Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Lokasi Dalang penyerangan Zan lian


__ADS_3

Yugi mengangkat kerah Gio " dimana orang itu ?" tanya Yugi geram.


" Tuan Yugi, aku tidak tahu, aku hanya berhubungan lewat telepon " Jawab Gio tidak berdaya.


" Dorr !!


" Arggghhhhh !" Gio memegangi pahanya yang terkena timah panas, keringat dingin mengucur deras membasahi punggungnya.


" Masih tidak ingin bicara ?" Yugi berkata dengan dingin.


" Tu..Tuan Yu..gi, Sumpah aku tidak tahu !" Gio sangat ketakutan.


Yugi menghela napas " Rois, ambil ponselnya !"


" Baik Tuan !" Rois dengan sigap mengambil ponsel Gio yang ada disakunya, Gio tidak melawan sama sekali.


" Dorrr !!


" Bruuuggg ! " Gio ambruk ke lantai setelah kepalanya dilubangi timah panas, setelah Rois mengambil ponsel Gio.


' glek ' Rois menelan ludah, dia begidik ngeri karena Yugi terlalu sadis jika membunuh orang.


" Jika ada yang berhianat lagi, aku tidak akan segan melenyapkan kalian !, apa kalian paham !" Suara Yugi menggelegar.


" Dimengerti Tuan !!" Semua anak buah Gio menjawab dengan tegas.


Yugi mengambil ponsel milik Gio, dia kemudian menyuruh Rois untuk membersihkan tempat kejadian, Rois juga diangkat sebagai bos baru ditempat tersebut.


Setelah melakukan itu, Yugi langsung bergegas kembali kemarkas untuk mencari informasi dari ponsel Gio.


***


Sementara itu dirumah sakit, Zan liang mengerjapkan matanya.


perlahan - lahan matanya terbuka, Zan liang merintih kesakitan dengan lirih.


Riska yang mendengar pertama langsung menghampiri " Zan.. "

__ADS_1


Melihat Riska yang menghampiri Zan liang, Sontak saja Brian, Sindi, Mindi dan Alicia langsung menghampiri.


" Ris..ka.. kenapa kamu ada disini ?" tanya Zan liang dengan suara parau.


" Dasar bodoh !, mana mungkin aku tidak datang jika kamu seperti ini !" Riska memaki sambil menangis.


Zan liang tersenyum kecut, dia melihat Mindi dan tersenyum " Syukurlah kamu tidak apa - apa Mindi " ucap Zan liang lirih.


Mindi menangis " Kakak, hiks ..hiks.., maafin Mindi "


Brian yang tadi sudah menelpon Dokter Richard buka suara " Sudah, sudah, yang penting kalian selamat, Zan... lain kali jangan pertaruhkan nyawamu, lebih baik kalian menghindar sebisa mungkin " ucap Brian lembut.


Dokter Richard datang, Brian dan yang lainnya menyingkir terlebih dahulu, untuk memberikan ruang pada Richard untuk memeriksa Zan liang.


Richard tersenyum " Tuan muda Zan, jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu, nanti saya akan berikan obat untuk sedikit menghilangkan rasa sakit untuk anda " ucap Richard ramah.


Zan liang mengangguk Lirih " Terimakasih Dok "


Richard kemudian berbicara dengan Brian, Richard memberikan resep untuk Zan liang, Awalnya Richard akan menyuruh perawatnya untuk mengantar obat tersebut, tapi Brian ingin menebusnya sendiri, jadi Richard hanya bisa menurut.


Riska duduk di samping Zan liang dengan Wajah yang masih begitu khawatir.


Riska mengerutkan keningnya " satu bulan ini kamu sudah masuk Rumah sakit dua kali dan kamu bilang kenapa ?"


Zan liang merasakan hangat dihatinya, dia tahu jika Riska khawatir padanya, Zan liang sebenarnya tidak ingin membuat Riska khawatir lagi.


Tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa, pasalnya kejadian yang menimpanya juga tidak terencanakan, jika dia bisa menghindar, mungkin dia lebih baik menghindari hal tersebut.


Sementara itu Markas pengawal bayangan Axel, Yugi dan beberapa pemimpin lainnya sedang mencari lokasi penelpon Gio.


Mereka meretas ponsel tersebut untuk mencari tahu letak pasti orang yang menghubungi Gio.


" Bingggo !! " Seorang peretas dalam kelompok tersebut sudah menemukan lokasinya.


" Apa kamu sudah tahu dimana lokasinya Lut ?" tanya Yugi.


Lutfi tersenyum , dia memperlihatkan Laptopnya " Hotel Smart Garden Bekasi, aku rasa dia masih ada disana !" ucap Lutfi yakin.

__ADS_1


Yugi mengangguk " Hubungi Wildan !, suruh dia untuk menangkap bajingan itu dengan Cepat !"


Wildan merupakan salah satu anak buah Brian, dia menguasai dunia bawah di Bekasi, jadi Wildan adalah orang yang tepat untuk menangkapnya.


Tapi Yugi juga tidak lupa untuk memperingatkan Wildan agar hati - hati, pasalnya dia yakin jika orang tersebut membawa beberapa anak buah yang menjaganya.


Ditempat Wildan, dia yang sedang asyik bermain - main dengan beberapa Wanita di sebuah tempat Karaoke.


Tangan kanannya yang menerima telepon dari Yugi langsung melapor " Bos, ada perintah dari Tuan Yugi !"


Wildan melepas rangkulannya pada Wanita - Wanita yang ada disebelahnya " Bicaralah !" ucap Wildan datar sambil menyesap Vodka digelasnya.


" Tuan Muda Axel ada yang mengeroyok dan kebetulan dalang dibalik pengeroyokan tersebut ada di Hotel Smart Garden !"


" Brrrrffffff !" Wildan menyemburkan minumannya.


Wildan langsung berdiri " Brengsek !!, siapkan orang - orang kita, Kita bunuh orang yang berani menyentuh Tuan muda Axel !" ucap Wildan geram.


" Tapi Bos, Tuan Yugi menyuruh kita menangkapnya hidup - hidup, katanya Tuan Axel sendiri yang akan memberikan hukuman "


Wildan mengehla napas " baiklah, tapi memukul dia bolehkan, yang penting jangan sampai mati !"


Tangan kanan Wildan tersenyum kecut, pasalnya dia tahu jika Wildan sangat setia dengan Brian, Wildan rela melakukan apapun untuk Brian.


Karena bagi Wildan keluarga Axel adalah Dewa untuknya, Brian memberikan kekuasaan penuh untuk Wildan menguasai Bekasi, Brian juga berinvestasi besar - besaran untuk kota Bekasi.


Untuk itulah semua kalangan masyarakat di Kota Bekasi sangat repeck pada Brian, sebenarnya bukan hanya di kota Bekasi, seluruh masyarakat Kota di indonesia juga sangat menghargainya.


Pernah ada wacana semua golongan Masyarakat ingin Brian menjadi Presiden, tapi Brian menolaknya, karena dia tidak suka terjun di dunia politik.


Brian lebih suka hidup seperti Masyarakat pada umumnya, karena dengan begitu dia bisa bebas bertindak sesuai yang dia mau.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2