Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Keluarga Besar Axel


__ADS_3

Sebastian langsung di bekuk, dia tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah saja.


" Siapa yang menyuruh kalian ?" tanya Sebastian penasaran.


" Aku yang menyuruh mereka !" Brian tiba - tiba muncul dan masuk ke dalam kamar.


Sebastian terkejut, dia tidak menyangka jika Brian akan mengetahui keberadaannya, padahal selama ini dia telah bersembunyi dengan baik menurutnya.


" Bri..Brian !, bagaimana mungkin kamu...."


Brian memotong ucapan Sebastian " kenapa ?, apa kamu pikir bisa bersembunyi terus dariku !?" ucap Brian ketus.


Brian menghampiri Sebastian, dia menengadahkan tangannya ke Yugi, Yugi menganggukkan kepalanya, dia memberikan pistol pada Brian.


Sebastian ketakutan " Brian !, kita bisa bicarkan ini baik - baik !" raung Sebastian panik.


Brian menodongkan Pistol tepat di dahi Sebastian " Membicarakan baik - baik ?, Setelah apa yang kamu lakukan pada salah satu istriku ?, jangan mimpi !"


" Bri....


" Dor !!


Brian tanpa ampun menembak kepala Sebastian sebelum dia buka suara.


Brian memberikan kembali Pistolnya pada Yugi " Bersihkan semuanya, jangan sampai terjadi kegaduhan disini !"


" Baik Tuan ! " Ucap Yugi Sopan.


Yugi langsung menyuruh anak buahnya untuk membersihkan Hotel tersebut agar seolah tidak terjadi apa - apa.


Para Pelanggan Hotel juga kembali ke kamarnya masing - masing, karena hanya kamar Sebastian saja yang rusak.


Setelah beberapa Hari berlalu atas kematian Sebastian, Brian seakan merasakan bebannya sedikit berkurang, karena setidaknya dia bisa sedikit membalaskan dendam istrinya, walau sebenarnya dia masih mempunyai sedikit perasaan bersalah pada Mei sia.


Sementara itu Zan liang semakin gencar membuat terobosan - terobosan baru agar impiannya jadi kenyataan.

__ADS_1


Zan liang sekarang sudah tidak takut lagi jika dia bergerak kebidang manapun, karena orang yang mengincarnya sudah dilenyapkan.


Hari berganti Hari, bulan berganti bulan berlalu, Axel Capital Brebes mulai mengeluarkan produknya ke skala internasional.


Tentu saja itu semua berkat pimpinan Zan liang yang begitu liawai dalam mencari celah pemasaran dikalangan Masyarakat.


Zan liang sangat senang karena dia sekarang sudah bisa memimpin perusahaan besar sendiri tanpa bantuan Martin, karena Martin sekarang sudah memilih pensiun sepenuhnya dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya di Kalimantan yang Notabenya tempat Anita dilahirkan.


Zan liang juga sudah memiliki perusahaan Bodyguard sendiri, dan penjaga pribadi keluarganya yang dia rekrut dengan bantuan rekomendasi Yugi dari Militer.


Zan liang ingin kedua orang tercintanya selalu di jaga dengan ketat agar tidak ada kehadian seperti dulu lagi.


Sementara itu Perut Zahra semakin membesar karena usia kandungannya sudah 9 bulan, artinya dia sebentar lagi melahirkan.


Sementara Riska tidak kunjung hamil juga, padahal dia sekarang mendapatkan Porsi Ekstra setiap kali berhubungan badan, tapi entah kenapa dia belum hamil juga sampai sekarang.


Zan liang sedang berada di kantornya, Asisten dia Muli Suwandi sedang melaporkan data perusahaan satu bulan kebelakang.


Zan liang membuka - buka berkas dan mengangguk - anggukkan kepalanya karena semuanya berjalan lancar.


" Tuan Zan, besok launcing produk baru kita, apakah Tuan Akan hadir disana ?" tanya Muli sopan.


" Zan !, Zahra sudah di bawa ke Rumah sakit, sepertinya dia akan melahirkan sekarang !" ucap Nenek Zan liang tergesa - gesa.


" Apa...!!, Baik Nek aku akan segera kesana !" ucap Zan liang terkejut sambil berdiri, dia langsung mematikan ponselnya dan bergegas keluar ruangan.


Saat sampai di pintu dia menoleh belakang " Muli !, batalkan semua janji temu pada Klien satu minggu kedepan, untuk Launcing Produk baru kamu atur semuanya !" Zan liang buru - buru meninggalkan kantornya.


Muli hanya bisa menghela napas panjang " Tuan Zan ini ..."


Zan liang langsung kerumah sakit milik Axel Capiral yang ada di Brebes, hanya dalam setengah jam perjalanan saja dia sudah sampai.


Terlihat Riska yang sedang menunggunya, Zan liang menghampiri Riska " Sayang, bagaimana keadaan Zahra ?"


Riska tersenyum " Dia baik - baik saja, Ayo masuk !" Ajak Riska memasuki ruanagn VIP rumah sakit.

__ADS_1


Terlihat Zahra yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Zan liang langsung menghampirinya " Sayang, maaf aku terlambat " Zan liang mengecup kening Zahra.


Zahra tersenyum " tidak apa - apa, aku tahu kamu sibuk, yang penting anak kita terlahir dengan sehat "


" Benarkah ?, mana dia ?" Zan liang menyapu pandangannya keseluruh tempat.


" Disini Sayang " Panggil Riska yang sedang didekat anak Zahra.


Zan liang langsung menghampiri Riska, dia melihat seorang Bayi perempuan mungil, wajahnya masih beluma terlihat Cantik, tapi yang pasti menggemaskan.


Zan liang tersenyum senang, dia ingin menggendongnya tapi dia takut mentakitinya, jadi dia hanya bisa menatapnya saja.


Zan liang menatap Riska " Lihatlah dia begitu lucu, menurut kamu dia mirip siapa sayang ?" ucap Zan liang bersemangat.


Riska tersenyum " Siapa lagi kalau bukan ibunya yang cantik "


Sebenarnya Riska sedikit iri, tapi dia tidak bisa apa - apa, karena yang maha kuasa belum memberinya sebuah keturunan.


Riska memegang perutnya dengan Reflek, Zan liang yang melihat hal tersebut, dia memegang tangan Riska yang ada diperutnya " Suatu saat nanti kamu juga akan memiliki anak, aku sangat yakin itu, kamu yang sabar yah sayang " Zan liang mengecup kening Riska.


Riska menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka bertiga bercanda gurau di ruangan tersebut.


Malam harinya keluarga besar Axel yang sudah sampai di Brebes karena mereka diberitahu jika Riska sudah melahirkan, mereka semua datang menjenguk ke rumah Sakit.


Keluarga besar Axel menyambut hangat kedatangan keluarga baru mereka, semuanya terlihat sangat bahagia, apalagi Brian yang sekarang sudah memiliki dua orang Cucu.


Zan liang merasa keputusannya kembali ke keluarga Axel sudah benar, jika dia tidak kembali entah dia bisa mendapatkan kebahagiaan seperti itu atau tidak.


Anak Zan liang di beri Nama Mei Azahra, dia mencantumkan nama orangtuanya dan nama Zahra di dalamnya untuk menunjukkan jika dia masih mengingat ibunya sampai kapan pun.


Tamat.


...***...


Karena Cerita ini hanya untuk sedikit memperkenalkan anak - anak Brian, jadi Otor sudahi sampai disini saja.

__ADS_1


Jika ada waktu Luang Otor akan membahas anak - anak Brian yang lainnya.


Terimaksih yang telah mendukung, Kalian Luar biasa 😊😊😊


__ADS_2