
Riska menitihkan Air matanya, dia tahu jika Zan liang sangat kesal padanya, tapi dia gidak tahu haris berbuat apa.
Darah terus mengalir di tangan Zan liang, Sobekan daging tangan Zan liang yang di akibatkan oleh kaca Mobil sangat mengerikan, di tambah Jari Jari Zan liang juga ikut berdarah.
Yugi membentak anak Buahnya yang baru datang c Cepat Bodoh !!!"
Anak buah Yugi ketakutan saat melihat luka Zan liang, dia mencoba untuk emlakukan operasi ditempat, karena dia seorang ahli Medis dalam Militer.
Yugi memgangi tangan Zan liang yang terluka, pasalnya dari tadi Zan liang selalu menolak untuk di obati.
Tapi setelah Yugi merayu dan memegangi tangannya, Zan liang akhirnya mau di obati.
Sobekan Luka di jahit hingga sembilan jahitan, setelah itu luka tersebut dililit dengan perban.
Pengobatan berjalan dengan lancar, Anak Buah Yugi semuanya berkeringat dingin, pasalnya mereka tahu jika Brian mendengar hal tersebut pasti akan marah besar.
Jangankan Mereka, Yugi yang Notabenya pemimpin mereka juga merasakan hal yang sama.
" Tuan Muda Zan, tolong jangan bertindak gegabah, nyawa kami ada di tangan anda " Ucap Yugi Sendu sembari membungkuk hormat.
" Sudah !, cepat antar dia pulang !" perintah Zan liang tegas.
" Baik Tuan Muda !" Yugi bergegas masuk kedalam Mobil.
Riska yang dari tadi diam buka suara " Yugi !, aku mau ke rumah Zan saja "
Zan liang menatap Tajam Riska, tapi Riska mencoba untuk tetap tersenyum, sekarang dia sadar jika telah bersalah pada Zan liang.
Zan liang membuang wajahnya dari Riska tanpa bicara sepatah katapun, Yugi yang melirik mereka dari spion dalam Mobil menghela napas.
Mobil mereka sampai di kediaman Axel, Yugi dengan tergesa - gesa ingin membukakan pintu Mobil Zan liang, tapi Zan liang sudah turun terlebih dahulu.
Riska terlihat mengikuti dan memanggil Zan liang, tapi Zan liang tidak memperdulikannya.
Brian yang sudah menunggu Zan liang, dia terkejut saat tangan kanan Zan liang di balut perban.
" Zan kamu kenapa ?" Tanya Brian Khawatir, Tapi Zan liang mengabaikannya, dia langsung ke kamarnya.
Riska yang di belakang Zan liang berhenti dan memberikan salam pada Brian " Salam Ayah "
__ADS_1
Brian menatap sinis Riska, dia menganggukan kepalanya dan menyuruh Riska Masuk " Masuklah, ada yang ingin ku bicarakan denganmu !"
Sindi yang ada di samping Brian mengusap tangan Brian, Brian mengabaikan hal tersebut dan memasuki kediamannya.
Sindi tersenyum ke arah Riska " Yok masuk, jangan takut, Ayah hanya khawatir dengan kalian saja " ucap Sindi lembut.
Riska hanya menganggukan kepalanya, dia berjalan sembari menundukan kepalanya.
Terlihat keluarga besar Zan liang sudah berada di ruang keluarga, mereka semua berkumpul untuk membahas masalh Riska.
Husen dan Zahra juga terlihat di sana, walaupun mereka tidak tahu apa - apa, tapi tujuan Husen ingin melihat pacar Zan liang.
Saat Riska sudah duduk, Brian buka suara " Zahra, kamu temani Zan liang, ini kunci cadangan kamar Zan liang !" Brian secara terang - terangan mengatakan hal tersebut.
Riska tentu saja tahu apa maksud Brian, pasalnya Brian bisa mendapatkan menantu yang lebih cantik darinya, memikirkan hal tersebut saja sudah membuat Riska merutuki kebodohannya.
Sementara Zahra terlihat ragu, karena dia merasa tidak enak dengan Riska, takutnya dia malah membuat hubungan Zan liang dan Riska semakin merengggang.
" Sini ayah Kuncinya, Biar kak Zahra Mindi temenin !" Ucap Mindi sembari tersenyum.
Brian memberikan kunci pada Mindi, Mindi kemudian menarik Zahra agar ikut dengannya.
Sebenarnya Brian sudah tahu siapa pelakunya, hanya saja dia ingin mendengar sendiri dari mulut Riska.
Riska hanya menundukan kepalanya, dia tidak menjawab pertanyaan Brian.
Brian mengerutkan keningnya " Jadi kamu ingin melindunginya !?"
Riska langsnung mendongak, dia menggelengakan kepalanya " Ayah aku tahu aku salah, aku berjanji tidak akan seperti ini lagi " ucap Riska sembari menangis.
" Riska, aku rasa Zan liang sudah memperkenalkanmu dengan Zahra bukan ?, dia orang yang akan aku jodohkan dengan Zan liang !, awalnya aku pikir kamu yang terbaik buat Zan liang karena kamu mengetahui semua tentang Zan liang, tapi setelah aku memgawasi kamu beberapa hari ini nyatanya aku salah !, kamu lebih memilih bersenang - senang dengan pria lain tanpa memikirkan perasaan Zan liang !"
" Bruugggg !" Riska langsung berlutut, dia meangis di kaki Brian.
" Hikss...Hikss...., Ayah beri aku kesempatan, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, aku juga hanya berteman dengan Mike saja !" jawab Riska.
" Sayang, jangan seperti ini, kasihan Riska " Sindi memapah Riska untuk duduk di Sofa lagi.
Husen tersenyum " Brian, bagaimana kalau bulan depan kita nikahkan Zan liang dan Zahra saja, mereka juga sudah cukup umur !"
__ADS_1
Sontak saja semua orang terkejut dengan ucapan Husen, pasalnya mereka disini untuk membahas masalah Zan liang dan Riska saja.
" Aku setuju, kita nikahkan mereka bulan depan !, aku tidak ingin anakku terluka lagi ! " jawab Brian tegas.
" Dan kamu Riska, lebih baik jauhi Zan liang !, aku tidak ingin melihat kamu dekat dengannya lagi !" Brian langsung berdiri dan meninggalkan Ruan keluarga, di ikuti Husen yang tersenyum penuh Arti.
Jelas saja Riska semakin menangis Histeris " Ayah maafkan aku .. Hiks...Hiks...Hiks...."
Sindi mengusap punggung Riska " kamu tenang saja yah, Ibu akan bicara dengan Ayah, dia hanya sedang marah saja, lebih baik kamu pulang dulu "
Alicia menimpali " Benar kata ibu Ris, kamu pulang dulu saja, Ayah kalau lagi emosi memang seperti itu !"
" Apanya yang emosi, itu tadi Ayah benar - benar serius, aku tahu jika Ayah serius dan berca...."
" Pleettaaakkk !" Rayan belum selesai bicara, Mira sudah menjitaknyan dengan keras.
" Aduh... Ibu jahat banget sih ?" Rayan memegang keplanya yang lagi - lagi benjol.
Mira memelototi Rayan " Sana masuk kamar !!"
Rayan tahu jika dia lagi - lagi salah ngomong, dengan lesu dia meninggalkan ruang keluarga.
Mira tersenyum ke arah Riska " Maafkan Rayan yah Ris, dia hanya senang bercanda "
Tanti yang dari tadi diam buka Suara " Renungkanlah Ris, kamu wanita harusnya bisa menjaga martabat kamu, apa lagi Zan liang tidak pernah dekat dengan Wanita manapun !"
" Ayo, Biar kakak yang antar kamu pulang " Krisna beranjak dari duduknya dan menghampiri Riska.
Krisna memapah Riska, dia membawa Riska ke Mobilnya dan Mengantar Riska untuk Pulang.
Sementara itu di kamar Zan liang, Zahra dan Mindi hanya duduk di sofa, pasalnya Zan liang pura - pura tidur saat mereka masuk kamarnya.
Zahra sebenarnya tahu, tapi dia juga tahu jika Zan liang tidak ingin diganggu, untuk itu dia menyuruh Mindi untuk duduk di sofa saja.
.
.
.
__ADS_1