Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Zan liang yang mulai Serius


__ADS_3

Zan liang bangun jam sepuluh pagi akibat kerja lembur, Brian yang tahu itu sengaja memberikan waktu untuk Zan liang agar menikmati malam - malam pengantinnya.


Ketika Zan liang terbangun dan menatap Jam di layar Ponselnya dia panik, pasalnya dia sudah berjanji akan berubah.


Zan liang melihat kedua istrinya yang masih terlelap, dia beranjak dari tempat tidur dengan hati - hati agar tidak membangunkan mereka yang kelelahan.


Zan liang membersihkan diri mengganti pakainnya dan langusng keluar dari kamarnya dengan terburu - buru.


Brian kebetulan sedang mengobrol dengan Martin di ruang tamu, membahas tentang Zan liang yang akan mulai memegang perusahaan.


" Ayah maaf, aku kesiangan " Ucap Zan liang yang langsung duduk di seberang Brian.


Martin buka suara " Tuan muda santai saja, Ayah anda saja juga pernah Merasakannya, benar bukan Tuan Axel ?"


Brian menggelengkan kepalanya dan tersenyum " Kamu ini Martin, sudahlah jangan bahas itu, Zan mulai minggu depan kamu akan pergi ke Brebes, kamu akan tinggal disana sekalian mengurus perusahaan Pertama Ayah disana, sekalian menemani kakek dan Nenek kamu bersama kedua istri kamu " ucap Zan liang lembut.


Zan liang baru teringat dengan Kakek dan Neneknya " Ayah, bagaimana kabar kakek dan Nenek ?"


" Mereka baik - baik saja, Tapi fisiknya sudah lemah, jadi mereka tidak bisa hadir di pernikahan kamu, kamu maukan merawat mereka untuk Ayah ?, ya walaupun ada pembantu disana, tapi setidaknya jika ada kalian, mereka tidak akan kesepian " Jawab Brian lembut.


Brian memang jarang datang kesana, yang sering kesana istri dan anak - anaknya, satu bulan sekali mereka akan bergiliran menjenguk kesana.


Kenapa Brian jarang kesana, karena akhir - akhir ini dia sedang sibuk mencari dalang penyerangan Pulau senkuku dulu, karena dia mulai menemukan sedikit titik terang.


" Baiklah Ayah, nanti aku akan bilang pada Riska dan Zahra, apakah orang Tua Zahra tidak keberatan ?" tanya Zan liang lagi.


" Mereka tidak keberatan sama sekali, karena mereka sudah menyerahkan Zahra pada kamu, jadi kamu jangan kecewakan mereka " jawab Brian.

__ADS_1


" Tentu saja Ayah " ucap Zan liang mantap.


Orang tua Zahra tinggal di Hotel bersama Khusen juga, pasalnya tidak enak bagi mereka untuk menginap di Vila Brian terus.


Lagi pula mereka juga besok akan pulang ke Qatar lagi, karena urusan mereka untuk menikahkan Zahra sudah selesai.


Adapun masalah pembunuhan di pernikahan Zan liang, Keluarga Zahra sudah menyerahkannya pada Brian, mereka percaya jika Brian dapat menyelesaikan hal tersebut.


" Zan, Martin dan Istrinya akan tinggal bersama kamu, kamu harus menurut dengan pengaturan Martin, karena Ayah jadi seperti sekarang juga berkat dia, jangan anggap Martin seperti orang lain, dia sudah Ayah menganggapnya sebagian dari keluarga kita " Brian memberikan petuah lagi pada Zan liang.


" Anda terlalu memuji Tuan Axel " ucap Martin sopan.


" Kamu ini Martin, di suruh jangan memanggil terlalu formal jika begini masih saja seperti dulu " Brian menghela napas.


Zan liang memperhatikan pembicaraan tersebut, dia memang pernah mendengar jika awal mula kebangkitan Ayahnya karena mempekerjakan Martin.


Ayahnya juga selalu sopan jika berbicar pada Martin, hal tersebut sudah menunjukan jika Martin benar - benar orang kepercayaan Ayahnya.


Martin kemudian mengeluarkan berkas - berkas Axel Capital yang ada di Brebes " Tuan Muda Zan, sebelum anda berangkat ke Brebes, tolong pelajari berkas - berkas ini dulu, Berkas - berkas tersebut berhubungan langsung dengan Axel Capital Brebes dan cabang - cabang terdekat di Kota Bawang Merah itu "


Zan liang menerima berkas - berkas yang diberikan Martin " Baik Paman Martin, aku pasti akan mempelajarinya "


Martin tersenyum " Tuan Axel, Taun Muda, karena urusan saya sudah selesai, saya pamit undur diri dulu "


Martin beranjak dari duduknya, Zan liang dan Brian juga ikut beranjak, mereka mengantar Martin sampai depan Vila.


Setelah kepergian Martin, Brian dan Zan liang kembali ke Ruang Tamu.

__ADS_1


Brian kemudian buka suara kembali saat sudah duduk " Kamu pelajari dulu Axel Capital pusat, yang lainnya menyusul saja, jika kamu bisa mendalami Axel Capital Pusat, kamu akan mudah memahami yang lainnya " ucap Brian memberikan sebuah cara.


" Baik Ayah, aku permisi dulu Ayah " Zan membawa berkas - berkas tersebut ke kamarnya.


Zan liang membuka pintu, Kedua istrinya masih tertidur pulas, Zan liang tidak mengganggu mereka, dia duduk di Sofa kamar dan mulai membaca berkas - berkas yang tadi diberikan Martin.


Zan liang membuka Berkas Axel Capital terlebih dahulu, dia mencoba mendalami berkas tersebut.


Karena Zan liang sudah sedikit belajar dengan Krisna, dia sudah sedikit mengerti tentang perusahaan.


Zan liang membaca berkas tersebut sangat kusyuk, dia tidak menyadari jika kedua istrinya sudah bangun dan memperhatikannya.


Riska sebenarnya ingin menegur Zan liang, tapi Zahra tudak memperbolehkannya, karena Zahra tahu jika Zan liang sedang serius membaca sebuah berkas.


Mereka berdua Mandi dan berganti pakaian, Zan liang masih Kusyuk membaca berkas tersebut.


Zahra dan Riska menghampiri Zan liang, Riska buka Suara " Sayang, Makan dulu yuk !" Ajak Riska lembut.


" Eh... kalian sudah bangun, kalian juga dudah mandi ?" Zan liang terkejut melihat kedua istrinya sudah rapi.


" Hihihi... kamu sih terlalu serius, membaca apaan sih ?" tanya Riska.


Zan liang tersenyum " Berkas perusahaan di Brebes, oh ya..., Kita akan tinggal di Brebes nanti, kalian tidak keberatankan ?" tanya Zan liang memastikan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2