WINTER GLOW

WINTER GLOW
Cerita Tentang Dia


__ADS_3

“ Pemilihan presiden tinggal beberapa bulan lagi.


Seperti pemilu-pemilu sebelumnya, tidak ada yang boleh melakukan gerakan apapun


(sesuatu yang bisa menyebabkan skandal). Tahan diri kalian dan tertibkan semua


anggota kalian hingga sampai level terbawah, pastikan mereka tidak membuat


keributan.” Jabat Sentosa bicara dengan nada peringatan keras, seolah sedang


menunjukkan siapa bos diantara orang-orang penting ini.


“ Ehmm…” Ghani Wijaya merapikan jasnya sambil duduk,


dia tampak gelisah karena sedang merasa tidak yakin. Bukan hanya untuk dirinya


tapi juga semua menteri di ruangan ini.


“ Jika ada salah satu dari kalian yang membuat


keributan maka akan kupastikan kalian jatuh sendiri ke lubang neraka. Karena


aku bukan hanya bisa membersihkan diriku dari keterlibatan kalian tapi juga


bisa membuat kalian menjadi satu-satunya orang yang akan membusuk di penjara


tanpa ada harapan keluar sekalipun.” Jabat Sentosa tidak main-main dengan


ucapannya dan semua orang hadir disini tau itu.


“ Hmm… kalau begitu segera sudahi pertemuan ini.


Terlalu sering bertemu akan membuat orang mencurigai kita.” Daruma Tanjung


“ Mencurigai apa? Kita hanya sedang makan siang di jam


istirahat.” Singkat padat tapi ngenak banget, pak Tanjungnya sampe terdiam


denger omongan Sentia Mulyadi. Meski dengan tertawa ramah keliatannya, tapi itu


adalah kalimat peringatan ke orang di ruangan ini bahwa jangan mengatakan hal


mencurigakan apapun. Apapun itu, ini adalah makan siang hanya makan siang.


Siapapun harus meyakini itu termasuk orang lain diluar sana.


“ Aku duluan ya, masih banyak permasalahan rakyat yang


harus diselesaikan.” Sentia Mulyadi.


“ Aku juga sangat sibuk, permisi.” Daruma Tanjung.


Keduanya saling menundukkan kepala untuk memberi salam sekalian izin


meninggalkan ruangan, yang tertinggal hanya Jabat Sentosa dan Ghani Wijaya.


“ Kau yakin.” Ghani Wijaya sudah lelah menahan dirinya


agar terlihat baik-baik saja. Dia jelas saat ini tidak dalam keadaan baik.


“ Seseorang mendatangiku kemarin dan mengancamku.


Sepertinya dia memiliki semuanya, dia pasti akan datang lagi. Lakukan sesuatu.”


“ Apa yang dia inginkan?”


“ Aku harus membunuhmu. Kau tau aku hampir saja gila


mendengarnya, dia bahkan tau siapa dirimu.”


“ Ssssttt… jaga bicaramu.”


“ Bersihkan seperti katamu, buktikan dirimu sesuai


omonganmu. Amankan kami semua maka kau juga aman. Aku berani bertaruh orang itu

__ADS_1


tau sesuatu.”


“ Tidak, dia tidak tau. Dia hanya sedang menduga-duga


dan sekarang berusaha memancingmu agar kau melakukan hal bodoh yang akan


mengacaukan segalanya.”


“ Apapun itu segera bersihkan. Aku tidak mau


kampanyeku terganggu.”


“ Kau berani memerintahku Ghani?”


“ Berhenti berlagak paling penting Jabat. Bagiku tidak


ada penguasa diantara kita, kita saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama


lain. Kau membutuhkan aku begitu juga sebaliknya. Aku permisi dulu.”


BRAKK!


Jabat Sentosa memukul meja dengan keras karena


amarahnya hampir saja meledak. Tapi cara Ghani Wijaya meninggalkan ini ngebuat


dia ga punya pilihan selain diam, percuma juga marah klo ditinggal pergi.


*****


Mata Reca tampak takjub saat Mika menunjukkan ruang


rahasia di kamarnya. Bukan hanya ga percaya ada ruangan itu di kamar seorang


aktor kaya Mika tapi isi kamar yang penuh dengan skema praduga subjek. Alis


Reca sempat terangkat sesekali karena kagum ngeliat informasi yang Mika dapatkan


dan di tulis rapi di papan itu yang udah kaya bagan struktur organisasi.


“ Aku udah coba nyari semua informasi yang mungkin


dibuatnya.”


“ Jen Kusniar Mentri Kesehatan, Sentia Mulyadi menteri


perdagangan, Daruma Tanjung menteri Pertahanan dan Ghani Wijaya gubernur Ibukota


Negara yang lagi naik daun. Aku sudah selidiki semua background mereka tapi…”


“ Mereka sangat bersih bukan?”


“ Hmmm.” Tertunduk sambil mengangguk membenarkan.


“ Mereka adalah mentri-mentri yang berada di hati


rakyat karena berhasil membuat kebijakan yang pro rakyat. Tapi sebenarnya tidak.”


Mika sedikit kaget hingga kedua bahunya hampir


terangkat sangking ga percayanya dengan apa yang Reca katakan barusan.


“ Jen Kusniar, mentri Keuangan yang memiliki banyak sekali


lahan bisnis namun dipalsukan kepemilikannya agar terhindar dari pajak dan


penyidik korupsi. Ghani Wijaya, meski sering terjun langsung ke lapangan untuk


membantu golongan menengah ke bawah. Tapi dia menggelapkan dana bantuan


pemerintah lebih dari 65 % dari dana yang diberikan, tapi para penyidik selalu


tidak berhasil menemukan bukti.” Mika nyimak dengan anteng.


“ Daruma Tanjung menteri Kesehatan yang sangat berjasa

__ADS_1


menciptakan program asuransi kesehatan gratis untuk masyarakat tidak mampu.


Tapi dia memiliki perilaku **** menyimpang dan memiliki kerajaan bisnis di


dunia malam. Narkoba, wanita penghibur dan pembuatan film porno adalah bisnis


utamanya. Dari bisnis itu dia seolah punya kendali sendiri di beberapa menteri


dan pejabat Negara yang terlibat dalam bisnis dunia malam itu. Lalu Sentia


Mulyadi menteri perdagangan berperan besar terhadap kekuatan ekspor impor.


Meski belum menemukan celahnya, tapi gue yakin dia juga punya kartu hitam yang


bisa menjatuhkannya.”


“ Kenapa kamu seyakin itu Re?”


“ Tidak ada menteri yang benar-benar bersih. Entah itu


ikut terlibat atau jadi oknum yang tutup mata membiarkan semua kejahatan


politik terjadi, mereka pasti punya sesuatu yang ngebuat mereka memilih diam di


tempatnya.”


“ Lalu hubungan sama Esa apa Re?” Mika mulai mengerti


kenapa Reca mendekati Evan yang jelas anak kandung Jen kusniar, tapi dia masih


belum menemukan alasan keterkaitan Esa dalam hal ini.


“ Hmmm?” Ngasih tampang polos yang ga bisa ditolak.


“ Kamu bilang kamu ga sengaja berada di dekat aku


karena sedang mendekati Esa. Ada dengan  Esa Re?”


“ Esa?”


“ Iya Esa. Kenapa kamu deketin Esa Re.” Reca berdiri menghampiri


skema yang tertempel di dinding kamar itu.


“ Ada organisasi rahasia bernama Singa merah,


Organisasi itu terdiri dari beberapa mentri yang sangat berpengaruh, dibuat


untuk mengendalikan  pemilihan Presiden.


Mereka merasa berhak untuk mengatur siapakah presiden yang akan terpilih dana


bagaimana memanipulasi suara agar Presiden yang mereka pilih keluar sebagai


pemenang. Sayangnya gue belum dapat siapa para anggota organisasi ini.”


“ lalu?”


“ Esa pernah menerima undangan dari istana negara


untuk menghadiri pelantikan para menteri. Itu artinya Esa bisa saja putri dari salah


satu menteri yang menjabat saat ini.” Reca mencium bau mencurigakan kenapa


identitas Reca sangat dirahasiakan dari siapapun.


“ Pertanyaannya adalah siapa? Tidak pernah satupun


mentri yang menjabat saat ini pernah terlihat mendampingi Esa setiap kali ada


kegiatan orang tua murid di sekolah, bahkan Esa tidak pernah terlihat bersama orang tua bahkan saat hari pembagian rapot sekalipun dan anehnya tidak satupun orang disekolah Bhakti berkomentar soal itu. Pasti ada alasan kuat kenapa Esa harus


hidup dengan cara seperti itu kan?”


“ Jadi…”

__ADS_1


“ Jadi intinya ada orang lain dibalik semua ini yang


belum menampakkan wajahnya. Seseorang yang begitu kuat dan sangat ditakuti. Seseorang."


__ADS_2