
Mister X sudah merencanakan untuk menyerang pulau Senkuku begitu lama, tapi hasilnya nol besar, anak Brian masih hidup sampai sekarang, hal tersebut menunjukan jika orang - orang yang di kirimnya sudah gagal.
Sekarang Mister X akan lebih berhati - hati lagi, dia akan merencanakan rencananya lebih matang lagi, agar kesalahannya tidak terulang lagi.
Mister X menghela napas panjang, di menyetabilkan emosinya agar tidak kalut lagi, setelah dia tenang, Mister X memanggil tangan kanannya untuk membuat rencana yang matang.
***
Sementara itu dikediaman Brian, Yugi sedang memberi laporan jika berita tentang kembalinya Zan liang sudah tersebar luas.
Brian terlihat menghela napas " Walaupun ini bagus karena kita tidak perlu memperkenalkan Zan liang lagi, tapi aku khawatir jika orang yang dulu menyerang Pulau Senkuku akan bergerak lagi "
Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Yugi !, kamu perketat penjagaan buat istri dan anak - anakku, ingat tetap awasi mereka semua, jangan sampai ada yang berani menyentuh mereka !" ucap Brian tegas.
" Dimengerti Tuan !" jawab Yugi tegas.
Brian kemudian menyuruh Yugi pergi, dia ingin Yugi vepat - cepat menjalankan perintahnya, karena Istri dan Anak - anaknya selalu bepergian ke.ana mereka suka.
Sementara itu, Zan liang sudah kembali berangkat ke Universitasnya, dia mengendarai Motor pemberian Rayan, tentu saja sekarang dia sekarang berboncengan dengan Riska.
Mereka berdua turun dari motor, Zan liang membuka kan helm Riska sambil tersenyum.
Riska juga membalas senyuman Zan liang " kenapa tidak dari dulu kamu seperti ini Zan ?" tanya Riska menggoda.
Zan liang balik menggoda Riska " Kalau aku dsri dulu seperti ini, bisa - bisa ayahmu membunuhku !"
Riska menggembungkan pipinya, walaupun ucapan Zan liang ada benarnya tapi dia tidak membenarkannya, karena Wanita maha benar.
__ADS_1
Zan liang mencubit pipi Riska dengan gemas " Aku cuma bercanda, jangan pasang wajah jelek seperti itu !"
" Ih.. apaan sih Zan " Riska melepaskan tangan Zan liang yang mencubit pipinya.
Mereka berdua kemudian tertawa bersama, pemandangan tersebut disaksikan oleh Sherli yang notabenya sudah sampai terlebih dahulu di parkiran, dia sengaja tidak keluar dari Mobil terlebih dahulu untuk melihat Zan liang.
Sherli mengepalkan tangannya karena cemburu, pasalnya dia juga ingin bermanja - manja dengan Zan liang seperti itu.
Zan liang dan Riska memasuki Universitas dengan bergandengan tangan, mereka sudah tidak peduli lagi dengan orang lain yang membicarakannya.
Mereka berpisah setelah sampai lorong Universitas, pasalnya ruangan mereka berbeda, karena mereka masuk kejurusan yang berbeda.
Diruangan Riska, Dosen memberikan mata kuliah seperti biasanya, tapi tiba - tiba rektor membawa masuk seorang Mahasiswa baru, tampangnya yang tampan, perawakan tubuh yang proposional, membuat semua wanita yang ada diruangan tersebut menatapnya dengan takjub.
" Astaga... Tampannya "
" Ah... aku mau jadi pacarnya !"
Semua wanita terus berceloteh ria membicarakan Mahasiswa baru yang di perkenalkan Rektor, Dia Mike Douglas, merupakan mahasiswa pindahan dari Jerman, dia pindah ke indonesia karena ikut Orang tuanya yang pindah ke Indonesia.
Riska mendongak menatap Mike, Riska sedikit tertegun pasalnya Mike memang sangat tampan, Blasteran Jerman Indonesia tersebut benar - benar membuat mata Wanita akan langsung tertuju padanya.
Mike membalas tatapan Riska, dia langsung tersenyum kearah Riska, Riska yang melihat itu langsung menundukan kepalanya.
" Sadar Riska !, kamu sekarang sudah punya Zan liang !, jangan mengambil lerhatian Pria lain !" Riska berusaha menekan rasa penasarannya pada Mike.
Tapi siapa yang menyangka, jika Mike lebih memilih duduk dikursi Kosong belakang Riska, daripada duduk dikursi kosong yang ada didepan.
__ADS_1
Mike mencolek Riska, otomatis Riska langsung menoleh, Mike mengulurkan tangannya " Salam Kenal, Nona....?" Ucap Mike dengan Aksen khas bule.
Riska hanya tersenyum, dia tidak menjabat uluran tangan Mike " Riska Halim " Setelah mengatakan itu Riska langsung kembali menatap Bukunya.
Mike menarik tangannya, dia tersenyum penuh arti " Wanita yang menarik, mari kita lihat apakah kamu tidak akan tergila - gila padaku ?" ucap Mike dalam hati.
Semua wanita yang melihat Riska mengabaikan Mike, mereka merasa jengkel, pasalnya menurut mereka Riska terlalu beruntung.
Padahal wajahnya tidak terlalu cantik, dia juga tidak memakai Riasan, tapi pria tampan dan kaya kenapa selalu mengejarnya ?.
Pikiran para Wanita memang seperti itu, bukannya dia senang jika ada orang lain yang populer, tapi mereka akan lebih cenderung memusuhinya, seperti kejadian Riska yang sekarang, bukan tidak mungkin jika dia nantinya akan mendapat banyak tatapan sinis semua Wanita di Kampusnya.
Riska yang tidak menyadari hal itu, dia bertingkah biasa saja, pasalnya dia merasa jika dirinya tidak melakukan kesalahan sama sekali.
Mata Kuliah akhirnya selesai, Zan liang terlihat sudah menunggu Riska di depan ruangannya, karena Mata Kuliah Zan liang sudah selesai satu jam lebih awal dari Riska.
Saat Riska akan bergegas menemui Zan liang, Mike mencekal lengan Riska, Riska menatap tajam Mike " Apa yang kamu lakukan !?, lepaskan aku !" ucap Riska tegas.
Mike tersenyum, dia melepaskan tangan Riska dan mengangkatnya ke atas " Baik, baik, jangan marah begitu Cantik, aku hanya ingin mengajak kamu makan siang, apa kamu ada waktu luang ?" tanya Mike lembut.
" Maaf, aku sudah ada janji !" Ucap Riska ketus sembari meninggalkan Mike.
Mike tersenyum " Baiklah, untuk saat ini kamu menolakku, tapi lihat saja nanti !" gumam Mike lirih sembarai menyeringai.
Setelah kepergian Riska, banyak wanita yang melemparkan diri pada Mike, mereka berbondong - bondong menawarkan diri untuk pergi bersama Mike, tapi Mike menolaknya, karena dia ingin membuat reputasi baik di hadapan Riska.
.
__ADS_1
.
.