
Sontak saja Zan liang panik, dia langsung bergegas menghampiri Krisna dan kedua adiknya dengan tertatih - tatih.
Zan liang menarik Krisna " Kak !, kita pulang sekarang !" ajak Zan liang cemas.
Krisna mengerutkan keningnya " ada apa ?" tanya Krisna heran.
" Kak, tadi Riska menelpon dan meminta tolong, tapi habis itu teleponnya langsung dimatikan, aku menelpon balik ponsel Riska tidak aktif !" Zan liang benar - benar kalut.
" Zan kamu tenang dulu yah, kita pasti akan membantu kamu mencari Riska !" Krisna mencoba menenangkan Zan liang.
Krisna memanggil adik - adiknya yang srdang asyik bermain, saat mereka tahu cerita Zan liang, mereka setuju untuk pulang.
Mereka semua bergegas ke Mobil, Zan liang menegur Krisna " Kak, cepat dong !" Zan liang terus menerus menghubungi Riska, tapi hasilnya nihil, operator yang selalu menjawab panggilannya.
" Sabar Zan, buru - buru juga tidak baik, lagi pula kita harus bicara sama Ayah dulu untuk mencari tahu keberadaan Riska " ucap Krisna santai.
Zan liang hanya mengangguk, karena ucapan Krisna ada benarnya, dia harus menemukan Riska terlebih dahulu, dengan cara meminta Ayahnya untyk membantu dengan mengerahkan seluruh anak buahnya.
Tapi tetap saja Zan liang terlihat sangat khawatir dengan keadaan Riska, pasalnya dia takut Riska kenapa - napa.
Saat sampai di lampu merah, Mobil Krisna berhenti, Lampu merah yang biasanya sebentar, terasa sangat lama bagi Zan liang.
Semakin terlihat wajah cemas Zan liang, Krisna yang melihat itu menggeleng - gelengkan kepalanya " Secinta itukah kamu dengan Riska Zan ?" ucap Krisna dalam hati.
Alicia yang melihat Zan liang begitu cemas, dia sebenarnya merasa tidak enak, dia tidak menyangka jika Zan liang akan sekalut itu.
Alicia pikir jika Zan liang bukan tipe pria yang setia, pasalnya kemarin waktu pulang dsri rumah sakit, ada Wanita yang mengantarnya.
Tapi ternyata dugaannya salah, Zan liang malah sangat mengkhawatirkan Riska, Alicia merasa bersalah karena telah membohongi Zan liang.
__ADS_1
Mobil mereka kembali melaju setelah lampu menyala hijau, Krisna mengemudikan Mobilnya langsung kearah rumah mereka.
Beberpa menit berlalu, Mobil merrka sampai di kediaman Axel, Zan liang bergegas turun setelah Mobil sampai di depan Rumah.
Zan liang langsung mencari Brian, dia melihat Sindi dan langsung bertanya " Bu, Ayah kemana ?" tanya Zan liang terburu - buru.
Sindi tersenyum " Ayah dihalaman belakang, ada apa Zan ?"
Zan liang tidak menjawab pertanyaan Sindi, dia langsung bergegas ke halaman belakang untuk menemui Brian.
Sementara Krisna dan yang lain berjalan santai, Sindi bertanya pada Krisna " Ada apa Kris ?, kenpa Zan liang terlihat buru - buru sekali ?"
Krisna tersenyum " tidak ada apa - apa Bu, paling si Riska sudah mulai menjalankan rencananya " jawab Krisna santai.
" Ya ampun... Kirain ada apa " Sindi menghela napas lega.
" Bu.., apa semuanya sudah siap ?" tanya Alicia pada Sindi.
Krisna, Alicia dan Rayan mengangguk mengerti, mereka bertiga langsung ke kamarnya masing - masing untuk bersiap - siap.
Sementara itu Zan liang sedang menemui Brian, Brian srdang duduk santai di halaman belakang.
Zan liang langsung menghampirinya " Ayah !, tolong Zan yah " ucap Zan liang tanpa basa - basi.
Brian yang sedang melihat laptop langsung mendongak " Ada apa Zan ?, duduk dulu sini !"
Zan liang langsung duduk " Ayah, tolong cari tahu keberadaan Riska, jika Ayah mau menolong Zan, Zan janji tidak akan marah lagi dengan Ayah " Zan liang terlihat sangat serius.
Brian tersenyum " Ayah sudah menemukan lokasi Riska, saat Krisna menggubungi Ayah, kamu lebih baik mandi dulu, kita aakan berangkat setelah anak buah Ayah menjemput "
__ADS_1
" Tapi yah... Kita harus buru - buru..." Ucap Zan liang tidak seteuju.
Brian menepuk bahu Zan liang " Kamu tenang saja, Anak buah Ayah sudah kesana terlebih dahulu, kita hanya perlu menjemput Riska, Masa anak Ayah mau menjemput calon wanitanya bau keringat seperti ini "
Zan liang menghela napas lega setelah mendengar jika anak buah Brian sudah dikirim untuk menyelamatkan Riska.
Zan liang akhirnya menurut untuk membersihkan diri terlebih dahulu, Setelah dia sudah rapi, Zan liang langsung turun kebawah.
Terlihat Brian sudah menunggunya di ruang tamu bersama Martin " Ayah aku sudah siap !"
Brian menoleh dan tersenyum, dia beranjak dari duduknya " Martin kita berangkat !"
Martin mengangguk, Brian dan Zan liang mengikuti Martin yang jalan didepan, terlihat wajah serius Zan liang, dia ingin cepat memastikan jika Riska baik - baik saja.
Tapi Zan liang merasa aneh, karena anak buah Ayahnya menjaga dia dengan ketat, dan mereka semua sangat rapi.
Tapi Zan liang mencoba menepis anggapan itu, pasalnya jika anak buah ayahnya memang selalu rapi, karena mereka pengawal pribadi bukan pengawal berpakaian preman.
Sementara itu, ke empat istri Brian dan anak - anaknya langsung mengikuti dari belakang, mereka sengaja tidak terlihat oleh Zan liang untuk membuat Surprise.
Martin yang sudah disuruh Brian untuk mengambil jalan memutar agar Anak dan Istrinya sampai terlebih dahulu, dia sengaja mengambil jalan yang jauh dari tempat lokasi.
" Ayah, apakah masih jauh ?" tanya Zan liang terlihat cemas.
Brian tersenyum " Sebentar lagi juga sampai, Riska pasti baik - baik saja, kamu tenang yah " ucap Brian lembut.
Zan liang hanya bisa mengangguk, dia menatap kearah luar jendela " Ris..., aku pasti akan datang menyelamatkanmu, kamu tunggu aku sebentar lagi !" ucap Zan liang dalam hati.
.
__ADS_1
.
.