Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Perhatian Krisna


__ADS_3

Ratih langsung duduk disamping Sherli " Sayang, kalau bisa atur pertemuan untuk kita ..."


Ratih belum selesai bicara, Sherli berdiri dan memarahinya " Ibu !, aku baru kenal Zan liang beberapa hari !, bisa tidak sih buang ego kalian terlebih dahulu, jika bukan karena kalian juga mungkin aku sudah bepacaran dengan Zan liang !" Sherli langsung pergi meninggalkan orang tuanya.


Wirad menegur Sherli " Sherli berhenti !, kami belum selesai bicara !"


Tapi Sherli tidak menghiraukannya, dia berlari masuk kedalam kamarnya, Sherli kecewa dengan orang tuanya, karena mereka terlalu memikirkan reputasi tanpa memikirkan perasaannya.


Sherli menangis didalam kamar, sementara pak Santo yang melihat hal itu langsung pamit undur diri, pasalnya dia tidak ingin terlibat dengan masalah keluarga majikannya.


Berbeda dengan orang tua Riska yang tidak berani menghadap langsung Brian, karena menyadari telah melakukan kesalahan.


Orang tua Sherli justru tidak tahu malu, mereka merasa jika kesempatan tersebut sangat bagus untuk menjalin hubungan dengan Brian, mereka tidak memikirkan resiko kedepannya.


Harta memang kadang membuat orang buta, mereka selalu mendewakan Harta, tapi tidak sadar jika ada perasaan yang di buat terluka.


***


Di kediaman Brian, anak - anak Brian sudah pulang dsri aktivitasnya, mereka semua langsung ke kamar Zan liang untuk menjenguknya.


Di antara mereka semua, Krisnalah yang paling memanjakan Zan liang, sifat usilnya dia buang jauh - jauh demi merawat Zan liang.


Krisna sadar jika Zan liang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Mindi yang notabenya adik kandungnya, jadi dia berharap bisa membalas kebaikan Zan liang.


Walaupun Krisna tidak pernah menganggap mereka semua adik tiri, tapi Krisna sangat tersentuh dengan pebuatan Zan liang.


" Zan, minum obat dulu " ucap Krisna sambil membawa segelas air putih dan obat ditangannya.

__ADS_1


Zan liang mengangguk lirih, dia mencoba menyenderkan tubuhnya diranjang, Krisna yang melihat Zan lian sedikit menggertakan gigi, dia berinisiatif menaruh obat dan Air di laci terlebih dahulu dan membantu Zan liang.


" Terimakasih Kak " ucap Zan liang setelah berhasil bersender.


Krisna menghela napas " Kamu ini seperti sama siapa saja, lain kali jangan ragu minta tolong dengan kami, jangan memikul beban sendirian, kamu punya kami di sisimu !" Krisna menyerahkan Obat dan Air dalam gelas pada Zan liang.


Zan liang mengangguk lirih, Axelin dan aditya menghampiri Zan liang " Kakak Zan, ini haduah buat kakak dari kami " Axelin memberikan sebuah kotak kado pada Zan liang, setelah dia meminum obatnya.


" Apa ini Xelin ?" tanya Zan liang pada Axelin.


" Buka saja kak, itu hadiah dari kami " Axelin tersenyum manis.


Zan liang membuka kado tersebut, ternyata isinya sebuah ponsel " Iphone 13 !, ini...?" Zan liang menatap Axelin.


" Kata Mindi, Ponsel kakak sudah rusak, jadi kami membelikan itu untuk Kakak, Nomor kami semua juga sudah ada disitu, kakak jangan sungkan jika butuh bantuan kami " ucap Axelin lembut.


Alicia menjawab " Kakak tidak usah khawatir, Riska sudah tahu nomor itu, jadi kakak tidak usah ragu untuk menghubunginya "


" Sudah ambil saja, adik - adikmu tulus memberikan itu untukmu " Ucap Krisna lembut.


Zan liang mengangguk, dia menyalakan ponsel tersebut, sebenarnya Zan liang sangat senang punya ponsel baru, karena ponsel j2 primenya sangat lelet, apalagi layarnya sudah retak - retak tidak karuan seperti ponsel Otor 😭😭


Tapi Zan liang tetap menggunakannya, karena memang dia tidak punya yang lainnya lagi, Walaupun dia sudah di beri Kartu Bank, sampai sekarang Zan liang belum menggunakan uang didalamnya sepeserpun, Seperti Otor lagi yang belum mendapatkan bayaran sepeserpun.


Setelah Jam 8 malam, Krisna mengusir semua adik - adiknya agar tidak mengganggu Zan liang yang akan istirahat, Mereka semua patuh dengan perintah Krisna dan langsung meninggalkan kamar Zan liang.


Saat Krisna akan pergi dia mengatakan sesuatu " Zan, terimakasih banyak karena telah menyelamatkan Mindi !" Setelah mengatakan itu, Krisna juga meninggalkan kamar Zan liang.

__ADS_1


Zan liang hanya bisa menghela napas, pasalnya dia sudah mengatakan jika tidak perlu berterimakasih terus, tapi mereka semua bergiliran mengatakan itu terus.


Zan liang menatap langit - langit " Bu..., apa yang aku lakukan sudah benar ?, andai saja Ibu masih hidup, pasti hidup Zan tidak akan seperti ini " Zan liang bermonolog Sendu.


Ke esokan harinya, Krisna kembali menemani Zan liang makan dan minum obat terlebih dahulu, sebelum dia berangkat kerja.


Krisna tidak ingin melewatkan melihat Zan liang meminum obat, karena dia ingin Zan liang lekas sembuh, karena ada sesuatu yang ingin dia tunjukan pada Zan liang.


Sindi tersenyum melihat Krisna yang baru keluar dari kamar Zan liang " Sudah mau berangkat Kris ?" tanya Sindi lembut.


" Iya Bu, Mindi mana Bu ? "


" dia sudah menunggu kamu di teras, sekarang dia lebih pendiam dari biasanya, Ibu sedikit khawatir padanya Kris " Sindi berkata dengan Sendu.


Krisna tersenyum " Ibu tenang saja, nanti dia juga balik lagi seperti dulu, mungkin dia masih sedikit trauma "


Sindi menghela napas " Ibu harap juga begitu "


" Ya sudah Bu, Krisna berangkat dulu !" Krisna mencium tangan Sindi dan bergegas keluar, pasalnya adik dan istrinya sudah menunggu dia di luar untuk berangkat bersama.


Sementara itu Zan liang di kamarnya, sedang memikirkan banyak hal, dia memikirkan Kuliahnya yang mungkin sudah tertinggal jauh.


Dia juga memikirkan Riska, karena beberapa hari ini dia tidak menemuinya, ada sedikit rasa kangen yang menjalar dalam hati Zan liang, entah sejak kapan Zan liang merasa ada yang kurang jika belum bertemu Riska.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2