WINTER GLOW

WINTER GLOW
Kamu, Kelemahanku


__ADS_3

Tidak


sepenuhnya menceritakan kebenaran Melan mulia sedikit demi sedikit


mengenalkan nama Muliapati pada Mika, hanya sekedar menyadari bahwa


Muliapati adalah nama pena Darmawangsa. Untungnya Mika tidak begitu


banyak tanya soa itu, entah karena hubungan Melan dengannya yang


mempunyai jarang belakangan ini atau mungkin juga Mika masih tidak


bisa menerima kepergian ayahnya. Namun Melan tidak ingin terlalu tau


apa alasannya, dia tetap mengatur pertemuan Mika dan Reca seperti


yang sudah direncanakan. Branu selalu mengawasi kebiasaan Mika dari


mata-mata yang dibayarnya, agar dia tau pola kebiasaan Mika setiap


harinya. Sampai akhir Branu menemukan hari-hari tertentu Mika akan


bolos sekolah dijam pelajaran yang sama, dan dihari itulah Reca dan


Mika akan bertemu seolah tidak sengaja.


Branu berdalih pada Reca


bahwa Branu dipindahtugaskan sehingga Reca juga harus pindah sekolah,


selain itu Branu berakting khawatir pada hari pertama putrinya pindah


sekolah agar bisa membimbing Reca melakukan apa yang dia rencanakan.


Pada saat turun dari mobil dihari itupun, Branu sengaja menunggu Mika


keluar dari pagar sekolah dengan anak kecil yang sudah dia siapkan


agar menghalangi jalan Mika. Tentunya dengan pengawasan mata-mata


suruhannya yang menyamar tak jauh dari anak itu berada untuk


memastikan keselamatannya. Kemudian Branu bisa mengarahkan Reca


bertanya pada Mika dan berharap Mika merespon dengan menemani Reca


menemui kepala sekolah dihari itu sehingga mereka bisa saling


mengenal. Melebihi harapan karena ternyata Mika tertarik secara


emosional dengan Reca, Branu bisa melihat apa arti tatapan Mika


terhadap putrinya secara dia juga seorang lelaki. Disatu sisi dia


sangat senang karena tidak perlu menghawatir hubungan keduanya, tapi


disisi lain dia sangat khawatir karena telah mendorong Reca dalam


misi yang tidak pernah dia jelaskan pada putrinya secara langsung.



Hmmm..” Reca tersenyum pahit, untuk kenyataan yang baru saja


didengarnya.


“ Kamu marah?” Melan mengankat sedikit bibir


kanannya lalu kembali menyeruput teh nya yang sudah mulia dingin.



Marah, kesal, kecewa dan sakit hati. Semua itu yang tante rasakan


saat mengalami semua itu, tapi tante tidak punya waktu untuk


meladeninya. Tante berharap kamu melakukan hal yang sama, kamu


bukanlah gadis cengeng yang akan menangisi ini seharian dikamar lalu


mempertanyakan kenapa semua ini terjadi? Kenapa harus kamu? Kenapa


kami melakukan ini? Tolong bersikap bijaklah, karena kematian papa


kamu tidak boleh sia-sia bukan?”


Wah... Reca sangat tercengang


dengan wajah ini. Begitu dingin bahkan melebihi sikap Reca sendiri,


dan yang luar biasanya adalah memaksa orang lain tanpa rasa enggan


sedikitpun.


“ Terimakasih tante untuk ceritanya, Reca pamit


dulu.”


“ Oh kenapa terburu-buru? Kamu bahkan belum menyicipi


tehnya, jangan bilang ke tante bahwa kamu yakin klo tante sudah


menceritakan semuanya?”


“ Jika memang tante merasa perlu


menceritakannya maka sejak awal tante sudah akan menceritakannya.


Reca tau tante bukanlah orang yang punya banyak waktu, tante adalah


pengusaha yang sangat sibuk bukan? Jadi sudah pastiReca tidak ingin


mengganggu tante lebih lama.”


“ Hahahhahahaha...” Melan


sanagt menyukai gadis ini, damage nya kuranglebih seperti dirinya.

__ADS_1



Baiklaaahhh kalau memang kamu berpikiran seperti itu tante tidak akan


mengganggu.”


Reca segera memberi hormat sebelum meninggalkan


kamar hotel mewah itu, tapi kemudian Melan berkata sesuatu yang


membuat Reca terhenti sebentar.


“ Satu hal yang harus kamu


ingat Reca.” Reca menghentikan langkahnya tanpa berbalik.



Dongeng ini tidak akan memiliki akhir yang indah jika putri Kristal tidak beremu kembali dengan Pangeran


kecil untuk menunaikan janjinya satu sama lain.” Tanpa meminta


penjelasan apa artinya kalimat Melan barusan, Reca segera


meninggalkan kamar itu tanpa ragu sedikitpun.


*****



Sesuai dugaan, Melan pergi ke rumah putranya. Tapi hanya sebentar


lalu kembali ke Vale Hotel.” Seorang mata-mata melaporkan


pengamatannya paseorang wanita berpakaian setelan blazer putih dengan


heels hitam yang tengah duduk menyilangkan kaki. Ruangan itu sedikit


karena hanya menyalakan lampu baca hingga wajahnya tidak begitu


kelihatan.


“ Kalian dapat pembicaraannya?”


“ Hotel


itu sangat menjaga tamu VVIP mereka, terutama Melan. Sebelum maksuk


bahkan mereka memeriksa penyadap didepan mata tamu langsung, sangat


sulit untuk menembus keamanan hotel. Seperti yang anda tau, kita


sendiri juga menikmati pelayanan hotel itu dengan baik.”


Sepertinya wanita


berpakaian putih


itu adalah pemimpin dari mereka dan dilihat dari bagaimana ragunya si


mata-mata menyelesaikan laporannya, menggambarkan betapa takutnya


“ Oke… beritau


Jabat Sentosa untuk mengumpulkan anggota Singa Merah. Kita harus


mebicarakan hal yang sangat penting, jadi atur pertemuannya ditempat


biasa ya.”


“ Baik Nona.”


*****


Dongeng ini tidak akan memiliki akhir yang indah jika


putri Kristal tidak beremu kembali dengan Pangeran kecil...


Reca teringat kembali yang


dikatakan tante Melan di hotel, lalu tertuduk sedih. Reca sekarang


tau klo Pangeran kecil itu Mika dan putri Kristal itu adalah dirinya


tapi untuk apa memangnya pertemuan itu.


“ Mika


tidak diceritakan tentang kebenarannya, sementara Reca punya cerita


yang belum lengkap lalu bagaimana cara melengkapi cerita ini. Tante


Melan juga tidak tau sepenuhnya tentang apa yang sebenarnya papa


lakukan, karena berdasarkan dari yang tante Melan ceritakan papa


bertindak sendiri dan tante Melan hanya


membantu pertemuannya jadi kesimpulannya tante Melan tidak tau


sepenuhnya tentang misteri dibalik kematian papa. Jika dia tau maka


tante pasti udah menceritakannya, ah atau jangan-jangan papa sendiri


juga tidak begitu tau siapa dalang dibalik semua ini. Jika dia tau


pasti dia akan memberikan sebuah petunjuk tentang orang itu, tapi


kenyataannya petunjuk yang papa tinggalkan hanya merujuk pada sebab


akibat bukan pada pelaku utama. Apa yang sebenarnya...”


“ Udah


balik Re?” Mika datang membuyarkan lamunan Reca yang sejak tadi


sibuk menganalisa dengan pikirannya sendiri, berakibat jadi ngeliatin

__ADS_1


muka Mika sedikit lama. Mereka berpapasan didepan kamar Reca yang berniat masuk tadinya.


“ Tuhannnn…


bagaimana bisa wajah menawan ini tidak memikat hatiku? Bukankah


harusnya gue sudah tergila-gila? Eh


bau parfum ini...”


Pikir Reca lagi dalam hati.


Mika


mendekat dengan senyum manisnya lalu tanpa minta izin apapun dia


memeluk Reca dengan erat penuh kerinduan, matanya sampai terpejam


saat mengecup pelan bahu Reca. Awalnya Reca ingin menyudahi pelukan


itu tapi..


“ Please


Re, bertahan kaya gini sebentar. Hati aku lagi sakit banget… uhhhhh.”


“ Eh


bau parfum ini...” Reca


menurunkan tanganya yang tadi udah sempet mau ngedorong, pupil


matanya sedikit membesar.


Dan beneran ngebiarin Mika memeluknya selama yang cowo ganteng itu


mau. Ada sekitaran lebih dari lima menitan setelah


meluk dengan lama,


Mika melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Reca tapi kedua


tanganya masih melingkar dipinggang si cewe


nya. Reca membalas tatapan itu, melihat ada kesedihan dimata Mika


tapi cowo itu kayanya enggan buat ngasih tau apa itu. Seolah


begitu berat untuk diucapkan.


“ Wajah


ini...” Ucap Mika dalam hati.


“ Kenapa


gue ga pernah bisa menang dari wajah ini, dan setiap kali sangat


sedih kenapa wajah ini yang terus terlintas dipikiran aku Re? Dan


anehnya semakin gue sedih karena apapun itu gue makin rindu sama lo.


Re.” Jemari


Mika mulai membelai pipi Reca yang entah kenapa wajah Reca terlihat


lebih cantik dari biasanya, meski betapa dinginnya ekspresi itu.


“ Re


aku...” Entah kenapa Mika tergerak begitu aja lantaran


ngeliat bibir seksi itu dia terdorong untuk menciumnya. Saat bibir


itu hampir bertemu Mika membeku, Reca sama sekali tidak


menghindarinya bahkan matanya menantang tanpa rasa takut.


“ Apa


yang sebenarnya ada dipikiran kamu Re?” Masih dalem hati. Tapi kali


ini Mika melakukannya.


Mengecup


bibir itu dengan lembut dan mencurahkan segala kerinduannya, Reca


membiarkannya karena hatinya bilang begitu. Dia tidak memiliki


perasaan tapi hatidan pikirannya mengatakan hal yang sama bahwa dia


nyaman dengan itu, dan mulai ingin lebih.


“ Heh


hunbungan


apa ini? Gilak lo Re? Lo


mau aja gituh dicium padahal lo bukan pacarnya, terlebih lo kan ga


cinta? Tapi


bau ini… ciuman ini… sama mendebarkannya dengan delapan tahun


lalu. Mika orangnya? Iya Mikalah orangnya...”


Ciuman


itu saling berbalas sekarang, ngebuat jantung Mika berdebar kencang


hingga kemeja yang dikenakannya terlihat bergetar jika diperhatikan. Cowo


ganteng itu mempererat pelukannya, llau


membuka matanya ditengah ciuman itu. Mika melihat Reca memejamkan

__ADS_1


matanya, hati Mika terasa hangat meski tidak tau apa artinya. Apakah


Reca akhirnya membalas perasaannya?


__ADS_2