WINTER GLOW

WINTER GLOW
Dibalik Senyummu yang Baik-baik Saja


__ADS_3

" Uugghhh..." Reca ngebuka matanya yang berat, hari sudah berganti tanpa iya sadari. Beberapa hari ini entah kenapa tubuhnya sangat mudah lelah, mendapatinya matanya yang sulit dibuka secara samar Reca meliat hari sudah berganti dari pagi kemalam bahkan sudah pagi lagi dan begitu seterusnya. Sesekali dia melihat dari sela mata yang hanya mampu dibukanya sedikit karena kantuk yang berat, Mika datang dengan senyum lalu mengecup keningnya setelah itu pun Reca tertidur dengan sangat lama. Kemarin, kemarin-kemarinnya lagi bahkan hari ini juga. Entah sudah berapa hari Reca hanya terbaring di tempat tidurnya, tanpa tau hari berganti dan melewatkan banyak peristiwa yang terjadi.


" Hah.." Kali ini Reca tersentak, bangun langsung terduduk. Tirai kamarnya sudah terbuka memperlihatkan matahari yang sudah tinggi.


" Ah sudah siang dan ini.... kamarnya Mika." Batin Reca seraya melirik jam digital yaang terletak disebelah kiri tempat tidur, menunjukkan tanggal yang sudah jauh dari terakhir Reca mengingat hari.


" Sebenernya udah berapa hari sih gue tertidur dan.... apa ini?" Reca membelalakan matanya lebar-lebar, karena ngedapetin gaun tidur tipis yang provokatif banget menempel di tubuhnya.


" Kapan gue pake ini?" Sumpah ga inget kapan dia kok bisa pake ini.


" Jangan-jangan... HYAAAAAAA" Reca teriak dalam hati. Ini pasti kerjaan Mika pikirnya...


TEK! Pintu kamar kebuka, Mika muncul disana ngebawain sarapan mengenakan kemeja putih dan celana nerwarna coklat muda.


" Kamu udah bangun?" CUP! kecupan mesra mendarat di pipi Reca diakhiri senyum Mika yang manis banget.


" Kapan aku pake baju ini?" Mata sayu Reca menatap Mika buat minta penjelasan, entah kenapa dia keliatan sedih.


" Hmm... " Sekali lagi Mika senyum manis seperti anak anjing, kemudian dia memeluk Reca dan mengelus rambutnya.


" Aku yang gantiin kemaren... kamu ga suka ya? Maaf ya.... habis kemaren kamu kaya nya capek banget jadi aku bantu bersihin badan kamu (dilapin pake handuk basah, baru digantiin baju)" Diakhiri kecupan dibahu Reca.


" Aku ga marah tapi..." Reca ngerasa aneh kenapa ga inget sama sekali kapan Mika mengganti bajunya... selelah itu kah dia? Setelah Reca pikir lagi iya sih selama seminggu jadwalnya padet ga pake jeda dia cuma tidur dua sampe tiga jam aja. Tapi bulan ini Reca udah mengosongkan jadwalnya karena ingin istrahat dan melanjutkan pekerjaannya yang udah lama tertunda, balas dendam.


" Egh?" Pelukan Mika ini terasa aneh, tubuhnya jauh lebih kekar dari yang Reca ingat terus kulitnya agak sedikit gelap meski masih terlihat putih untuk orang lain. Kapan sih terkahir meluk tubuh pacarnya ini secara sadar, kebanyakan Mika yang meluk dia sih dari belakang.


" Berapa hari sih sebenarnya gue tidur? " Ngomong sama dirinya sendiri sebenernya.


" Tiga hari."


" Tiga hari? " Reca coba nginget lagi masak iya ga terbangun selama tiga hari? Samar-samar agak inget klo sesekali Mika menghampiri Reca ke kamar buat ngingetin makan dan iyaaa.... emang ada sih Mika ngelapin badan dia gitu tapi mata Reca berat banget waktu itu, sulit banget buat ngebuka mata.

__ADS_1


" Aucchhh..."


" Kenapa Re? Sakit kepala ya?" Mika beranjak tapi ga lama kembali setelah nyipain air di bathup dan menyesuaikan suhunya. Cowo cakep itu juga langsung ngegendong Reca yang masih sedikit mengantuk dan membawanya ke kamar mandi.


" Suhu nya pas?" Mika nanyain Reca yang udah berendam di bathup sambil ngebantu Reca ngeramasin rambutnya.


" Hmmmm..."


DRRT! DRRT!


Handphone Mika terlihat ada panggilan masuk dalam mode senyap, Mika buru-buru menjawab panggilan itu kemudian berdiri sedikit menjauh dari Reca.


" Mika biasanya ga pernah jawab telpon jauh-jauh dari gue bahkan dari wanita yang ngejar-ngejar dia sekalipun." Ucap Reca dalam hati masih dengan matanya yang terpejam menikmati sabun aroma terapi yang di campur ke air bathup nya.


" Hmm... dimana? Kapan?.... Oke selesaikan dengan cepat. Jangan telpon lagi sampai gue yang ngubungin lo lebih dulu." Ucapan Mika barusan pun didengar Reca denan baik, tapi dia enggan nanya karena mika biasanya akan cerita tanpa harus diminta, mungkin itu hanya hal remeh yang ga penting jadi kayanya Reca ga perlu tau.


ZRASSS!


" Hari ini aku mau tidur sendiri (di kamar Reca)." sumpah muka Reca dingin banget apalagi tatapan matanya yang tajam itu, Mika aja sampe terpaku di tempat sambil nelen ludah.


*****


Kendra memandang keluar jendela sambil berpikir keras, dia sedang mengingat pertemuan terakhirnya dengan Sarah. Rasa penasaran terus mengusiknya kenapa Sarah bisa disana saat itu dan menemukan dirinya, ditanya bagaimanapun gadis itu hanya tersenyum seolah sedang mengajak bermain teka-teki.


Terlebih lagi saat itu....


" Lo lebih penasaran kenapa gue bis adisini ketimbang apa yang mau gue omongin ke lo? Hahahaha.... polos banget sih kamu Ken." Si Kendra yang hanya masih syok cuma melongo aja, ga tau harus bilang apa karena dia ngerasa jadi satu-satu orang yang ga ngerti situasi ini. Apa yang sebenarnya terjadi.


" Lo cinta banget sama Reca, sampe seorang Kendra yang cakep luar biasa ditambah seorang dokter pintar yang lagi Residen dokter Bedah Thorax, udah gitu digadang-gadang bakal jadi Direktur rumah sakit terbesar di ibu kota ini trus kenapa bisa keliatan ga berdaya merindukan perempuan yang bukan siapa-siapa."


" Sar aku lagi ga mood banget, jadi klo kamu kesini hanya pengen ngajak ribut mendingan keluar dari mobil aku sekarang."

__ADS_1


" Hmm..." Sarah tersenyum sinis.


" Gue ga ngajak ribut Ken, tapi gue cuma mau nyadarin lo buat ngebuka mata lo lebar-lebar. Karena lo terlalu sibuk sama perasaan lo itu sampe lo ga ga sadar bahaya apa yang udah lo dekatin."


" Apa?"


" Gue kasih tau ya. Pertama, lo ga perlu nyariin Reca lagi ga pedulibetapa bucinnya lo sama dia. Klo udah saat tiba dia akan datang sendiri nemuin lo karena dia bakal butuh lo. Kedua, please terakhir kali gue ingetin untuk bekerja sama dengan hubungan bisnis kita so.... suka ato ga perlihatkan aja klo kita sepasangkejasih yang harmonis kaya gue yang sekarang yang mengubah kecerobahan lo jadi hal romantis di mata suruhan bokap lo sama bokap gue." Sarah menunjukkan ke beberapa titik yang saat Kendra lihat memang ada orang yang sedang mengawasi mereka.


" Dan ketiga gue ingetin sama lo untuk berhenti sukak sama Reca sebelum cinta lo makin besar karena sekalipun Reca balas cinta lo, lo hanya akan prustasi karena akhirnya kenyataannya lo ga bisa bersama sama Reca." Kendra mencengkaram tangan Sarah dengan kuat, denger Sarah bilang kaya gitu dia jadi sangat marah.


" Heh... Lo ga tau siapa bokap lo?" Dengan kasar juga Sarah berusaha lepas dari cengkraman Kendra tapi tetep ngejaga gimana caranya ga keliatan klo mereka sedang bertengkar, karena ada mata yang mengawasi mereka.


TAK! Sarah menekan Safetybelt nya Kendra hingga terlepas lalu menarik erah cowok tampan itu untuk mendekat ke arahnya kemudi berbisik.


" Harus berapa kali gue bilang ke lo klo kita harus ngeliatin hubungan kekasih yang harmonis." Detik berikutnya tanpa aba-aba Sarah mencium bibir Kendra dan karena terkejut trus inget juga perkataan soal kekasih harmonis Kendra ngebiarin Sarah berbuat sesukanya. Bahkan meski gugup Kendra membiarkan gadis cantik membuka beberapa kancing kemejanya.


" Sar.." mau ngomong tapi Sarahnya nyosor muluk.


" He hmm..." Sarah sentum, ngeliat muka Kendra yang nggemesin sebenarnya karena sikap salah tingkahnya.


" Oke.. kaya nya ini cukup." Simata-mata pasti senengkan dapet motret adegan barusan. Kendra masih melongo karena ngerasa baru aja diperkosa.


" Pikirkan baik-baik tiga hal yang gue bilang barusan ya nanti kita ketemu lagi." Ucap Sarah sambil nerapiin penampilannya.


" Gue pergi dulua ya...." Diakhiri senyum manis yang bikin jantung Kendra detik itu...DEG! Ga tau kenapa.


" Huuuhhh... " Kendra menghela napas setelah ingat kejadian itu....


" Sebenarnya apa yang sedangterjadi dan gue ga tau?"


*****

__ADS_1


__ADS_2