Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Zan liang dalam Bahaya


__ADS_3

Ke esokan harinya Riska seperti biasa datang ke kampus , tapi kali ini dia terlihat gugup , pasalnya dia sudah tahu identitas Zan liang.


Riska menunggu Zan liang di gerbang Universitas , Tak berselang lama sebuah mobil Roll's Royce berhenti di depan gerbang.


Semua mahiswa dan Mahasiswi yang melihat mobil tersebut jelas saja penasaran dengan siapa pemiliknya , karena di Indonesia sangat jarang orang yang memiliki mobil Roll's Royce.


Terlihat Alicia keluar dari mobil , Riska terkejut saat melihat Alicia keluar dari mobil tersebut , dia tidak tahu jika Alicia anak orang kaya.


Alicia menghampiri Riska yang sedang terbengong menatapnya " Hei.. kamu kenapa ?"


Riska tersadar " Eh.. Pagi Alicia " Riska tersenyum kecut.


Alicia tersenyum " pagi juga , sepertinya wajah kamu hari ini sangat cerah ?"


Riska tersipu " Benarkah ? "


Alicia menganggukan kepalanya , sebenarnya Alicia sudah tahu jika Riska pasti sangat senang karena perjodohannya di batalkan , jadi pasti dia akan lebih agresive lagi pada Kakaknya demi mendapatkan cintanya.


Alicia juga ikut senang ,karena dengan begitu dia sedikit membuka peluang kakaknya agar meraih kebahagiannya sendiri.


Tak berselang lama saat mereka berdua sedang mengobrol , Zan liang memasuki gerbang Universitas dengan Motor Legenda bututnya.


Alicia menyenggol Riska dengan sikunya " Tuh.. pangeran kamu datang " goda Alicia pada Riska.


" Ih.. apa sih Lic .." Riska terlihat malu - malu kucing.


Alicia tersenyum melihat Riska yang salah tingkah saat melihat Zan liang , mereka berdua kemudian menghampiri Zan liang di parkiran.


" Pagi Zan .." Ucap Riska lembut.


Zan liang membuka Helmnya , dia kemudian menoleh kearah Alicia dan Riska " Pagi " jawab Xan liang datar.


Zan liang berjalan meninggalkan mereka berdua , Riska menggembungkan pipinya karena di curki Zan liang. Sementara Alicia menghela napas , Karena Zan liang seperti kulkas , dia berbicara tanpa ekspresi.


Riska mempercepat langkah kakinya agar bisa sejajar dengan Zan liang , Alicia hanya melihat dsri belakang tanpa berniat mengejar mereka berdua , pasalnya dia tidak ingin mengganggu hubungan keduanya.


" Raizan tunggu !" Riska menegur Zan liang.


Walaupun Riska sudah mengetahui identitas Zan liang , tapi dia juga ingat jika dia harus tetap seperti biasanya saat bersama Zan liang.


Zan Liang memperlambat langkahnya " Ada apa ?" tanya Zan liang tanpa menoleh.

__ADS_1


" Nanti malam kamu mau makan malam bersamaku tidak ?" tanya Riska malu - malu.


Zan liang berhenti melangkah , Riska juga melakukan hal yang sama , Zan liang menatap Riska dengan tajam " Apa kamu ingin aku di bunuh ayahmu ?" ucap Zan liang sinis.


Riska menggeleng " Tidak ..."


Zan liang tidak menunggu Riska berbicara dia kembali melangkah , Riska berteriak " perjodohanku sudah di batalkan , Ayah sudah menyadari kesalahannya " ucap Riska sedikit keras.


Zan liang berhenti sebentar , dia kemudian berjalan lagi sambil menjawab " Aku kerja malam ini , Besok Malam kalau mau !" jawab Zan liang sambil berlalu meninggalkan Riska.


Mendengar jawaban Zan Linag Riska berjingkrak kegirangan " Baik Besok !, jangan lupa !" ucap Riska bersemangat.


Zan liang tersenyum sambil berjalan , entah kenapa perasaannya sangat hangat saat ini , padahal hanya mendengar perjodohan Riska di batalkan.


Zan liang terus memikirkan ucapan Riska sepanjang jalan , dia terngiang - ngiang kalimat yang menyejukan hatinya.


Riska yang masih terdiam di tempat di berteriak ,di kagetkan oleh Alicia " Cie... yang lagi seneng karena akan makan malam dengan do'i " Alicia menaik turunkan Alisnya.


Riska tersipu malu , Wajahnya merah merona " Apa sih .., oh ya ngomong - ngomong darimana kamu tahu jika aku suka Zan liang ?" tanya Riska penasaran.


Alicia tersenyum " Karena kamu akan menjadi kakakku , Mari kita berkenalan lagi , Alicia Axel Putri Axel Brian dari Momy Viona " Alicia mengulurkan tangannya.


Tubuh Riska bergetar , bukannya mencabat uluran tangan Alicia , Riska malah membungkuk hormat " No..Nona Alicia , Ma..af saya tidak mengenali anda " ucap Alicia gugup.


Alicia menghela napas , dia menarik tangan Riska dan menjabatnya " jangan terlalu formal oke , kita akan menjadi Saudari , jadi kita jalani seperti biasanya , dan panggil aku Alice , kakak Riska " Alicia menggoda Riska.


Riska tidak tahu harus tertawa atau menangis , baru semalam dia dikejutkan identitas Zan liang , sekarang adiknya berada di hadapannya , bukankah dua kejadian tersebut membuat Riska menjadi salah tingkah.


" Tapi No..." Riska belum selesai bicara ,Alice memotongnya " Ayolah.. panggil aku seperti biasanya , aku tidak mau jika kakak Zan tahu nanti dia malah menjauhi aku " Alicia terlihat sedih.


" Ba..baiklah A..lice " Ucap Riska tidak berdaya.


Alicia tersenyum " Nah .. gitukan enak "


Mereka berdua kemudian memasuki kampus dengan saling bercerita satu sama lain, dengan Alicia membuka identitasnya pada Riska, dia berharap agar bisa lebih tahu semua tentang Zan liang.


***


Jam kuliah berakhir , Zan liang buru - buru pulang ,karena jam sudah menunjukan pukul 15.30 ,dia harus bergegas pasalnya dia masuk kerja pukul 16.00.


Dia mengendarai motor bututnya dengan kecepatan penuh , walaupun Masih tergolong lambat jika dibandingkan dengan motor jaman sekarang.

__ADS_1


Saat di jalanan kosong , motor Zan liang tiba - tiba di hadang oleh Mobil yang membuat Zan liang mengerem mendadak dan terjatuh " braaakkk !!" Zan lian dan Motornya tersungkur di aspal.


" Adu..du..duh.." Zan liang merintih kesakitan.


Empat orang keluar dari mobil menghampiri Zan liang yang sedang meringis kesakitan.


Salah satu orang tersebut menarik kerah Zan liang " Jadi pecundang sepertimu yang membuat ayah Riska membatalkan perjodohannya dengan saudaraku ! " ucap Pria yang bertato di leher.


Zan Liang menatap pria tersebut , dia mengerutkan keningnya " Apa maksudmu ?!"


" Alah .. kamu pura - pura bodoh , hajar saja bos !!" teriak teman pria bertato dileher.


Pria tersebut meluncurkan bogemnya pada Zan liang , tapi Zan liang menangkapnya " Kamu pikir aku orang yang mudah di tindas !"


Zan liang langsung menendang perut pria bertato di leher " Buuggg !!"


Pria tersebut melepaskan cengkramannya dan memegangi perutnya.


" Kenapa kalian diam saja , hajar dia !!!" Pria bertato meraung.


Anak buah pria tersebut langsung maju serentak untuk menghajar Zan liang.


Zan liang masih bisa mempertahankan diri , pasalnya dia mempelajari ilmu beladiri turun temurun dari kakeknya.


Tapi karena tangan kiri Zan liang terluka akibat jatuh dari motornya , beberapa pukulan mengenainya .


Zan liang di tendang dan tersungkur di aspal , Pria bertato menghampiri Zan liang dengan membawa pemukul Bisbol yang sudah di siapkan.


" Inilah akibatnya karena kamu berani menantang keluarga Yong kami !!" ucap pria bertato ketus.


Dia menghampiri Zan liang dan mengayunkan pemukul Bisbol , karena Zan liang sudah terluka dia hanya bisa memejamkan matanya saat pemukul Bisbol meluncur di atas kepalanya.


" Wuuuzzzzz !!!"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2