WINTER GLOW

WINTER GLOW
Singa Merah


__ADS_3

Malam sedikit dingin dan berkabut, dua orang pria


paruh baya tambah bertemu secara rahasia di ruang kerja salah satu dari dua


pria itu. Mereka adalah Ghani Wijaya dan Daruma Tanjung.


“ Kau pasti tau sesuatukan, aku melihatmu menemui


mereka (Sentia Mulyadi, Jabat Sentosa, Jen Kusniar dan  Toni Raen) kemarin sore. Ada apa sebenarnya,


kenapa Jen Kusniar bisa berada dalam pertemuan itu padahal dia tidak pernah


bergabung dengan kita sebelumnya.?”


“ Aku juga tidak mengerti, belakangan ini keadaan


sedikit rumit, karena sepertinya orang yang memegang bukti itu mulai


menampakkan taringnya. Dia mulai mengancam semua anggota kita satu-persatu.”


“ Termasuk Sentia Mulyadi (papanya Kendra)?”


“ Entahlah, tapi beberapa waktu lalu dia menerima


sebuah dokumen yang dibungkus map berwarna coklat di kantornya, tidak lama


berselang dari itu Jabat Sentosa memintanya bertemu secara pribadi tanpa


memanggil anggota yang lain. Semua anggota Singa merah menduga dia mendapatkan


ancaman dari sipemegang bukti.”


“ Lalu apa hubungannya dengan Jen Kusniar? Dia bukan


anggota Singa merah sebelumnya.”


“ Aku dengar Jabat Sentosa akan merekrutnya sebagai


anggota yang baru atas perintah Pimpinan. Jen Kusniar sekarang adalah kandidat


calon Presiden terkuat setelah dirimu, aku menduga dia kandidat cadangan untuk


memperkuat Singa merah.”


“ Tidak Daruma, Jen Kusniar bukanlah orang yang bisa


didekati dengan mudah. Dia punya power sendiri dibidang ini bahkan dunia


tergelap sekalipun, banyak para Mafia besar tunduk dibawah kakinya dan dia


salah satu orang yang paling ditakuti hingga Negri China. Tidak mungkin dia


takut dengan Singa Merah, pasti ada sesuatu yang membuat dia datang memenuhi


panggilan Jabat Sentosa.”


“ Dia bergabung tapi belum sepenuhnya.” Toni Raen


tiba-tiba muncul memecah kesunyian dan membuat suasana seketika canggung.


“ Kau menguping?” Daruma Tanjung


“ Tidak aku hanya mendengar sedikit ketika masuk. Tapi


kenapa kalian begitu tegang?” Ghani Wijaya dan Daruma Tanjung terbatuk kecil


untuk menghindari rasa gugup mereka.


“ Karena kalian sepertinya sangat penasaran makanya


aku bantu menjawabnya.”


“ Jadi kau tau sesuatu tentang alasan dan tujuan Jen


Kusniar bergabung dengan Singa Merah?” Ghani Wijaya


“ Alasan dan tujuan siapa yang ingin kalian ketahui,


Jen Kusniar atau Pimpinan (Singa merah)?” Toni Raen.


“ Jelaslah Jen Kusniar, memangnya siapa yang tau

__ADS_1


tentang pimpinan. Kita bahkan tidak pernah melihat seperti apa wajahnya, heh


jika dipikir-pikir kadangaku merasa sangat bodoh melakukan segala perintah atas


nama pimpinan yang tidak diketahui siapa orangnya bahkan namanya sekalipun.”


“ Jaga bicaramu Ghani, kau tidak tau siapa yang


mendengar perkataanmu atau yang akan tersinggung dengan itu. Kau tau


sendirikan, pimpinan sangat benci jika kita mempertanyakan identitasnya?” Daruma


Tanjung


“ Sudahlah jangan melakukan hal bodoh atau


memikirkannya sekalipun. Ingat, tidak satupun dari kita yang tau siapa anggota


Singa Merah yang sebenarnya. Seperti yang semuanya kita tau bahwa anggota Singa


Merah hanya lima orang. Sementara selebihnya hanya kedok belaka, jadi bisa saja


salah satu dari kita hanya pion yang akan dikorbankan sewaktu-waktu jika


pimpinan ingin mencari kambing hitam.” Toni Raen.


“ Toni benar, jadi sebaiknya kita tenang sambil


mempersiapkan senjata masing-masing. Karena jika pimpinan mengorbankan salah


satu dari kita maka tidak aka nada yang datang menyelamatkan.” Ghani Wijaya


“ Jadi itu alasannya kau mempersiapkan senjatamu (sesuatu


yang dapat mengamankan keselamatan) Ghani?” Daruma Tanjung.


“ Apa maksudmu?”


“ Jujur saja. Aku dengar kau sudah punya senjatanya


Ghani, jika kau ingin kita bisa saling burter atau tepatnya menggabungkan


senjata.” Daruma tanjung


Ghani Wijaya


“ Ayolah, aku bukan ingin berkhianat tapi memastikan


keamananku secara pribadi.”


“ Kau lupa yang kau katakana sendiri Daruma, kau


tidak tau siapa yang mendengar perkataanmu atau yang akan tersinggung dengan


itu. Lalu kenapa sekarang kau berkata begitu berani?” Daruma Tanjung


kikuk menyadari kecerobohannya.


“ Sudahlah, ayo keluar dari ruangan ini. Kita sudah


terlalu lama bicara.” Toni Raen berusaha mengingatkan.


Singa Merah hanya memiliki lima orang anggota sebagai


member dan sudah termasuk sang Pimpinan misterius didalamnya. Sementara saat


ini ada tujung anggota yang anehnya berperan sangat aktif dalam sepak terjang


organisasi ini yaitu Sentia Mulyadi, Jabat Sentosa, Ghani wijaya, Toni Raen,


Daruma Tanjung, Jen Kuniar dan Sang Pimpinan. Yang uniknya semua member tidak


mendapat informasi yang sama soal kerahasiaan Singa Merah, masing-masing dari


mereka menyimpan rahasia hitam yang berbeda. Tapi hanya satu hal yang mereka


yakini, si penyampai pesan dari sang pimpinan adalah Jabat Sentosa. Itu memastikan


bahwa Jabat Sentosa satu-satunya orang yang tau siapa sosok yang meminpin Singa


Merah sekaligus menjawab kepastian Jabat Sentosa sebagai anggota Singa Merah

__ADS_1


yang asli.


Saat Ghani Wijaya dan temannya meninggalkan ruangan


kerja itu, ada sesuatu yang bergerak dari dalam tong sampah kecil dibawah meja


lalu keluar sebuah benda lentur berwarna hitam menyerupai kabel sepanjang


sepuluh sentimeter dan ketebalannya setara dengan kabel charger. Benda itu


bergerak secara merayap mengikuti garis tepian setiap benda yang dilaluinya,


mirip seperti kaki seribu yang berjalan tepat disebelah kabel hingga badannya


menempel dengan kabel itu.


Gerakan benda itu sedikit cepat tapi sangat mulus,


sulit untuk melihatnya jika tidak benar-benar melihatnya dari dekat. Di CCTV


pun benda itu tidak tertangkap kamera, gerakannya yang halus membuat apa saja


yang dilalui tetap pada posisinya tanpa ada getaran sedikit pun. Bukan hanya


itu, benda kecil itu mampu melobangi kaca menggunakan laser untuk membuat jalan


masuk dan keluar diruangan yang dia inginkan. Setelah itu sebuah drone


menghampirinya, benda itupun masuk dalam drone lalu terbang ke gedung


diseberangnya tempat dimana sipengendali alat itu berada. Iya tepat sekali, alat


kecil menyerupai ular itu adalah penyadap yang dapat merekam gambar dan suara


dengan kendali jarak jauh. Kalian tau? Pengendali itu adalah Reca.


Ini kenapa Reca mengurung diri di kamar lalu belajar


mati-matian dibidang IT, alasan dirinya berteman dengan para hacker hingga ahli


robotic. Semua itu untuk menciptakan alat yang dia butuhkan selama mencari


fakta dibalik kematian ayahnya. Entah karena dorongan tekad kuat yang didasari


dendam, Reca begitu mahir dalam merakit alat-alat keren itu baik dsign maupun


keakuratan kinerjanya. Contohnya alat sadap ini bentuknya yang mirip kabel akan


melindungi identitas alat penyadap itu jika diambil oleh pihak yang tidak diinginkan,


orang yang melihatnya akan mengira itu hanya sebuah kabel biasa pada sebuah


drone.


Begitu drone mendarat, Reca segera merapikan barang-barang


lalu bergegas untuk turun. Sebelumnya Reca akan memastikan bahwa tidak ada


jejak apapun yang dia tinggalkan, tanganya saja menggunakan sarung tangan agar


tidak meninggalkan sidik jari. Wajah ditutup masker dan topi hitam, rambutnya


dibalut wig pendek lengkap memakai baju yang serba hitam juga. Bagi yang belum


tau, warna hitam dapat menyamarkan postur tubuh seseorang salah satunya akan


terlihat lebih kurus dari postur tubuh aslinya juga akan sulit dibedakan apakah


perempuan atau laki-laki jika dilihat dari jarak pandang tertentu. Untuk


menyempurnakan itu Reca bahkan rela melilit bagian dadanya dengan ketat


menggunakan kain yang cukup panjang agar terlihat seperti laki-laki.


Menggunakan sepatu jenis Sneakers Wedges yang size nya lebih besar dari ukuran


seharusnya, ini berguna untuk memanipulasi tinggi badan dan besarnya ukuran


kaki. So jika ada yang melihatnya tanpa Reca sadari, orang itu akan melihat


ciri-ciri orang yang salah.

__ADS_1


*****


__ADS_2