Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Bertemu Keluarga


__ADS_3

Viona tersenyum pada Brian , dia kemudian membawa Viona kehadapan para Dokter, untuk mencari tahu siapa Dokter yang berani meragukan anaknya.


" Siapa kepala Rumah sakit diantara kalian !?" Tanya Viona ketus.


Reynaldi dengan Keringat dingin bercucuran di dahinya maju " Sa..ya kepala Rumah Sakit disini Nyonya Axel " jawab Renaldi gugup.


" Jadi ... berapa biaya ruangan VIP disini 10 juta , 50 juta atau 100 juta ?" ucap Viona datar tapi ekspresinya menunjukan ketidak ramahan.


' glek ' Reynaldi menelan ludah , pasalnya jika berhadapan dengan keluarga Axel , uang hanyalah angka bagi mereka , semua orang di Indonesia juga tahu akan hal itu.


Dokter yang tidak mengijinkan Zan liang memakai kamar VIP ,tubuhnya bergetar hebat , dia tidak menyangka jika tindakannya akan membuat malapetaka.


" Nyo..nya A..xel , se..pertinya ada kesalah pahaman disini " Reynaldi mencoba bernegosiasi walau dia sangat gugup.


Viona mendengus " salah paham ? , padahal Anaku sendiri yang meminta Ruang Vip dan kamu bilang salah paham ?"


Reynaldi tidak tahu harus tertawa atau menangis , pasalnya dia tidak tahu jika akan ada anak Axel yang akan ke Rumah sakit tersebut.


Viona menoleh kearah Alicia " Sayang , siapa orang yang melarangmu memindahkan Zan liang keruang VIP ?, apa ada diantara mereka ?"


Alicia menatap semua Dokter yang berada di depan pintu tersebut , mata dia tertuju pada seorang Dokter muda di samping Reynaldi " Dia orangnya Mom !" Alicia menunjuk Dokter tersebut.


Seketika semua mata tertuju pada Dokter tersebut , Reynaldi juga menatapnya dengan marah .


Dokter muda langsung berslutut di lantai " Nyo..nya A..xel, saya tidak tahu jika dia anak anda .."


" Diam !!!!" Viona membentak dokter tersebut, suaranya sangat keras ,membuat Reynaldi dan Dokter lain langsung menciut.


Brian dan yang lain juga menoleh kearah Viona , karena mereka juga baru melihat Viona sangat marah.


" Pindahkan anakku ke ruang Vip sekarang !!" Viona melempar Black Card kehadapan Dokter muda yang sedang berlutut.


Reynaldi bergegas berlutut " Nyonya Axel maafkan kami , kami janji akan memberi perawatan terbaik untuk anak anda , anda tidak perlu mengeluarkan biaya " Reynaldi menyerahkan Black Card pada Viona.

__ADS_1


Viona makin marah " Kamu kira aku orang miskin ,yang bisa kalian tindas semaunya !, Asal kalian tahu tindakan kalian itu lebih buruk dari hewan ,kalian mementingkan status orang tanpa peduli dengan keadaan mereka !!" Ucap Viona tegas.


Alicia yang baru melihat ibunya marah juga ketakutan , karena semenjak kecil dia tidak pernah melihat ibunya marah - marah seperti itu.


Brian menggelengkan kepalanya melihat Viona seperti itu , pasalnya dia yang menyuruh agar Dirinya tidak marah tapi Viona sendiri yang malah marah - marah.


Reynaldi semakin tidak berdaya , dia hanya bisa menundukan kepala tanpa bicara sepatah katapun , karena jika dia bicara takutnya akan salah lagi.


Viona menghampiri Brian " Sayang , Beli rumah sakit ini , jadikan Rumah sakit ini tempat pengibatan gratis dan Pecat hewan - hewan itu !!" Ucap Viona sinis sambil menunjuk para Dokter yang ada didepan pintu ruangan tersebut.


Reynaldi buka suara " Tuan Axel , Nyonya Axel ,beri kami kesempatan ,kami janji tidak akan pilih kasih lagi pada pasien " Ucap Reynaldi serius.


Reynaldi tahu jika Brian sudah berkata ,maka mereka sudah tidak memiliki kesempatan untuk berbicara lagi .


jika mereka sampai di pecat oleh Axel Brian otomatis nama mereka akan berada didaftar hitam semua Rumah sakit dan tidak akan ada yang mau mempekerjakan mereka.


Untuk itulah mereka akan melakukan segala cara agar Brian memaafkan mereka semua .


Zan liang tersenyum melihat Wanita yang dicintainya , dia hanya mengangguk pelan.


Brian meminta Sindi untuk mendekat ke Zan liang " Zan , Maafkan Ayah " ucap Brian sambil menitihkan air matanya.


Zan liang menatap kearah suara ,dia terkejut melihat pria paruh baya yang sedang duduk dikursi roda , Zan liang tidak bisa berkata - kata.


" Ayah tahu jika kamu masih marah sama Ayah, tolong beri Ayah kesempatan satu kali lagi Zan " Brian berkata dengan tulus.


Zan liang masih diam , sementara itu Alicia membentak para dokter " Kenapa kalian masih diam !?, cepat periksa keadaan kakak !, dasar Dokter aneh !"


" Ba..Baik Nona !" Reynaldi langsung bangkit , dia memeriksa Zan liang.


" Tu..Tuan Zan , setelah sarapan anda minum obat i..." Saat Reynaldi akan memberikan obat yang ada di laci ,dia terkejut ,karena obat yang berada disitu obat menengah , dia berkeringat dingin sambil menatap Dokter muda.


" Obat yang mana Dok ?, biar saya yang membantu meminumkan obatnya " tanya Riska pada Reynaldi.

__ADS_1


Reynaldi buru - buru meremas obat yang ada di laci , dan memasukannya ke saku jasnya " Ah Nanti saya kasih resepnya pada perawat , anti dia yang akan membawakan obatnya " ucap Reynaldi mencoba untuk tetap tenang.


Riska mengangguk mengerti , Brian menatap Reynaldi dengan dingin " Apa kamu pikir aku bodoh ? "


' glek ' Reynaldi menelan ludah , dia bertanya - tanya dalam hati " Kenapa ini semua harus terjadi padaku tuhan !?" Wajah Reynaldi berubah menjadi jelek.


" Tu..an A..xel ,kami janji akan memberi pelayan terbaik untuk Tuan Zan dan pasien yang lain , mulai hari ini kami tidak akan pilih - pilih pasien lagi , saya harap Tuan Axel mau memaafkan kecerobohan kami " Reynaldi membungkuk hormat.


Menurutnya sudah tidak ada lagi kata - kata yang pas untuk berbicara dengan Axel Brian ,karena jikapun dia berbicara panjang lebar semuanya sudah salah dimata Brian , jadi dia hanya bisa berharap dengan bicara apa adanya agar mendapatkan maaf dari Brian.


Brian menghela napas " Aku akan memaafkan kalian , dengan syarat jika kejadian ini terulang lagi maka aku akan membuat kalian semua menyesal seumur hidup kalian !"


Reynaldi langsung membungkuk hormat " Terima kasih Tuan Axel , kami pasti akan berusaha lebih baik lagi " ucap Reynaldi bersemangat.


" Sudah pergi sana , Siapkan Ruangan Vip untuk anakku !" ucap Viona ketus.


" Tentu ,Nyonya Axel !" Reynaldi langsung pergi, diikuti Dokter yang lain.


Viona menghampiri Zan liang , dia menarik kursi dan duduk disamping kiri Zan liang " Sayang , kamu pulang bersama kami yah ?, kasihan Ayah , dia selalu memikirkan keadanmu sampai dia sakit loh "


Zan liang tidak berbicara , dia hanya menatap Brian dengan penuh pertanyaan ,Brian yang sadar akan hal tersebut tersenyum " Ayah tahu jika kamu punya banyak pertanyaan untuk Ayah , Ayah akan memberitahu sesuatu padamu siapa dibalik penyerangan pulau Senkuku jika kamu mau pulang bersama Ayah nanti !"


Zan liang menatap Riska " Jadi kamu juga sudah tahu siapa aku ?"tanya Zan liang pada Riska.


Riska mengangguk " Aku tahu kamu baru beberapa hari ini setelah bertemu dengan Alicia " jawab Riska jujur.


" Sudahlah kakak, jadi Cowo itu jangan manja , kakak pulang ikut kami oke !" Rayan yang dari tadi diam diluar ruangan ,dia masuk sambil berkata seperti orang bijak.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2