WINTER GLOW

WINTER GLOW
Cause I`m Yours


__ADS_3

“ Itu karena dia cinta sama lo Re.” Kalimat itu


terus terngiang ditelinga Reca meski udah ga sama Raka lagi.


“ Mika pernah kepergok nangis sambil tiduran di


kamarnya waktu gue nyamperin dia ke rumah.” Saat itu…


“ Lo ga sekolah? Mika.” Raka menyepak kaki Mika


bersikap sok asik padahal tau suasana lagi mencekam selepas ditinggal Reca.


“ Gue kangen Reca Rak.” Raka membeku, niatnya


ga ingin bahas ini malah Mika yang bahas.


“ Huuuhhhh..” Mika mendesah, Raka bisa liat


bulir bening mengalir disela mata Mika yang merem meski udah ditimpa pake


lengan.


“ Ikut gue yok, hari ini gue rela bolos demi


lo.”


“ Kemanapun gue pergi gue ngeliat Reca, gue ga


tau ada apa sama gue Rak tapi rasanya hati gue perih banget. Rasanya gue hampir


mati nahannya.” Mika bukanlah orang yang mudah terus terang soal perasaannya,


ini pertama kalinya Mika ngasih tau ke Raka tentang apa yang dia rasain.


“ Sesakit itukah Mik, sampe lo ngomong ke gue?”


Batin Raka saat itu.


“ Bantu gue hapus dia dari ingatan gue Rak.”


“ Mik lo..” Yang tadinya mau marah trus ga


jadi, begitu ngeliat Mika yang udah buka mata dan ngeliatin muka nelangsanya.


SSSSIIIIIIIITTTTTTZZZZZ!


Reca mengerem mobilnya, untung jalanan sepi dan


ga lama lampu merah nyala. Cerita Raka itu mengganggu konsentrasinya


mengendarai mobil, ngebuat Reca harus berenti sebentar untuk menenangkan


dirinya. Satu-persatu ingatan Reca kembali pada kenangan masa kecilnya di


Finlandia, bagaimana Mika yang membantunya saat dia jatuh. Mika yang selalu


bersikap manis padanya selama sekolah bareng di Bhakti, Reca baru sadar bahwa


sejak awal Mika udah nunjukkin perasaannya tapi Reca ga pernah peka.


Sambil mengusap air matanya Reca memacu laju


mobil, saat ini yang ingin dilihatnya hanya satu yaitu cowo manis yang


tiba-tiba menghujaninya rasa kangen. Reca ingin memeluknya, rasanya ingin


mengumumkan pada dunia bahwa hati laki-laki tampan itu miliknya. Dan dia tidak


akan membiarkan orang lain mendekatinya, mulai hari ini hanya dia yang boleh


menyentuhnya bahkan untuk sekedar melihatnya.


“ MIKAAAA.” Reca teriak begitu menemukan Mika


di halaman rumahnya. Untuk beberapa saat Reca hanya berdiri ngeliat Mika yang


tersenyum ke arahnya.


Yah… senyum manis itu tidak pernah Mika berikan


pada orang lain sebelumnya. Wajah itu… adalah wajah yang selalu ada untuknya,


selalu saja melindungi Reca kapanpun itu bahkan saat Reca mengenalkan diri


sebagai orang lain Mika tidak pernah berhenti untuk peduli padanya.


“ Enggak. Diem disitu.” Reca mencegah Mika yang


berniat menghampirinya, dan Mika nurut meski mukanya bingung banget.


“ Biar gue yang menghampiri lo Mik. Biarkan


kali ini gue yang datang ke elo lebih dulu, tapi sebelum itu gue ingin melihat


wajah lo lebih lama. Karena untuk pertama kalinya gue…pengen bilang klo gue… ”


Batin Reca.


Reca berlari secepat mungkin sementara Mika menunggunya

__ADS_1


sambil tersenyum dan dua tangan yang dimasukin kedalam saku celana. Habis lari langsung meluk ga pake ngerem, Mika sampe mundur satu langkah untuk menahannya tapi doi tersenyum. Sumpah seneng banget, entah


kesambet apa si Reca kok tiba-tiba sampe rumah langsung meluk kaya gini.


Sangking senengnya sampe mengelus rambut Reca masih ga berenti senyum. Reca


sendiri mempererat pelukannya sambil terpejam, dia tidak ingin ini berakhir.


“ Lo gila Re?” Reca mengingat sesuatu. Dan baru


sadar apa yang dia lakukan sekarang adalah sikap egois yang bodoh. Sengaja atau


tidak, cintanya hanya akan melukai Mika sekali lagi. Reca buru-buru melepaskan


pelukannya, Mika yang masih ga ngerti ada apa mengangkat kedua alisnya dengan mata


polos yang penuh tanya apa yang sedang terjadi.


“ Maafin gue Mik.” Masih dalem hati, trus


mencium Mika untuk beberapa detik. Mika sempat membalas kecupan itu tapi Reca


justru menyudahinya lalu menatap Mika sedih. Kaya ngerasa telah melakukan hal


yang salah, seolah ciuman ini adalah kesalahan. Mika yang ga terima dan


terlanjur udah gemes, langsung menarik pacarnya untuk kembali mendekat kemudian


menghujani Reca dengan ciuman hingga Reca kesulitan untuk bernapas.


*****


Cahaya matahari pagi menyelinap dari gorden


jendela yang sedikit terbuka, menggelitik mata Mika untuk segera terjaga. Saat


Mika membuka mata, dia langsung menemukan wajah damai yang sedang terpejam terlihat


begitu cantik disebelahnya. Mika bertelanjang dada yang artinya dia tidur ga


pake baju, dan wanita disebelahnya… lengannya menyumbul disela selimut tanpa


kain yang menutupinya. You know lah…


Mika tersenyum karena perasaannya yang


berbunga-bunga, teringat apa yang terjadi tadi malam. Reca yang seolah bermain tarik


ulur tapi pasrah saat tangan Mika membuka kancing bajunya satu persatu. Reca


juga membiarkan Mika berkehendak atas dirinya, membiarkan aktor sekaligus model


itu juga Mika diberikan kepastian bahwa dialah orang pertama menjamah tubuh


cantik ini dan menembus dinding terlarang itu.


Sekali lagi Mika tersenyum, tersipu malu antara


senang dan rasa masih tidak percaya. Reca yang masih tertidur membalik


membelakanginya, Mika memeluknya lalu mengecup bahu Reca. Dia sangat bahagia


banget, sekaligus sangat berterima kasih karena Reca sudah membalas cintanya.


“ Ehmm…” Reca menggeliat, samar-samar membuka


matanya. Dia ga sadar klo Mika lagi merhatiin di sebelahnya lantaran panik soalnya


baru ngeh bangun tidur udah dikamar Mika trus pas meriksa badannya sendiri


dibalik selimut…


“ Haahhh????” Reca hampir kena serangan


jantung.


“ Ya ampun gila lo Re, gilak. Apa yang udah lo


lakuin tadi malam?” Jerit sendiri dalam hati. Langsung duduk buat memeriksa


sekali lagi, benarkah tidak sehelai benangpun menempel di tubuhnya.


“ Liat apa sih Re?” Si bego Mika malah ikutan


liat.


“ AAAAAAAaaaaaa..” Ngagetin aja ne manusia. Kok


malah ikut nengok sih, sumpah Reca malu banget.


“ Apaan sih Re? Aku dah liat semuanya juga tadi


malem pun.” Oke sekarang Reca jadi tambah malu, dia langsung menenggelamkan seluruh


wajahnya dalam selimut. Rasanya ga sanggup ngadepin Mika setelah ini.


“ Ih gemesin banget sih kamu Re.” Mika mengacak


rambut pacarnya lalu mengecup keningnya.

__ADS_1


“ Oke aku bangun duluan ya… hari ini ada


pemotretan Re. Kamu mau temenin aku kan?” Reca ga ngejawab tapi ga juga bilang


enggak. Lalu membanting dirinya ke kasur begitu Mika pergi.


“ Ehhhh…” Mau mati nahan penyesalan, malu trus


bahagia juga campur aduk.


“ Mati lo Re.. mati lo.” Mebanting-banting kakinya kekasur.


*****


Dilokasi Mika tak berhenti tersenyum sendiri


sepanjang pemotretan sampe ditanyain para kru yang penasaran sama rona bahagia


itu.


“ Ada hal baik yang sedang terjadi Mik?” Tanya


make up artisnya.


“ Ah.. huhh…” Ga kuat lagi nahan senyum yang


berujung ketawa.


“ Keliatan banget ya?”


“ Hmm… aku ga pernah liat kau seseneng inih.


Tuh anak-anak sampe nggosip di belakang.” Nunjuk ke kru yang pada bisik-bisik.


Dugaan Reca bener buat nunggu di mobil aja


soalnya akan sangat menarik perhatian, syukurlah Reca ga ikut ke dalem klo ga


kasian jadi bahas pembicaraan orang-orang. Sementara itu Reca yang menunggu


Mika di mobil menatap kertas memo di tanganya yang bertuliskan Putri Kristal.


Reca berniat untuk memberi tahu Mika tentang semuanya tapi satu sisi dia belum


siap karenamungkin saja bisa membahayakan Mika nantinya. Tapi Mika berhak tau


sebagai orang yang sudah menunggunya, Mika harus tau bahwa Reca adalah Putri


Kristal yang ga lain cinta masa kecilnya.


Ngeliat Mika udah keluar dari gedung studio,


Reca pun turun pengenya nyambut Mika gitu dan klo udah berani mau ngasih kertas


memonya biar lebih gampang memulai ceritanya. Mika langsung tersenyum sumringah


ngeliat Reca yang berdiri di samping mobil dan melambai ke arahnya. Tapi saat Reca


sudah beberapa langkah meninggalkan mobil…


STUPHSS!


Sebuah tembakan jarak jauh mengenai


sesuatu, ngebuat Mika maupun Reca terpaku di tempatnya. Mika ngeliat muka Reca


yang sepucat pasih dengan mulut terbuka seperti ingin bicara tapi terhalang


sesuatu.


STUPS!


Tembakan kedua melesat lalu Mika


buru-buru berlari menangkap tubuh Reca sebelum jatuh lemas, tangan Reca yang


memegang kertas memo mengalir darah dan terhempas ke telapak tangan Mika yang


berusaha meraih Reca.


“ RE?” Setengah berteriak.


Mata aktor tampan itu hampir keluar saat


melihat darah ditelapak tangannya yang berasal dari tangan Reca, terlebih


setelah melihat kertas memo Reca berikan disela menahan rasa sakit. Sesaat


waktu terasa berhenti, Mika sulit bernapas karena serangan panik. Seseorang


telah melepaskan peluru ke gadis yang dia cintai dan gadis itu adalah Putri


Kristal, cinta pertamanya.


“ Re…” Mika mengguncang-guncang tubuh


kekasihnya, tapi Reca sudah terpejam dengan darah yang terus mengalir.


*****

__ADS_1


__ADS_2