
Brian keluar dari kamar Zan liang dengan wajah cemberut, karena dia lagi - lagi tidak bisa menasehati Zan liang.
Zan liang selalu bisa memutar balikan ucapannya, jadi Brian hanya bisa merutuki kebodohannya.
Hari demi Hari berlalu, acara pesta oernikahan Zan liang dan Zahra mulai direncanakan.
Berita tersebut membuat Netizen bertanya - tanya karena Awalnya Zan liang tidak terlihat sama sekali, tapi sekarang dia menunjukan dirinya dan akan langsung menikah.
Tentu saja hal tersebut membuat para Netizen mencari tahu siapa Zan liang dan bagaimana rupanya, karena sebagian dari Netizen belum pernah melihat Zan liang yang sekarang.
" Gila !, dia hampir mirip dengan Tuan Axel !"
" Ya ampun dia memang sangat tampan, Calon istrinya juga sangat cantik !"
" Apakah benar calon istrinya cucu raja Minyak ?"
" Yang komen di atasku, kamu benar !, dia cucu Mukhamad Husen, Raja Minyak Nomor satu di timur tengah !"
Saat foto Pra Wedding Zan liang dan Zahra dirilis, semua Netizen terkagum - kagum dengan sosok Zan liang dan Zahra.
Mereka semua membuat Akun Resmi Axel Capital yang merilis Fito tersebut menjadi trending.
***
Sementara itu di rumah Sherli, Yugi dan anak Buahnya sedang mengintrogasi orang Tua Sherli, pasalnya mereka sudah menemukan Bukti jika dalang di balik Mike yang mennghancurkan hubungan Riska dan Zan liang adalah Ibu Sherli.
Ibu Sherli sangat ketakutan, di sampai - sampai berlutut di bawah kaki Yugi.
" Tuan tolong maafkan aku, hiks...hiks..." Ibu Sherli memohon - mohon sambil menangis.
Tapi Yugi hanyalah orang suruhan, dia tidak mungkin memberikan belas kasihan pada mereka " Mulai hari ini jangan harap kalian akan hidup enak lagi !, Kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal !!"
Yugi melemparkan surat pemberhentian bekerja sama antara perusahaan Axel dan keluarga Sherli.
Ibu Sherli sangat menyesal, tapi sayangnya Brian tidak akan pernah memaafkan orang yang telah mengusik keluarganya.
__ADS_1
Yugi meninggalkan tempat tersebut setelah mendengar pengakuan dari Ibu Sherli, karena Brian hanya menyuruhnya memberikan pemutusan Kontrak saja, setelah itu Yugi langsung pulang.
Krluarga Sherli sudah tidak berdaya, semua kekayaannya pasti akan hilang dalam sekejap mata setelah Briam memutus kontrak kerja sama, Brian juga menjadikan Kluarga Sherli dalam daftar hitam, otomatis dengan begitu Keluarga Sherli akan Sulit untuk bangkit.
Sherli hanya terdiam membisu, kini semua mimpinya benar - benar hancur, jangankan dia bisa mendapatkan Zan liang, keluarganya saja sekarang mungkin akan menjadi gembel.
***
Di kediaman keluarga Riska, mereka sangat terkejut saat Brian merilis acara pernikahan Zan liang dengan Zahra, pasalnya mereka mengira jika Riska masih bersama Zan liang.
Saat mereka sedang bingung di ruang tamu, Martin tiba dirumah mereka, dia di antarkan oleh pelayan Julius.
Julias yang melihat Martin langsung berdiri " Tuan Martin " ucap Julias dan Istrinya sopan.
Julius mempersilahkan Martin duduk, Setelah Martin duduk dia buka Suara " Apakah Nona Riska ada ?"
Julius mengangguk " Dia ada di kamarnya, seharian ini tidak mau keluar Tuan Martin " ucap Julius sendu.
Martin menghela napas " Tolong panggilkan dia kemari, aku ingin berbicara dengannya " ucap Martin datar.
Julius mengangguk, dia menyuruh istrinya untuk memanggil Riska, sementara dia menemani Martin.
Riska duduk disebelah Martin dengan keoala menunduk tanpa berbicara sedikitpun.
Martin menghela napas lagi, setelah melihat Riska yang seperti itu " Nona Riska, maukah kamu ikut denganku ?, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu "
Riska menoleh, tatapannya sayu " Apa yang perlu kita bicarakan lagi Tuan Martin, saya sudah gagal memenuhi janji saya " ucap Riska lirih.
" Apakah Nona Riska mau menyerah begitu saja ?, jika Nona Seperti ini sama saja Nona Membenarkan ucapan Tuan Muda Zan jika Nona tidak mencintainya " ucap Martin memberikan semangat pada Riska.
Julius mengangguk - anggukan kepalanya, begitu juga istrinya, karena mereka berdua tidak ingin kisah Cinta anaknya berakhir menyedihkan.
" Aku baru menyadari jika saya mencintai Zan liang karena rasa iba saya, Saya tidak tahu apakah ini benar perasaan sayang saya ke Zan, atau cuma .... hiks...hiks.... " Riska menangis sebelum menyelesaikan kalimatnya.
Martin tersenyum " Ikutlah denganku sebentar Nona Riska, saya ingin melihatkan sesuatu untuk anda "
__ADS_1
Riska mengangguk lirih " Apa saya perlu berganti pakaian dulu Tuan Martin ?" Riska menghapus air matanya.
" Tidak perlu, Ayo !" Martin beranjak dsri tempat duduknya, Riska mengikuti dari belakang.
Martin membawa Riska ke sebuah hotel, Riska tentu saja terkejut karena Hotel tersebut tempat dia dengan Mike bercumbu mesra walau dalam pengaruh obat perangsang.
" Tuan Marti ini ?" Riska ketakutan, dia teringat kembali kejadian saat dia di perdaya Mike.
Martin tersenyum " Anda tenang saja, Ayo keluar !"
Riska terpaksa mengikuti Martin, dia yang hanya mengenakan pakaian seadanya, rambuntnya juga acak - acakan, sangat malu ketika para pelayan menyambut dia dengan Martin.
Tapi para pelayan semuanya tersenyum ramah, tidak ada yang berani menertawakan Riska.
Martin benar - benar membawa Riska ke kamar tempat dia bersama dengan Mike.
" Tuan Martin !, sebenarnya apa yang ingin anda tunjukan ?, saya tahu saya salah tapi kenapa harus seperti ini !, hiks.. hiks... " Riska menangis lagi.
" Hapus air matamu Nona Riska, kamu akan tahu setelah memasuki kamar, Silahkan !" Martin membuka kamar tersebut.
Riska tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya bisa patuh dan memasuki kamar, saat dia baru melangkah masuk.
Riska terkejut karena ada Zan liang di kamar tersebut, Riska tertegun di depan Pintu, dia menatap Zan liang dengan Linglung.
" Paman Martin terimakasih !, tolong tutup pintunya !" Ucap Zan liang lembut.
" Baik Tuan Muda Zan !" Martin menutup pintu kamar tersebut.
Sebenarnya Zan liang tidak ingin menemui Riska kembali, tapi Martinyang tahu masalah Zan liang, dia yang sedang berlibur di kalimantan bersama keluarganya, Martin langsung Minta izin ke Anita jika dia harus segera kembali ke jakarta, untuk meluruskan masalah Zan liang.
Martin percaya jika Riska orang yang tepat untuk Zan liang, jadi dia tidak setuju jika Riska dan Zan liang sampai di pisahkan.
Riska masih tertegun di tempatnya, Zan liang beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri Riska.
.
__ADS_1
.
.