Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Berita Bahagia atau Berita Buruk ?


__ADS_3

Lambat laun Produk yang Zan liang buat semakin dikenal orang lain, walaupun semuanya dari bahan yang tergolong cukup biasa saja. Tapi berkat lengelolaan yang benar semua produk tersebut mencapai target yang Zan liang inginkan.


Alhadil masyarakat Brebes semuanya bisa mendapatkan Hasil yang maksimal, penjualan hasil pertanian di Brebes menunjukkan peningkatan yang drastis.


Karena bahan yang di buat Zan liang semuanya dari Hasil pertanian di Brebes, malahan terkadang harus meminta tambahan dari daerah lain karena produk yang di buat Zan liang sangat laku di pasaran.


Zan liang baru pulang dari kantor, dia terlihat sangat lesu ketika memasuki kediamannya yang sekarang, setelah seharian penuh bekerja.


" Aku pulang !" Ucap Zan liang ketika memasuki kediamannya.


Bukannya Kedua istri Zan liang yang menyambut, tapi malah Risma yang menyambutnya " Kamu sudah pulang Zan " terlihat Risma yang sangat perhatian.


Zan liang mengerutkan keningnya karena biasanya Risma tidak seperhatian itu " ada apa nek ?" tanya Zan liang langsung.


Risma menggeleng " tidak ada apa - apa, hanya saja tadi siang Zahra pingsan, tapi dia su...."


" Apa !, astaga nek... kenapa Nenek tidak memberitahu Zan !?" Zan liang bergegas mencari Zahra. dia lgsung ke kamarnya ketika tidak melihat Zahra dimanapun.


Benar saja ketika dia membuka pintu, terlihat Zahra yang sedang terbaring di ranjang dengan ditemani Riska.


Zan liang bergegas menghampiri Zahra " Sayang kamu kenapa ?, kamu tidak apa - apakan ?" Zan liang menggenggam tangan Zahra.


Zahra hanya tersenyum saja, Riska kemudian menjawab " Zah tidak apa - apa sayang, dia hanya butuh istirahat saja kata dokter "


" Benarkah seperti itu sayang ?" Zan liang bertanya pada Zahra dengan raut wajah cemas.


Zahra mengangguk lirih " aku tidak apa - apa, mungkin hanya bawaan pertama hamil saja "


" Oh....Eh... tadi kamu bilang apa ?" tanya Zan liang terkejut.


Riska juga ikut duduk disamping Zahra, dia berkata " Saudari Zahra hamil, dan umur kandungannya sudah 2 minggu " ucap Riska lembut.


" Benarkah ?, aku, aku akan menjadi seorang Ayah ?" Zan liang terlihat mengeratkan genggamannya.

__ADS_1


Zahra mengangguk sambil mengulas sebuah senyum, Zan liang langsung memeluk dan menciumi Zahra " Terimakasih sayang "


Riska menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin mengganggu momen mereka berdua, walaupun dia sedikit iri karena dia belum juga hamil, padahal mereka selalu berhubungan bersama. Zan liang juga selalu membagikan lavanya dengan adil, tapi dia belum hamil seperti Zahra.


Riska hanya bisa berharap saja agar tuhan juga memberikan dia keberuntungan seperti Zahra, karena kebahagiaan seorang wanita belum lengkap jika belum mempunyai seorang keturunan.


Zan liang tidak lupa dengan Riska, dia menarik dirinya dari pelukan Zahra dan menggenggam tangan Riska.


" Zahra sudah hamil, Nanti giliran kamu yang harus menerima semua Cintaku, agar kamu cepat hamil juga sayang " ucap Zan liang menggida sambil menaik turunkan alisnya.


Riska tersipu " ih...apaan sih kamu sayang, biasanya juga gitu kan ?"


" Beda dong, sekarang kamu yang akan terus aku hajar, agar cepat seperti Zahra, benarkan Zah ?" ucap Zan liang konyol.


" Hihihi... benar itu, Hajar saja Riska sampai babak belur " ucap Zahra lemah.


" ih... kalian curang yah, masa aku dikeroyok sih " Riska pura - pura marah.


Riska merasa beruntung karena walaupun Zan liang memiliki dua istri tapi dia tidak pernah membedakan satu sama lain, semuanya mendapatkan Cinta dan perhatian yang sama.


Tiba - tiba Ponsel Zan liang berbunyi, dia keheranan karena yang menghubunginya Brian " Sebentar yah sayang, Ayah menelpon "


Zahra dan Riska mengangguk bersamaan, Zan liang kemudian mengangkat telepon tersebut " Ada apa Ayah ?" tanya Zan liang langsung.


Brian mengucapkan beberapa kata diseberang telepon, Zan liang terlihat mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Brian.


Zahra dan Riska yang melihat perubahan Raut wajah Zan liang, mereka berdua sedikit takut, karena biasanya jika Zan liang seperti itu ada sesuatu yang buruk terjadi.


" Baik Ayah, bawa kesini saja aku ingin melihatnya secara langsung !" setelah mengatakan itu Zan liang terlihat menghela napas.


Zan liang mencoba untuk tetap tenang, dia kembali kesisi Zahra sambil tersenyum, Riska yang penasaran bertanya " Ayah berbicara apa sayang ?"


Zan liang menggelengkan kepalanya " bukan apa - apa, hanya sedikit masalah bisnis saja " jawab Zan liang mencoba menutupi sesuatu.

__ADS_1


Zan liang melakukan hal tersebut karena dia tidak ingin membuat Zahra dan Riska khawatir, apalagi Zahra masih lemah, Zan liang tidak mau Zahra banyak pikiran.


" Syukurlah kalau tidak ada apa - apa " Riska mnghela napas lega.


Zan liang tersenyum " ya sudah, aku mandi dulu yah ?"


" Cup !, Cup !" Zan liang mencium kening Zahra dan Riska, kemudian pergi membersihkan diri.


Sementara itu di Markas Pengawal Pribadi Axel, Yugi terlihat sedang mengintrogasi seseorang.


" Siapa sebenarnya yang mengirimmu !?" tanya Yugi dengan nada ketus.


Orang tersebut hanya tersenyum saja, dia tidak menjawab ucapan Yugi sama sekali. Walaupun dia sudah dihajar beberapa kali, dia tetap saja menutup mulutnya rapat - rapat.


Yugi menghela napas, dia mengambil sesuatu dan melemparkannya dihadapan Orang tersebut " mungkin itu bisa membuat kamu buka suara !" Nada Suara yugi lembut, tapi tersirat sebuah ancaman disana.


Benar saja ketika melihat foto - foto yang dilemparkan Yugi, wajah orang tersebut terlihat jelek, dia terlihat menatap Yugi dengan sinis.


Yugi gantian tersenyum " kenapa ?, apa kamu heran kenapa aku bisa tahu keluargamu ?, seharusnya kamu berpikir sebelum bertindak !, kamu tidak menghapus identitasmu malah sok - sokan menjadi ******* ! " ucap Yugi Sinis.


" Bajingan !, jangan bawa - bawa keluargaku !, bunuh saja aku !" ucap pria tersebut akhirnya mau buka suara.


" Ho...tidak semudah itu Fergusso !!" Yugi menggelengkan kepalanya mengejek.


" Keparat !, awas saja jika kamu berani menyentuh ke ..."


" Bisa apa memangnya kamu hah !!?, jangan sok kuat dihadapan Tuan Axel !, karena dia bisa membuat kamu hancur sampai menjadi debu !!" Yugi menunjuk kepala pria tersebut dengan jari telunjuknya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2