Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Ulang tahun Zan liang


__ADS_3

Brian melihat anaknya yang menatap kosong keluar jendela, dia tahu sebesar apa rasa Zan liang pada Riska dari tingkahnya.


Brian Sebenarnya tidak tega membuat anaknya bersedih seperti itu, tapi apa boleh buat demi memberikan kejutan untuknya.


Satu jam berlalu, Mobil yang di bawa Martin belum sampai - sampai, jalanan juga sudah gelap karena sudah jam setengah tujuh malam.


" Ayah !, apakah ini tidak salah jalan ?, kenapa lama banget sampainya !?" Zan liang sudah mulai tidak sabar.


" Sebentar lagi Zan, kamu sabar yah " ucap Brian mencoba menenangkan.


" Sudah berapa kali Ayah bilang sebentar lagi, nyatanya kita tidak sampai - sampai, kalau sampai Riska kenapa - napa, aku akan semakin marah sama Ayah !!" ucap Zan liang kesal.


Martin melihat Zan liang marah, dia tersenyum kecut, pasalnya sifat Zan liang seperti Brian muda dulu.


Sementara Brian sedang marah dengan rencana yang dibuat Riska, karena rencana tersebut Zan liang marah padanya lagi.


Brian menerima Pesan dari Alicia, jika semuanya sudah siap, dia hanya perlu membawa Zan liang ketempat yang sudah direncanakan.


Brian memberkan kode pada Martin, Martin mengangguk mengerti, dia langsung mengemudikan Mobilnya ketempat yang sudah disiapkan.


Lima belas menit kemudian, Mobil meteka sampai ditempat yang sudah ditentukan, Zan liang mengerutkan keningnya saat di bawa kesebuah Restiran Bintang lima.


Zan liang menatap Ayahnya " Kenapa kita kesini ?" tanya Zan liang ketus.


Brian tersenyum kecut " Riska sudah dibawa ketempat ini Zan, jadi kita akan menemuinya disini " jawab Brian mengelak.


Zan liang semakin merasa ada yang aneh, pasalnya dia tahu Restoran yang sedang dituju, jika dari rumah ke Restoran tersebut hanya butuh waktu setengah jam. Tapi malah sampai ketempat tersebut sampai satu jam setengah.


Saat mereka turun, anak buah Brian dengan sigap menyambut kedatangan Zan liang, Brian mengajak Zan liang masuk ke Restoran tersebut.


Zan liang terpaksa mengikuti, dia tidak bertanya sama sekali, dia hanya sedang bingung kenapa Ayahnya berputar - putar terlebih dahulu untuk sampai ke Restoran tersebut.


Saat Zan liang masuk ke Restoran, lampu terlihat sangat gelap, hanya ada sedikit cahaya dsri luar Restoran yang masuk dari kaca Restoran.

__ADS_1


" Ayah..., apakah kita tidak salah tem...." Zan liang belum selesai bicara, tiba - tiba lampu menyala.


Comfetti langsung di lontarkan dan berhamburan diatas Zan liang dengan ramainya.


Suara tepuk tangan dan sorak sorai tamu undangan langsung bermunculan.


" Selamat ulang tahun Tuan Muda Zan !"


" Selamat ulang tahun !


" Selamat ulang tahun !


" Selamat ulang tahun !


Ucapan selamat dsri tamu undangan tidak henti - hentinya mengalir.


Zan liang menoleh kearah Ayahnya, Brian tersenyum " Selamat ulang tahun Zan "


" Ayah.., tapi Ris...." ucapan Zan liang terpotong saat Brian menununjuk kearah tengah tamu undangan.


Zan liang langsung menoleh, terlihat keluarganya sudah berada disana, ditengah terlihat Riska yang memakai gaun putih yang menonjolkan lekuk tubuhnya, yang membuat Riska semakin terlihat sangat cantik.


Brian menyenggol Bahu Zan liang " Ayo kesana "


Zan liang mengangguk lirih, dia masih linglung dengan kejadian yang sedang dia lihat.


Saat sampai di tengah - tengah keluarganya, Zan liang berdiri disamping Riska " Selamat ulang tahun Zan !" ucap Riska lembut sambil memberikan kado pada Zan liang.


Zan liang memelototi Riska " Jadi ini semua rencana kamu ?!" ucap Zan liang ketus.


" Maaf Zan, tapi aku ingin sekali merayakan ulang tahun kamu, karena selama ini kamu bilang jika ingin merayakan ulang tahun tapi tidak memiliki keluarga, jadi aku pikir ini saat yang tepat, setelah kamu berkumpul lagi dengan orang tua kamu " Ucap Riska menjelaskan.


Zan liang menghela napas, dia mau marah tapi tidak bisa, karena mau bagaimanapun dia tahu jika Riska sudah susah payah merencanakan ini semua " Lain kali jangan biki aku khawatir Ris " ucap Zan liang lembut.

__ADS_1


Sindi menegur " Sudah, sudah, karena ini hari ulang tahun kamu, kamu harus menikmati acaranya, jangan cemberut lagi, Riska juga baik - baik sajakan ?"


Zan liang mengangguk, satu persatu keluarga Zan liang dan tamu undangan memberikan kado.


Alicia sengaja mengundang mahasiwa/i yang satu jurusan dengan Zan liang, tujuan Alicia jelas ingin memberitahu mereka siapa Zan liang sebenarnya, agar Zan liang tidak di pandangsebelah mata lagi.


Sontak saja para Wanita yang dulunya tidak menganggap Zan liang, mereka sangat iri dengan Riska yang dekat dengannya.


Jika mereka tahu kalau Zan liang anak Milyarder, tentu saja mereka akan rela melakukan apapun untuk berteman dengan Zan liang.


Brian mengambil mikrofon dan buka Suara " Semuanya tolong dengarkan aku sebentar !"


Seketika semua orang langsung menoleh kearah Brian, mereka semua terdiam menunggu Brian berbicara lagi.


Brian kemudian buka suara lagi " Hari ini adalah hari yang bahagia buatku, karena di usiaku yang sudah senja, aku masih bisa melihat putra dan putriku tumbuh, terutama untuk Zan liang, Selamat ulang tahun Zan, Ayah selalu berdo'a yang terbaik untukmu, semoga dengan bertambahnya usiamu, kamu akan semakin menjadi Pria yang lebih besar dari Ayah !"


Setelah Brian mengatakan beberapa patah kata lagi, Brian turun dari panggung, Mc langdung mengambil Alih.


Acara di lanjutkan dengan penampilan Band dan penyanyi lokal yang sengaja di undang untuk memeriahkan acara tersebut.


Sementara Zan liang, dia lebih memilih untuk duduk di sudut karena dia tidak terlalu suka dengan keramaian.


.


.


.


.


Maaf kemarin gak up. Kuota pas habis.


Terimaksih yang sudah stay😊

__ADS_1


__ADS_2