Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Masa lalu Zan liang yang menyedihkan


__ADS_3

Alicia kemudian bertanya pada Riska " Ris, bagaiamana awal kamu bertemu dengan kakak Zan ?"


" Memang harus diceritain Lice ?" Riska malah balik bertanya.


Alicia mengangguk " Ya kan, aku pengen tahu, soalnya kami kehilangan kakak Zan sudah tiga tahun, jadi aku penasaran, dengan kehidupan kakak Zan salama tiga tahun itu "


Riska menghela napas " Baiklah, Waktu itu Zan liang menjadi Mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Universitas, aku tidak tahu dia berasal dari mana, yang aku tahu dia sangat pintar !"


Riska diam sebentar kemudian melanjutkan " Dia tidak bergaul dengan teman - teman lainnya, aku tidak senagaja melihatnya memegang perut sembari menatap kearah Kantin, tapi bukannya dia masuk ke kantin Zan liang malah pergi, aku yang melihat Zan liang yang seperti itu jadi penasaran, aku mengikutinya, yang membuatkku terkejut Zan liang meminum Air kran di Mushola Kampus !"


" Astaga... kakak Zan sampai seperti itu ?, apa dia tidak punya uang Ris ?" tanya Alicia terkejut.


Riska menggeleng " Waktu pertama datang ke jakarta, Zan liang tidak memiliki pekerjaan, tapi waktu itu aku belum begitu dekat dengannya, jadi aku hanya membelikan Roti untuknya "


Riska teringat saat pertama kali dia memberikan Roti untuk Zan liang, awalnya Riska yang hanya ingin tahu Mahasiswa tersebut, sedikit demi sedikit dekat dengan Zan liang.


Riska selalu berada disisi Zan liang, hingga dia hampir setiap hari memberikan Roti pada Zan liang.


Alicia bertanya lagi " Terus sampai kapan Kakak Zan seperti itu ?"

__ADS_1


" Kira - Kira selama satu bulan dia hidup seperti itu, dia juga selama satu bulan tinggal di kolong jembatan, jika dia ingin tidur nyenyak katanya dia pergi ke Masjid terdekat untuk tidur, hingga akhirnya aku mencarikan dia pekerjaan, aku juga menyuruhnya agar mengontrak saja, aku memberinya uang satu juta waktu itu untuk ngontrak dan makan dia sehari - hari, tapi siapa yang menyangka setelah dia gajian, uangku langsung dia kembalikan 500 ribu, dia berjanji bulan depan akan dilunasi hutangnya, Aku benar - benar tersentuh dengan cara hidup kakakmu Lis, dia benar - benar sangat berusaha keras, dia sama sekali tidak manja, sakitpun dia tetap bekerja dan berangkat Kuliah, entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu " Riska terlihat sangat sedih.


Waktu itu Riska disadarkan oleh Zan liang, dia dulu sangat tidak menghargai makanan yang tersaji di meja makan, dia selalu mengeluh makanannya itu - itu ajalah, apalah.


Riska mulai memakan makanan yang ada di meja makan setelah menyaksikan sendiri kehidupan Zan liang yang sangat sederhana, untuk makan saja dia perlu menghemat uangnya.


Alicia tidak menyangka jika kehidupan Zan liang seburuk itu, dia mengira jika Zan liang membawa tabungan ibunya.


" Ris, apakah kakak Zan kehidupannya mulai stabil setelah dia bekerja ?" tanya Alicia lemah.


Riska menggeleng " Awal bekerja dia hanya diberi gaji 1 juta , karena dia cuma bekerja paruh waktu saja, selama tiga bulan Zan liang menerima gaji seperti itu, Tapi Zan liang tetap bersukur, karena dia masih bisa membayar kontrakan dan makan seadanya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana bisa dia hidup dengan uang 500 ribu sebulan ?, karena yang 500 ribu buat bayar kontrakan ?, akhirnya aku memutuskan untuk membantunya, aku memberikan uang dua juta pada pemilik kafe saat gajian ketiga Zan liang, aku menyuruhnya untuk bilang jika uang tersebut untuk bonusnya, karena aku tahu Zan liang tidak mau menerima pemberian secara cuma - cuma "


" Saat dia mendapat gaji dan bonus tersebut, kamu tahu lis apa yang dia lakukan ?, dia mentraktirku makan, walau cuma di Warteg tapi dia terlihat sangat senang, dia bilang padaku jika dia mendapatkan uang lebih dan ingin membalas kebaikanku, mungkin disitulah perasaanku mulai tumbuh padanya " Ucap Riska jujur.


Riska terus melanjutkan Ceritanya, Zan liang yang awalnya Ceria saat pertama berteman dengan Riska, dia mulai menjadi pendiam saat di caci maki oleh orang tua Riska.


Zan liang juga mulai menjauhi Riska karena ancaman ayah Riska, akhirnya Riska juga menjauhi Zan liang karena dia takut Zan liang kenapa - kenapa.


Puncaknya saat Zan liang mendengar Riska di jodohkan, dia berubah menjadi sangat dingin pada Riska, untuk sekedar menyapa saja Zan liang tidak mau.

__ADS_1


Riska menyadari kesalahannya dia berusaha untuk tidak lebih jauh dari Zan liang, karena dia sadar jika dia tidak ingin kehilangan Zan liang. Walau dia tidak bisa memilikinya, tapi setidaknya dia ingin tetap berteman dengannya.


Tapi Zan liang selalu berusaha menjauh, dia sudah sangat jarang mengobrol dengan Riska, di situlah Riska mulai merasakan sakit dalam hatinya.


Dia sadar kalau Zan liang ada di hatinya, dia ingin tetap bersama Zan liang, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.


Untung saja waktu itu Alicia dan Martin disaat yang tepat, hingga akhirnya dia bisa membatalkan perjodohannya.


Alicia terlihat menangis tersedu - sedu setelah mendengar cerita tersebut " Hiks..Hiks... Kami disini hidup dengan penuh kemewahan, tapi kakak Zan... Hiks..Hiks..."


Riska mengusap punggung Alicia " Sudah Lis, lagi pula semuanya sudah berlalu, Zan liang juga sudah kembali bersama kalian, jadi lebih bail lupakan yang lalu "


" Aku tahu Ris, tapi tetap saja kakak Zan sangat menderita, Hiks...Hikss..." Alicia masih menangis tersedu - sedu.


Riska hanya tersenyum getir, pasalnya dia juga merasakan apa yang Alicia rasakan, apa lagi dia melihat sendiri kehidupan Zan liang waktu itu, dia begitu sangat menyedihkan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2