi Reca punya gayanya sendiri meski iramanya langkahnya sedikit lambat dari seorang model profesional tapi ice face nya segera ngebuat itu ga jadi masalah. Sebuah kecantikan yang ga bisa dijelaskan karena ada yang lebih cantik tapi sekali lagi dia membuat catwalk ini seperti miliknya sendiri. Wajah asing di dunia permodelan tapi begitu mencuri perhatian, kamera-kamera segera terangkat mengabadikan kecantikan yang ga biasa sekaligus sulit untuk ditolak. Jari-jari mereka berbicara lewat setiap huruf yang mereka posting bersama dengan foto atau video yang mengunggah wajah Reca di detik itu juga.


Kehebohan yang mendadak itu menciptakan suara gemuruh diantara penonton sehingga membuat Mika dan Esa menoleh kebelakang. Mika yang terpana ditempat langsung melepaskan tanganya dari Esa lalu membentuk jarak seiring Reca yang mendekat ke arahnya, mata Esa secara otomatis menyadari susana sekitar yang telah berpindah pusat perhatian dari dirinya ke wanita yang baru aja memasuki catwalk. Matanya juga menyaksikan wajah angkuh yang sedang pamer didepannya, milik siapa atau lebih tepatnya bahwa wanita yang telah mebuat hati Mika bertekuk luntut itu adalah Reca.


" Siapa tuh Cin? Kok dia bisa ake gaun gue?" Aleta juga ikut terpukau.


Seorang staf menyadarkan Mika dari lamunannya, dengan memberi isyarat agar Mika melanjutkan catwalk dan segera menuruni panggung. So cowo ganteng itu pun langsung kembali ke bacstage diikuti Esa, dan begitu di backstage Mika langsung memeriksa monitor untuk melihat penampilan Reca. Pacarnya itu masih berjalan anggun dengan gaunnya yang begitu provokatif, satu sisi dia tidak rela tapi menghentikannya di tengah keramaian itu juga tidaklah mungkin. Apalagi saat melihat Reca yang behenti catwalk paling depan dihujani kilatan kamera yang terus mengambil gambar, berpose beberapi kali dengan angkuh meski Reca tidak bermaksud begitu. Karena matanya sibuk melihat ke segala arah, mencari sosok mencurigakan yang mungkin ada. Mengingat sipenembak yang tau betul jadwal keseharian Mika, so bisa jadi aja kan sipenembaknya itu ada disini.


Merasa tidak menemukan apapun Reca kembali ke backstage dengan sedikit penyesalan, dia yang begitu kalap hingga tidak berpikir panjang merasa ingin membuktikan kecemburuan Esa tapi malah dirinya sendiri tersulut api cemburu. Kini tidak ada pilihan lain selain menyelesaikan catwalk ini dengan baik. Sementara itu Mika yang masih menatap sang kekasih di layar monitor masih begitu terpana, lututnya terus gemetar ingin berlari menghampiri kecantikan yang tidak ingin dibaginya itu. Namun bersamaan Mika seolah mendapat sebuah ide untuk kalimat yang diucapkannya pada Raka beberapa hari lalu.


" Jadi apa yang bisa gue bantu buat lo Mik."

__ADS_1


" Gue butuh team Rak, gue ga mungkin nyelesain ini sendiri."


" Lo butuh rencana klo lo mau bentuk team Mik, emangnya apa rencana lo?"


" Gue harus ngebuat Reca jadi orang yang berpengaruh Rak, agar menciptakan hirarki untuk ngelawan singa merah. Jika dunia ga tau siapa Reca, maka nasibnya akan sama kaya bokap gue dan bokap Reca yang lenyap tanpa menimbulkan jejak. Jadi Reca harus menjadi seseorang agar apapun yang terjadi padanya menarik perhatian orang-orang."


" Caranya?"


Sekarang Mika tersenyum karena sudah menemukan Rencana yang diminta Raka.


Tidak jauh dari Mika berdiri, seorang wanita berkaca mata mengenakan setelan blazer juga terus memandangi monitor dengan serius. Wajahnya terlihat berpikir keras lalu bergumam dengan bibir merahnya.


" Reca?"


*****

__ADS_1


__ADS_2