Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Perjodohan Riska di Batalkan !


__ADS_3

Riska duduk di sebelah Martin dengan gugup dan takut, pasalnya dia tidak tahu siapa orang yang berada di sebelahnya.


Martin tersenyum simpul melihat Riska " Nona Riska tidak usah takut seperti itu , Kedatanganku kemari ingin bertanya pada Nona " Martin berkata dengan Lembut.


Riska menoleh ke arah Martin " Bertanya padaku ?"


Martin mengangguk " Ya... apakah Nona mencintai dia ?" Martin menunjuk Sani.


Riska terlihat tidak berani menjawab karena takut dengan ayahnya , Martin tersenyum dan bicara lagi " Tidak usah takut pada Mereka , jika Nona tidak menyetujui perjodohan kalian bilang saja pada saya , saya akan membantu Nona Riska "


" Tunggu dulu !, apa maksudmu !, kamu pikir aku akan diam saja !" Sani berdiri dan meraung kearah Martin.


Lewis Ayah Sani langsung bangkit dan menampar anaknya " Plaaaakk !!"


" Duduk dan Diam !!" Ucap Lewis ketus.


" Ayah .." Sani menatap ayahnya tidak percaya sambil memegang pipinya.


Lewis memelototi Sani , Sani pun langsung duduk dengan wajah kecewa, Riska yang melihat itu sadar jika orang di sampingnya sangat berpengaruh.


Riska kemudian memberanikan diri dan buka suara " Aku, aku, aku tidak menyukainya , aku tidak mau menikah dengannya " Riska memejamkan mata saat mengucapkan kalimat tersebut, pasalnya dia takut jika Ayahnya akan memarahi dia.


Tapi dugaan Riska salah , Julius hanya menghela napas , karena Martin sudah menjamin akan melindunginya jadi dia tidak berani berbuat apa - apa.


Martin tersenyum " Tuan Lewis Yong anda dengar sendiri bukan ?, dengan begini aku katakan jika perjodohan ini berakhir "


Sani mau bangkit , tapi Lewis mencengkram tangannya dengan Erat , Lewis dengan berat hati berkata " baiklah Tuan Martin saya mengerti , Julius ,Dewi , kami permisi , karena hunmbungan kita sudah berakhir sampai di sini" Lewis bangkit membawa Istri dan anaknya pergi dari rumah tersebut.


Setelah kepergian mereka Martin mengeluarkan Foto " Kalian mengenal dia bukan ?" Martin menaruh foto Zan liang di depan Meja.


Riska terkejut " Raizan !!"

__ADS_1


Wajah Julius jelek , karena dia sempat mengusir Zan liang dari rumahnya saat dia mengantar Riska pulang dengan sepeda motor bututnya " Tuan Martin apa hubungnnya dengan dia " keluh Julius kesal.


" Bukankah anak kamu mencintai pria itu ?, Benarkan Nona Riska ?" Ucap Martin santai.


Julius mendengus " Anak miskin sepertinya tidak pantas bersanding dengan Anakku !!"


" Braaakkkkkk !!!" Martin menggebrak Meja hingga kopi yang ada di meja tersebut tumpah.


Julius dan istrinya kaget , begitu juga Riska , dia sangat kaget karena tiba - tiba Martin menggebrak meja.


Martin menatap Sinis Julius " Jika bukan Karena Nona Riska yang menyukai Tuan Muda Zan , mungkin Tuan Axel sudah mengubur kalian hidup - hidup karena berani mengolok - olok dia miskin !!"


Martin diam sebentar kemudian melanjutkan sambil mencibir " Harusnya kalian bersyukur , penglihatan anak kalian lebih baik daripada kalian yang cuma memikirkan penampilan seseorang !"


Julius gemetar ketakutan " Ma..ak sud Tu..an Martin ?" Ucap Julius penasaran.


Martin yang dari Awal tidak ingin menutupi identitas Zan liang, dia menceritakan semuanya tentang Zan liang.


Karena semua Wartawan pasti tiap minggunya akan mengulik kegiatan keluarga Axel Brian ,jadi para pebisnis lainnya bisa tahu semua tentang kegiatan Keluarga Axel.


Tapi yang membuat Julius tersentak adalah Zan liang yang tiba - tiba muncul dan menyukai putrinya , jika dia Tahu kalau pria yang dia anggap miskin anak Axel Brian tentu saja Julius tidak akan berani menyinggung apa lagi menghinanya.


Julius mungkin akan menyerahkan putrinya dengan senang hati , walaupun Zan Liang tidak menikahi putrinya , jika dia bisa membuat putrinya dekat dengan Zan liang , menurut dia itu sama saja menemukan harta karun karena bisa masuk dalam kalangan Bisnis atas milik Axel Brian.


Setelah Martin menjelaskan semuanya, Julius dan istrinya sangat terkejut , Riska menutup mulutnya tidak percaya , ternyata dia selama ini telah mencintai Anak seorang Triliuner.


" Tu..Tu..an Mar..tin apa saya tidak salah dengar , apa benar Raizan adalah Zan liang " Tanya Riska gugup.


Martin tersenyum " Nona Riska , untuk apa saya berbohong pada anda "


Martin diam sebentar kemudian melanjutkan " tapi kalian jangan menanyakan tentang identitas Tuan Muda Zan terlebih dahulu, Karena takutnya dia akan menghilang lagi jika kalian membuka identitasnya , Tuan Axel menyuruh saya untuk perlahan - lahan mengungkap identitas Tuan muda Zan ,agar dia mau pulang kerumahnya "

__ADS_1


Riska mengangguk " Jika itu mau Tuan Martin , saya akan melakukannya " ucap Riska bersemangat , pasalnya sekarang sudah tidak ada alasan lagi ayahnya mempersulit hubungannya denga Zan Liang.


Julius dan Istrinya hanya diam mendengarkan pembicaraan anaknya dengan Martin, pasalnya status mereka dengan anaknya ,sekarang lebih tinggi anaknya.


Martin mengeluarkan dua buah Kartu Bank , yang Satu Black Card , satunya lagi kartu biasa " Nona Riska , ini hadiah kecil dari Tuan Axel " Martin menyerahkan Black Card pada Riska.


" Dan ini tolong berikan pada Tuan muda Zan ,bagaimanapun caranya , Jika Nona Riska yang memberikan kartu ini pasti cepat atau lambat dia akan menerimanya " Martin menyerahkan dua kartu Bank di meja depan Riska.


Riska gemetar saat melihat Black Card , Karena dia tahu jika isi Black Card pasti sangat banyak, dia kemudian buka Suara " Tu..an Martin , bukankah seharusnya Black Card yang buat Raizan ?"


Martin menggeleng " Jika Tuan muda Zan di beri Black Card , bukankah dia akan langsung menolaknya , Tentu Nona Riska tahu akan hal tersebut "


Riska mengangguk mengerti , tapi dia masih belum bisa menerima pemberian Black Card untuk dirinya " Tuan Martin , sepertinya saya harus menolak pemberian Tuan "


Martin tersenyum lagi " ternyata Tuan muda Zan tidak salah memilih wanitanya , Nona Riska Saya harap Nona menerima pemberian Tuan Axel , Karena Nona cepat atau lambat akan berada di lingkungan Atas ,jika Tuan muda Zan sudah mau kembali pulang . Black Card tersebut di berikan Tuan Axel agar anda nanti cepat membiasakan diri dengan keluarga Axel nantinya "


Saat Kalimat tersebut keluar dari mulut Martin , Julius dan istrinya sangat senang , karena dengan penegasan agar Riska membiasakan diri di keluarga Axel itu artinya keluarga Axel sudah menerima Riska.


Riska tidak tahu harus berkata apa , berbeda dengan ayahnya yang biasa menjilat seseorang , Riska hanyalah gadis baik - baik yang tumbuh di keluarga yang mementingkan harta dari pada kebahagiaan.


Riska hanya bisa bilang Terima kasih pada Martin , Martin yang merasa keperluannya sudah selesai ,dia langsung pamit undur diri meninggalkan kediaman Riska.


Setelah kepergian Martin ,Julius dan istrinya langsung memuji Riska , tapi Riska mengabaikannya dan langsung pergi kekamarnya , karena dia tidak ingin mendengar omong kosong dari ayahnya tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2