
BRAKKK!
" SIALLLL!!"
Esa melemparkan hadphone ditanganya ke meja setelah tau bahwa semua penyadap yang dipasangnya di rumah Mika sudah tidak satupun berfungsi, yang artinya Mika udah mengetatahui perihal penyadap itu dan melepasnya. Yang artinya juga Esa ga bisa lagi menggali informasi dari rumah mewah milik aktor itu, padahal dia masih belum tau apa yang diketahui Reca tentang jantung Singa Merah.
" Sekarang apa rencanamu Esa?" Tanya Jabat Sentosa.
Esa tidak menjawab, dia hanya mengingat kalimat terakhir Reca yang dia dengar dari penyadap. Reca saat itu menyebutkan atau lebih tepatnya bertanya apakah Muliapati itu bokapnya Mika, dan Mika mengiyakan saat itu. Selain itu Reca juga menyinggung soal buku dongeng karangan Muliapati, sialnya Esa tidak tau berjudul apa buku dongengnya.
" Bawakan aku buku dongeng karangan Muliapati." Jabat Sentosa tidak menjawab tapi langsung meninggalkan ruangan itu seolah dia akan membawakan buku dongengnya.
Emang sultan trus perbengaruh juga, membawakan semua buku dongeng karangan Muliapati bukanlah hal yang sulit buat Jabat Sentosa. Lengkap semua seri dibawa kehadapan Esa, gadis itu segera membuka lembar demi lembar semua buku dongengnya tapi dia tidak menemukan apapun. Itu lantaran Esa belum menyentuh tiga seri dongeng yang memiliki kode khusus.
" Kau menemukan sesuatu Esa?" Tanya Jabat lagi.
" Tidak." Pake wajah kesal. Jabat tersenyum, dia menertawakan sikap sombong Esa yang kadang enggan bertanya hal-hal yang sidah jelas jabat lebih mengetahuinya.
" Muliapati adalah ancaman terbesar untuk singa merah. Dia pernah memergoki saat ayahmu melakukan suap ke beberapa pejabat sehingga dia akhirnya disingkirkan." Esa menoleh, jadi ayah Mika pernah terlibat konflik dengan singa merah.
" Lalu apa hubungannya Muliapati dengan Reca? Kenapa dia bertanya soal Muliapati ke Mika yang dari cara menjawabnya dia tidak tau apa-apa padahal Muliapati itu ayahnya." Esa bicara sendiri.
__ADS_1
" Muliapati bukanlah nama sebenarnya, itu nama pena dari seorang pendongeng kondang pada masanya yang kerap membuat cerita dongeng anak tapi menyisipkan clue-clue kejahatan baik dari gambar atau pun ceritanya."
" Hmmm... awasi terus Reca untuk saat ini. laporkan semua padaku apa yang dia lakukan, kemana saja dan dengan siapa aja."
*****
Pertemuan Reca dengan Desy saat di peragaan busana menjadi titik tolak balik untuk nama seorang Reca, karena setelah itu Mika nyeritain semua hal yang mereka harus tau apa yang terjadi dan otomatis banjir airmata. Desy membawa Angel juga dalam pertemuan itu yang sekarang bekerja sebagi make up artis terkenal serta Bayu yang sekarang bekerja sebagai CEO di perusahaan IT terkemuka. Gank SMA Bhakti yang pernah begitu rame itu akhirnya reuni setelah delapan tahun dan berlangsung cukup haru. Karena seperti halnya Raka yang syok melihat perubahan Reca, tiga temen yang lain juga merasakan keterkejutan yang sama bahwa Reca bukanlah orang yang sama dan dia sekarang begitu dingin. Tapi untungnya ketiga temennya itu bisa menerima perubahan itu dengan sangat baik.
" Lo tau gue kan Re?" Ucap Desy dengan percaya diri, mereka lagi ngumpul di rumah Mika karena itu satu-satunya tempat yang bebas dari penyadap saat ini.
" Ga ada acara yang gagal saat gue yang garap. Gue janji hal itu juga akan berlaku buat lo, gue akan ngebuat lo jadi model terkenal mengalahkan siapapun."
" Gue ga pengen jadi model Des." Dengan suara jutek dan muka yang ga enak banget, ngebuat semua senyum otomatis turun dan berubah suram. Saling bertatapan mencari apa yang salah kok bisa Reca marah, tapi kemudian Mika berdiri dan menghampiri Reca.
" Re... kamu harus punya massa kamu sendiri untuk melawan para pejabat politik, kamu butuh nama besar agar jika terjadi sesuatu... kamu ga akan menghilang gitu aja kayak papa kita Re. Maka dari itu kamu harus terkenal dan model adalah jalannya."
Maka dimulailah keadaan yang diluar bayangan Reca dan kawan-kawan, seketika dalam beberapa bulan wajah Reca muncul diberbagai media mulai dari majalah hingga televisi. Karena pesona Reca begitu banyak menarik perhatian, kecantikannya memaksa siapa saja melihatnya langsung penasaran dengan sikap cueknya tapi gemesin. Membintangi beberapa iklan dan brand Ambasador, wajahnya juga terpampang di papan iklan komersial terbesar di kota yang biasanya hanya model nomor satu yang wajahnya bisa muncul di sana. Akun media sosialnya segera dibanjiri followers, terlebih sejak Reca terlibat project berdua dengan Mika disalah satu majalah fashion. Mika sering tertangkap kamera memberi tatapan penuh cinta pada Reca yang selalu berwajah datar dengan sikapnya yang super cool, banyak fans jadi baper plus ngerasa iri ngeliat seorang Mika yang terkenal itu memberi begitu banyak tatapan kagum bahkan tak jarang berikan senyum manisnya. Udah gitu kan wak, posenya juga mesra dan deket banget gimana ga makin bikin gilak wanita-wanita penggemar ya kan.
" Re, cepet pake ini ya. Waktu kita sempit, kita udah harus ke lokasi berikutnya." Ucap Desy yang sekarang jadi managernya. Reca mengelah nafas tanpa komentar dan menatap gaun hitam di depannya, dia mulai lelah. Baru aja tersadar... apa yang telah dilakukannya... Reca menyesal.
" Gue berenti." Desy tadinya sibuk milih gaun langsung terpaku ditempat, ngerasa klo baru aja disamber gledek.
__ADS_1
" Ngomong apa sih lo Re?" Reca ga ngejawab, hanya menyambar gaun dengan kasar lalu segera mengenakannya.
" Setelah pemotretan ini berakhir gue ga mau ada job apapun lagi terkait interteint. Gue berenti."
" Re aku..."
" Untuk semua janji yang belum tanda tangan kontrak batalin aja. Gue hanya akan menyelesaikan yang udah terlanjur berjalan aja." Reca berniat meninggalkan ruangan ganti tapi dicegah Mika yang denger pembicaraan Reca dan Desy dari luar.
" Mau kemana Re?"
" Kerja. Ga liat?"
" Apa maksud kamu tadi, berenti?" Reca terdiam, malas bahas. Yang ada hanya akan ribut berkepanjangan, Dia capek dan pengen kerjaan hari ini segera berakhir biar dingin juga kepala ini.
Mika menahan Reca yang masih berniat melanjutkan langkahnya, seraya menahan emosinya agar ga keikut sama Reca yang keliata banget lagi sebelnya. Re berhenti tapi masih membelakangi Mika, ini tuh bukan tujuannya bukan rencananya pikir Reca. Ini justru semakin menjauhkannya dari tujuan utamanya. Kesibukkan dan hiruk pikuk dunia entertaint membuatnya tidak punya waktu melakukan apapun bahkan untuk dirinya sendiri. Waktu luang habis untuk perawatan dari ujung rambut sampe kaki. Kerjanya juga ga kenal siang malam pokok mulai matahari belum terbit bahkan sampe matahari ga keliatan lagi, kadang malah udah mau terbit lagi. Intinya Reca capek dengan semua ini, dan ini sangat lari dari apa yang dia rencanakan.
" Re please, bertahan sedikit lagi ya." Mika mencoba ngeberi pengertian.
" Setelah ini aku ga mau ada kobtrak kerja lagi. Titik." Mika mendesah dengan mata terpejam, ngebiarin Reca yang pergi meninggalkannya. Percuma juga mau ngotot saat ini Reca ga bakalan dengerin juga. Tapi seketika Mika jadi dapet ide yang bakalan ngebuat Reca berubah pikiran, sitampan itupun tersenyum penuh percaya diri.
" Hallo Joana? Gue Mika, gue denger lo lagi cari model. Lo masih belum ketemu model buat tas baru lo? Ok... gue akan kirim lo foto gue harap itu bisa ngebantu lo."
__ADS_1