
Teman Riska juga terkejut dengan perubahan Zan liang yang seperti itu, pasalnya selama ini Zan liang hanya dekat dengan Riska saja.
" Ris, itu beneran Zan liang ?" tanya teman Riska tidak percaya.
Riska menghela napas " mungkin iya, sudahlah biarkan saja "
Teman Riska mengerutkan keningnya " Kamu sudah putus dengannya Ris ?"
Riska mengangguk " Ya !" jawab Riska singkat.
" Kasihan teman kami yang satu ini, ditinggal Zan liang dan di tinggal Mati Mike " ucap teman Riska yang lainnya.
" Lita kamu ini !" Ceyi teman Riska yang tadi bertanya, menegur teman lainnya.
" Upsss, Sory !" Lita menutup mulutnya sembari tersenyum kecut.
Riska mengerutkan keningnya " Mike Mati ?, apa maksud kalian ?"
" Astaga Riska !, kamu kemana saja ?, bukankah kabar kematian Mike sudah tersebar luas di kampus ?" Lita terkejut karena Riska belum mendengar perihal kematian Mike.
Ceyi menimpali " Desas - desusnya sih Karena dia dihajar oleh anak buah Tuan Axel, kamu tahu sendiri waktu Mike dekat denganmu, kamu masih menjalin hubungan dengan Zan liang bukan ?"
Riska benar - benar terkejut, dia mengira jika Mike tidak berangkat ke kampus karena dia terluka parah dan sedang menjalani perawatan.
Karena Riska selama ini mengurung diri, dia juga menjauh dari semua pria, tentu saja dia tidak tahu jika kabar tersebut sudah tersebar, pasalnya dia juga baru mau di ajak jalan bareng temannya hari ini.
Riska terdiam dia menatap Zan liang yang terliaht sedang tertawa bersama teman - teman premannya, dia terlihat sangat jauh berbeda dengan Zan liang yang dia kenal.
Melihat Riska yang terdiam seperti itu, Ceyi khawatir " Ris, kamu tidak apa - apakan, Kamu sih Ta !" Ceyi memelototi Lita.
" Loh, kok aku ? " jawab Lita membela diri.
" Aku tidak apa - apa kok All " Riska mencoba untuk tersenyum.
Lita beranjak dari duduknya, dia akan menghampiri Zan liang, karena dia ingin berbicara dengannya.
Tapi saat dia baru beberapa melangkahkan kakinya, terlihat Zahra datang dan menarik Wanita Gold diger yang dipangkuan Zan liang.
" Jangan ganggu calon suamiku !" Ucap Zahra ketus sembari duduk dipangkuan Zan liang.
Wanita yang tadi di tarik Zan liang meraung " Siapa kamu ?!, berani sekali kamu mengusirku !"
__ADS_1
Wanita tersebut mau menarik Zahra, tapi Zan liang menangkap tangan Wanita tersebut " Queen !, jangan menyentuhnya jika kamu tidak ingin terluka " ucap Zan liang datar.
Queen terkejut karena Zan liang membela Zahra " Tuan Muda Zan, Tapi aku...."
" Turuti saja ucapanku, dia bukan orang yang bisa kamu singgung ! " ucap Zan liang lagi.
Queen menghentak - hentakan kakinya, karena selama ini dia selalu diperlakukan Zan liang seperti seorang putri raja oleh Zan liang, Zan liang selalu memberikan apa yang dia mau, tapi setelah Zahra datang, dia tidak di anggap sama sekali.
" Bos memang hebat !, dia sangat cantik Dan cocok untuk Bos !"
" Benar Bos !"
Preman - preman tersebut menjilat Zan liang sebisa mungkin, sementara Queen terlihat sangat marah pada Zahra.
Zan liang menghela napas " ada apa kamu kesini ?" tanya Zan liang sembari menatap wajah Zahra.
Zahra tersenyum manis " Aku disuruh Ayah untuk mengajak kamu ke Butik untuk Fitting Baju pengantin kita "
Ketika Zahra mengucapkan hal tersebut, Sontaka saja anak Buah Zan liang terkejut, begitu juga Queen.
Queen menatap Zan liang degan tidak percaya, pasalnya Zan liang tidak pernah berkata jika dia akan menikah.
Riska ditempatnya berdiri dia juga mendengar perkataan Zahra walau hanya sayup - sayup, Air mata langsung menetes di pelupuk mata Riska, dia membalikan badannya dan berlari meninggalkan tempat tersebut.
Tapi Riska tidak berhenti juga, dia langsung menghampiri Mobil dan meninggalkan teman - temannya yang sedang mengejar dia.
Zan liang mengerutkan keningnya " bilang pada Ayah, aku tidak mau !"
" Cup ! " Zahra mengecup Bibir Zan liang.
Semua orang terkejut, mereka tidak menyangka jika Zahra begitu agresive pada Zan liang, Queen semakin tambah kesal dengan Zahra, tapi dia tidak berani berbuat apa - apa.
Zan liang melepaskan ciuman Zahra " Zahra !, apa yang kamu lakukan !?.
Zahra tersenyum " bukankah kamu sekarang suka cewe yang agresive, sekarang aku akan melakukan itu untuk membuat kamu suka padaku "
Zan liang tercengang, dia berpikir jika Zahra sudah kehilangan akal sehatnya, akhirnya Zan liang menyerah.
" Baiklah, aku akan ikut kamu " ucap Zan liang datar.
" Ini buat Bayar makanan tadi, sisanya buat kalian !" Zan liang menyuruh Zahra berdiri dan membawanya ke Mobilnya.
__ADS_1
" Terimakasih Bos !" Para preman sangat senang, karena tujuan mereka mendekati Zan liang memang uangnya.
Tetapi Queen berbeda, dia mendekati Zan liang karena ingin menjadi kekasihnya, tapi sepertinya niatnya itu tidak akan pernah terjadi.
Zan liang memasukan Zahra ke Mobil, dia tudak langsung menyalakan Mobil.
Zan liang menarik Zahra mendekat, dia langsung mengecup Bibir Zahra.
Zahra membelalakan matanya karena terkejut, tapi oerlahan dia menerima perlakuan Zan liang, mereka berdua bercumbu di Mobil beberapa saat, sebelum akhirnya Zan liang melepaskan cumbuannya.
" Nanti malam kamu tidur dikamarku !" ucap Zan liang ketus.
Zahra mengerutkan keningnya " Apa maksud kamu Zan ?"
" Bukankah kemarin kamu bilang jika aku menuruti satu permintaanmu, kamu akan memberikan apapun untukku ?, sekarang aku setuju !" Zan liang menyalakan Mobilnya.
Karena Zahra sudah sangat berani, Zan liang sekarang ingin mengikuti permainannya, dia berpikir siapa yang akan kuat dengan permainan tersebut, Zahra atau dirinya.
Tapi Zan liang tidak menyadari jika Cinta bisa tumbuh kapan saja saat kita merasa nyaman, bukan hal yang mustahil jika nanti Zan liang akan terjebak dalam lingkaran permainan yang akan dia buat sendiri.
Sementara Zahra terlihat masih berpikir, tindakan Zan liang barusan menegaskan jika Zan liang tidak main - main lagi dengannya, tapi dengan begitu dia bisa jalan bareng dengan Zan liang kemanapun dia pergi.
" Baiklah, nanti malam aku tidur di kamar kamu " ucap Zahra masih tenang.
Zan liang hanya mengangguk, mereka berdua kemudian pergi ke Butik Melisa, disana hanya ada pegawainya saja, karena Melisa sudah tidak diperbolehkan bekerja oleh Krisna.
Zan liang menuruti semua permintaan Zahra, dia memberikan kebebasan pada Zahra untuk memilih apapun yang dia suka.
Zan liang ditempat tersebut seperti Boneka, dia ditarik kesana kemari oleh Zahra, Zan liang mengikutinya dengan patuh.
Zahra tersenyum senang Karena Zan liang menuruti semua permintaannya, dia berharap jika nanti Zan liang akan berubah seperti dulu lagi.
" Kita mau kemana lagi ?" tanya Zan liang saat di dalam Mobil, karena Mereka telah selesai Fitting baju.
Zahra tersenyum " Kita pulang, bukankah kamu mau aku tidur bersma kamu ?" jawab Zahra genit.
" Baiklah " Jawab Zan liang dingin.
Mereka berdua langsung pulang, melihat Zan liang dan Zahra pulang bersama, Brian merasa senang, karena dia yakin jika Zahra bisa mengembalikan Zan liang seperti dulu lagi.
.
__ADS_1
.
.