
Zan liang bergegas ke Vila ayahnya , karena dua tidak mau mengambil resiko jika Mobil Van tersebut kembali mengejarnya.
Benar saja saat dia sampai di perempatan jalan ,yang sepi dengan pengendara ,Mobil Van tiba - tiba sudah menghadang mereka dari depan.
Sontak saja Zan liang langsung mengerem mendadak , Motornya langsung berhenti.
Mindi yang tadinya sudah sedikit tenang , tumbuhnya kembali bergetar , dia meremas baju Zan liang dengan keras.
Zan liang menepuk Mindi " Turun Min... Jika ada kesempatan kamu lari , Kakak akan mengulur waktu untuk kamu " ucap Zan liang penuh tekad.
" Tapi Kak ..?" Mindi terlihat mau meneteskan air matanya.
Zan liang tersenyum kearah Mindi " Percaya sama kakak , kakak pasti bisa mengalahkan mereka !"
Mindi mengangguk mengerti , Mereka berdua turun dari Motor , Mindi berdiri di belakang Zan liang.
Lima pria berpenutup Wajah turun dari mobil , merrka menghampiri Zan liang dan Mindi.
" Anak muda !, Serahkan wanita itu , maka kami akan melepaskanmu !" ucap Boss mereka ketus.
Zan liang tersenyum " kenapa aku harus percaya pada kalian ?" ucap Zan liang masih tenang.
Zan liang percaya jika dia bisa bertarung melawan mereka berlima sekaligus , walaupun akan sulit ,tapi Zan liang yakin bisa menang.
" Aku beri kamu kesempatan sekali lagi !, Cepat serahkan wanita itu !"
" Jangan harap aku bakal menuruti perintah kalian !!" Zan liang menyuruh Mindi mundur .
Mindi mengerti , dia mundur beberapa langkah untuk memberikan ruang pada Zan liang " Kakak ,hati - hati !"
Zan liang menganggukan kepalanya " Bersiaplah berlari Min !" Zan liang melakukan kuda - kuda untuk bersiap melawan mereka.
Boss mencibir " Dasar bajingan cilik !, kamu pikir bisa menang melawan kami !?, hajar dia !!"
Empat orang maju bersama , tanpa aba - aba mereka langsung menerjang kearah Zan liang.
Tapi Zan liang sudah siap , dia menahan serangan mereka sekaligus.
" Bak
" Buk
" Bak
" Buk
Suara ada pukulan tidak ter elakan , Zan liang mampu mengimbangi mereka berempat , si Boss mengerutkan keningnya saat melihat hal tersebut.
" Bugggg !! "
Seorang pria berpenutup wajah tersungkur di tanah akibat tendangan Zan liang yang mengenai kepala orang tersebut.
__ADS_1
Ketiga orang lainnya geram karena temannya jatuh, mereka kembali menyerang Zan liang dengan membabi buta.
" Bak
" Buk
" Buggg !"
Zan liang terkena tendangan di perut hingga dia mundur beberapa langkah.
Tidak sampai disitu orang - orang tersebut terus mengeroyok Zan liang.
" Wuuzzz
" Buuugggg !!!"
" Arghhhh !!" Zan liang melompat dan menendang ulu hati satu orang lagi hingga dia tersungkur di tanah.
Saat tinggal dua irang yang menyerangnya Zan liang terlihat lebih dominan , walau dia terkena beberapa pukulan ,tapi dia masih bisa menghajar mereka berdua.
" Bugggg !!!"
" Argghhh !!" Satu pria lagi memegangi kebanggaannya ,karena Zan liang menendang keras telur Burung pria tersebut. hingga dia meringkuk di tanah.
" Sialan !!" satu orang meraung maju , dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk beradu pukulan dengan Zan liang.
Saat Zan liang mengira dia akan menang , Boss mereka maju dan menendang Zan liang sambil melompat.
Zan liang tersungkur beberapa meter kebelakang , Mindi berteriak histeris " Kakak !!"
Zan liang menoleh " Kenapa kamu belum pergi !?" Zan liang bangkit lagi.
Zan liang mengira jika Mindi sudah pergi , tapi nyatanya dia masih berdiri melihatnya bertarung.
Zan liang yang niatnya dia juga akan kabur untuk mencari mindi ,dia terpaksa harus menghadapi mereka ,karena Mindi masih ada di tempat tersebut.
Zan liang mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya .
Mindi yang melihat kakaknya tersudut , dia menangis , Mindi sangat ketakutan melihat hal tersebut " Ayah tolong kami " ucap Mindi di sela tangisnya.
Si Boss menyeringai " Kamu lumayan hebat anak muda !, tapi kurasa nyawa kamu cukup sampai disini !" ucap si Boss ketus.
Zan liang bangkit dengan memegangi lengan kirinya yang terasa sakit akibat menahan pukulan merrka semua.
Si Boss maju lagi bersama satu orang tersisa, mereka mengeroyok Zan liang.
Zan liang benar - benar kewalahan kali ini , puluhan pukulan mendarat di wajah dan badannya.
Si Boss terlihat sangat ahli dalam beladiri , pukulannya juga sangat kuat mengakibatkan Zan liang terhuyung - huyung kebelakang.
Pelipis Zan liang bocor , Hifungnya juga keluar dari , Wajah Zan liang babak belur total.
__ADS_1
Tapi Zan liang tetap berusaha berdiri tegak , katena dia harus melindungi adiknya.
Mata Zan liang hanya bisa terbuka satu , pasalnya yang satunya tertutupi darah yang mengalir dari pelipisnya.
Si Boss mengerutkan kening , dia sedikit takjub dengan mental Zan liang , dia tidak berusaha lari walau sudah babak belur.
Si Boss menyeringai " Kamu tangkap Wanita itu, Biar aku yang menghabisi bocah ini !"
" Baik Boss !!" Pria tersebut langsung menghampiri Mindi.
Tapi Zan liang yang mengetahui itu langsung berlari dan melompat untuk menendang pria tersebut.
" Bang !!"
Tendangan Zan liang telak mengenai leher pria tersebut ,hingga pria tersebut tersungkur di tanah dan tidak bergerak.
Si Boss Meraung melihat anak buahnya di bunuh oleh Zan liang " Bajingan !!, Akan kurobek - robek tubuhmu Bocah keparat !!" Teriak Bos marah.
Zan liang langsung bersiap menerima serangan si Boss.
" Bak
" Buk
" Bak
" Buk
Zan liang di hajar habis - habisan , Kesadsran Xan liang mulai kabur , dia juga sudah tidak bisa melawan .
Hanya suara pukulan si Boss yang terus berdengung di kepalanya .
Zan liang seperti samsak tinju , dia sudah terlihat kepayahan.
Si Boss mencengkram leher Zan liang , Zan liang yang sudah tidak berdaya hanya tersenyum kearah Si Boss seolah pasrah.
" Kakak !!!" Mindi makin Histeris.
Zan liang membatin " Ah... Maaf Ayah , ibu.. Zan liang tidak bisa melindungi Adik Zan.."
Si Boss menyeringai " Mati kau bajingan Cilik !!!!"
.
.
.
.
.
__ADS_1