WINTER GLOW

WINTER GLOW
Tolong Cintai Aku


__ADS_3

" Ken... makan dong sayang... dan buka pintunya. Biarkan mama masuk... "


Sudah berhari-hari Kendra mengurung dirinya di kamar dan ngebuat mamanya cemas. Semenjak mendengar kenyataan klo Reca udah jadian sama Mika, dunia Kendra serasa kiamat apalagi klo inget gimana wajah Reca yang ditemuinya terakhir kali. Reca hanya berlalau begitu saja padahal mata mereka bertemu, dia tidak menjelaskan apapun ke Kendra. Emang sih ga ada hak Kendra juga minta penjelasan karena mereka ga pernah jadian, tapi... mau dipikir gimanapun dia ga terima karena belakangan mereka udah deket lagi dan Kendra yakin klo Reca masih mengaggumi dirinya. Klo ga ngapain coba cewe manis itu balik lagi memperlihatkan dirinya yang semakin cantik, udah gitu main tarik ulur hatinya Kendra dengan sikapnya yang sering bikin kEndra salah paham.


" Ken ma..." KLEK!! Baru akan teriak tapi justru pintu kamar kendra malah kebuka. Kendra keluardegan wajah pucat yang semakin buat mamanya hawatir.


" Ken..."


" Ma... kasih Kendra waktu ya ma. Kendra lagi pengen sendiri. Kendra makan kok meski pun sedikit jadi mama ga perlu hawatir." Gimana ga hawatir, dengar dia ngomong gitu malah semakin hawatir jadinya.


" Kendra pergi dulu ya ma, mau cari udara segar." Pergi gitu aja tanpa nunggu izin dari mamanya.


" Kamu ga kerja lagi Ken?" Di ruang tamu malah kemu papa, Kendra menarik napas. Lagi ga pengen ngomong apapun tapi bokapnya bukanlah orang bisa dotinggal gitu  aja.


" Papa ga tau apa yang terjadi sama kamu tapi papa akan beri kamu waktu untuk segera menyelesaikan apapun itu. Dan papa percaya kamu orang bertanggung jawab." Intinya si bokap ngasih Kendra waktu buat pemulihan tapi ga lama-lama juga karena dia ga akan mentolerir jika Kendra sampai mengorbankan pekerjaan apalagi masa depannya.


" Makasih pa." Kendra pergi tanpa melihat wajah ayah yang diseganinya itu. Entahlah...Bawa mobil sambil ngelamun tau-tau Kendra berakhir ditempat yang mengingatkan dirinya dengan Reca. Yah dia pernah berhenti sangat lama ditempat ini bareng Reca, yahh... yang ada hati Kendra semakin terasa perih dan sakit. Rindunya jadi makan besar banget tapi dia ga tau dimana dia bisa menemukan Reca. Apalagi sekarang Mika ada bersamanya, sekalipun Kendra bisa menemukannya pasti ga bakalan juga dia bisa melepaskan rindunya.


" Huuhhhh..." Meletakkan kedua tangannya diatas setir lalu menyembunyikan wajahnya dalam tangan itu.


" Please hubungi aku Re. Sekali aja.."


" Tok! Tok! Seseorang mengetuk kaca mobil Kendra.


" Boleh gue masuk?" Kendra menurunkan kaca mobilnya, menemukan wajah cantik yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


" Sarah?" Terkejut.

__ADS_1


" Dari mana dia tau aku ada disini?" Batin Kendra yang masih terpan angeliatin muka Sarah yang tersenyum.


*****


" Kok bisa kebetulan gitu ya..." Raka memandang curiga ke arah Mika yang terus-menerus ga bisa menyembunyikan senyumnya. Ouya just info ne, Raka udah berhenti dari pekerjaannya sebagai perawat, sekarang dia bantuin Mika kaya asisten pribadinya gitu jadi sering ikut siganteng kemana-mana termasuk pemotretan hari ini. Mereka lagi nunggu fotografer selesai nge-tes kameranya, ga jauh dari sana Elsa juga lagi ngelakuin hal yang sama.


" Kenapa sih.." masih dengan senyumnya yang mencurigakan.


" Iya aneh aja kan beda tema kok bisa lokasinya deketan sama pemotretan Reca. lo yang aturkan Mik. Gilak lo, sarap. Lo sadar ga sih itu meresahkan tau ga? Gimana jadinya kalo public mulai curiga soal hubungan kalian? Kebayang kan repotnya? Skandal, media dengan segala kehebohannya lo mau ngerusak rencana Mik?"


" Makanya lo kasih tau Desy yang  sekarang jadi managernya Reca. Gimana gue ga kaya gitu, liat tuh.... buat cemas gue mulu." Ngeliatin Reca yang emang jadi semakin cantik sejak jadi artis. Perawatan jadi rutin, trus fashionnya makin feminim cuma yang jadi masalah adalah para stylis yang terus-menerus memberikan baju yang provokatif buat dipake Reca. Udah gitu kecantikan Reca jadi berkali lipat karenanya, jantungan dong Mikanya. Reca yang dulu aja udah bikin hati banyak pria kepincut apalagi sekarang kan? Mana sekarang tuh muka nongol dimana-mana, bikin makin cemas aja.


Disebelah Raka lagi terperangah hebat, baru nyadar ngeliat muka bucin Mika yang bikin Raka kaget ga tau sejak kapan temennya jadi super menjijikan kaya gini. Kemana Mika yang keren, cool, sulit diraih. Berganti jadi budak cinta yang klepek-klepek ga bisa mikir lagi pake otak normalnya. hadeeuuhhh Raka cuma bisa geleng-geleng.


" Hyuuhhh... lama-lama ga tahan aku ngeliat kamu dari jauh kaya gini Re.." Ngeliatin Reca yang udah lebih dulu memulai sesi pemotretannya, dan tidak sekalipun menoleh ke arah Mika padahal ga jauh loh jaraknya.


Raka tau Mika lagi ngomong sama dirinya sendiri, dan disitu juga Raka sadar klo... Mika sendiri pun ga tau kenapa bisa sebucin ini dan sebenarnya juga dia tersiksa banget dengan kebucinannya itu.


" Hi... " Salah seorang model tampan menghampiri Reca, kebetulan model itu adalah patner pemotretannya hari ini. Reca ga ngebalas senyum hanya menggerakkan sedikit matanya tanda dia membalas sapaan itu, ga buat si model tersinggung karena dia tau Reca lagi fokus sama kameranya dan itu... cantik.


" Liat tuh Rak... diawasin aja kaya gini, banyak cowo yang deketin. Apalagi ditinggal coba?"


" Ngacok lu ah, itu kan patner pemotretannya. Berlebihan lu... hadeehhh..."


" Makanya punya pacar lu biar paham perasaan gue gimana."


BLESEP!! Berasa ada panah gedeeee nembus ke dada Raka. Kok ngeselin banget sih komennya, jadi inget klo Raka jomblo hampir seumur hidup.

__ADS_1


Bener aja, sepanjang pemotretan Mika ga mood, coba nahan marah tapi ga bisa karena keliatan banget dari mukanya klo si doi lagi kesel beut dah. Kru lain sampe jadi salah tingkah, gimanapun pamor Mika sebagai aktor tampan yang disegani masih melekat dengan baik. Kharisma yang selalu ngebuat siapa aja jadi segan karena kalian tau kan wak, pada dasarnya sicakep ini sebenarnya susah buat deket sama orang lain.


Selesai pemotretan Reca merendam di bathtub dengan air hangat buat ngilangin capek dan stressnya belakangan ini, mungkn karena udah capek banget Reca lupa ngunci pintu kamar bahkan juga pintu kamar mandi. Eh mungkin ga juga, semenjak dia pacaran sama MIka hampir ga ada prevasi sama sekali anatar dia dengan Mika.


CKLAK! Suara kaki Mika yang baru aja masuk ke air di bathtub hanya menggunakan celana oendek, memeluk Reca agar gadis itu bersandar padanya


" Ehmmm.... " Reca terbangun, matanya sedikit membuka tapi kemudian terpejam lagi karena mengantuk.


" Ree.." Cup! Cup! Mika menghujani leher belakang hingga punggung Reca dengan kecupan yang membabi buta.


" Jangan sampai ada orang ketiga diantara kita ya... karena aku ga tau apa yangaku lakuin klo ini sampe kejadian. Aku ga tau bakal segila apa aku Re. Pleaseeee..."


" CK.." Deg! mata Mika hampir melotot, dengar Reca bilang ck... yang udah pasti itu artinya ... apaansih... males banget gue... ngomong apa? (HIIHIhi sekeren itu bahasa indonesia kan wak... dua huruf aja artinya bisa sebanyak itu)


Tanpa bicara apapun Reca bangkit dan keluar dari bathtub, rambutnya yang udah panjang banget nyaris menutupi seluruh tubuh belakangnya. Dia menyelasikan mandinya di shower tanpa sepatah katapun lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan Mika yang masih menunggu Reca bicara sesuatu.


" Re." Mika udah selesai mandi mengenakan bathrobe (handuk kimono) duduk di ujung tempat tidur sambil pasang muka nelangsa banget karena dicuekin sama Reca.


" Apa masih belum bisa Re? Mencintai aku?" Reca terhenti dari menyisir rambutnya yang udah kering habis di hair dryer, juga sama masih pake bathrobe. Dengan tatapan dinginnya Reca menoleh ke arah Mika yang semakin terlihat sedih, apasih yang di mau ne orang pikirnya.


" Apa hati kamu  masih tertutup hingga ga ada sedikit celah pun untuk aku masuk ke dalamnya?" Entah kenapa Mika semakin sedih klo ingat gimana membaranya Mika bercinta dengan Reca tapi kekasihnya itu hanya psrah begitu saja tanpa membalas. Seolah Reca membiarkannya karen akasihan atau mungkin malas berdebat. Kaya sekarang Mika ngeliat muka Reca yang lagi bilang klo dia males banget sama pembicaraan ini.


" Mika! Huuhh..." Tuh kan buang napas berat sambil matanya tertutup, Reca berjalan menghampiri Mika lalu berhenti tepat di depannya seraya ngeliatin muka cowonya. Kemana otak pintar Mika ini pikirnya, kenapa tetiba jadi bloon banget.


Reca memegang kedua pipi Mika seolah mengarahkan untuk ngeliat kemata Reca sekarang, lalu sedikit membungku Reca berbisik.


" Mulai dari mana ya jelasinnya, Hmmm?"

__ADS_1


*****


__ADS_2