
Martin dan Zan liang langsung ke ruang rapat, sementara Hari mengumpulkan semua petinggi Axel Capital.
Satu persatu terlihat petinggi Axel Capital datang, mereka membungkuk Hormat ketika masuk ke Ruang rapat dan melihat Zan liang.
Ada 12 orang Petinggi Axel Capital, setelah sepuluh menut berlalu hanya 8 orang yang sudah masuk ke dalam ruan rapat.
Zan liang melihat empat Kursi yang kosong, Hari yang menyadari jika Zan liang menatap ke empat Kursi Kosong tersebut, dia berekeringat dingin, pasalnya mereka yang tidak hadir adalah saudara dan adiknya.
Zan liang buka suara " karena semuanya sudah ada disini aku akan langsung membuat pengaturan baru !" ucap Zan liang serius.
" Tu..Tuan Muda semuanya belum hadir, ma..."
Hari belum selesai bicara, Zan liang memotongnya " Belum Hadir ?, kamu tahu sudah jam berapa sekarang Hari ?" tanya Zan liang dingin.
" Baru jam 8.15 menit Tuan muda " jawab Hari.
" Braakkk !!" Zan liang menggebrak meja.
Semua petinggi kaget karena Zan liang menggebrak meja rapat dengan keras, hanya Martin yang tersenyum.
Martin senang karena Zan liang menyadari kesalahan mereka, jadi dia tidak perlu untuk ikut Campur.
" Baru jam 8.15 katamu ?, Waktu Kerja Axel Capital jam 7.30, seharusnya mereka sudsh ditempatnya, aku beri mereka waktu 10 Menit karena aku tahu gedung Axel Capital besar, butuh waktu untuk ke ruang rapat !, aku juga sudah memberikan tambahan waktu 5 menit, apkah itu masih kurang ?!" Zan liang menatap Hari dengan tajam.
Hari menundukkan kepalanya, begitu juga dengan petinggi yang lain, mereka tidak berani menatap Zan liang yang terlihat marah.
__ADS_1
Zan liang kembali buka suara " Kota Brebes tidak Macet seperti Kota Jakarta, disini masih banyak ruang untuk mengendarai kendaraan dengan santai, Bilang pada mereka jika tidak perlu datang ke Axel Capital lagi !, aku tidak suka orang yang tidak kompeten !, Jika mereka saja sebagai petinggi perusahaan memberi contoh yang tidak baik seperti ini, bagaimana Karyawan mau segan pada kalian !, apa kalian mengerti Maksudku !?" tanya Julian tegas.
" Kami mengerti Tuan !" ucap pra petinggi Serempak.
" Hari Kunci pintu dan kita Mulai rapatnya sekarang !" Zan liang memberikan perintah dengan tegas.
" Baik Tuan Muda " Hari menjawab dengan lemah.
Ke empat orang tersebut memang sering datang terlambat semenjak Hari di angkat menjadi CEO, pasalnya mereka pikir jika Hari tidak akan mungkin menegur mereka.
Mereka berempat tidak tahu jika Zan liang akan datang ke Perusahaan, karena Martin memberitahu kedatangan Zan liang secara mendadak.
Martin melakukan Hal tersebut sengaja untuk melihat kesigapan karyawan Axel Capital Brebes yang sudah di tinggal lama oleh Brian.
Ternyata dugaannya benar, sekarang di Axel capital Brebes mulai tumbuh penyakit kebiasaan sok berkuasa di kantor.
Hari duduk di salah satu kursi kosong, dia benar - benar di buat tidak berkutik oleh Zan liang.
Zan liang buka suara " Aku menngumpulkan kalian kesini karena ada beberapa hal yang ingi aku beritahukan pada kalian !, pertama, mulai Hari ini aku Zan liang akan memegang kendali penuh atas Axel Capital Brebes dengan dibantu Tuan Martin, tentu kalian sudah tahu Siapa Tuan Martin !"
Saat mendengar pengaturan tersebut, wajah Hari berubah jelek, karena posisinya akan tersingkir jika Zan liang memegang penuh perusahaan.
Para petinggi saling menatap, ada yang senang ketika mendengar hal tersebut dan ada yang tidak suka, karena di antara mereka juga ada orang yang suka bermalas - malasn, untuk saja dia tahu jika Zan liang akan datang, jadi dia bergegas berangkat, jika tidak mungkin dia akan seperti empat orang yang belum datang.
Zan liang menyadari perubahan wajah Hari, dia kemudian bicara lagi " Apa kamu takut aku menurunkan jabatanmu Hari ?" tanya Zan liang.
__ADS_1
" Ti..dak Tuan Muda, tentu saja itu tidak mungkin " Jawab Hari berusaha menutupi kegundahannya.
Zan liang menghela napas " Aku bukan orang yang picik Hari, kamu akan tetap memegang posisi CEO, tapi bukan berarti jika kamu tidak akan tersingkir kalau pekerjaanmu buruk !. Mulai sekarang aku akan memantau langsung semua pekerjaan kalian, kalian semua wajib memberitahukan semua laporan bulanan padaku !"
Zan liang diam sebentar kemudian melanjutkan " Yang kedua aku ingin sistem yang dulu Ayahku terapkan agar semuanya di lakukan lagi !, semua karyawan harus tahu jika akan ada kenaikan jabatan dan penurunan jabatan seperti dulu, karena aku dengar jia Axel Capital mulai di masuki oleh Tikus - Tikus pembawa penyakit !" Zan liang mentap semua orang dengan sinis.
Mereka semua menyadari jika selama Brian ke jakarta, Axel Capital memang mulai di kuasai oleh Hari dan yang lainnya, tidak ada yang berani menentang mereka, karena Hari dulu adalah Asisten Pribadi Brian.
Tentu saja ketika Zan liang berbicara seperti itu Hari langsung ketakutan, karena ternyata Axel Capital selama ini ada yang mengawasi.
Sebenarnya jika Hari cerdas, dia harusnya sudah tahu, jika Perusahaan sebesar Axel Capital tidak mungkin membiarkan karyawannya bertindaksesuka hati mereka.
Alasan Brian mengirim Zan liang ke Brebes, karena dia ingin Zan liang memperbaiki kekacauan internal yang sedang terjadi didalam perusahaan.
" Yang Ketiga, Aku ingin semua orang wajib datang sebelum aku datang ke Kantor !, tepatnya pukul 7.30, karena aku akan datang tepat waktu !, tiga kali terlambat maka kalian harus angkat kaki dari Axel Capital ! " Ucap Zan liang tegas, sambil menatap petinggi Axel Capital yang hanya bisa menundukkan kepala tidak berdaya.
Martin kemudian buka suara, sambil mengeluarkan laptopnya dan memperlihatkan data perusahaan selama kepergian Brian " Apa kalian pikir Tuan Axel hanya diam saja selama ini ?, Penurunan Saham Axel Capital Brebes, penurunan penghasilan dan data keuangan yang absurd ini, apakah kalian mengira jika selama ini Tuan Axel orang yang bodoh ?"
Martin diam sebentar kemudian tersenyum " Hari Yulianto !, Tuan Axel memberimu sebuah kepercayaan, bukannya kamu bertindak lebih baik tapi kamu malah menyia - nyiakan kepercayaan Tuan Axel, masih beruntung Tuan Muda Zan tidak memecatmu !"
Hari sangat ketakutan, ternyata selama ini dia tidak luput dari pengawasan, Hari berdiri kemudian langsung berlutut di hadapan Zan liang.
" Tuan Muda Zan maafkan saya, saya berjanji akan memperbaiki kesalahan saya " ucap Hari sambil berlutut.
.
__ADS_1
.
.