
Martin langsung berdiri saat mendengar ucapan Rasel " Zak !, buat dia bicara !"
Zak langsung bergegas menghampir Teo , dia langsung menendsng Teo yang masih duduk dilantai akibat di pukuli Rasel.
" Bug !"
Zak menedang perut Teo dengan keras , membuatnya langsung meringkuk memegangi perutnya.
Martin menghampiri Teo, dia berjongkok dihadapannya dan mereih kerah Teo " bilang padaku ,siapa yang menyuruhmu !!?" tanya Martin Sinis.
" Sa..ni Yong , orang yang menyuruhku dia " jawab Teo langsung berterus terang.
Martin menghempaskan Teo " Lewis Yong !, berani sekali kamu ternya melawan Tuan Axel !" gumam Martin lirih.
Martin menoleh ke Arah Zak " Buat dia diam di rumah sakit !, dan Kamu Rasel bereskan Sani yong , aku akan mengurus orang tuanya !"
" Baik Tuan Martin " ucap Rasel patuh, walaupun dia sudah babak belur , dia tidak menunjukan rasa sakitnya pada Martin , karena dia tahu mengeluh juga tidak ada artinya di depan Orang - orang Axel.
Zak langsung menghajar Teo tanpa belas kasihan hingga dia pingsan karena tangan, kaki bahkan tulang rusuknya patah.
Martin dan Zak langsung meninggalkan tempat tersebut , karena mereka sudah tidak punya urusan lagi ditempat tersebut.
Rasel menghela napas lega karena nyawanya masih terselamatkan " Bereskan orang - orang bodoh ini !" ucap Rasel pada anak buahnya yang dari tadi diam melihatnya di hajar Zak.
Di mobil Martin langsung menghubungi David , pasalnya dia sekarang yang memegang penuh Axel Capital.
" Halo David !" ucap Martin saat teleponnya di angkat oleh David.
" Ada apa Tuan Martin ?" di seberang telepon David menjawab.
Martin kemudian menjelaskan masalah yang menimpa Zan liang , David langsung mengerti ,karena Zan liang juga merupakan keponakannya.
***
Zan liang sedang merintih kesakitan di kontrakannya , tangannya memar akibat jatuh dari motor dan Wajahnya lebam - lebam.
Dia bersender di tembok " Apes banget hari ini , untung saja Pemilik Kafe baik , menyuruh aku tidak masuk kerja terlebih dahulu " gerutu Zan liang sambil menghela napas.
Zan liang memegang perutnya karena kelaparan , mau keluar rumah tapi tubuhnya terasa sakit semuanya " tidur sajalah " Zan liang merebahkan diri dikasurnya.
Malam harinya Zan liang demam tinggi , tapi apa daya dia hidup seorang diri, dia sudah terbiasa jika sakit akan seperti itu . Dia hanya bisa menitihkan air matanya karena rindu dengan ibunya.
__ADS_1
Keesokan paginya , Zan liang tidak terlihat di kampus ,Riska mencari - carinya tapi tidak melihat batang hidungnya.
Riska langsung menemui Alicia " Alicia kamu melihat Kakakmu tidak ?"
Alicia menggeleng , Riska mulai panik ,karena Zan liang tidak pernah absen sebelumnya kecuali dia sakit.
Riska mencoba menghubungi Zan liang, tapi Zan liang tidsk mengangkat teleponnya , Riska mulai panik.
" Alicia , kita pergi ke kontrakan Zan liang yuk !" Ajak Riska cemas.
Alicia mengangguk mau , mereka berdua langsung keparkiran " Pakai mobil aku saja Ris "
Riska mengangguk dia tidak keberatan pakai mobil apapun , yang oenting sekarang dia harus menemui Zan liang ,agar kecemasannnya hilang.
" Kita mau kemana Nona Alicia ?" tanya Vin sopir pribadi Alicia.
" Jalan sudirman dekat pasar Rabu !" Riska langsung memberikan alamat kontrakan Zan liang.
Vin mengangguk " Baik Nona !" Vin langsung menginjak pedal gas.
Sepenjang perjalanan Riska terlihat sanhat cemas , pasalnya bukan kali ini saja Zan liang sakit , Riska sudah pernah melihatnya dua kali .
Jadi Riska sudah hafal betul dengan kebiasaan Zan liang , karena Zan liang tidak mau meninggalkan mata kuliah , kalau dia tidak kenapa - napa walaupun dia telat dia akan berangkat , tapi kalau sudah dua mata kuliah dia tidak berangkat berarti Zan liang sakit.
Riska bergegas turun , Alicia mengikuti dari belakang , Karena Alicia memakai sepatu hak dia tidak bisa berlari seperti Riska , dia hanya mencoba mengikutinya dari belakang.
Semakin masuk kedalam gank tersebut , Alicia semakin merasa kadihan dengan kakaknya , karena kontrakan tempat kakaknya tinggal sedikit kumuh.
Riska terlihat melepas sepatunya di sebuah pintu kontrakan, dia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam.
Riska membuka pintu ternyata tidak di kunci , dia langsung masuk , betapa terkejutnya Riska saat melihat wajah Zan liang lebam - lebam.
" Astaga Raizan !!, kamu kenapa ?" Riska bersimpuh di sebelah Zan liang ,dia memegang kening Zan liang dengan punggung tangannya .
" Kamu kenapa Zan li.. " Riska hampir keceplosan, dia meneteskan air mata , mengambil Air dan segera mengompres Zan liang.
Alicia baru sampai di kontrakan Zan liang , dia masuk kedalam kontrakan tersebut setelah melihat sepatu Riska.
Alicia menutup mulutnya , dia langsung menangis " Kakak !!" Alicia sudah tidak peduli jika Zan liang mendengarnya.
Tapi Zan liang pingsan ,jadi dia tidak mendengar kedatangan dua wanita tersebut.
__ADS_1
" kita bawa kerumah sakit Ris !" ucap Alicia getir.
" Tapi bagaimana membawanya ?" Ucap Riska bingung.
Alicia langsung menelpon Vin ,untuk cepat - cepat kekontrakan Zan liang .
Tak berselang lama Vin datang , dia langsung bergegas membopong Zan liang , Riska dan Alicia mengikuti dari belakang.
Alicia menghubungi Dokter pribadi keluarga Axel ,karena mereka akan menuju Rumah sakit tempat dia bertugas.
Dokter pribadi terkejut , dia dengan sigap langsung menyiapakan ruangan VIP dan segala sesuatu untuk pengobatan Zan liang.
Karena Alicia juga sudah menelpon kerumah , Brian sangat marah , dia benar - benar tidak bisa terima jika Zan liang sampai seperti itu.
Brian menelpon Martin agar cepat menghancurkan keluarga Yong secepatnya , Martin hanya bisa menghela napas.
Karena ternyata pekerjaan David sangat lama , Martin menegur David di telpon " David !, apa yang kamu lakukan ?, Tuan Axel sudah marah besar ,apa kamu mau aku pecat !, aku tidak peduli jika kamu menikah dengan adik istri Tuan Axel !!!" Martin meraung kemudian langdung mematikan ponselnya.
David ketakutan , sebenarnya dia lupa jika harus menghancurkan bisnis keluarga Yong " Sial !!, kenapa aku jadi teledor begini !" gerutu David pada diri sendiri.
David langsung menghubungi Asistennya untuk mulai menekan Yong grup , karena Yong grup hanya perusahaan kecil jadi akan sangat mudah untuk menghancurkannya.
" Berani sekali Tuan Yong menyinggung Tuan Axel !"
" Kamu benar , apa dia tidak berpikir dulu sebelum bertindak ?"
" Mungkin mereka tidak sengaja menyinggung anak Tuan Axel yang katanya baru kembali ke Indonesia "
" ya kamu mungkin benar , Nona Alicia baru disini ,mereka pasti tidak tahu jika dia adalah Anak Tuan Axel "
Para karyawan berspekulasi sendiri , karena mereka tahu jika Axel Capital menargetkan sebuah perusahaan pasti karena telah menyinggung perasaan Brian.
Belum sampai satu jam Yong grup sudah ditekan sampai titik terendah oleh Axel Capital .
Di ruang rapat Yong grup terlihat wajah - wajah panik " Apa yang sebenarnya terjadi ?, kenapa Axel Capital menargetka kita ?" ucap dalah satu pemegang Saham Yong grup.
Para pemegang saham saling bertanya satu sama lain ,tapi tidak ada diantara mereka yang merasa telah menyinggung Axel Capital.
Tiba - tiba pintu ruang rapat yong grup terbuka, Sani dilemparkan kedalam ruang rapat dengan kondisi memprihatinkan ,dia berlumaran darah dan setengah sadar .
.
__ADS_1
.
.