
Zan liang menatap dingin Hari " Bangunlah ! " tegur Zan liang tegas.
Hari langsung menurut, dia langsung bangun dengan menundukkan kepalanya.
Zan liang sebenarnya sangat marah dengan hari ketika dia melihat data perusahaan, tapi Zan liang tahu jika Hari memiliki kemampuan untuk memimpin Axel Capital. Sayangnya dia terdoktrin oleh saudara - saudaranya yang di ajak dia bekerja di Axel Capital.
Sebelum Hari mempekerjakan mereka, Axel Capital Brebes baik - baik saja, penurunan performanya tercatat ketika Hari mulai memasukkan mereka.
Zan liang buka suara " Pecat semua saudara kamu dan dia !" Zan liang menunjuk seorang petinggi yang ada disana.
Orang yang di tunjuk terkejut, dia berdiri " Anak muda !, walaupun kamu anak Tuan Axel tapi kamu ti...."
" Diammmm !!!!" suara Zan liang menggelagar membuat semua orang yang ada didalam ruang rapat terkejut.
Zan liang menatap tajam orang tersebut " Apa kamu pikir aku orang yang baik !?, aku bisa lebih kejam dari ayahku ! "
Zan liang menoleh kearah Martin " Paman Martin !, bekukan semua Aset mereka yang telah berani menggerogoti Axel Capital, cari semua bukti pemasukan dan pengeluaran mereka, jika mereka terbukti menggelapkan uang perusahaan, jangan segan menuntut mereka agar mendapat hukuman setimpal !, bila perlu hukuman mati sekalian !" Suara Zan liang sangat dingin, membuat udara di ruang tersebut terasa membeku.
Pria paruh baya yang tadinya menegur Zan liang dia meraung dan menerjang Zan liang " Brengsek kau anak ingusan !, jangan Sok karena kamu anak Tuan Axel ! "
" Buggg !
" Braakkk !!
Zan liang langsung menghajar pria paruh baya yang menerjangnya tadi, dia membanting pria tersebut ke sebuah Monitor yang ada diruang rapat, hinggo Monitor tersebut hancur berantakan.
Kepala Pria tersebut mengeluarkan darah, dia tergeletak di lantai hingga akhirnya dia pingsan.
Hari tercengang, karena ternyata Zan liang pandai berkelahi, dia mengira jika Zan liang hanya anak orang kaya yang manja.
Zan liang merapikan Jasnya dan kembali duduk " Apakah ada lagi yang ingin menentangku !" ucap Zan liang tegas.
__ADS_1
Mereka semua terdiam, seorang Pria memakai kacamata seumuran dengan Krisna maju kehadapan Zan liang.
Pria tersebut buka Suara " Tuan Muda Zan, saya memiliki Bukti penggelepan Uang perusahaan yang dilakukan mereka "
Zan liang tersenyum, akhirnya ada orang seperti kriterianya muncul " Perlihatkan padaku "
" Baik Tuan Muda " Pria tersebut langsung membuka Laptopnya, dia kemudian memperlihatkannya pada Zan liang.
Zan liang tersenyum Puas, ketika melihat bukti - bukti tersebut karena sangat Detail " Paman Martin, Copy semua datanya dan urus mereka semua, kita akan merombak besar - besaran para petinggi Axel Capital !"
" Tentu saja Tuan Muda Zan " Martin langsung melakukan tugasnya.
Zan liang menatap orang tersebut " Kerja bagus, mulai sekarang kamu akan jadi Asistenku, kamu yang akan memeriksa pekerjaan mereka semua, jika ada yang berani mengancammu bilang padaku !"
Pria berkacamata tersenyum senang " Terimakasih Tuan Muda Zan, Saya Andi Mahendra siap melayani anda dengan sepenuh hati "
Zan liang mengangguk, dia menyuruh Andi agar kembali duduk.
Zan liang kembali melakukan rapat, dia juga mengubah posisi semua petinggi Axel Capital kecuali Hari yang diberikan kesempatan.
Setelah rapat selesai dilakukan, pengaturan yang di buat Zan liang langsung di publikasikan agar semua karyawan melihat pengaturan tersebut.
Tentu saja berita tersebut langsung membuat heboh para karyawan, mereka sangat senang karena akan ada kompetisi lagi seperti dulu ketika Brian yang memegang Axel Capital.
Para tikus kantor langsung di bekuk oleh kepolisian saat Axel Capital membuat laporan.
Kurang lebih ada 30 Orang yang terlibat dalam penggelapan uang perusahaan.
Yang membuat semua orang heran, Hari tidak menerima sepeserpun dari uang tersebut, padahal semua orang mengira jika Hari terlibat juga.
Tapi ternyata Hari tidak terlibat, Zan liang tahu kenapa Ayahnya mempercakan Axel Capital Brebes pada Hari, karena dia adalah orang yang jujur, hanya saja dia kurang tegas pada bawahannya hingga mengakibatkan kekacauan internal.seperti sekarang.
__ADS_1
Semua Aset yang di miliki tikus kantor langsung ditarik kembali oleh kepolisian untuk mengganti rugi Axel Capital, sayangnya sebagian uang mereka sudah dihabiskan untuk bersenang - senang dengan keuarganya.
Jadi hanya separuh saja yang bisa didapat Axel Capital atas kerugian yang di buat mereka.
Para tikus Kantor di penjara paling rendah selama 10 tahun, dan paling lama sampai 30 tahun, bukan tidak mungkin jika mereka akan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.
Sementara keluarga mereka otomatis jadi gelandangan, karenan Zan liang tidak ragu untuk membuat mereka semua menderita.
Zan liang melakukan hal tersebut agar menjadi contoh untuk para karyawan lainnya yang berani - beraninya menggelapkan uang perusahaan.
Zan liang kemudian menata kembali para petinggi Axel Capital, dia mengangkat orang - orang yang berprestasi sesuai data perusahan.
...***...
Sementara itu di jakarta, kediaman Axel Brian.
Brian senyum - senyum sendiri ketika melihat Video Zan liang yang memimpin rapat dengan tegas.
Sindi yang membawakan teh hangat untuk Brian, dia melihat suaminya senyum - senyum sendiri bertanya " Ayah sedang melihat apa ?, sepertinya seneng baget ?" ucap Sindi sambil meletakan Teh hangat di depan Brian dan duduk.
Brian tersenyum " lihatlah Anak kita " Brian menunjukkan Video yang dikirimkan martin.
" Astaga Ayah, dia benar - benar Zan liang ?" Sinditerkejut dengan perubahan Zanliang ketika memegang perusahaan.
Brian mengangguk sambil tersenyum " Aku tahu dia anak yang cerdas dan tegas, hanya saja dia kurang percaya diri saja, jika dia seperti ini terus, aku yakin dia bisa melebihi prestasiku kelak !" ucap Brian yakin.
Sindi tersenyum " Itu harus dong, jangan cuma sifat Ayahnya yang suka menikah diturunkan saja, harus dengan bakatnya juga "
Brian tersenyum getir ketika Sindi berkata seperti itu, karena Brian tahu jika Sindi sedang menyindirnya halus " Kamu ini..."
.
__ADS_1
.
.