
“ Kangen? Kita kan tinggal serumah.” Balik deh muka cuek masa bodoh yang seolah nanya apa masalahnya, Mika tersenyum. Hanya wajah ini, satu-satunya wajah yang mampu bersikap seenaknya terhadap dirinya. Yang selalu membuatnya kalah dalam hal apapun, ga perduli sebanyak apa Mika memberikan cintanya wajah ini ga pernah ngerasa klo udah jahat banget ngebuat cowo setampan dan sehebat Mika jadi kaya gini. Mirip Raja Harimau ganas yang langsung berubah jadi anak kucing begitu ketemu sama pawangnya.
“ Iya bener kita serumah, tapi aku cuma bisa ngeliatin kamu dari jauh karena pas pulang kamunya langsung tidur tinggalin aku sendiri yang udah nungguin kamu seharian Re. Ga bisa buat ini...” Mika kembali mencium leher Reca
kali hingga membuat cewe cantik itu mengedipkan matanya menahan geli, apalagi nafas Mika yang kerasa menepuk pelan kulitnya setiap kali cowo itu bernapas. Tangan Mika mulai nakal menyusup dari bawah blous ngebuat pinggang Reca terlihat.
“ Lo kan sibuk juga Mik, ga capek apa?” Ah iyaa... belakangan karena comeback nya yang udah sekian lama jadwal Mika juga padat. Kesal juga klo dia ingat itu... itu ngurangin waktu bersamanya sama Reca.
“ Secapek apapun aku, tetap ada tenaga buat kamu Re. Apa kamu tau Re, gimana kerasnya aku nahan diri untuk ga memeluk kamu klo ngeliat kamu di lokasi suting atau pemotretan.” Duh semakin nakal aja sitampan ini, bibirnya mulai merembet kemana-mana, mana tangannya juga aktif menjelajah hadeeeeehhhh.... nakal ya ganteng.
DEG! DEG!
Entah kenapa Jantung Mika selalu berdebar kencang tiap kali ngeliat Reca yang pasrah aja apapun yang Mika lakuin, ga perduli seberapa sering dia udah melakukannya tetap aja berdebar. Secara Mika tau segila-gilanya cewe cantiknya ini ga pernah ngebiarin siapapun menyentuhnya klo Reca ga mengizinkannya meski Mika sempet sedih Reca pernah memanfaatkan bibir indahnya untuk mendekati beberapa target tapi rasa sedih itu musnah seketika tanpa bekas. Tepat saat Mika merengkuh tubuh ini pertama kali, pintu itu masih terkunci dengan baik, dialah orang pertama yang yang membukanya. Bahkan saat ini pun dia membuka pintu itu sekali lagi karena Mika yang memilikinya, hanya dia. Rambut hitam panjang ini, mata cantik yang ga pernah gagal membuatnya terpesona apalagi saat mengerjap didepannya sedekat ini, bibir mungil yang ga peduli gimana ketusnya tetap aja seksi ngebuat Mika ga bisa ga nyium klo udah ngeliat itu bibir. Gemez banget si kawan mah.
" Kamu punya aku Re jadi.... Ingat ya Re, cuma aku yang boleh buat ini." Ngomong sambil menghujani ciuman dimana-mana.
" Hmmpphhh... auuuu... sakiittt Mik. Jangan digigit ah." langsung duduk membalikkan badan, ngambek ceritanya.
" Hahahha..." Sumpah ngekeh si Mika hee liat Reca yang imut banget karena sewot.
" Habis kamu ngegemesin banget sih Re. Aku ga bisa nahan diri klo udah sama kamu."
__ADS_1
Ga tau sejak kapan Mika jadi segombal ini, Reca nyaris muntah klo aja ga inget wajah tampan pacarnya ditambah badan kekar yang mencetak otot dimana-mana. Wanita yang mana yang ga tertarik dengan visual ini? Ya kan harusnya lo juga Re.
" Dah aku mau mandi." Reca berniat pergi ke kamar mandi tapi...
SREK! tangan Mika menariknya saat dia akan melewati tempat tidur, jatuh deh bedua tuh dikasur. Mika langsung tersenyum licik, menggambarkan seberapa kotor otaknya sekarang. Iyalah disaat jiwa udah menggebu-gebu mau ditinggla gitu aja pake bilang kata MANDI pulak, oleng lah iman kawan....
" Re.." Ah...tiba-tiba aja Reca ngerasa ragu dengan dirinya sendiri apakah dia benar-benar mencintai Mika atau hanya iba melihat wajah tampan yang begitu memohon untuk menerimanya. Tanpa sadar jemari Reca bergerak menyentuh pipi Mika buat ngerasain nyata ato ga yang dilihatnya, Mika mencium tangan itu. Hidungnya mencium aroma khas, aroma yang hanya dimiliki Reca.
" Eh!!" Mata Mika sedikit membesar karena kaget, jari Reca turun menelusuri leher lalu terhenti di dada bidang yang keras.
" Tubuh ini..." Reca berucap sendiri dalam pikirannya.
" Tubuh seindah ini... punys gue? Benaran gue boleh seegois ini? Mika... lo... sadar ga sih... lo mulai jadi penjara buat gue. Lo bilang itu pelukan padahal sebenarnya tali kekang yang buat gue ga bisa kemana-mana, bahkan sekarang gue hampir lupa dendam gue yang udah lebih dari 8 tahun ini menjadi tujuan hidup gue Mik. lo ngebuat gue goyah lo... (masih dalam hati ini)" Jemari Reca mulai turun hingga ke perut Mika yang kemejanya entah sejak kapan pulak udah kebuka aja semua kancingnya.
TEP! Mika menahan tangan Reca agar tidak semakin kebawah lagi, sumpah sekarang muka siganteng udah merah padam nahan siksaan dari tadi.
" Jangan diterusin Re, kamu ga tau apa yang ada dipikranku sekarang."
" Hmmpphh.." Hampir ga bisa nafas si Reca karena dicium lagi, tanpa Mika sadari ada air mata yang perlahan turun kesamping sejajar telinga. Reca menangis, bukan karena tangan Mika yang udah mulai nyusup dibawah roknya atau jemari Mika yang mulai meremas pahanya tapi dia sedih ngeliat Mika yang begitu mencintainya. Selalu saja dirinya berakhir seperti ini klo Mika sudah merengkuhnya, entah sudah berapa kali Mika bertindak semena-mena dengan tubuh Reca seolah hanya dialah pemiliknya. Hanya dia yang berhak.
" Hmmmm..." Sambil berbaring miring dengan tangan yang menyangga kepala plus badan yang cuma tertutup selimut sebatas pinggang Mika tersenyum ngeliatin Reca yang masih tidur pulas, sumpah cantiknya ga ada obat wajah itu dimata Mika. Buatnya tidak ada wanita yang lebih cantik dari ini. Hmmm... segitunya sih bang... suka banget apa sama ne ne cewe.
__ADS_1
" Maafin gue ya Re... pasti capek banget ya?" mengelus pelan pipi si pacar takut kebangun.
" Emmhh..." Reca sedikit menggeliat, matanya terbuka sedikit mengintip hari yang ternyata sudah malam, bukan tepatnya dini hari padahal seingatnya dia terakhir sadar waktu masih sore trus sekaraang aagh.... badan Reca terasa sakit semua
" Udah bangun? Tidur lagi geh.."
" Tapi aku harus..." Ngomong sambil merem.
" Aku dah hubungin Desy, jadi kamu tenang aja. Jadwal kamu kosong kok, kamu istrahat ya.."
" Serius kosong?"
" Iya sayang..." Mika mengecup kening pacarnya pake gemez, trus nyium bahu Reca yang menyumbul dari selimut.
" Ka... please..."
" Hmm?"
" Gue ga sanggup lagi, klo harus lagi (bercinta sama kamu)"
" Hahahahaha... iya... iyaaa. Maaf ya... aku cuma peluk aja kok janji." Memeluk Reca yang membelakanginya, tapi gemeznya belum hilaang jadi cium lagi punggung Reca yang lagi kebuka itu.
__ADS_1
" MIKAAA"
" Hahahah... Iya Re... cium aja kok." Kali ini beneran udah, Mika terpejam dengan bibir yang masih tersenyum.