
Yugi berhasil menangkap Pria yang ada hubungannya dengan Mister X, saat pria tersebut berlibur di Bali.
Yugi mendapatkan informasi dari dua Pembunuh bayaran yang waktu itu hampir membunuh Zan liang , mereka berdua berhasil ditangkap setelah beberapa bulan kejadian itu terjadi.
Alasan kenapa Mister x tidak menyerang Zan liang lagi setelah hampir satu tahun, itu semua terjadi karena Mister X tidak melihat jika Zan liang tidak berencana membocorkan rencananya.
Mister X tidak tahu jika Brian sudah terlanjur memburunya. Karena anak buahnya disuruh untuk bermain halus, jangan tergesa - gesa. Jadi Mister X tidak tahu jika selama ini dia di buru.
Di ruang penyekapan, Yugi masih mengiterogasi orang Mister X. Akhirnya dia mau buka suara setelah keluarganya dijadikan umpan.
" Mister X akan pergi berlibur disingapura besok, kemungkinan dia akan membawa beberapa anak buah terkuatnya, tapi karena dia tidak tahu jika kalian mengincarnya, penjagaan pasti sangat longgar "
Orang Mister X menjelaskan, kemudian dia mendongak menatap Yugi " Kamu boleh membunuhku, tapi tolong jangan libatkan keluargaku, biarkan mereka hidup dengan tenang " Wajah pria tersebut terlihat memelas, dia tidak arogan seperti ketika baru ditangkap.
Yugi menatap sebuah kamera pengawas " Begitulah Tuan katanya, apa rencana Tuan selanjutnya ?" tanya Yugi menggunakan Handset, yang selalu terpasang ditelinga kanannya.
" Terus Awasi dia, dan segera kirim orang untuk menangkap pria tersebut di Singapura, minta Militer Singapura agar tidak ikut campur dengan masalah kita ! dan terus aqasi dia jangan sampai kabur, kita perlu menahannya sampai orang ini tertangkap ! " jawab Brian diseberang telepon.
" Baik Tuan ! " Ucap Yugi tegas.
Yugi langsung meninggalkan ruang penyekapan tanpa bertanya lagi pada orang yang disekap itu. Dia langsung ke ruangan informasi.
Yugi menyuruh anak buahnya agar menghubungi pasukan Kusus yang di pimpin olehnya langsung, dan menyuruh mereka segera terbang ke Singapura.
Yugi juga langsung bergerak, karena dia tidak punya waktu lagi untuk membuat rencana disingapura nantinya, jadi dia ikut berangkat kesana.
__ADS_1
Sementara itu Mister x terlihat sedang mengurus beberapa berkas perusahaannya.
Sebenarnya Mister X ke Singapura bukan hanya untuk berlibur, dia ingin menemui teman lamanya yang selalu membantunya ketika dia ingin mendapat informasi dari Brian.
Mister X menemui dia langsung karena orang tersebut merupakan salah satu Pejabat Negara Indonesia dengan pangkat yang cukup tinggi.
Mister X ingin membahas rencana penyerangan internal yang sudah dia matangkan setelah beberapa bulan ini hanya diam saja, dia ingin menguasai Indonesia dengan cara mengendalikan seluruh pejabat Negara menggunakan ancaman data penggelapan uang.
Mister X sudah mengantongi seluruh data penggelapan Uang pejabat Negara yang pangkatnya tinggi dengan detail, agar dia bisa mengendalikan mereka layaknya Boneka saja.
...***...
Sementara itu Zan liang sedang bimbang, sebenarnya dia ingin terlibat dengan penangkapan Mister X, tapi dia cemas jika harus meninggalkan Zahra yang masih hamil muda, dia khawatir jika Zahra akan terbebani ketika harus ditinggal jauh olehnya saat dia baru hamil.
Zan liang yang terlihat gelisah di ruang kerja dalam kamarnya, Riska menegur Zan liang " Kamu kenapa sayang ?"
" Dia sedang senam dengan pembimbingnya di taman depan " Ucap Riska lembut sambil menaruh Kopi untuk Zan liang.
" Oh... kamu tidak ikut sekalian ?" tanya Zan liang sambil menyesap Kopi panas yang baru diberikan Riska.
" Ih... kamu lupa atau pura - pura lupa sih ?, itukan Senam untuk ibu hamil, tapi aku nanti kesana kok untuk menemaninya, setelah melayani suamiku tercinta dulu " ucap Riska sambil memeluk Zan liang dari belakang.
Zan liang tersenyum, dia membatin " Biarlah Yugi saja yang menyelesaikan masalah ******* itu, aku tidak mau ambil resiko jika harus bertarung dengan para ******* "
Zan liang sadar jika dia yang sekarang sudah memiliki keluarga sendiri harus berpikir lebih masuk akal, dia tidak ingin bertindak gegabah dan meninggalkn dua orang yang sekarang membuatnya lebih bahagia.
__ADS_1
Walaupun dia masih marah dengan kematian Ibunya, tapi dengan dia bertindak menuruti egonya, sama saja dia menghancurkan kebahagiaannya sendiri.
Zan liang mendongak menatap Riska sambil tersenyum, lalu dia menarik kepala Riska dan memgecup Bibirnya sebentar.
" Aku mau kerja lagi, kamu temani Zahra yah sayang !" Ucap Zan liang sambil memegang Pipi Riska.
Riska balas tersenyum dan mengangguk pelan " oke, selamat bekerja sayang " Riska melepaskan pelukannya pada Zan liang dan meninggalkannya sendirian.
Zan liang menghela napas " Mungkin ini yang terbaik, Bu...Maaf, Zan tidak ingin membuat kecewa ibu, tapi Zan juga harus memikirkan perasaan istri Zan, Zan berharap ibu mengerti keadaan Zan sekarang " ucap Zan liang sambil menatap langit - langit.
Karena dia telah berjanji untuk mencari dalah *******, dia sebenarnya merasa bersalah karena selama ini dia tidak melakukan hal tersebut.
Malahan dia terkesan memberikan masalah tersebut pada Ayahnya, yang ternyata selama ini sudah mencari dalang dari tindakan ******* pulau Senkuku.
Sebelumnya Zan liang memang bersikeras untuk mencarinya, tapi faktanya dia tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan Ayahnya.
Akhirnya Zan liang menyadari jika dia perlu berkuasa seperti Ayahnya, agar dia bisa bertindak sesuai keinginaannya.
Zan liang sekarang sudah membulatkan tekadnya untuk melebihi Ayahnya. Malahan sekarang perkembangan Axel Capital Brebes sangat pesat saat Zan liang yang memegangnya satu tahun belakangan.
Di tambah para warga Brebes sangat menghormati Zan liang yang mampu menjawab keresahan mereka semua, karena Hasil pertanian mereka tidak perlu takut akan anjlok, Soalnya Zan Liang siap menampung semua hasil pertanian Warga Brebes dan sekitarnya dengan produk - produk yang mulai dikenal dalam skala Nasional.
.
.
__ADS_1
.