Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Kesusahan mencari Lahan


__ADS_3

Selesai mandi Zan liang langsung berganti pakaian yang sudah disiapkan istrinya.


" Sayang, kenapa kamu pulang terlambat ?" tanya Zahra yang bermanja pada Zan liang disisi kirinya.


Riska menimpali " Apakah ada sesuatu yang terjadi di perusahaan ?"


Zan liang tersenyum, dia memegang kedua pipi istrinya yang sedang bersender di kedua bahunya " Tidak ada apa - apa, aku hanya membahas beberapa rencanaku saja dengan paman Martin "


" Memangnya rencana apa ?" tanya Zahra sambil beranjak dari senderannya.


" Itu yang ingin aku bicarakan dengan kalian, kamu kan mempelajari Marketing dan Riska Manajemen di Universitas, aku ingin kalian nanti membantu aku mempromosikan Produk aku nantinya, apakah kalian mau membantu aku ?" tanya Zan liang lembut.


" Produk ?, maksud kamu apa sayang ?" tanya Zahra penasaran.


Zan liang kemudian menceritakan rencananya yang dia susun bersama Martin, dia tidak menutupi sedikitpun pada kedua istrinya, karena Zan liang tidak mau membuat sebuah rahasia di antara mereka.


Karena menurut Zan liang, hibungan sebuah keluarga akan terus baik ketika satu sama lain saling terbuka dan tidak menyimpan sebuah rahasia, jadi Zan liang mencoba melakukan hal tersebut.


Riska yang tahu inti dari maksud Zan liang, dia langsung buka suara " Jadi maksud kamu, nantinya kamu akan membuat sebuah perusahaan baru untuk mengelola hasil Bumi di Brebes ?"


Zan liang menganggukkan kepalanya " kamu benar sayang, aku rencananya ingin melakukan itu, di lain sisi juga ingin mensejahterakan para warga yang belum bisa bergabung dengan proyek Ayah, mungkin ini akan memakan waktu yang lama, tapi jika itu bisa terealisasi bukankah itu akan baik nantinya ?" ucap Zan liang yakin.


Zahra hanya menggut - manggut saja mendengar ucapan Zan liang, dia tidak begitu mengerti tapi dia menangkap tujuan Zan liang.


Sementara Riska yang Notabenya sudah paham betul watak dan sifat Zan liang, dia tahu jika Zan liang melakukan itu karena dia paham betul bagaimana rasanya menjadi orang yang miskin.


" Aku akan membantu kamu sebisa aku sayang, dan juga mendukung kamu sepenuhnya " ucap Riska tulus.

__ADS_1


Zahra menimpali " Aku juga akan terus mendukungmu, apapun yang kamu lakukan aku akan selalu bersamamu "


Zan liang merasa sangat beruntung, karena dia mendapatkan dua orang istri yang begitu perhatian dengannya,.


Dengan dukungan dari mereka, Zan liang memantapkan tekadnya, dia akan berusaha sangat keras agar rencananya bisa berjalan dengan lancar.


Sementara itu di kamar Martin, dia sedang mengobrol dengan istrinya, mereka berdua terlihat serius membahas rencana Zan liang.


Karena istri Martin juga seorang pebjsnis sebelum akhirnya mereka berdua pensiun dan hanya menjadi kaki tangan Brian, tentu saja mereka tahu betul apa yang ingin di capai oleh Zan liang.


Mereka berdua sudah tahu apa saja yang harus di urus dan kendala yang akan Zan liang alami ketika memulai proyek tersebut.


" Sayang, apakah kamu akan menemui Bupati Brebes untuk membahas masalah ini ?" tanya Anita istri Martin.


Martin mengangguk " Mungkin bukan cuma Bupati Brebes, aku juga akan menghubungi Gubernur Jateng sekalian untuk mempermudah jalan Tuan Muda nantinya, kamu hubungi Anak kita, bilang padanya jika aku ingin membahas seuatu dengannya !" ucap Martin lembut.


Anak Martin adalah kepala Polisi Daerah, di usianya yang masih seumuran dengan anak Brian dari Tanti, Julias sudah berhasil menorehkan berbagai prestasi.


Julias Siregar pria yang tegas, dia tidak pandang bulu untuk memberantas orang - orang bersalah, baik itu yang kaya atau yang miskin, dia akan menegapkan hukum dengan adil.


Julius berani melakukan hal tersebut karena dia tahu jika tidak ada berani yang mengusiknya karena dia anak Martin.


Berbeda dengan orang lain yang menggunakan nama besar Ayahnya untuk berbuat semaunya, Julius menggunakan nama besar Ayahnya untuk bertindak adil.


Karena Julius tahu, jika dikepolisian banyak oknum yang menyimpang, karena dia ingin lingkungan tugasnya baik, jadi dia menggunakan nama besar Ayahnya untuk melakukan hal terebut agar tidak ada yang berani menyinggungnya.


Anak buahnya yang jujur tentu sangat senang dengan ketegasan Julius yang berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

__ADS_1


Berbeda dengan para Oknum yang bertindak semaunya, mereka sangat membenci Julius karena keberadaannya mereka tidak bisa mendapatkan Cuan lebih.


Martin dan Anita memang hanya memiliki seorang anak saja dan itu juga seorang Polisi, jadi mereka sangat jarang bertemu.


Alasan Martin dan Anita ikut Zan liang tinggal di Brebes sebenarnya bukan hanya untuk menuntun Zan liang saja.


Mereka juga ingin dekat dengan anaknya yang kebetulan bertugas di Brebes, untuk itu mereka berdua meminta ijin pada Brian agar tinggal di Brebes.


Brian yang tahu hal tersebut tentu menyetujuinya, apalagi mereka sekarang sudah berumur, masa - masa mereka ingin bersama anak itu merupakan hal yang Lumrah, karena Brian juga pernah merasakannya ketika Zan liang menghilang.


...***...


Ke esokan harinya, Zan liang dan Martin ke kantor seperti biasa, mereka mulai merancang rencana tentang perusahaan baru.


Diskusi mereka berlangsung lancar, hanya saja ada sedikit masalah karena mereka belum menemukan lahan yang cocok untuk pembangunan sebuah pabrik pembuatan produk.


" Paman Martin, kita tidak bisa membuat Pabrik sembarangan, Walaupun lahan di Brebes masih sangat luas tapi itu semua sawah/ kebunn warga, aku tidak ingin Sawah warga di jadikan Pabrik, kita harus mencari lahan yang cocok, tapi dimana ? " Zan liang terlihat lesu.


Martin menghela napas " Anda benar, jika kita menggunakan sawah warga, sama saja kita merusak rencana kita sendiri yang tujuannya ingin mengelola hasil Bumi disini "


Martin, Zan liang, Hari dan Asisten Hari, mereka semua berpikir dengan keras untuk menemukan cara yang tepat agar Pabrik nantinya tidak akan mempengaruhi hasil Bumi Brebes.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2