
Krisna meggelengkan kepalanya saat melihat Husen malah seperti itu, walaupun dia sudah di beritahu Ayahnya jika Husen suka bercanda, tetap saja sifatnya tidak sesuai dengan julukannya sang Raja Minyak.
Sementara itu Zahra langsung mencubit perut Husen " Kakek iiihhh.....!"
' glek ' Entah kenapa Zan liang menelan ludah saat mendengar Suara Zahra yang begitu lembut tersebut.
" Adu...du..duh ! " Husen pura - pura kesakitan.
Krisna mlirik Zan liang lagi, lagi - lagi Zan liang sangat fokus memperhatikan Zahra, kalau di lihat - lihat dia seperti orang yang terkena Hipnotis saja.
Krisna menggelengkan kepalanya dan buka suara " Tuan Husen, apa kita mau menemui Ayah sekarang atau ?"
" Ya, kita pergi sekarang saja !" jawab Husen.
Mereka kemudian langsung keluar dari Kantor, untuk ke kediaman Axel dengan menggunakan Mobil Krisna.
Krisna yang mengemudi, Husen duduk di samping Krisna, sementara Zan liang bersama Zahra di belakang.
Mereka berdua terlihat sangat canggung, tiba - tiba Krisna buka suara sebelum menyalakan Mobilnya " Zan, Motor kamu mau di tinggal ?" Krisna sengaja mengerjai Zan liang.
" Eh... Astaga... aku lupa ! " Zan liang menepuk keningnya, dia tersenyum kecut dan keluar dari Mobil.
Krisna menggelengkan kepalanya karena tingkah Zan liang.
Pada dasarnya sifat pria itu sama saja, jika ada yang bening di dekatnya mereka akan tertarik seperti Magnet, apa lagi sebening Zahra jika ada gadis seperti itu di dunia nyata mungkin semua pria akan terbengong melihatnya.
" Kamu tidak ingin naik Motor Ra ?, sekalian melihat pemandangan kota Jakarta " Ucap Husen mengejutkan Krisna.
" Tapi Kek...." Zahra terlihat canggung.
Husen tersenyum " Sudah sana, keburu Zan liang pergi !"
Anehnya Zahra menurut, dia langsung turun dari Mobil dan menghampiri Zan liang yang sudah duduk di Motornya.
Sekali lagi Krisna dia buat terkejut, dia tidak percaya jika Zahra akan benar - benar turun dari Mobil.
" Ayo jalan !" Perintah Husen pada Krisna.
" Tuan Husen apa anda Yakin ?" tanya Krisna menyelidik.
" Sudahlah jalan saja, nanti juga kamu mengerti " jawab Husen santai.
Krisna menurut dia menjalankan Mobilnya dan meninggalkan Zahra dan Zan liang di parkiran.
Zahra menarik - narik baju Zan liang dari sampingnya, Zan liang yang belum sadar jika Zahra ada disampingnya, dia menoleh dengan kesal, pasalnya dia jengkel dengan Krisna karena di ingatkan dengan Motornya, padahal dia bisa meninggalkan Motornya dan menyuruh anak buah ayahnya untuk membawanya pulang.
__ADS_1
" Ada apa !?" tanya Zan liang ketus.
Setelah melihat Zahra, dia yang sedang kesal langsung tersenyum " Loh, kok kamu disini ?, kamu tidak ikut Mobil kakak ?"
Zahra menggelengkan kepalanya, kemudia buka Suara malu - malu " A..aku ingin Naik Motor denganmu " ucap Zahra lembut.
'Jleb ' Zan liang bagai terkena panah Cupid, hatinya berbunga - bunga, dia menatap Zahra dengan wajah Sumringah, tapi tetap berusaha tetap tenang.
' Ekhem !' Apa kamu Yakin ?" tanya Zan liang.
Zahra mengangguk, Zan liang langsung turun dari motornya dan memakaikan Helm pada Zahra.
Mereka berdua kemudian berboncengan menuju Rumah Zan liang.
Zahra yang baru pertama kali naik Motor, dia terlihat sangat senang, enatah kenapa dia merasakan perasaan yang berbeda saja.
Zahra tanpa sadar memeluk Zan liang, sontak saja Zan liang terkejut, Mau menolak tapi rejeki di peluk bidadari seperti Zahra.
Motor Zan liang berhenti saat ada lampu Merah, kebetulan ada Mobil Mike yang sedang bersama Riska.
Riska yang melihat Zan liang sedang berboncengan dengan seorang Wanita dia terkejut " Zan liang " gumam Riska.
Sementara Mike tidak menyadari hal tersebut, jika dia melihatnya juga, mungkin dia akan semakin membuat Riska marah pada Zan liang.
Sementara Riska merasakan sakit hati yang teramat saat melihat Zan liang berboncengan dengan Wanita lain.
Tanpa terasa air matanya menetes, dia tidak menyangka jika Zan liang benar - benar akan melupakannya, pikir Riska .
***
Mobil Krisna baru saja sampai di kediaman Axel, Krisna dan Husen turun dari Mobil, Krisna langsung mengajak Husen masuk.
Brian yang tahu jika Husen akan datang, dia sudah menunggunya di ruang tamu.
" Tuan Husen !, Selamat datang !" Brian langsung menjabat tangan dan memeluk Husen saat dia masuk.
" Kamu terlalu berlebihan Brian " Husen tersenyum setelah melepaskan pelukannya.
" Silahkan duduk Tuan Husen !" Brian mempersilahkan Husen duduk.
Brian bertanya " Loh, katanya anda datang dengan Cucu anda ?, mana dia ?"
Husen tersenyum " Dia sedang kasmaran, bentar lagi juga datang !"
Brian menatap Krisna yang ada disampingnya, dia ingin bertanya apa maksud ucapan Husen.
__ADS_1
Krisna tersenyum getir " Cucu Tuan Husen pulang dengan Zan liang Ayah, naik Motor !"
Brian terkejut " Apaa !!, naik Motor ?"
" Hahahaha.... kalian ini kenapa ?, biarkan saja anak muda yang sedang kasmaran " Ucap Husen santai.
Brian semakin tidak tahu maksud ucapan Husen, siapa yang sedang kasmaran ?, sedangkan Zan liang sudah memiliki pacar.
Tak berselang lama Zan liang dan Zahra sampai, terlihat Zahra sedang mengobrol dengan Zan liang sambil bicara, mereka terlihat sangat akrab.
Brian terkejut saat melihat Zahra, pasalnya dia sangat mirip dengan Aisyah, hanya saja dia sedikit lebih cantik dari Aisyah.
Yang membuat Brian lebih terkejut, Zan liang seperti sangat dekat dengan Zahra, dia juga terlihat begitu mengagumi Zahra, pasalnya dari tatapan Mata Zan liang ada sedikit tersirat keserakahan ingin memiliki Zahra.
" Apakah sifatku menurun padanya ?, Zan, apa yang kamu pikirkan ?, apa kamu ingin berpaling dari Riska atau ingin memiliki keduanya ?" Brian bertanya - tanya dalam hati.
Zan liang dan Zahra sampai di ruang tamu, Zahra memberikan salam " Tuan Axel " Zahra membungkuk Hormat.
Brian tersenyum " Duduklah Nak "
Zahra duduk di samping Husen, anehnya Zan liang ikut duduk di Zamping Zahra, yang membuat Brian mengerutkan keningnya.
Brian menghela napas " Zan, dudukmu gak sopan !" tegur Brian tegas.
" Eh.... Maaf Ayah " Zan liang langsung bergeser sedikit jauh dengan Zahra.
" Hahaha... Sudahlah Brian, biarkan saja mereka, jangan terlalu mengatur kehidupan anak muda " Ucap Husen sembari tertawa.
Brian tersenyum kecut " Anda ini bisa saja Tuan Husen, Saya hanya ingin mengajari anak - anak saya dengan benar, tidak ada maksud lain "
" Aku tahu itu, kamu termasuk orang tua yang baik Brian, anak - anak kamu tumbuh dengan baik, apalagi anak sulung kamu sudah mampu memegang perusahaan sebesar itu, aku kagum padamu !" Ucap Husen tulus.
" Anda terlalu memuji, Anda juga sama saja, Aisyah yang seorang Wanita juga bisa seperti sekarang, itu semua berkat anda " Brian tidak mau kalah memuji.
Semenjak Brian tidak mau menikah dengan Aisyah, Aisyah akhirnya sadar jika dia tidak bisa memaksakan Cintanya pada Brian, akhirnya dia menyelesaikan studinya dan menjadi pebisnis seperti Ayahnya.
Aisyah menikah setelah tidak lama menyelesaikan studinya, dia menikah dengan teman masa kecilnya.
Dan terlahirlah Zahra anak semata wayang Aisyah, maksud kedatangan Husen ke Indonesia bukan hanya berbisnis dengan Brian, dia juga berencana menjodohkan Zahra dengan salah satu anak Brian, siapa yang menyangka jika Zahra akan langsung tertarik dengan Zan liang tanpa perlu perjodohan.
.
.
.
__ADS_1