
" Mik Lo mau bawa Reca pulang dengan kondisinya yang masih kaya gitu?" Kendra paginya baru dengar kabar langsung buru-buru Dateng cepet buat mastiin kondisi Reca, dia keberatan saat tau Mika mau bawa Reca pulang hari ini juga.
" Bukan urusan Lo Ken."
" Mika." Kendra menarik tangan Mika lalu mencengkeram nya.
" Gue ga perduli klo itu Lo, tapi ini Reca dan lukanya belum sembuh. Masih ada resiko infeksi dan nyeri yang ga tertahankan dengan terapi Oral (minum obat). Reca harus dapat suntikan anti nyeri rutin Mik, kasian dia klo harus menahan sakit karena ego Lo."
" Ego? Ga usah pamer Lo soal kemampuan medis Lo, gue punya dokter keluarga yang bisa mengurus semua itu. Jika terus disini Reca bisa terbunuh, karena orang-orang di rumah sakit Lo ini ga bisa dipercaya termasuk Lo."
" Apa?"
" Lo tau tadi malam Raka tiba- tiba diperintahkan untuk lembur padahal ini hari libur dia dan perhatian gue dialihkan oleh yang ngaku tenaga medis buat mereka bisa nyelakain Reca. Dan dimana Lo saat itu terjadi?" Kendra terdiam, bahkan membiarkan saat Mika meremas kerah bajunya.
" Bukan infeksi yang mengancam nyawa Reca sekarang tapi peluru atau belati yang bisa dari siapa aja dan kapan aja bisa merenggut nyawanya. Paham Lo." Melepaskan cengkeramannya dari kerja baju Kendra dengan kasar kemudian pergi.
*****
Sampe dirumah, Mika menggendong Reca dari mobil sampe ke lantai dua di kamarnya Reca. Dengan sangat hati-hati Muak membaringkan Reca yang masing pucat karena kemaren kehilangan banyak darah.
" Kamu bisa tidur, aku akan jagain kamu disini. Jadi kamu ga usah khawatir." Reca mengangguk lemah dengan senyumnya yang samar seolah untuk tersenyum dia tidak memiliki tenaga.
Menatap Reca pake muka sedih dan sangat lama kemudian Dian mengecup keningnya dengan lembut. Sumpah dia khawatir banget kemaren, setiap detik terasa begitu lama saat Reca tak kunjung membuka matanya. Seakan tidak akan terbuka lagi untuk selamanya, Gilak Mika takut banget.
" Kamu mau kemana Re?" Padahal masih lemah tapi Reva maksain bangun.
" Gu.. ehmm aku mau mastiin sesuatu."
Reca memeriksa setiap sudut ruangan, perabotan, furniture, dinding sampe langit-langit. Mika bingung awalnya, apalagi ternyata Reca juga meriksa kamarnya, ruang tengah hingga dapur. Pokoknya ga ada satu sentipun yang terlewat.
Reca menemukan satu benda hitam bulan pipih di bawah tempat tidur Mika, alat penyadap. Mika langsung paham dan ikutan bantu nyari, ternyata ada beberapa juga mereka temukan di ruang tengah dan dapur. Ruangan yang tidak terpasang penyadap adalah ruang rahasia Mika dan kamar Reca.
" Bagaimana ini ada disini?" Mika memeriksa rekaman CCTV rumahnya, ternyata itu juga udah ada yang dihapus di beberapa tanggal.
__ADS_1
" Pelakunya bahkan menghapus rekaman CCTV nya dengan akurat sekali." Ujar Reca yang ngerasa sangat aneh. Seolah si pelaku tau betul seluk beluk rumah ini, seolah dia orang yang sudah sangat sering ke rumah ini. Denger omongan Reca, Mika langsung sadar klo rumahnya sendiri udah ga aman lagi. Mika membimbing Reca ke pintu masuk utama, dia mengatur ulang password pintu dan memperlihatkan angkanya pada Reca. Jadi saat ini yang tau password rumah hanya dia dan Reca aja.
" Aku udah periksa semua pintu dan jendela, memastikan terkunci dengan baik jadi kamu ga usah khawatir." Ucap Mika sambil membantu Reca baring di tempat tidur lalu memperbaiki selimut agar Reca nyaman.
Detak jarum jam terdengar sangat nyaring karena keduanya diam saling menatap. Mika mengelus pipi Reca sebentar, melihat wajah itu penuh rasa ga percaya. Melihat wajah Reca sedekat ini.... ini seperti mimpi indah yang membuat Mika menolak untuk terjaga. Dia takut saat terjaga mimpi ini berakhir dan yang tersisa hanya rasa sakitnya.
" Kok ngeliatnya gitu banget sih?" Apa Mika cemas? Pikir Reca.
" Mik?" Mika tersenyum.
" Aku masih ga percaya klo kamu udah jadi pacar aku, dan masih ga percaya kamu membuka mata kaya gini. Aku pikir kemaren kamu ga akan balik ke aku lagi Re." Saling bertatapan lagi sesaat. Lalu Reca menarik lengan baju Mika untuk mendekat ke arahnya. Lalu... CUPM! Reca mengecup bibir Mika lalu menatapnya lagi.
" Masih ga percaya?"
" Hmm?" Reca mencium lagi.
" Klo ini?"
" Emmmm... ga." Satu ciuman lagi. Sumpah here muka Reca manis banget di detik ini, apalagi saat matanya membesar mewakili tanyanya.
" Boleh aku yang coba?"
" Uhhh?"
" Muach." Reca membeku, beda rasanya klo Mika yang nyium. Sekarang jantungnya sendiri yang ga aman, terancam meledek juga.
" Muach, muach, muach, muach..." Mika memberi kecupan berkali-kali, Reca tertawa meski sambil nahan sakit.
" Apaan sih?" Masih sambil ketawa.
" Aku lupa klo udah boleh buat ini... muach."
" Udah ah... hahahaha... apaan coba?" Nah udah becandanya... Mika berubah serius meluapkan rasa rindunya... mulai neh kelakuan si ganteng menghujani Reca ciuman penuh gairah Sampek...
__ADS_1
" Ak... Auu.." Mika yang mulai menindih Reca ngenain luka bekas tembakannya. Tapi kemudian keduanya tertawa bersama, Mika pun menyudahi ciumannya dan membantu Reca duduk.
" Maaf ya Re, sakit banget ya? Habisnya kamu sih bikin gemezzzz..." Mencubit pipi Reca dengan lembut. Reca tersenyum, rona wajahnya seperti Reca delapan tahun yang lalu. Yang bisa tersipu, tersenyum manis dan hangat.
" Kamu tau Re, aku seneng banget saat tau kamu... Putri Kristal... bahwa kamu adalah Yeye temen masa kecil aku. Sekaligus cinta pertama aku."
" Ouyeaaahh?" Reca menggoda dan memberi tatapan tak percaya.
" Serius Mika kami jatuh cinta pertama kali sama aku di usia sekecil itu?"
" Iya Re...." Mika justru serius, menggenggam kedua tangan Reca lalu mengecupnya.
" Jatuh cinta tiga kali dengan orang yang sama bukan lah hal yang biasa Re."
" Tiga kali?" Kali ini Reca yang bertanya serius.... serius tiga kali? Kapan emangnya?
" Hmmm saat kita pertama kali ketemu di Finlandia... di usia yang masih balita... trus pertama kali ketemu kamu di SMA Bhakti dan Ketemu kamu sebagai Caca... pemeran pengganti aku." Reca terpana, tidak percaya sekaligus tersentuh dengan dalam apalagi sekarang Mika memeluknya. Rasanya sangat... nyaman.
" Makasih ya Re... udah balas cinta aku..." Reca membiarkan Mika mengeratkan pelukannya meski terasa sedikit sakit. Tapi dia sangat bahagia.
" Inih." Reca mengambil snowglobe dari laci yang berada tepat disebelah tempat tidur lalu memberikannya ke Mika.
" Winter Glow..." Mika membaca tulisan dalan Snowglobe itu dan mulai menyadari be da yang sedang dipegangnya itu.
" Re ini...?" Reca mengangguk lemah.
" Kuncinya ada di kamu Mik"
" Kunci?"
Mika ingat soal surprise egg miliknya, Iyah ada kunci didalamnya... kunci yang selama ini dijaganya dengan baik. Ah yaaa... Reca adalah Putri Kristal itu artinya dialah pemilik lubang kuncinya maka harusnya....
Mika buru-buru mengambil surprise egg nya untuk memastikan snow globe ini adalah pasangan kunci miliknya. Begitu dia kembali dari ke kamar Reca, Mika segera memasukkan kuncinya ke snow Globe nya dan....
__ADS_1
TEK! Snow globenya terbuka!
*****