
Zan liang mengeluarkan Dompetnya " Bapak - bapak sekalian, bukan maksuda saya ingin merendahkan kalian, tapinsaya mempunyai uang segini untuk kalian bagi rata yah " Zan liang mengeluarkan uang satu juta rupiah untuk mereka.
Parjo ragu - ragu untuk mengambilnya, Zan liang tersenyum " Ini ambil saja, kebetulan saya juga akan tinggal disini, sekalian buat tanda perkenalan saya, dan mungkin nanti saya juga akan mempekerjakan kalian " ucap Zan liang sopan.
Parjo langsung menyambar uang tersebut " Wah, terimakasih, Masnya baik banget " ucap Parjo sembari tersenyum.
" Ya sudah saya tinggal dulu yah, silahkan lanjutkan pekerjaan bapak - bapak lagi " Zan liang kemudian pergi meninggalkan mereka yang masih menatapnya.
Parjo " Wah, ngimpi apa aku lagi bengi, bisa di ndei duit akeh kaya kie ya ?" ( Wah, Mimpi apa aku semalam, bisa dikasih uang sebanyak ini ?)
Sedul " Bagi rata Jo, kue duit ora mukur go koen tok !" ( Bagi rata Jo, itu uang bukan cuma buat kamu saja !)
" Sedul bener Jo, meneh aku njaluk !" ( Sedul benar Jo, sinih aku minta )
Bahagia buat para Kuli itu mudah, jika mereka mendapatkan uang banyak tentu saja mereka akan bahagia, karena dengan uang ratusan ribu saja, mereka bisa menyambung hidup keluarga mereka.
Berbeda dengan orang kaya yang bisa berbelanja apa saja, tapi para Kuli bisa mencukupi kehidupan sehari - hari saja sudah berterima kasih pada sang pencipta.
Jika ada orang kaya bilang, salah sendiri menjadi Kuli !.
Apakah ada orang yang dilahirkan ingin menjadi susah ?, tentu saja tidak !, jika bisa memilih tentu saja semua orang susah ingin terlahir kaya, agar kehidupan mereka nyaman.
Tapi kehidupan tidak bisa ditebak, takdir sudah ditentukan sang pencipta, kita hanya bisa menjalaninya saja.
Sedikit respek dari orang kaya pada si miskin, itu akan membuat kehidupan si miskin lebih berarti.
Jika tidak mau membantu orang susah, setidaknya jangan menghinanya, cukup diam dan jangan campuri urusan mereka, karena orang yang menghina orang miskin tidak tahu seberapa menderitanya mereka untuk memperjuangkan kehidupan keluarga mereka.
...***...
__ADS_1
Ketika didalam Mobil, Zahra bertanya " Kenapa kamu ngasih uang ke mereka Zan ?"
Riska menimpali " betul Zan, bukankah dengan begitu kamu sama saja merendahkan mereka ?"
Zan liang tersenyum " Kalian tidak tahu betapa susahnya mereka mencari uang, untuk mencari Puluhan ribu rupiah saja mereka sampai menguras keringat, Lagi pula aku tidak memberi mereka setiap hari "
Martin yang melihat tindakan Zan liang, dia mengingat ketika Brian membuat Maju kota brebes, dari awalnya Kuli yang mendapat upah sanfat rendah per setengah hari. Sekarang sudah sedikit lebih baik, setidaknya mereka bisa membeli dua kilo beras dan lauknya.
Martin tersenyum senang, karena sepertinya Zan liang akan sukses di Brebes jika melihat tindakannya tersebut.
Tidak berselang lama mereka sampai di kediaman orang Tua Brian, kakek dan Nenek Zan liang, kedua orang tua tersebut terlihat sedang sibuk membayar para Kuli yang baru pulang dari sawah.
Iring - iringan Mobil Zan liang tentu saja membuat mereka berdua dan para Kuli terkejut, pasalnya mereka berdua tidak di beritahu jika Zan liang akan tinggal bersama mereka.
" Diman, Koen tutugna mbayar kuli " ( Diman, kamu selesaikan pembayaran Kuli ),Kakek Zan liang, Seto langsung menghampiri Mobil tersebut bersama istrinya, Rismawati.
" Iya Pak " Diman orang kepercayaan Seto menyelesaikan pembayaran para Kuli.
" Kakek, Nenek !" Zan liang langsung memeluk Seto, kemudian memeluk Risma.
" Zan liang !, kamu Zan liang kan ?" tanya Seto senang.
Zan liang tersenyum " benar Kek, aku Zan liang, Kakek dan Nenek apa kabar ?"
" Ya beginilah Zan, Kakek dan Nenek minta maaf karena tidak datang di pernikahan kalian " ucap Seto sedih.
Risma menimpali " Nenek juga minta maaf, karena tidak bisa hadir disana, padahal nenek ingin melihat kamu menikah "
Zan liang tersenyum " Zan tahu Kek, Nek "
__ADS_1
" Oh ya, mana kedua istri kamu ?" tanya Seto penasaran.
Ketika Seto melihat dua wanita cantik di belakang Zan liang, dia tersenyum kecut, ternyata selera Zan liang seperti Ayahnya, kedua wanitanya cantik - cantik.
" Salam kek, Nek, saya Riska " Riska memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Zahra juga memeperkenalkan diri " Saya Zahra, kek, Nek "
" Ah.. selamat datang cucu - cukuku, Ayo masuk dulu " Risma menggandeng kedua istri Zan liang masuk kedalam rumah.
Sementara Seto dan Zan liang mengikuti mereka dari belakang, Zan liang tersenyum senang melihat kedua istrinya yang langsung menerima Seto dan Risma.
Seto Melirik Zan liang, dia tidak menyangka jika ada anak Brian yang meniru sifatnya, padahal dia berharap jika anak - anak Brian tidak ada yang menirunya, tapi siapa yang menyangka jika Zsn liang malah yang menitisnya secara langsung.
Ketika mereka sudah ada didalam Rumah, Seto dan Risma menyuruh Zan liang dan Kedua istrinya agar istirahat terlebih dahulu, karena mereka habis dsri perjalanan jauh. Zan liang menurut saja, pasalnya mereka memang lelah.
Seto dan Istrinya kembali melanjutkan pekerjaannya di luar. Ketika mereka ke luar, para Kuli bertanya.
" Bu Risma, sapa sing teka miki ?" ( Bu Risma, siapa yang datang tadi ?).
Bu Risma tersenyum " Anak Brian, dari istri Nomor tiganya "
" Ohhh, anak Tuan Axel " ucap para Kuli serempak.
Bu Risma menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, karena dia tahu jika semua orang diBrebes tahu siapa Brian, bahkan mereka juga tahu jika Brian memiliki lima orang istri.
.
.
__ADS_1
.