Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Suasana Hati Zan liang


__ADS_3

Mereka semua kemudian melanjutkan makan malam, dengan Sindi dan Tanti yang masih saling menatap Sinis.


Beberapa hari ini entah kenapa keduanya selalu bertengkar ringan, Walaupun tidak saling menjatuhkan, tapi hal tersebut sudah membuat Brian pusing.


Karena semenjak mereka muda, keduanya tidak pernah berkonflik satu sama lain, mereka berdua juga terlihat akrab.


Setelah selesai makan, Mira menarik Brian ke dapur " Ayah, sebenarnya apa yamg terjadi dengan saudari Sindi dan Tanti ?"


Brian menggendikan bahunya " Entahlah..., aku juga bingung mereka kenapa, mungkin nanti aku akan bertanya pada keduanya "


Mira mengangguk " Sebaiknya Ayah cepat melerai mereka, aku tidak mau masalahnya semakin rumit " ucap Mira meyakinkan Brian.


Brian mengangguk mengerti, pasalnya dia juga tidak ingin istri - istrinya memiliki konflik satu sama lain.


Brian ingin seperti dulu, dimana kehidupannya dengan para istrinya tidak ada masalah lagi, jikapun ada masalah mereka akan saling bercerita satu sama lain.


Ke esokan harinya, Brian yang tahu rencana Riska dan Alicia, dia juga ingi memberikan surprise pada Zan liang.


Zan liang keluar dari kamarnya dengan mata yang sembab, Sindi yang selalu mengawasi Zan liang, hatinya terenyuh, karena dia teringat dulu saat berpisah dengan Brian.


Alicia menghampiri Zan liang untuk melancarkan Rencana mereka " Kakak Zan, kamu harus ikut kami, kita akan bersenang - senang !"


Mindi menimpali dengan semangat " Benar kak, Kak Krisna dan Rayan juga ikut, kakak ikut yah ?"


" Kalian pergilah, aku.sedang tidak ingin kemana - mana " Jawab Zan liang lemah.


" Pokoknya kakak harus ikut, kalau tidak aku nangis nih " Mindi mengancam Zan liang.


Zan liang menghela napas " baiklah..."


Mereka semua pergi kesebuah Arena permainan di kota jakarta, Zan liang hanya diam di dalam Mobil tanpa bicara sepatah katapun.

__ADS_1


Krisna yang melihat itu menghela napas, baru saja dia pulih sudah di lukai, tapi kali ini yang terluka hatinya, memikirkan hal itu saja Krisna merasa kasihan.


Mobil mereka sampai di Arena permainan yang di tuju, Alicia, Rayan dan Mindi berlari masuk terlebih dahulu, sementara Krisna menemani Zan liang yang berjalan dibelakang.


" Apa kamu sangat mencintainya Zan ?" tanya Krisna lembut.


" Maksud kakak ?" Zan liang pura - pura bodoh.


Krisna menghela napas " Kakak sudah tahu semuanya dari Alicia, jangan menutup - nutupinya dari kakak Zan "


Zan liang menatap nanar kedepan, dia duduk disebuah kursi yang disediakan di tempat permainan tersebut.


Krisna juga ikut duduk disebelah Zan liang, dia ingin mendengar penjelasan dari Zan liang, apakah Zan liang benar - benar menyukai Riska.


" Walaupun aku menyukainya, tapi jika dia tidak suka padaku, untuk apa aku berharap, mungkin aku akan terluka tapi luka ini yang akan mengingatkanku agar kelak tidak terlalu banyak berpikir " ucap Zan liang lemah.


Krisna tersenyum " kamu belum jadian dengannya ?" Krisna bertanya memastikan.


Zan liang menghela napas " Mungkin itu yang membuatnya meninggalkan aku "


Sebenarnya Krisna tahu rencana Alicia dan Riska, tapi Krisna terkejut karena ternya Riska dan Zan liang sama sekali belum pacaran.


Untung saja Riska hanya mengerjai Zan liang, coba saja kalau dia benar - benar meninggalkan Zan liang, sudah pasti Brian akan turun tangan.


Zan liang tersenyum kecut " Aku memang salah kak, tapi jujur kenapa aku tidak memastikan hubungan kita, karena aku masih ragu kalau aku bisa melindunginya atau tidak?, Sementara selama ini dia yang lebih banyak melindungiku "


Krisna menepuk bahu Zan liang " Kalau kamu benar - benar mencintainya kejarlah, tidak perlu ragu, masalah kamu bisa melindunginya atau tidak, itu urusan belakangan, semakin kamu mencintainya, maka akan tumbuh juga keberanian dihatimu untuk melindunginya !"


Zan liang menatap Krisna dengan tatapan aneh, dia bertanya - tanya, kenapa kakaknya seperti pujangga Cinta, persaan dulu Krisna juga pengecut.


Krisna balik menatap Zan liang " Hei, hei..., tatapan apa itu ?, bukannya terimakasih pada kakakmu ini, malah seperti itu !" tegur Krisna ringan.

__ADS_1


" Boleh aku bertanya kak ?" tanya Zan liang serius.


Krisna mengerutkan keningnya " Apa ?"


" Dulu waktu kakak pacaran dengan Kak Melisa siapa yang nembak dulu ?" Zan liang menatap serius Krisna, dia ingin melihat Ekspresi wajah Krisna.


Saat Krisna mau menjawab, Mindi lebih dulu menjawab " Kak Krisna tidak pacaran dengan Kak Melisa, mereka di jodohkan !"


Zan liang dan Krisna menoleh kearah Mindi berbarengan, Krisna langsung menegur " Anak kecil tabu apa kamu !"


Zan liang tertawa " Hahahahaha.... sudah aku duga, semua kata - kata Kakak cuma translate dari gugel !"


Krisna memanyunkan bibirnya " Hais, padahal aku sudah bicara keren, kamu malah kaya gitu " ucap Krisna tidak berdaya.


Mindi menjulurkan lidahnya " siapa suruh berbohong, tahu rasakan akibatnya "


Zan liang masih tertawa dengan lepas, Krisna yang melihat itu tersenyum, setidaknya dia melihat Zan liang bisa tertawa lepas seperti itu.


Mindi kemudian mengajak keduanya main, tapi Zan liang menolak karena dia masih belum bisa bebas bergerak, pasalnya kaki dia belum sembuh sepenuhnya.


Jadi Zan liang hanya menyaksikan mereka bermain, sementara dia duduk sambil memegang ponselnya, dia sedang berpikir untuk menghubungi Riska atau tidak.


Dia masih menimbang - nimbang, pasalnya Zan liang takut jika Riska malah akan semakin membencinya.


Akhirnya Zan liang memutuskan untuk tidak menghubungi Riska, tapi saat dia akan menaruh Ponselnya di saku Riska menelponnya.


" Riska !!" Zan liang langsung mengangkatnya.


Baru saja mengangkat dia sudah di kejutkan dengan Suara Riska yang meminta tolong " Zan.. tolong aku !" setelah mengatakan itu Ponsel Riska langsung mati.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2