Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Riska


__ADS_3

Zan liang sedang duduk di kursi taman Universitas hanya di temani dengan sebotol air mineral dan Roti , dia tidak nongkrong di kantin seperti teman yang lainnya karena untuk menghemat uang.


Alicia tiba - tiba duduk di sampingnya , dia mengulurkan satu kaleng kopi pada Zan liang " Buat kamu " Ucap Alicia lembut.


Zan liang menoleh ke arah samping , karena dia tidak pernah menolak pemberian orang lain , jadi dia menerima pemberian Alici dengan senang hati " Terima kasih "


Alicia mengangguk sambil tersenyum " Sama - sama "


Alsan kenapa Zan liang tidak mengenal adik - adiknya , karena dia tidak pernah mau jika di suruh Video call sama mereka.


Dan Kenapa adik - adiknya mengenal wajah Zan liang Karena Mei sia selalu menunjukan foto terbaru dari Zan liang.


Zan liang bukanlah orang cepat akrab dengan orang lain , jadi dia tidak akan memulai pembicaraan dengan siapapun jika lawan bicaranya tidak memulai lebih dahulu.


" Apa aku boleh meminta nomor ponsel kamu ?" Alicia membuka pembicaraan lagi setelah hening beberapa saat.


Zan liang menoleh Sambil mengerutkan keningnya " untuk apa ?"


Alicia tersenyum " Menghubungimu lah , masa buat ngasih makan bebek ,ya gak mungkin dong "


Alicia mencoba untuk bercanda, tapi ekspresi Zanliang masih datar ,dia tidak tersenyum apa lagi tertawa.


Alicia yang melihat hal itu jadi semakin merasa bersalah " apa kakak Zan sudah tidak tersenyum lagi selama ini?, kenapa wajahnya tanpa ekspresi seperti ini ?" Alicia membatin.


" Ini !" Zan liang menunjukan nomor ponselnya.


Alicia yang tertegun kaget " eh..apa ?"


" Ini , katanya kamu mau nomorku tadi " jawab Zan liang singkat.


Alicia tersenyum manis, karena dia berhasil mendapatkan nomor Zan liang , tapi senyuman Alicia berubah menjadi muram saat melihat ponsel yang di miliki Zan liang.


Ponsel tersebut keluaran lama , Layarnya juga terlihat retak dengan adanya garis seperti rambut yang berjumlah tiga garis.


Alicia menatap Zan liang miris , dia anak orang paling kaya di Indonesia ,tapi ponsel saja masih seperti itu. Perbedaan dia dengan Zan liang sangat kentara sekali dari segi pemakaian barang.


Alicia mengeluarkan Iphone 13 , dia mencatat nomor Zan liang di ponselnya .


Saat Zan liang melihat Iphone 13 milik Alicia dia berkata " Kenapa orang sepertimu kuliah di sini ?, bukankah masih banyak Universitas Elite di Indonesia ?" Eatan bertanya sambil menggigit rotinya.

__ADS_1


Alicia panik , dia pikir jika Zan liang sudah mengetahui identitasnya , padahal dia menyuruh Dosen dan Rektor untuk tidak menyebut marganya " Maksud kamu ?" Tanya Alicia pura - pura bodoh.


" Tuh.. ponsel kamu saja mahal , mahasiswa di sini jarang yang punya ponsel seperti kamu , dan mereka yang punya ponsel seperti kamu semuanya orang kaya " Zan liang menjelaskan dengan santai.


Alicia melihat ponselnya , dia menghela napas " Apa tidak boleh orang kaya kuliah di tempat ini ?, tentu bolehkan ?"


Zan liang masih memakan Rotinya " Aku tidak bilang orang kaya tidak boleh kuliah di sini , aku cuma heran saja , karena biasanya orang kaya lebih memilih pamer identitasnya satu sama lain "


Alicia mengerutkan keningnya " apa kamu memandang setiap anak orang kaya seperti itu ?"


" Tidak juga , tuh ..dia anak orang kaya juga ,tapi tidak seperti yang lainnya " Zan liang menunjuk Riska yang berjalan menghampirinya.


Alicia menatap Wanita yang sedang menghampiri mereka " apakah dia pacar kakak ?" Alicia bertanya dalam hati.


Riska menghampiri mereka dengan menenteng sesuatu di tangannya " Raizan , makan siang bersamaku mau gak ?" ucap Riska lembut.


" Terimakasih Ris , tapi aku lagi makan nih " Zan liang menunjukan Roti yang tinggal beberapa gigitan lagi.


Riska menggembungkan pipinya " itukan cuma Roti , mana kenyang , mau yah ?" ucap Riska memelas.


Zan liang menghela napas " sama Nona Alicia saja , dia sepertinya belum makan siang "


Riska menoleh ke arah Alicia , karena dari awal dia hanya fokus dengan Zan liang , jadi Riska mengabaikan Alicia.


Alicia tersenyum " Ah.. kebetulan aku baru pindah kemari , Alicia " Alicia mengulurkan tangannya.


Riska yang notabenya orang yang ramah , dia menyambut uluran tangan Alicia dan memperkenalkan diri juga.


Walaupun Riska khawatir jika Alicia menyukai Zan liang , tapi dia juga sadar jika Zan liang butuh pendamping juga, Karena hubungan dia dan Zan liang tidak di restui ayahnya.


Zan liang yang melihat Riska dan Alicia cepat akrab , dia memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.


" Kamu mau keman Zan ?" tanya Riska yang melihat Zan liang pergi.


" Aku ada satu mata kuliah lagi " Zan liang melangkahkan kakinya pergi.


Riska menghela napas " Aku rasa otak dia hanya berisi materi kuliah semua " ucap Riska lirih.


Alicia yang menedengar itu bertanya " Maksud kamu apa Ris ?"

__ADS_1


Riska menoleh ke arah Alicia " Raizan selalu memikirkan pendidikannya , asal kamu tahu saja dia mahasiswa terbaik di Universitas ini " Riska berkata dengan semangat.


Alicia tidak terkejut , karena anak - anak ayahnya semua cenderung pintar karena menurunkan gen Brian yang notabenya orang yang sangat pandai.


" oh..bagus dong " Alicia memuji Zan liang.


Riska menggeleng " tapi dia tidak memiliki waktu untuk bersantai seperti kita , di Universitas dia sibuk dengan kuliahnya , sedangkan saat pulang dia harus bersiap - siap untuk bekerja , dia beristirahat hampir tengah malam setiap hari " sorot mata Riska terlihat sendu.


Alicia terkejut karena dia tidak di beritahu secara rinci tentang Zan liang oleh Ayahnya , dia hanya di beritahu jika Zan liang bekerja paruh waktu saja. Alicia tidak pernah berpikir jika kakaknya akan bekerja sampai larut malam setiap hari.


" Kamu serius , apa tidak ada yang mau membantu keuangannya ?" tanya Alicia penasaran.


" Aku sempat menawarkan bantuan , tapi dia menolaknya jika di beri uang , dia hanya mau jika di beri makanan saja , itu juga kalau dia moodnya baik " Riska menjelaskan dengan penuh rasa khawatir.


Alicia yang melihat ekspresi wajah Riska ,dia tahu jika Riska menyukai Zan liang, karena Riska tahu banyak tentang Zan liang.


Alicia tersenyum " Apa kamu pacar Raizan ?" ucap Alicia tanpa basa - basi.


Riska menggeleng " bukan , kami hanya berteman " Riska diam sebentar.


dia kemudian menatap Alicia dan menggenggam tangannya " Alicia , jika kamu menyukai Raizan ,tolong perhatikan dia yah , dia butuh orang yang benar - benar tulus padanya " Walaupun Riska baru bertemu dengan Alicia, entah kenapa dia sudah percaya padanya.


Alicia tersenyum " Sepertinya kamu salah paham denganku , Seharusnya aku yang berkata begitu padamu, bukankah kamu menyukai Raizan ?"


Riska menggeleng " aku tidak bisa , karena selesai kuliah aku akan menikah dengan orang pilihan ayahku " ucap Riska sedih.


Alicia terkejut , karena dia mengira kakaknya memiliki hubungan dengan Riska , tapi siapa yang menyangka jiki Riska sudah di jodohkan.


Padahal di mata Alicia , Zan liang dan Riska saling mencintai , walaupun Zan liang terlihat cuek , tapi sorot matanya ketika melihat Riska , ada semburat kekaguman yang Zan liang sembunyikan.


Alicia berpikir untuk melibatkan ayahnya untuk menemui ayah Riska , dia ingin agar Riska bersama kakaknya , karena Alicia yakin jika Riska orang yang tepat untuk kakaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2