Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Saling mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

Riska menghampiri Zan liang yang duduk seorang diri setelah dia berbasa - basi dengan semua anggota jeluarga Zan liang.


" Kenapa jamu duduk disini Zan ?, apakah kamu tidak suka dengan acaranya ?" tanya Riska sambil duduk di sebelah Zan liang.


Zan liang menggeleng " Bukan begitu, aku hanya tidak suka keramaian saja, untuk pestanya aku mengucapkan banyak terimakasih Ris " ucap Zan liang lembut.


Riska tersenyum " Aku cuma yang merencanakan, selebihnya keluarga kamu yang atur, awalnya aku hanya ingin bikin pesta sederhana saja, eh.. Ayah kamu tidak setuju, ya sudah aku ikutin saja mau Ayah kamu "


Zan liang menatap Riska dengan penuh kasih, Riska juga balik menatap Zan liang, dua insan yang sedang di madu Cinta itu saling menatap hingga beberapa detik.


Zan liang mau buka suara, tapi tiba - tiba ada seseorang yang menegur Zan liang " Hai Zan.. Selamat ulang tahun !"


Zan liang dan Riska sontak saja langsung menoleh ke arah Suara, Zan liang terkejut " She..sherli !" ucap Zan liang kaget.


Sherli terlihat sangat cantik, dia yang biasanya memakai kacamata sekarang tidak memakainya, dia mengenakan gaun Biru yang elegan membuat dia semakin terlihat menawan, Rambutnya yang terurai lurus semakin memperlihatkan kecantikannya.


" Maaf Zan aku terlambat , tadi ada urusan mendadak, ini buat kamu " Sherli menyerahkan sebuah kado buat Zan liang.


Zan liang menerima kado tersebut " Terimaksih Sher, silahkan duduk " ucap Zan liang sopan.


Sementara Riska terlihat memanyunkan bibirnya, dia tidak senang dengan kehadiran Sherli, pasalnya momen yang tadi mereka berdua buat hilang begitu saja.


Sherli duduk disebelah kanan Zan liang sedangkan Riska disebelah kiri, Zan liang lupa jika dia sedang bersama Riska.


Sherli terus - menerus mengajak Zan liang bicara, dia sengaja melakukan hal tersebut karena tahu jika Riska sangat dekat dengan Zan liang, dia ingin menjauhkan Zan liang dsri Riska.


Riska yang dari tadi diam, dia menarik baju Zan liang, sontak saja Zan liang langsung menoleh kearah Riska.


" Tadi apa yang ingin kamu katakan Zan ?" tanya Riska serius.

__ADS_1


Tapi Sherli tidak mau kalah, dia juga menegur pada Zan liang " Zan..., coba kamu buka kadonya !"


Zan liang beralih menoleh ke Sherli tanpa memberi jawaban pada Riska " baiklah..." Zan liang akan membuka kado tersebut.


Riska menggembungkan pipinya, dia yang tidak biasa bertindak agresive, dia bingung ingin berbuat apa.


Sementara Zan liang sedang membuka kado yang di buka Sherli, terlihat sebuah jam tangan Patek philips edisi kusus, Zan liang menatap Sherli " Terimkasih Sher..." ucap Zan liang sambil memegang jam tangan tersebut.


Sherli tersenyum " Sini biar aku pakaikan " Sherli merebut jam tangan yang sedang dipegang Zan liang dan memakaikannya.


Riska yang melihat itu semakin terbakar cemburu oleh tindakan Sherli, pasalnya dia tidak bisa bertindak seperti Sherli yang begitu Agresive.


Riska hanya bisa menghentak - hentakan kakinya saat melihat hal tersebut, tapi tiba - tiba Rayan datang setelah sherli selesai memakaikan jam tangan buat Zan liang.


" Kak, boleh aku duduk !" Rayan minta ijin tapi langsung duduk di tengah - tengah Sherli dan Zan liang.


" Ada apa ?" tanya Zan liang saat Rayan sudah duduk.


Rayan tersenyum kecut " Tidak ada apa - apa Kak, aku hanya cape saja terus - terusan bicara dengan banyak kenalan Ibu, apa lagi mereka selalu menjodoh - jodohkan Aku "


Zan liang menghela napas " Dasar kamu ini "


Riska tersenyum ke Rayan karena dia memisahkan kedekatan Zan liang dengan Sherli, dia sekarang bisa mengajak bicara Zan liang lagi.


Riska menarik Zan liang untuk lebih dekat dengannya, dia sudah tidak mau bermalu - malu lagi, keburu Zan liang di gondol Wanita lain.


Sontak saja Zan liang mengerutkan keningnya saat Riska menariknya mendekat " Ada apa Lagi Ris ?" tanya Zan liang lembut.


" Zan... Aku.... Aku... Mencintai kamu !"

__ADS_1


" Brrruufffff !!!" Rayan menyemburkan minuman yang sedang di tenggaknya kedepan.


Sherli membellakan matanya saat mendengar ucapan Riska, dia tidak menyangka jika Riska akan sangat berani, apalagi ucapannya sangat keras, hingga orang yang sedang bersantai di dekat mereka mendengarnya.


Walaupun terdengar musik yang sedang dinyanyikan sangat keras, tapi suara Riska seakan lebih keras dari musik tersebut.


Zan liang terkejut " Ris..kamu...?"


Riska mengangguk " Zan, aku tidak mau menutup - nutupinya lagi, aku ingin hubungan kita ada kejelasan !"


Zan liang tersenyum kecut, dia merasa jika dirinya bukanlah seorang pria, karena sampai Wanita yang disukainya menyatakan Cinta terlebih dahulu.


Zan liang menghela napas, dia menggenggam kedua tangan Riska " Aku juga mencintaimu Ris, aku tidak tahu sejak kapan rasa ini tumbuh, tapi yang jelas, ada kekosongan ketika kamu tidak hadir di hidupku walau cuma sehari saja "


Riska menitihkan air matanya karena bahagia, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, yang ditakutnya selama ini ternyata tidak terjadi, Zan liang membalas Cintanya.


Zan liang meghapus air mata Riska " Hei.. Kenapa kamu menangis, apakah kamu tidak bahagia setelah mendengar pengakuanku ?"


Riska menggeleng " Dasar bodoh !, ini air mata kebahagiaan !" Riska menghambur ke pelukan Zan liang.


Rayan yang menyaksikan drama Cinta dihadapannya, dia melongo, Rayan tidak menyangka jika akan melihat kakaknya menembak Riska di hadapannya.


Sementara Sherli hatinya langsung terasa sakit, rencana yang dia buat seolah percuma saja, Sherli langsung beranjak dari tempat duduknya, dia meninggalkan mereka tanpa Pamit, terlihat Sherli berlari keluar Restoran sambil menyeka Air matanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2