Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Sambutan untuk Riska


__ADS_3

Zan liang bertamu di rumah Riska begitu lama, dia seakan lupa dengan waktu, Riska juga sudah sangat berani membawa Zan liang ke kamarnya, walaupun sebenaranya hal yang tabu di indonesia jika seorang pria memasuki kamar seorang gadis.


Tapi karena niatan Riska tidak mau aneh - aneh, dia juga sengaja agar pintu kamar selalu terbuka, agar orang tuanya tidak berpikiran kemana - mana.


Semerbak bau khas kamar wanita menelusuk masuk kedalam hidung Zan liang, dia merasakan begitu nyaman menghirup Aroma yang tidak asing baginya, karena Aroma tersebut seperti bau tubuh Riska.


Walaupun Zan liang belum pernah seutuhnya menyentuh Riska, tapi dengan kedekatannya hari - hari ini, dia sudah bisa merasakan Aroma tersebut.


Zan liang tertegun didepan Pintu sembari menutup matanya, dia ingin menghirup semua aroma yang ada dikamar tersebut.


Tiba - tiba Riska menegurnya " Kamu kenapa Zan ?"


Zan liang langsung tersadar " Eh... anu...emmm.." dia bingung mau menjawab apa, akhirnya dia hanya bisa gelagapan.


Riska terkikik geli " hihihi... kamu ini aneh, aku mandi dulu yah Zan !"


" Tunggu ! " Zan liang menegur Riska.


Riska mengerutkan keningnya " Kenapa ?, kamu mau mandi bareng ?, nanti kalau udah nikah !" Riska memeletkan lidahnya langsung masuk kamar mandi.


Zan liang menggelengkan kepalanya, padahal dia tidak bermaksud seperti itu, dia hanya ingin oamit turun kebawah, karena tidak enak menunggu Wanita mandi dikamarnya.


Akhirnya Zan liang lebih memilih turun, dia menutup pintu dan menunggu Riska di ruang tamu.


Zan liang sedang berbalas pesan dengan Alicia, dia memberitahu Alicia jika Riska akan main kerumah, Alicia sangat senang mendengar hal tersebut.


Dikediaman Axel, Alicia yang menerima pesan tersebut langsung memberitahu Ayahnya.


" Dad, Kakak mau membawa Riska kesini katanya " ucap Alicia bersemangat.


" Benarkah ?, kalau begitu kamu bilang ke Ibu untuk menyambut Riska, karena ini pertama kalinya dia kemari, jadi dia harus berkesan yang baik dengan keuarga kita !" Brian juga ikut bersemangat.

__ADS_1


" Siap Dad !" Alicia langsung bergegas memberitahu Ke empat Ibunya.


Zan liang tidak tahu jika akan ada penyambutan untuk Riska, walaupun menurut keluarga Axel penyambutan itu akan sederhana.


Tapi terlihat semua pelayan di buat kerepotan dengan permintaan majikannya, padahal jumlah pelayan disana puluhan, tapi karena semuanya ingin yang perfeck, jadi pelayan sangat berhati - hati melakukan tugasnya.


Sementara itu Zan liang masih menunggu Riska keluar dari kamarnya, sudah hampir satu jam tapi Riska belum keluar kamar juga.


Zan liang berkali - kali menatap jam pada layr ponselnya, entah sudah berapa kali dia menghela napas, tapi Riska tak kunjung muncul juga.


Zan liang yang sedikit capek, akhirnya dia terlelap di sofa ruang tamu karena kelamaan menunggu Riska.


Baru saja dia terlelap sekitar sepuluh menit. Riska membangunkannya " Zan, Zan, bangun..." tegur Riska lirih sembari menggoyangkan tubuh Zan liang lembut.


Zan liang mengerjapkan matanya, saat dia membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat wanita Cantik yang tepat dihadapannya.


Zan liang tertegun menatap Riska, dia sangat pangling dengan Riska, pasalnya Riska biasa menguncir rambutnya, begitu juga saat dipesta ulang tahun Zan liang.


Riska tersipu karena dipandang Zan liang seperti itu, dia menyibak rambutnya ke belakang telinganya, gerakannya sangat lembut, membuat Zan liang semakin terpana.


Jika Riska sudah menjadi istrinya mungkin Zan liang sudah menubruknya seperti harimau kelaparan, sayangnya mereka masih belum sah, jadi.Zan liang hanya bisa memandangi keindahan tersebut.


Riska menegur Zan liang " Jadi kerumah kamu tidak ?"


Seketika lamunan Zan liang ambyar, dia kembali ke kenyataan yang sedang terjadi " Eh.. jadi !" ucap Zan liang singkat.


Riska tersenyum " Ya sudah, Ayo..!"


" Eh... tapi kalau naik motor Riasan kamu...?" tanya Zan liang cemas.


Riska tersenyum " tidak usah dipikirkan, nanti aku perbaiki di kamar Alicia !"

__ADS_1


" Baikalah.." Zan liang beranjak dari duduknya, dia menggandeng Riska.


Riska menyambut genggaman tangan Zan liang, dia juga melakukan hal yang sama.


Mereka berdua langsung menuju rumah Zan liang, Zan liang lupa jika dia belum berpamitan dengan calon mertuanya, mau bagaimana lagi dia baru bangun tidur jadi masih setengah sadar.


Saat sampai dirumah Zan liang, Riska sedikit membenarkan rambutnya yang sedikit acak - acakan karena terkena angin.


" Tuhkan..." Zan liang merasa bersalah.


" Apa sih Zan, ih.... " Riska mencebik manja.


Zan liang menghela napas, dia merasa semakin kesini, Riska semakin membuat pusat saraf libidonya meronta - ronta.


Apalagi saat melihat Riska memakai velana Jeans yang ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya seperti itu, membuat Zan liang semakin gerah.


Setelah membenarkan riasannya, Zan liang menggandeng Riska masuk.


Baru sampai pintu, mereka berdua dibuat terkejut, karena semua keluarga Zan liang terlihat berkumpul, apalagi Aula Vila sudah di sulap menjadi tempat perjamuan.


Meja panjang sudah dipasang di Aula dengan berbagai makanan di atasnya.


" Eh... Calon mantu sudah datang, Ayo masuk sayang..." Sindi menyambut Riska.


Riska menatap Zan liang dengan tatapan bingung, Zan liang hanya tersenyum kecut pada Riska, pasalnya dia tidak tahu ada acara apa di rumahnya.


Krisna menghela napas menghampiri Zan liang " Kamu tidak usah heran, dulu kak Melisa juga waktu pertama main kerumah diperlakukan seperti ini, kayakanya akan menjadi tradisi keluarga kita Zan " ucap Krisna tidak berdaya.


Zan liang juga ikut menghela napas, dia berpikir jika Keluarganya terlalu berlebihan, bagaimana jika mereka tidak jadi menikah ?.


Bukankah nanti akan membuat mereka malu sendiri ?.

__ADS_1


Tapi kenyataannya memang seperti itu, Zan liang terpaksa mengikuti alur yang sudah di buat keuarganya.


__ADS_2