Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Wanita yang Misterius


__ADS_3

Zan liang menghela napas di dalam taksi , dia menatap kosong keluar jendela.


Zan liang memikirkan ucapan teman - temannya , karena dia terlihat miskin jadi dia terhina seperti itu , ada niat dalam hati Zan liang ingin membuka identitasnya sebagai keturunan Axel.


Tapi sayangnya pemikiran Zan liang kalah dengan Egonya yang masih belum bisa memaafkan ayahnya sendiri.


" Ibu.. apa aku benar berbuat seperti ini ?" gumam Zan liang disela lamunannya.


Sopir Taksi menegur Zan liang " Mas.. kita mau kemana yah ?"


Zan liang tersadar " Taman dekat sini saja pak " jawab Zan liang asal, pasalnya dia tidak mau pulang kerumah dulu dengan kondisi seperti itu.


Taksi berhenti di sebuah Taman , Zan liang membayar ongkos dan turun , dia kemudian melangkahkan kaki dan duduk disebuah kursi taman seorang diri.


Zan liang duduk seorang diri , dia melihat banyak pasangan muda - mudi yang sedang asyik bercengkrama di taman tersebut.


Zan liang menghela napas " ah.. beginilah rasanya hidup seorang diri "ucap Zan liang sambil menatap langit - langit.


Tiba - tiba seorang wanita memakai kacamata ,Rambut tergarai rapi wajah yang oriental, menyodorkan minuman kaleng dingin pada Zan liang " buat kamu " ucap Wanita tersebut lembut.


Sontak saja Zan liang langsung menegapkan duduknya ,dia menoleh kearah Wanita tersebut ,dia mengambil minuman tersebut " Terima kasih , kamu ..?"


Zan liang berusaha mengingat - ngingat Wanita yang memberinya minuman , pasalnya dia merasa tidak asing dengan wanita tersebut.


" Sherli , aku satu jurusan denganmu " ucap Wanita tersebut yang tahu jika Zan liang tidak mengenalinya.


" Ah.. maaf .. aku tidak terlalu memperhatikan teman satu jurusan denganku " Ucap Zan liang datar.


Sherli tersenyum " tidak masalah "


" Kenapa kamu disini , apa sedang menunggu seseorang ?" tanya Zan liang penasaran.


Sherli menggelengkan kepalanya " Aku mengikutimu dari Star Resto , kenapa kamu tidak marah diperlakukan seperti itu ?"


Zan liang menghela napas " Jadi kamu disana juga ?, Buat apa aku marah , toh nyatanya memang aku seperti yang mereka bilang " Ucap Zan liang tersenyum getir.


Sherli mengangguk mengerti , Sebenarnya Sherli selalu memperhatika Zan liang , tapi karena dia selalu dekat dengan Riska jadi dia selalu menjaga jarak dengannya.

__ADS_1


Sherli sangat kagum dengan Zan liang , pasalnya dia sangat suka dengan pria yang pintar seperti Zan liang, apa lagi Zan liang pribadinya sangat baik, itu poin plus di mata Sherli.


" Jadi.. kenapa kamu mengikutiku ?" tanya Zan liang datar.


" Tidak tahu , tiba - tiba aku ingin mengikutimu saja , mungkin karena aku juga tidak banyak memiliki teman seperti kamu " jawab Sherli jujur.


Zan liang mengerutkan keningnya , dia menatap Sherli dengan tajam " kamu tidak memiliki banyak teman ?, pantas saja orang sepertiku tidak punya teman sama sekali " Zan liang terlihat menghela napas.


Sherli mengernyitkan dahi " maksud kamu ?"


" Bukankah sudah jelas ?, di lihat dari manapun kamu itu cantik , jika wanita Cantuk sepertimu saja tidak memiliki teman ,bagaimana denganku yang dekil miskin ini ?" Zan liang tersenyum kecut.


Entah kenapa saat Zan liang melontarkan kalimat Cantik untuk Sherli ,jantung Sherli berdegup dengan kencang , darahnya berdesir ,ada getaran aneh yang menyerempet hatinya.


Wajah Sherli merah merona , dia membenarkan kacamatanya dengan jari lentiknya " kamu terlalu merendah Raizan "


" Entahlah.. tapi itu memang kenyataannya " Zan liang menggendikan bahunya.


Mereka berdua mengobrol , tanpa terasa kedua cepat akrab ,karena kebetulan mereka menyukai hal yang sama ,dalam bidang sains.


Waktu berlalu dengan cepat , keduanya terlihat sudah tidak canggung lagi , mereka berdua seperti sepasang kekasih yang saling bertukar pendapat.


" Aku bawa mobil , kita pulang bareng mau ?" tawar Sherli pada Zan liang.


Zan liang menggeleng " tidak usah nanti merepotkanmu , lagian tidak enak masa Cowo di antar Cewe "


Sherli tersenyum " ya sudah.. aku pulang dulu yah , Bye.. sampai ketemu besok dikampus " ucap Sherli sambil berlalu pergi.


Zan liang hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ,dia juga beranjak dari tempat tersebut untuk pulang ke Vila ayahnya.


Saat sampai di Mobil Sherli membuka kacamatanya " Pak Santo kita pulang !" ucap Sherli pada sopirnya.


" Baik Non !" jawab Santo patuh.


Sementara itu Zan liang pulang naik Taksi , dia sampai di Vila ayahnya saat sudah pukul 22.00 wib.


Krena Zan liang waktu dipesta hanya makan sedikit , saat dia melihat pelayan Vila ,dia langsung menghampirinya " Bi.. apa ada makanan di dapur ?" tanya Zan liang sedikit malu - malu.

__ADS_1


Wanita paruh baya yang sudah melayani keluarga Axel semenjak masih muda itu tersenyum " Tuan muda mau makan apa ?, biar Bibi buatkan " ucap Bi Niah lembut.


" Apa saja Bi yang bisa buat ganjal perut " Zan liang mengelus - elus perutnya.


" Tuan tunggu di meja makan , biara saya suapakan makanannya terlebih dahulu " ucap Bi Niah sambil menunjukan meja makan.


Zan liang mengangguk , dia kemudian menghampiri meja makan , ada banyak buah yang tersusun rapi diatas Meja.


Zan liang yang sudah lapar sebenarnya ingin memakan buah tersebut , tapi dia takut jika buah itu hanya pajangan, soalnya dia pernah nonton di Tv ,Tv jika buah di atas Meja hanya pajangan.


" Baru pulang kak ?" tegur Rayan tiba - tiba yang membuat Zan liang kaget.


Zan liang mengelus dadanya " Kamu ini bikin kaget saja !"


Rayan tersenyum , dia yang sebenarnya sudah memperhatikan Zan liang menatap buah di keranjang atas meja , Rayan mengambil apel dan memakannya " Ya sudah aku ke kamar dulu kak " Ucap Rayan setelah menggigit apel yang ada di tangannya.


Benar saja setelah Rayan pergi , Zan liang langsung mengambil pisang dan memakannya , karena dia melihat Rayan memakannya jadi dia tidak ragu lagi.


Rayan yang memperhatikan tingkah Zan liang tersenyem sambil menggelengkan kepalanya " Mau sampai kapan kamu seperti itu kak ?" gumam Rayan sambil berlalu ke kamarnya.


***


Sementara itu , Sherli yang sudah berada didalam kamarnya sedang memperhatikan foto saat teman - teman satu jurusannya ikut lomba Sains.


Kebetulan Zan liang juga waktu itu ikut lomba dan foto bersama, Sherli mengusap Foto Zan liang " Raizan ,padahal kamu pria yang baik , tapi sayang Ayah pasti tidak akan menyetujuiku dekat denganmu " gumam Sherli Sendu.


Sherli bermonolog lagi " jika saja kamu terlahir dari kalangan berada , pasti aku sudah memperkenalkanmu dengan Ayah dan ibu , tapi kamu...." Sherli menitihkan air mata.


Sebenarnya Sherli memang sudah jatuh hati pada Zan liang semnjek semester awal , sayangnya dia tidak punya keberanian untuk mendekati Zan liang.


Hal itu terjadi karena Sherli takut jika Ayahnya tahu Zan liang orang miskin , pasti Ayahnya akan menjauhkannya dengan Zan liang dengan cara apapun , untuk itulah Sherli lebih baik diam ,dengan begitu dia masih bisa melihat Zan liang satu kampus dengannya..


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2