
Tidak
sepenuhnya menceritakan kebenaran Melan mulia sedikit demi sedikit
mengenalkan nama Muliapati pada Mika, hanya sekedar menyadari bahwa
Muliapati adalah nama pena Darmawangsa. Untungnya Mika tidak begitu
banyak tanya soa itu, entah karena hubungan Melan dengannya yang
mempunyai jarang belakangan ini atau mungkin juga Mika masih tidak
bisa menerima kepergian ayahnya. Namun Melan tidak ingin terlalu tau
apa alasannya, dia tetap mengatur pertemuan Mika dan Reca seperti
yang sudah direncanakan. Branu selalu mengawasi kebiasaan Mika dari
mata-mata yang dibayarnya, agar dia tau pola kebiasaan Mika setiap
harinya. Sampai akhir Branu menemukan hari-hari tertentu Mika akan
bolos sekolah dijam pelajaran yang sama, dan dihari itulah Reca dan
Mika akan bertemu seolah tidak sengaja.
Branu berdalih pada Reca
bahwa Branu dipindahtugaskan sehingga Reca juga harus pindah sekolah,
selain itu Branu berakting khawatir pada hari pertama putrinya pindah
sekolah agar bisa membimbing Reca melakukan apa yang dia rencanakan.
Pada saat turun dari mobil dihari itupun, Branu sengaja menunggu Mika
keluar dari pagar sekolah dengan anak kecil yang sudah dia siapkan
agar menghalangi jalan Mika. Tentunya dengan pengawasan mata-mata
suruhannya yang menyamar tak jauh dari anak itu berada untuk
memastikan keselamatannya. Kemudian Branu bisa mengarahkan Reca
bertanya pada Mika dan berharap Mika merespon dengan menemani Reca
menemui kepala sekolah dihari itu sehingga mereka bisa saling
mengenal. Melebihi harapan karena ternyata Mika tertarik secara
emosional dengan Reca, Branu bisa melihat apa arti tatapan Mika
terhadap putrinya secara dia juga seorang lelaki. Disatu sisi dia
sangat senang karena tidak perlu menghawatir hubungan keduanya, tapi
disisi lain dia sangat khawatir karena telah mendorong Reca dalam
misi yang tidak pernah dia jelaskan pada putrinya secara langsung.
“
Hmmm..” Reca tersenyum pahit, untuk kenyataan yang baru saja
didengarnya.
“ Kamu marah?” Melan mengankat sedikit bibir
kanannya lalu kembali menyeruput teh nya yang sudah mulia dingin.
“
Marah, kesal, kecewa dan sakit hati. Semua itu yang tante rasakan
saat mengalami semua itu, tapi tante tidak punya waktu untuk
meladeninya. Tante berharap kamu melakukan hal yang sama, kamu
bukanlah gadis cengeng yang akan menangisi ini seharian dikamar lalu
mempertanyakan kenapa semua ini terjadi? Kenapa harus kamu? Kenapa
kami melakukan ini? Tolong bersikap bijaklah, karena kematian papa
kamu tidak boleh sia-sia bukan?”
Wah... Reca sangat tercengang
dengan wajah ini. Begitu dingin bahkan melebihi sikap Reca sendiri,
dan yang luar biasanya adalah memaksa orang lain tanpa rasa enggan
sedikitpun.
“ Terimakasih tante untuk ceritanya, Reca pamit
dulu.”
“ Oh kenapa terburu-buru? Kamu bahkan belum menyicipi
tehnya, jangan bilang ke tante bahwa kamu yakin klo tante sudah
menceritakan semuanya?”
“ Jika memang tante merasa perlu
menceritakannya maka sejak awal tante sudah akan menceritakannya.
Reca tau tante bukanlah orang yang punya banyak waktu, tante adalah
pengusaha yang sangat sibuk bukan? Jadi sudah pastiReca tidak ingin
mengganggu tante lebih lama.”
“ Hahahhahahaha...” Melan
sanagt menyukai gadis ini, damage nya kuranglebih seperti dirinya.
__ADS_1
“
Baiklaaahhh kalau memang kamu berpikiran seperti itu tante tidak akan
mengganggu.”
Reca segera memberi hormat sebelum meninggalkan
kamar hotel mewah itu, tapi kemudian Melan berkata sesuatu yang
membuat Reca terhenti sebentar.
“ Satu hal yang harus kamu
ingat Reca.” Reca menghentikan langkahnya tanpa berbalik.
“
Dongeng ini tidak akan memiliki akhir yang indah jika putri Kristal tidak beremu kembali dengan Pangeran
kecil untuk menunaikan janjinya satu sama lain.” Tanpa meminta
penjelasan apa artinya kalimat Melan barusan, Reca segera
meninggalkan kamar itu tanpa ragu sedikitpun.
*****
“
Sesuai dugaan, Melan pergi ke rumah putranya. Tapi hanya sebentar
lalu kembali ke Vale Hotel.” Seorang mata-mata melaporkan
pengamatannya paseorang wanita berpakaian setelan blazer putih dengan
heels hitam yang tengah duduk menyilangkan kaki. Ruangan itu sedikit
karena hanya menyalakan lampu baca hingga wajahnya tidak begitu
kelihatan.
“ Kalian dapat pembicaraannya?”
“ Hotel
itu sangat menjaga tamu VVIP mereka, terutama Melan. Sebelum maksuk
bahkan mereka memeriksa penyadap didepan mata tamu langsung, sangat
sulit untuk menembus keamanan hotel. Seperti yang anda tau, kita
sendiri juga menikmati pelayanan hotel itu dengan baik.”
Sepertinya wanita
berpakaian putih
itu adalah pemimpin dari mereka dan dilihat dari bagaimana ragunya si
mata-mata menyelesaikan laporannya, menggambarkan betapa takutnya
“ Oke… beritau
Jabat Sentosa untuk mengumpulkan anggota Singa Merah. Kita harus
mebicarakan hal yang sangat penting, jadi atur pertemuannya ditempat
biasa ya.”
“ Baik Nona.”
*****
Dongeng ini tidak akan memiliki akhir yang indah jika
putri Kristal tidak beremu kembali dengan Pangeran kecil...
Reca teringat kembali yang
dikatakan tante Melan di hotel, lalu tertuduk sedih. Reca sekarang
tau klo Pangeran kecil itu Mika dan putri Kristal itu adalah dirinya
tapi untuk apa memangnya pertemuan itu.
“ Mika
tidak diceritakan tentang kebenarannya, sementara Reca punya cerita
yang belum lengkap lalu bagaimana cara melengkapi cerita ini. Tante
Melan juga tidak tau sepenuhnya tentang apa yang sebenarnya papa
lakukan, karena berdasarkan dari yang tante Melan ceritakan papa
bertindak sendiri dan tante Melan hanya
membantu pertemuannya jadi kesimpulannya tante Melan tidak tau
sepenuhnya tentang misteri dibalik kematian papa. Jika dia tau maka
tante pasti udah menceritakannya, ah atau jangan-jangan papa sendiri
juga tidak begitu tau siapa dalang dibalik semua ini. Jika dia tau
pasti dia akan memberikan sebuah petunjuk tentang orang itu, tapi
kenyataannya petunjuk yang papa tinggalkan hanya merujuk pada sebab
akibat bukan pada pelaku utama. Apa yang sebenarnya...”
“ Udah
balik Re?” Mika datang membuyarkan lamunan Reca yang sejak tadi
sibuk menganalisa dengan pikirannya sendiri, berakibat jadi ngeliatin
__ADS_1
muka Mika sedikit lama. Mereka berpapasan didepan kamar Reca yang berniat masuk tadinya.
“ Tuhannnn…
bagaimana bisa wajah menawan ini tidak memikat hatiku? Bukankah
harusnya gue sudah tergila-gila? Eh
bau parfum ini...”
Pikir Reca lagi dalam hati.
Mika
mendekat dengan senyum manisnya lalu tanpa minta izin apapun dia
memeluk Reca dengan erat penuh kerinduan, matanya sampai terpejam
saat mengecup pelan bahu Reca. Awalnya Reca ingin menyudahi pelukan
itu tapi..
“ Please
Re, bertahan kaya gini sebentar. Hati aku lagi sakit banget… uhhhhh.”
“ Eh
bau parfum ini...” Reca
menurunkan tanganya yang tadi udah sempet mau ngedorong, pupil
matanya sedikit membesar.
Dan beneran ngebiarin Mika memeluknya selama yang cowo ganteng itu
mau. Ada sekitaran lebih dari lima menitan setelah
meluk dengan lama,
Mika melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Reca tapi kedua
tanganya masih melingkar dipinggang si cewe
nya. Reca membalas tatapan itu, melihat ada kesedihan dimata Mika
tapi cowo itu kayanya enggan buat ngasih tau apa itu. Seolah
begitu berat untuk diucapkan.
“ Wajah
ini...” Ucap Mika dalam hati.
“ Kenapa
gue ga pernah bisa menang dari wajah ini, dan setiap kali sangat
sedih kenapa wajah ini yang terus terlintas dipikiran aku Re? Dan
anehnya semakin gue sedih karena apapun itu gue makin rindu sama lo.
Re.” Jemari
Mika mulai membelai pipi Reca yang entah kenapa wajah Reca terlihat
lebih cantik dari biasanya, meski betapa dinginnya ekspresi itu.
“ Re
aku...” Entah kenapa Mika tergerak begitu aja lantaran
ngeliat bibir seksi itu dia terdorong untuk menciumnya. Saat bibir
itu hampir bertemu Mika membeku, Reca sama sekali tidak
menghindarinya bahkan matanya menantang tanpa rasa takut.
“ Apa
yang sebenarnya ada dipikiran kamu Re?” Masih dalem hati. Tapi kali
ini Mika melakukannya.
Mengecup
bibir itu dengan lembut dan mencurahkan segala kerinduannya, Reca
membiarkannya karena hatinya bilang begitu. Dia tidak memiliki
perasaan tapi hatidan pikirannya mengatakan hal yang sama bahwa dia
nyaman dengan itu, dan mulai ingin lebih.
“ Heh
hunbungan
apa ini? Gilak lo Re? Lo
mau aja gituh dicium padahal lo bukan pacarnya, terlebih lo kan ga
cinta? Tapi
bau ini… ciuman ini… sama mendebarkannya dengan delapan tahun
lalu. Mika orangnya? Iya Mikalah orangnya...”
Ciuman
itu saling berbalas sekarang, ngebuat jantung Mika berdebar kencang
hingga kemeja yang dikenakannya terlihat bergetar jika diperhatikan. Cowo
ganteng itu mempererat pelukannya, llau
membuka matanya ditengah ciuman itu. Mika melihat Reca memejamkan
__ADS_1
matanya, hati Mika terasa hangat meski tidak tau apa artinya. Apakah
Reca akhirnya membalas perasaannya?