WINTER GLOW

WINTER GLOW
Poker Face


__ADS_3

Reca yang udah keluar dari toilet langsung mendekati salah satu Waiters yang baru saja menjatuhkan gelas yang di bawanya. Reca membantu memungut gelas itu tapi tangan sambil bertukar barang dengan si pelayan, ituloh kertas kecil yang dikeluarin dari tas tadi pas di toilet. Kemudian mereka berdiri saling mengucapkan terimakasih lalu pergi seolah tidak saling kenal.


Reca kembali bergabung dengan teman-temannya, wajah nya kembali tersenyum hangat seolah dia memang orang yang ramah. Bahkan yang lebih parahya Reca ngebiarin pasangan kencannya meegang pahanya yang terbalut gaun itu. Padahal klo Mika pegang tangannya aja dia bisa langsung ngebacok agaknya.


Sementara itu Esa udah balik, dan langsung menghampiri Mika. Pikirannya kacau, dia ga ingin lebih lama berada disini. Esa takut klo Mika menyadarinya, bahwa cewe yang menggantikannya di adegan laga itu adalah Reca dan sekarang gadis itu ada disini.


" Mika, kita pulang yuk. Capek banget kayanya, pulak yuk." Mika yang awalnya termenung langsung melihat muka Esa sebentar. Lalu mengiyakan ga pake lama. Kebetulan lah doi pun mau ngelakuin sesuatu juga soalnya.


" Okee kamu tunggu di mobil ya aku bayar dulu."


" Emmm... ga Mik, bareng aja. Hmmm " Esa senyum kepkasa, dia mau memastikan Mika pulang dengan segera.


" Oke."


Ga pake lama dari bayar langsung menuju mobil terus cabut pulang. Tanpa sadar selama diperjalanan keduanya membisu karena sibuk dengan pikiran masig-masing. Dan tanpa sadar juga Esa tidak membuat keduanya menjauh malah semakin mendekat. Karena begitu selesai nagnterin Esa, Mika balik lagi ke Cafe yang tadi, ternyata pas banget Reca baru aja keluar dengan rombongannya dan masuk kedua mobil yang berbeda sesuai couple nya. Cuman yang anehnya Reca justru duduk dikursi kemudi, trus cowoknya malah duduk disebelahnya. Biasakan klo berpasangan apalagi date, pasti cowo kan yang nyetir mobilnya.


Begitu masuk mobil sicowo yang semobil bareng Reca memulai lagi bersikap intim, dia bahkan terlihat akan mencium bibir Reca. Itu berakibat sama mIka yang masih ngawasin dari jauh, entah berapakali dia tarik napas atau meremas setir mobil karena ngerasa ga nyaman banget dengan pemandangan itu. Entah cemburu ato apa tapi sumbah kepala sama dada panas banget rasa kebakar.


" Kemana lagi kita." Si cowo mulai pegang-pegang pipi dan paha Reca

__ADS_1


" Pokoknya ke tempat yang asik, romantis cuma ada aku sama kamu aja." Ucap Reca sambil tersenyum manja seraya memilin, sumpah dah mirip pecun heee.


Meski ga denger apa yang dibicarakan, tapi Mika cukup mengerti dari ekspresi mereka yang udah mulai mengarah ke hal ehem-ehem. Buat MIka pengem lompar dari mobil harus tahan sabar buat ngikutin. Dan bener aja, mereka muali bergerak untuk berciuman, yang bikin Mika makin nelangsa Recanya itu loh pun pasrah aja.


Tapi diluar dugaan ne, ga lama dari cowo itu mengecup bibir Reca, doi langsung pingsan gitu lalu Reca mendolaknya dengan kasar lantaran ampir aja ketiban gaes. Mika melongo parah karena syok hebat, trus di aliat juga gimana reca melepaskan sesuatu dari bibirnya kaya kulit tiruan gituh yang tipis banget dan membuangnya begitu aja. Kayanya tuh bibir yang nyebabkan si cowo gatelnya pingsan. Selanjutnya Reca langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


*****


Setelah inguktin sekitar 30 menitan, Mika nyampe di dekat rumah besar super mewah. Reca masuk ke dalam rumah itu dan langsung di sambut sama beberapa orang pelayan berseragam, itu cukup menjelaskan bahwa


mereka bekerja dengan orang berkelas. Situasi ini agak buat Mika salah tingkah soalnya klo udah di dalem kan doi ga bisa ngeliat apa yang bakalan terjadi, masuk juga ga mungkin kan. Akhirnya Mika mutusin buat nunggu aja meski harus berkutat dengan sejuta pertanyaan di dalam pikirannya.


Reca menemukan dua titik CCTV di kamar itu, lalu Reca mengitari kamar seolah sedang melihat-lihat atau sesekali berpura-pura merapikan barang sambilm memeriksa hal yang mencurigakan. beberapa fornitur yang terlihat mencurigakan karena memiliki lobang kecil seperti tempat meletakan kamera tersembunyi.


keluar dari kamar dan berlagat seperti tuan rumah. Langsung menuju ke mini bar yang ga jauh dari kamar itu, Reca mengambil sekaleng minuman soda lalu meneguknya perlahan sembari mengawasi sekitar. Matanya menangkap beberapa pintu keluar, sudut ruangan atau celah yang bisa digunakan untuk sembunyi, lalu merasa semua yang dibutuhkannya udah cukup bibir mungilny apun tersenyum puas.


Jadi ceritanya tuh udah sebulan ini Reca mendekati Evan Jen, anak sulung Jen Kusniar yang menjabat sebagai Mentri Pendidikan saat ini. Evan terkenal sebagai sosok playboy yang suka gonta ganti cewe dan ga jarang


cewe-cewe itu ditidurin trus di tinggal. Dan karena sikap genit inilah yang ngebuat Reca gampang banget ngedeketinnya. Bukan kekayaan yang Reca incar dari Evan atau berharap jadi menantunya mentri, Reca hanya ingin memeriksa sesuatu di rumah megah ini.

__ADS_1


Diawali dengan masuk ke kamar mandi yang sudah Reca tentukan sebelumnya, dirasa paling dekat dengan ruangan yang ingin ia tuju. Selain itu karena kamar mandi adalah satu-satunya rungan yang tidak mempunyai CCTV.


Setelah memakai sarungan tangan hitam dari tasnya, Reca memanjat dan masuk ke saluran udara lalu merangkak ke arah sebuah ruangan kerja, masih dengan gaun seksi yang sejak tadi dipakainya. Sebelum melompat turun, dengan terampil Reca menembak dua CCTV di ruangan itu dengan pistol khusus yang tidak menghasilkan suara. Setelah CCTV mati Reca turun lalu mengutip peluru khusus yang dia gunakan menembak tadi agar tidak meninggalkan jejak. Peluru tersebut akan membuat konselting listrik pada CCTV saat ditembakan, sehingga CCTV pecak dan mati.


Secepat mungkin Reca menggeledah semua laci dan lemari yang dia temukan bahkan setiap forniture, brharap dia menemukan sesuatu. Nyarinya rapi banget dengan mengembalikan semua barang sesuai posisinya karena jika bergeser akan menimbulkan kecurigaan. Muka Reca berubah kesal, udah nyari sana sini tapi ga nemuin apapun. Tapi saat akan pergi kakinya menginjak lantai yang terasa seperti ubinnya terbuka. Lantai itu tertutup karpet berwarna merah yang dibentah tepat dibawah meja kerja. Saat akan memeriksanya Reca mendengar langkah orang datang. Ya wajar sih, waktu Reca ga banyak karena keamanan akan segera memeriksa CCTV yang tiba-tiba mati dan hal itu sudah Reca prediksi. Segera Reca menghilang kan jejaknya dan kembali kekamar mandi yang tadi, ga lupa dia melepas sarung tangan dan segera merapikan diri. Mengeringkat keringat karena siapapun akan curiga ngeliat keringatnya yang habis manjat tadi secara rumah full AC ginih. Ga lucu kan?


“ Ah... bik, ada apa?” Reca mencegat salah satu pelayan lalu bertanya seolah ga tau apa-apa, sambil menggali informasi yang mungkin berguna.


“ Ah ga ada apa-apa nona, hanya permeriksaan rutin keamanan.” Pelayan itu lalu pamit pergi.


Reca mengamati pelayan itu sambil menyadar kedinding dengan tangan terlipat di depan dada dan kaki menyilang.


“ luar biasa, pelayannya bahkan dilatih untuk tidak memberitahu apapun.” Batin Reca


Ga lama Reca keluar dari rumah itu, tampak dia pamit dengan kepala pelayan di depan pagar. Mika terus mengamatinya. Ga lama sebuah taksi datang dan Reca menaikinya, Mika kembali mengikuti gadis itu dan akhirnya melihat Reca pulang ke rumahnya.


“ Ouucchh...” Mika menghela napas berat, sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya. Pikiran sesal muncul dalam benaknya, dia tidak tau kenapa dia melakukan hal ini. Setelah hari yang panjang ini Mika hanya mendapatkan tubuh lelah tanpa mendapat jawaban apapun.


*****

__ADS_1


__ADS_2